
Di Istana Kekaisaran Langit, kini terlihat sosok Pria yang baru saja pulang dari penyelidikannya di Benua Timur.
Dia adalah anggota keluarga Kaisar Langit, namun tidak tinggal di Istana Kekaisaran Langit.
Sosok tersebut adalah Ma Gui Lie sendiri adalah orang yang pernah menyamar sebagai seorang Pemuda yang pernah melihat Istri Ryu saat berjalan di Kota Hasperia.
Saat itu Ma Gui Lie bersama pengawal pribadinya sedang menyelidiki Istana Kekaisaran Awan, namun tidak memiliki celah sedikitpun untuk masuk ke dalam Istana.
Saat Dewa Perang pulang ke Benua Tiantang, Kaisar Langit langsung mengutus Ma Gui Lie untuk melanjutkan penyelidikan tentang pemilik Tubuh Abadi.
Saat itu Ma Gui Lie secara kebetulan bertemu dengan kedua Putri Kerajaan Pasir Putih yang mengaku sebagai Kaisar Ryu dan memperistri kedua Putri Kerajaan Pasir Putih untuk memperlancar penyelidikannya.
Meskipun sudah memperistri kedua Putri Kerajaan Pasir Putih, Ma Gui Lie masih belum bisa memasuki Istana Kekaisaran Awan dan berakhir sampai dia melihat semua Istri Kaisar Ryu sedang menikmati pemandangan Kota Hasperia.
Saat itulah Ma Gui Lie berniat untuk membunuh Ryu dan merebut Istrinya dengan cara apapun bahkan ingin menghancurkan Kekaisaran Awan dan membunuh keturunannya.
" Salam Yang Mulia Kaisar." Ma Gui Lie memberi hormat.
" Ma Gui Lie... Apa yang kamu temukan di Benua Timur?" Tanya Kaisar Langit.
" Yang Mulia Kaisar... Sekarang Kaisar Ryu sedang melakukan perjalanan ke Benua Utara. Disana hanya tinggal para Prajurit biasa, keluarga Klan Liu dan anak-anak dari Kaisar Ryu." Ma Gui Lie berharap agar Kaisar Langit untuk melakukan penyerangan terhadap Kekaisaran Awan.
" Ma Gui Lie, Apa maksudmu?" Kaisar Langit sedikit menyelidik.
" Yang Mulia Kaisar... Jika kita tidak bisa membunuh Kaisar Ryu dan Istrinya, kita bisa menculik anak dari Kaisar Ryu. Dengan begitu, pemilik Tubuh Abadi akan ada di tangan kita." Ma Gui Lie mencoba menghasut Kaisar Langit untuk menjalankan aksinya.
" Yang Mulia Kaisar, aku tidak setuju dengan rencana itu. Kita adalah Ras Dewa tertinggi, tidak mungkin melakukan hal serendah itu." Dewa Perang langsung bersuara.
" Dewa Perang, apa statusmu disini? Itu kita serahkan semua kepada Yang Mulia Kaisar yang menentukan. Jika pemilik Tubuh Abadi ada di tangan kita, maka kekuatan kita akan bertambah." Ma Gui Lie meyakinkan Kaisar Langit.
" Ma Gui Lie... Apa kamu tau resiko yang kita ambil? Jika kita turun dan membunuh Manusia, maka Hukum Alam akan membunuh siapapun yang berani ikut campur urusan Manusia. " Ucap Kaisar Langit.
" Tenang saja Yang Mulia Kaisar. Aku sudah memikirkan hal itu, Aku sudah membuat seratus Pil Nyawa. Hukum Alam hanya bisa membunuh kita satu kali, tapi tidak untuk kedua kalinya." Ma Gui Lie memperlihatkan sebuah botol yang berisi Pil Nyawa.
__ADS_1
Pil Nyawa adalah Pil yang sangat langka dan sulit untuk diciptakan. Pil Nyawa juga memerlukan Sumberdaya yang sangat langka yang sudah berusia jutaan tahun dan hanya bisa tumbuh di Benua Tiantang.
" Ma Gui Lie... Dari mana kamu mendapatkan Pil Nyawa sebanyak itu?" Kaisar Langit menyipitkan mata merasa tidak percaya dengan Pil Nyawa yang ada di tangan Ma Gui Lie bisa sebanyak itu.
Ma Gui Lie memang sudah merencanakan hal tersebut sudah jauh-jauh hari untuk menggeser posisi Kaisar Langit. Namun karena ambisinya ingin mendapatkan Istri Kaisar Ryu, maka Ma Gui Lie sedikit merubah rencananya.
" Yang Mulia Kaisar... Bukankah Yang Mulia ketahui sendiri bahwa Keluarga Ma memiliki bisnis untuk mengumpulkan Sumberdaya yang sangat langka di seluruh Benua Tiantang." Ma Gui Lie mengatakan hal tersebut memang sedikit ada benarnya.
" Mmm." Kaisar Langit mengakui hal tersebut karena berkat bantuan keluarga Ma, seisi Istana bisa mendapatkan Sumberdaya.
" Lalu apa yang kamu Inginkan?" Kaisar Langit dengan terpaksa mengikuti keinginan Ma Gui Lie agar Sumberdaya selalu mengalir ke Istana Kekaisaran Langit.
