
Pria sepuh itu menjelaskan bahwa Kerajaan Pasir Putih memang melakukan hal tersebut di wilayah Kota Chang'an.
Ryu yang melihat bahwa Pria sepuh itu mengatakan yang sebenarnya tanpa sedikit kebohongan, dia pun memaafkan Pria sepuh tersebut meskipun awalnya Pria sepuh menyelipkan sesuatu yang membuatnya marah.
Beberapa Pelayan yang sejak awal mendengar bahwa Ryu berasal dari Sekte Gunung Phoenix, salah satu dari mereka langsung melaporkan hal itu kepada Manager penginapan yang ada di tempat itu.
Sang Manager yang baru saja mendapat kabar dari Pelayan, dia pun meminta kepada Pelayan tersebut agar Ryu bisa menemuinya dan ingin bicara langsung dengan Ryu yang sedang menyamar menjadi Anggota Sekte Gunung Phoenix dengan nama Song Juan.
" Pelayan... Bawakan pemuda itu kesini, karena aku ingin berbicara dengannya secara langsung." Ucap sosok wanita yang menjabat sebagai Manager yang ada di Penginapan Giok Bulan kota Chang'an.
" Baik Nona." Pelayan menundukkan kepala lalu meninggalkan ruangan tersebut.
" Istriku... Apa kamu yakin dengan sosok itu?" Tanya sosok Pria yang ada di ruangan tersebut kepada sang Manager.
" Gege... Aku harap Pemuda itu bisa membantu kita untuk menyelesaikan masalah ini. Aku khawatir jika Nyonya besar Jiang Caiping salah faham karena sudah dua bulan ini kita tidak menyetor hasil pendapatan Penginapan Giok Bulan disini. Lagi pula Matriak Sekte Gunung Phoenix adalah Istri dari Kaisar Ryu, yang artinya dia adalah bagian dari Nyonya besar Jiang Caiping." Ucap sang manager.
" Baiklah... Aku percaya padamu. Lagi pula aku hanya Pengawal pribadi. Aku harap Nyonya besar tidak memarahi kita." Pria itu tersenyum sambil merangkul Istrinya.
" Gege... Jangan seperti ini. Malu jika dilihat Pelayan, apalagi sampai dilihat oleh anggota Sekte Gunung Phoenix itu." Sang Manager merasa tidak enak karena bukan waktu yang tepat untuk dia dan Suaminya bermesraan.
" Kalau begitu aku pergi dulu. Aku tidak ingin mengganggu. Apalagi permasalahan ini bukan dari bagian tugasku." Pria tersebut melepaskan pelukannya lalu meninggalkan ruangan tersebut.
Di lantai dasar Penginapan Giok Bulan Ryu yang sedang mengintrogasi beberapa sosok yang ada di tempat itu, kini tiba-tiba didatangi oleh seorang Pelayan.
" Tuan Pendekar... Manager kami ingin bicara langsung denganmu." Pelayan tersebut berbisik kepada Ryu.
" Pelayan... Apa aku melakukan kesalahan?" Ryu mengerutkan kening sambil menoleh ke arah Pelayan wanita tersebut.
" Tidak sama sekali Tuan Pendekar. Justru Manager penginapan ini sangat senang dengan kehadiran Tuan Pendekar disini." Pelayan menaikkan volume suaranya agar orang yang ada di tempat itu tidak salah faham dengan kondisi tersebut.
" Mari Tuan Pendekar, saya antar!" Pelayan tersebut membawa Ryu menuju lantai atas dimana tempat tinggal Manager yang sedang menunggunya.
Ryu pun mengikuti Pelayan tersebut dimana menurutnya pasti itu berhubungan dengan permasalahan Organisasi Kapak Dosa.
Pria sepuh dan beberapa orang yang berada di kedai tersebut bernapas lega saat Ryu meninggalkan mereka, karena sebelumnya mereka takut jika sosok pemuda yang menamakan dirinya Song Juan akan bertindak lebih jauh kepada mereka.
" Silahkan masuk Tuan Pendekar. Manager sudah menunggu di dalam." Pelayan membuka pintu kamar lalu mempersilahkan Ryu untuk masuk.
" Silahkan masuk Tuan Pendekar." Sosok wanita yang sudah ada di dalam kamar menyambut ramah kedatangan Ryu.
" Mmm." Ryu mengangguk lalu berjalan menuju sebuah kursi yang tersedia di tempat itu.
" Sebelumnya aku perkenalkan namaku Liem Ao Ai Manager di Penginapan Giok Bulan ini. Panggil saja aku Manager Ai." Liem Ao Ai memperkenalkan diri.
__ADS_1
" Perkenalkan namaku Song Juan." Ryu menjawab dengan singkat.
" Silahkan duduk Tuan Pendekar!" Liem Ao Ai mempersilahkan Ryu untuk duduk.
" Terimakasih Manager Ai." Ryu yang sudah berada di dekat sebuah kursi langsung duduk di tempat itu.
" Aku dengar dari Pelayan bahwa Tuan Pendekar adalah anggota Sekte Gunung Phoenix. Kebetulan kami sangat membutuhkan bantuan dari Tuan Pendekar." Liem Ao Ai langsung mengutarakan tujuannya.
