SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
HUTAN DARAH 2


__ADS_3

Setelah berada cukup jauh dari Pinggir Hutan, Ryu langsung mengeluarkan Chaizu dalam Wujud Manusia yang membuat mereka Sontak kaget.


" Pendekar Langit Tahap Akhir" Mereka menganggap bahwa Chaizu adalah manusia.


" Dia adalah Hewan Kontrakku." ucap Ryu.


" Hewan kontrak? Bukankah itu Teknik Paling Langka?" mereka menyelidik.


" Chaizu, Tunjukkan Wujud Aslimu." Ryu memberi perintah.


" Baik Tuan." Chaizu langsung berubah wujud menjadi Harimau yang memiliki Tanduk dan bersisik Naga.


" Gege... " Xie Xian merasa Ketakutan Sontak membuat mata mereka tertuju padanya.


" Gege.? Ka Xian coba jelaskan!" Xie Hua terlihat curiga sambil menatap Ryu dan Xie Xian bergantian.


Xie Xian yang tidak bisa lagi menyembunyikan hubungan mereka dengan Ryu, kini dia langsung berbisik kepada Xie Hua sambil menjauhi Rombongan.


Setelah melakukan percakapan yang cukup lama, kini Xie Hua harus menerima bahwa Kakaknya juga memiliki Suami yang sama.


Sedangkan Murid Klan Xie yang sudah tau karena mendapatkan Pesan dari Batu Giok Klan tentang Hubungan mereka, tentu saja sangat Senang karena akan memperkuat Hubungan Klan Xie dengan Ryu.


" Haaah... Untung saja kamu Kakak ku... Tapi Kakak harus janji tidak mengurangi jatahku." ucap Xie Hua.


" Hua'er... Kalau masalah itu kamu tenang saja." Xie Xian menggandeng Xie Hua.


" Chaizu, Tolong lindungi mereka." Ryu memberi perintah kepada Chaizu untuk melindungi Xie Hua dan Xie Xian.


" Baik Tuan." Chaizu menundukkan kepala.


" Aku tau perasaan kalian semua. Jika kalian ingin Kuat, Jangan ragu untuk membunuh musuh. Kami bisa seperti ini, karena kami sudah menjalani ribuan pertarungan, dengan begitu kami sudah terlatih dalam medan pertempuran. Jika hanya berlatih biasa, kalian tidak pernah menjadi Kuat." Ryu mengetahui kekhawatiran mereka lalu mendorong mereka untuk menghilangkan keraguan.


" Terimakasih Tuan. Kami paham mengapa Tuan Bisa sekuat sekarang." Ucap Xie Kai diikuti yang lain merasa perkataan Ryu memang benar.


" Kalau begitu, Bertarung dan Bertarung lah."


" Baik Tuan." Mereka membulatkan tekad.


" Satu lagi, jangan kasih tau kepada siapapun tentang keberadaan Hewan Kontrakku. Karena aku sudah percaya kepada kalian." Ryu mengeluarkan seluruh bawahannya.


" Baik Tuan." Mereka tidak henti dengan rasa kagum dengan Ryu yang tidak henti membuat mereka Jantungan.


" Mayi, Mifeng, Kalian lindungi mereka saja." Sisanya tentu saja kalian sudah tau.


" Siap Tuan! Bunuh dan Kumpulkan semua yang ada." Jawab mereka serempak.


" Bagus. Aku pergi dulu." Ryu langsung melesat menuju kedalaman Hutan.


Semua anggota Klan Xie yang ada di tempat itu termasuk Xie Hua dan Xie Xian kini bertekad untuk menjadi lebih Kuat lagi agar Nama Klan mereka tidak diremehkan lagi oleh Klan Besar.


" Hua'er... Kamu kan sudah lama dengan Gege. Apa kamu tau Teknik Kontrak yang dia gunakan?" Tanya Xie Xian.


" Aku tau, tapi... " Xie Hua terlihat ragu.


" Hua'er... Tolong ajarkan Kami. itu akan berguna untuk Klan Xie. Untuk masalah Ryu Gege, nanti aku akan berbicara dengannya." Xie Xian meyakinkan Xie Hua.


" Benar Nona Hua. Dengan adanya Hewan Kontrak, kita bisa gunakan ketika berada dalam bahaya saja." yang lain ikut menimpal.


" Baiklah, nanti aku juga akan membicarakan ini sama Gege. Tapi jangan gunakan di Akademi Naga Langit." Xie Hua mengeluarkan beberapa kertas lalu menulis teknik tersebut lalu memberikan kepada mereka.