" Seperti yang aku katakan sebelumnya, seratus pasukan terbaik sudah cukup untuk menghancurkan Kekaisaran Awan. Aku rasa tidak ada pasukan Kekaisaran Awan yang sudah mencapai Pendekar Surgawi. Jadi aku meminta seratus pasukan yang sudah mencapai Pendekar Semesta. Karena saat mereka tiba di Benua Timur, Kultivasi mereka akan turun menjadi Pendekar Surgawi. Aku akan memberikan kepada mereka masing-masing satu Pil Nyawa kepada pasukan yang berangkat. Dengan begitu, mereka tidak akan mati." Ma Gui Lie menjelaskan tujuannya meskipun harus mengorbankan Pil Nyawa yang sangat langka.
Dengan keinginan yang kuat untuk merebut Istri Kaisar Ryu, Ma Gui Lie harus rela kehilangan semua Harta keluarga Ma.
Mendengar ucapan dari Ma Gui Lie, Kaisar Langit sedikit berpikir. Jika dia menolak hal tersebut, maka keluarga Ma tidak akan menyuplai kebutuhan Sumberdaya untuk Istana Kekaisaran Langit.
Ma Gui Lie memiliki rencana sebelum menyerahkan anak-anak Kaisar Ryu, dia akan meminta kepada semua Istri Kaisar Ryu agar lebih dulu menelan Pil Tuan Hamba.
" Baiklah... Aku akan meminta kepada pasukan terbaik yang sudah mencapai Pendekar Semesta Tahap Awal. Dewa Perang... Kumpulkan semua pasukan agar turun ke Benua Timur." Kaisar Langit memberi perintah kepada Dewa Perang untuk mencari prajurit yang sudah mencapai Pendekar Semesta Tahap Awal.
" Ba... Baik Yang Mulia Kaisar." Dewa Perang yang sebenarnya tidak setuju, namun karena itu adalah perintah, maka dia tidak bisa berbuat apa-apa.
Dewa Perang langsung meninggalkan tempat tersebut menuju ke kediaman para Jenderal dan Prajurit agar bisa mempersiapkan diri untuk berangkat.
Setelah beberapa saat kini telah terkumpul semua pasukan yang dibutuhkan.
Tanpa menunggu lama Ma Gui Lie langsung memberikan kepada mereka masing-masing satu Pil Nyawa.
Kaisar Langit pun memberi perintah kepada mereka untuk menculik anak-anak Kaisar Ryu sebagai jaminan agar pemilik Tubuh Abadi langsung menyerahkan diri.
" Sekarang kalian boleh pergi! dan pastikan kalian harus menelan Pil Nyawa setelah menghancurkan Kekaisaran Awan." Kaisar Langit memberi perintah.
__ADS_1
" Baik Yang Mulia Kaisar." Seratus pasukan menundukkan kepala lalu meninggalkan tempat tersebut menuju Portal Teleportasi.
*****
( Istana Kekaisaran Awan)
Di ruang rapat Istana, terlihat beberapa sosok yang sedang menunggu berdiskusi tentang keamanan wilayah Kekaisaran Awan.
Diantara mereka adalah kelima Menteri, 38 Jenderal yang dimana 33 Jenderal tersebut berasal dari Kekaisaran Shin juga dari 4 Kerajaan kecil yang pernah dipenjarakan dan sudah mengikrarkan sumpah langit untuk setia kepada Kekaisaran Awan.
Semua Jenderal tersebut sudah mencapai Pendekar Langit tahap akhir dan sebentar lagi akan menerobos Pendekar Surgawi tahap awal.
Saat mereka sedang mengadakan rapat, kini muncul dua Jenderal besar yaitu Jenderal Heilong dan Jenderal Li Chun.
" Jenderal Li Chun... Ada apa?" Menteri Shang menatap ke arah kedua Jenderal besar tersebut yang terlihat khawatir.
" Aku merasakan ada Aura yang sangat kuat sedang menuju kesini." ucap Li Chun.
" Jenderal Li Chun... Kamu tidak perlu khawatir. Sepertinya para Dewa tertinggi itu ingin membuat masalah dengan kita." Heilong terlihat bersemangat untuk menjajal kemampuannya.
" Sepertinya ini pertempuran tingkat Surgawi... Aku harap kalian tidak ikut campur dalam pertarungan ini. Biarkan masalah ini menjadi urusanku, Jenderal Heilong dan Pasukan Semesta." Li Chun yang juga terlihat bersemangat untuk menjajal kemampuannya.
Bagi Jenderal Li Chun, Jenderal Heilong, Zi Mayi dan Zi Mifeng yang sudah mencapai Pendekar Surgawi tahap menengah tentu saja akan sangat senang karena telah mendapatkan lawan yang pantas.
Begitupun dengan seluruh bawahan Zi Mayi dan Zi Mifeng yang sudah mencapai Pendekar Surgawi tahap awal, pasti akan senang jika mendapatkan lawan yang seimbang.
" Jenderal Tianli dan kalian semua... Ungsikan semua warga agar tidak keluar dari kediaman mereka. Akan terlalu berbahaya jika mereka mendekati wilayah pertarungan." Ucap Li Chun.
" Baik Jenderal Besar." 38 Jenderal menundukkan kepala lalu meninggalkan tempat tersebut untuk mengungsikan semua warga.
" Jenderal Heilong... Apa kamu sudah mengirim pesan jiwa kepada Zi Mayi dan Zi Mifeng?" Tanya Li Chun.
" Sebentar lagi mereka akan tiba disini. Para Dewa itu sangat bodoh... Mereka mengira di Kekaisaran Awan ini tidak ada yang mencapai Pendekar Surgawi." Heilong menggelengkan kepala karena penyamaran tingkat Kultivasi mereka tidak diketahui oleh siapapun.
__ADS_1