" Memangnya bantuan seperti apa yang Manager Ai inginkan?" Ryu bertanya.
" Tuan Pendekar... Aku dengar kamu adalah utusan langsung dari Kaisar Ryu. Aku secara pribadi ingin menyampaikan keadaan kami sekarang, karena aku sudah tidak tau lagi harus meminta bantuan kepada siapa."
" Sebenarnya Kerajaan Pasir Putih telah menyewa Organisasi Kapak Dosa untuk membunuh siapapun yang ingin menuju Kota Hasperia ataupun sebaliknya, karena lebih dari sepuluh tahun yang lalu Kaisar Ryu telah menolak secara halus atas niatya untuk menjadikan Kaisar Ryu sebagai menantu Kerajaan Pasir Putih. Itulah kenapa semua akses untuk menuju kota Chang'an ini dijaga ketat oleh Organisasi Kapak Dosa."
" Aku mendapatkan kabar ini dari mata-mata yang aku sebarkan. Sekarang hanya akses menuju ke Kekaisaran Han dan Kerajaan Pasir Putih saja yang masih aman, sedangkan yang lain ditutup total." Liem Ao Ai menjelaskan situasi yang sekarang.
" Jadi seperti itu. Apakah akses untuk melaporkan kejadian ini kepada pihak Kekaisaran semuanya terputus?" Ryu kembali bertanya kepada Liem Ao Ai.
" Benar Tuan Pendekar... Sudah berbagai cara telah kami lakukan bersama Walikota Chang'an, namun semua orang yang kami kirim banyak yang mati sebelum mencapai Istana Kekaisaran Awan. Itulah kenapa kami juga tidak bisa berbuat apa-apa dengan adanya anggota Organisasi Kapak Dosa, meskipun kami sudah mengirim pengawal terbaik di Penginapan Giok Bulan ini." ucap Liem Ao Ai.
Mendengar keterangan dari Liem Ao Ai, Ryu merasa sangat geram akan tindakan dari Kerajaan Pasir Putih yang bahkan menyewa Organisasi Kapak Dosa sebagai pelampiasan kemarahannya kepada Ryu.
" Kalau begitu, biar aku yang mengurus mereka." Ryu berniat untuk memberi pelajaran kepada Kerajaan Pasir Putih.
" Tuan Pendekar... Meskipun aku tau Tuan Pendekar adalah orang yang kuat karena bisa melewati wilayah ini dengan selamat, namun Organisasi Kapak Dosa sudah banyak yang mencapai Pendekar Langit. Apalagi harus berhadapan dengan mereka sekaligus, tentu akan sangat sulit." Liem Ao Ai menggelengkan kepala.
" Tuan Pendekar... Lebih baik kamu meminta pertolongan kepada Prajurit kota Chang'an. Mereka semua sudah berkumpul di dekat Pintu Gerbang Kota, karena mereka khawatir jika Organisasi Kapak Dosa akan menyerang Kota Chang'an." Liem Ao Ai mengingatkan kepada Ryu.
" Baiklah... Aku akan menemui mereka." Ucap Ryu.
" Hari sudah malam. Lebih baik Tuan Pendekar menginap di tempat ini. Biar aku yang meminta kepada Pengawal Penginapan Giok Bulan untuk menemui Walikota secara langsung. Untuk masalah biaya, Tuan Pendekar tidak perlu membayar. Lagi pula Yang Mulia Ratu Hong Kian adalah bagian dari keluarga Yang Mulia Ratu Jiang Caiping." Ucap Liem Ao Ai.
" Baiklah, kalau begitu aku pamit dulu." Ryu menundukkan kepala lalu meninggalkan ruangan tersebut menuju ke meja Kasir untuk mengambil kunci kamar.
Pelayan pun menuntun Ryu menuju kamar yang telah disediakan dimana terlihat ruangan yang sangat luas.
Pada malam itu juga Liem Ao Ai meminta kepada salah satu Pengawal Penginapan Giok Bulan untuk menemui Walikota Chang'an untuk memberitahukan tentang kedatangan salah satu anggota Sekte Gunung Phoenix yang telah berhasil masuk ke wilayah Kota Chang'an.
Mendengar keterangan dari Pengawal tersebut, Walikota Chang'an yang bernama Tan Tihuna terlihat senang lalu meminta kepada beberapa Prajurit untuk melaporkan hal itu kepada Jenderal agar mereka bisa menemui orang tersebut di Penginapan Giok Bulan besok pagi.
Tan Tihuna sangat yakin bahwa orang yang berasal dari Sekte Gunung Phoenix tersebut bukanlah orang biasa, apalagi sosok tersebut adalah Orang kepercayaan Kaisar Ryu. Itu artinya orang tersebut tidak bisa dianggap remeh.
*****
__ADS_1
( Di Kerajaan Pasir Putih )
Sehari sebelum Ryu berada di kota Chang'an, terlihat sosok Pria sedang duduk di kursi Kebesarannya sedang berbincang kepada beberapa sosok yang memiliki tatto Kapak di leher kanan mereka.