' Untung saja ingatan Ka Che sama Ka Yue masih sangat jelas' batin Xie Hua.

__ADS_1


Setelah waktu berjalan cukup lama, kini mereka sudah mempelajari Teknik tersebut dengan sempurna hingga terlihat senyum puas di wajah mereka.


" Ternyata Teknik ini sangat mudah." Xie Kai sangat senang.


" Kamu benar. Tapi ingat, teknik ini hanya digunakan saat terdesak saja." Xie Xian kembali mengingatkan.


" Tentu saja Nona Xian. ini akan menjadi Harta Penting untuk Klan kita." ucap mereka.


" Chaizu, Mayi, Mifeng, Apa kalian bisa membantu Kami mencari Hewan Roh sebagai Hewan Kontrak kami.? " tanya Xie Hua.


" Itu masalah gampang Nona. Bila perlu aku akan mencari Hewan Roh yang sudah mencapai Tingkat Langit Tahap Awal. Karena diatasnya kami juga butuh Sumberdaya agar lebih kuat lagi." ucap Chaizu.


" Benarkah? " mereka semua sangat senang.


" Tentu saja. Aku akan siap melayani Keluarga Tuanku." Chaizu penuh kebanggaan.


" Kalau begitu, kita berangkat sekarang." ucap Xie Hua.


" Baik." Jawab mereka serempak.


...****************...


Di Kedalaman Hutan, Kini Ryu disambut dengan Beruang Darah Besi Tingkat Bumi Tahap Akhir.


" Ciihhhh... Gara-Gara Racun Kultivasi itu, aku hanya mampu melawan Beruang Gemuk ini." Ryu memasang wajah masam.


" Ggooooaaarr" Beruang Darah Besi berlari ingin menerjang Ryu. Ryu dengan segera menghindar lalu memukul dari samping.


Merasa ada serangan tiba-tiba Beruang Darah Besi menangkis dengan tangan kiri hingga serangan Ryu hanya mengenai Ruang Kosong.


" Wuush" Beruang Darah Besi melompat dengan kecepatan tinggi berniat memukul bagian Dada Ryu.


" Bboooom" keduanya langsung mundur sepuluh langkah.


" Keras sekali sesuai Namanya." Ryu tidak ada pilihan lain langsung mengambil Pedang dari punggungnya berniat ingin memotong beruang tersebut.


" Bboooom... Bboooom... Bboooom" pertemuan tekanan yang sangat kuat membuat Ryu menabrak Pohon.


Di sisi Beruang Darah Besi yang juga terpental dengan tiga luka sayatan di tubuhnya yang membuat organ tubuhnya seakan terbakar.


" Ggooooaaarr " Auman keras dari Beruang Darah Besi membuat Ryu kembali Terpental.


' Sambaran Harimau Petir '


" Bboooom" Pukulan keras membuat Beruang Darah Besi terpental dengan tulang Rusuk Patah.


" Haaah... Untung saja Beruang gemuk ini kalah cepat." Ryu berjalan ke arah Beruang yang terlihat bagian dadanya menghitam sudah tidak bernyawa.


Setelah mengambil Inti Roh Beruang tersebut, Ryu memasukkan mayat Beruang ke Dunia Quzhu lalu mencari Hewan Roh lainnya yang masih berada di Tingkat Bumi Tahap Akhir kebawah saja.


Banyak sekali Hewan Roh yang sudah mencapai Tingkat Langit Tahap Awal hingga Akhir, Ryu lebih memilih untuk menghindar dengan Langkah Hantu Harimau Petir karena dalam kondisinya sekarang Ryu masih belum mampu.


Jika saja ada orang yang tau apa yang dilakukan Ryu, maka semua akan menganggapnya pengecut karena hanya memilih Hewan Roh yang setara dengannya.


Namun Ryu tidak ingin bertindak gegabah yang bisa membuatnya mati konyol dan merasa beruntung memiliki Teknik yang bisa membuatnya lari sangat cepat.


Sudah puluhan kali Ryu melakukan Pertarungan hingga dia memilih untuk mencari tempat aman untuk memulihkan tenaga Karena Qi miliknya banyak terkuras akibat sering menggunakan Teknik yang mematikan.


Setelah menjauhi bagian Dalam Hutan, Ryu menemukan sebuah Goa yang terlihat seperti sebagai tempat peristirahatan Para Murid dari Akademi Naga Langit ketika sedang berburu Hewan Roh.


" Sepertinya cukup aman " Ryu langsung masuk ke dalam Goa tersebut.