" Yang Mulia Raja.... Tugas kami sudah selesai. Kami akan pulang besok pagi." Ucap Pria berkumis tebal yang merupakan salah satu anggota Organisasi Kapak Dosa.
" Hmmm... Aku sudah membayar banyak kepada Pemimpin kalian, tapi kalian hanya melakukan pekerjaan kurang dari tiga bulan saja. Bukankah dalam perjanjian kita dimana kalian harus membunuh dan merampok siapapun yang melewati dua jalan utama itu." Ucap Raja dari Kerajaan Pasir Putih yang bernama Kim Yushe.
" Itu benar Yang Mulia Raja. Tapi kami disini hanya membunuh kumpulan kecoa yang tentu menurunkan reputasi kami sebagai anggota Organisasi Kapak Dosa." Ucap Pria berkumis yang tidak ingin melakukan pekerjaan yang sangat mudah untuk mereka.
" Hmmm.... Jadi kalian ingin mendapatkan tugas yang lebih berat lagi?" Tanya Kim Yushe.
" Benar Yang Mulia Raja. Kami adalah Organisasi Kapak Dosa memiliki prinsip tersendiri sebagai kelompok pembunuh bayaran yang paling ditakuti di Benua Timur ini. Kami tidak ingin mendapatkan tugas sampah seperti ini." Pria berkumis tidak ingin reputasi mereka dipandang buruk dan di cap sebagai kelompok yang hanya bisa menindas orang yang mereka anggap lemah.
Mendengar ucapan tersebut Kim Yushe langsung memutarkan otak untuk menangani permasalahan tersebut, dimana dia tidak ingin rugi besar karena sudah banyak menghabiskan harta untuk menyewa Organisasi Kapak Dosa.
Organisasi Kapak Dosa adalah kelompok yang sangat kuat dan yang paling besar, dimana kekuatan mereka melebihi kekuatan Kekaisaran Taiyang.
Semua anggota Sekte Aliran Putih terbesar di Benua Timur juga tidak ingin berurusan dengan organisasi Kapak Dosa yang dimana mereka akan lebih mudah untuk menghancurkan Pasukan Kekaisaran.
Hanya beberapa orang saja yang bisa memiliki akses untuk bertemu dengan mereka, karena organisasi Kapak Dosa sangat tersembunyi.
Tidak hanya sampai disitu saja, Organisasi Kapak Dosa tidak pernah gagal dalam menjalankan tugas mereka bahkan sesulit apapun.
Meskipun begitu, Organisasi Kapak Dosa tidak ingin bertindak jika tidak mendapatkan bayaran yang setimpal.
" Baiklah... Kalau begitu aku meminta kalian agar menghancurkan Kota Chang'an. Setelah itu kalian boleh pergi." Kim Yushe tidak memiliki cara lain untuk menahan mereka agar tidak mengalami banyak kerugian.
" Yang Mulia Raja. Itu sudah diluar kesepakatan kita. Jika Yang Mulia Raja ingin melakukannya, maka kamu harus memberikan kompensasi paling tidak 20% dari kesepakatan semula." Pria berkumis tidak ingin mereka seakan dipermainkan oleh orang yang menurut mereka adalah Kerajaan yang lemah.
" Kurang ajar. Apa kalian ingin menguras hartaku?" Kim Yushe merasa dirinya sebagai seorang Raja telah dipermainkan oleh kelompok Organisasi Kapak Dosa.
" Kamu berani membentak ku? Akan ku pastikan Kerajaan Pasir Putih rata dengan tanah." Pria berkumis menatap ke arah Kim Yushe dengan penuh ancaman.
" Sudahlah Yang Mulia. Kita ikuti saja apa yang dikatakan oleh mereka. Semua sudah terlanjur, jadi kita harus menerima konsekuensi itu." Salah satu sosok berbisik kepada Kim Yushe karena dia tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada Kerajaan Pasir Putih.
Mendengar apa yang dikatakan oleh penasehat itu, Kim Yushe sejenak berfikir apa yang dikatakan oleh Pria berkumis tersebut bukan hanya bualan semata.
Dengan berat hati Kim Yushe menyetujui hal tersebut agar Istana Kerajaan Pasir Putih masih bisa aman.
" Baiklah... Aku akan menyetujui kompensasi itu. Tapi aku akan memberikannya setelah menyelesaikan tugas kalian." Kim Yushe senyum masam karena begitu sulit jika berurusan dengan Organisasi Kapak Dosa.
Bahkan dia sendiri sebagai seorang Raja, seakan tidak berdaya dengan situasi tersebut.
__ADS_1
" Kalau begitu kami pamit undur diri. Ingat! Setelah kepulangan kami, Yang Mulia Raja harus menyiapkan kompensasi itu. Senang bisa berbisnis dengan anda." Pria berkumis senyum tipis seraya meninggalkan tempat itu untuk menyelesaikan tugas mereka.
" Haaahh... Aku tidak menyangka bahwa Organisasi Kapak Dosa sudah menguras harta yang ditinggalkan oleh leluhur." Kim Yushe menghela nafas panjang.