__ADS_1


Secara perlahan Ryu berjalan menyusuri Goa tersebut sambil meningkatkan kewaspadaan karena takut jika ada Hewan Roh yang tinggal di tempat itu.


Setelah berjalan hingga mencapai bagian terdalam Goa, Ryu bernafas lega karena tidak ada Hewan Roh yang mendiami Goa tersebut.


Dengan penuh kehati-hatian, Ryu berjalan menuju ke sebuah batu besar yang diatasnya terlihat datar lalu duduk bersila di tempat itu.


Tanpa menunggu lama Ryu langsung menelan beberapa Pil untuk memulihkan diri karena Qi miliknya sudah banyak terkuras.


...****************...


Di tempat lain Hutan Darah :


Terlihat Dua sosok Wanita Cantik Sedang menuju kedalaman Hutan untuk berburu Hewan Roh dari Arah lain.


" Saudari Bing, apa kamu lihat dari bekas Pertarungan ini? Apa ada salah satu Divisi murid Dalam sedang berburu." She Zhilin.


" Aku tidak tau, Setahuku Tidak ada yang memiliki Jadwal untuk berburu, karena masih fokus pada latihan." ucap She Bing.


" Apa ada dari Murid Luar? " She Zhilin penasaran.


" Jikapun dari Murid Luar, tidak mungkin bisa mencapai wilayah Murid dalam ini. sudah pasti akan mati, ditambah lagi dengan Kultivasi mereka masih rendah." ucap She Bing.


" Benar juga... Lebih baik kita lanjutkan saja perjalanan." She Zhilin kembali melangkahkan kaki.


" Mmmm." She Bing mengangguk lalu ikut berjalan.


Setelah beberapa saat mereka menemukan Sebuah Goa tempat peristirahatan Murid Dalam jika menjalani perburuan.


" Saudari Zhilin, Sepertinya ada orang lain yang berada dalam Goa itu." She Bing merasakan ada satu sosok di dalam Goa.


" Kamu benar, sepertinya aku kenal Aura ini. Sungguh diluar nalar Pemuda itu bisa mencapai wilayah ini." She Zhilin tersenyum lebar.


" Apa yang kita tunggu? lebih baik kita langsung ke dalam dan buat Pelindung terkuat kita agar dia tidak bisa kabur." She Bing senyum licik.


" Mmmmmm." mereka langsung masuk ke dalam Goa lalu menggabungkan kekuatan untuk menciptakan sebuah pelindung yang membuat Goa seakan menghilang.


Di dalam Goa, kini Ryu telah membuka matanya berniat untuk melanjutkan perjalanan karena Khawatir akan keselamatan Kedua Istrinya dan Murid Klan Xie lain.


Namun baru saja Ryu bangkit dari tempat duduknya kini di depan matanya terlihat sosok Wanita Cantik sedang berdiri di depannya.


" Apa kabar Junior." She Bing menyapa dengan ramah.


' Sial... Kenapa aku bisa bertemu dengan kedua wanita Ular ini' Ryu menggerutu dalam hati.


" Langsung saja... kami akan melakukan penawaran seperti saat pertama kita bertemu." She Zhilin tersenyum sambil mendekati Ryu.


Satu hal yang membuat Ryu tidak ingin bertarung dengan She Bing dan She Zhillin yaitu karena dia menganggap kedua wanita tersebut memiliki kelompok yang juga sedang berburu di Hutan tersebut.


' Sepertinya mereka telah membuat Pelindung di wilayah Goa ini. jikapun aku bisa Kabur, maka mereka akan mencari keberadaanku.' Ryu berfikir sejenak Takut jika Pasukan Semesta bawahannya ketahuan.


" Bagaimana Junior? " She Bing masih penasaran dengan Ryu karena masih terlihat bingung dan tidak berkata apapun.


' Tidak ada pilihan lain. lebih baik aku menuruti kemauan mereka, lagi pula aku membutuhkan kekuatan.' Ryu menatap mereka dengan senyum hangat.


Dengan senyuman licik, Ryu berniat untuk menghajar kedua wanita tersebut agar mulut mereka bungkam.


" Apa kalian yakin? aku kira kalian berdua tidak mampu memenuhi kebutuhanku." Ryu berniat untuk menguras Energi mereka hingga tidak mampu melakukan perjalanan jauh beberapa saat.


" Kita lihat saja." She Bing terlihat bersemangat langsung menyentuh bagian tubuh Ryu dengan senyuman menggoda.


" Saudari Bing, kau seperti orang yang sudah berpengalaman." She Zhilin tersenyum lebar tidak ingin kalah langsung melepaskan pakaian Ryu.

__ADS_1


__ADS_2