
( Di atas kapal udara)
" Hah... Baiklah. Kuharap Kau tidak membuat Orang terkejut. " Ucap Ryu sambil melirik ke arah Istrinya, karena mereka masih belum mengetahui wujud dari Jiu Tou She.
" Terimakasih Tuan Muda." Jiu Tou She melompat dari kapal membentuk Cahaya Putih.
" Ggooooaaarr."
" Bboooom."
Tubuh Jiu Tou She berubah menjadi makhluk raksasa dengan sisik berwarna putih mengkilap seperti kristal dengan tujuh kepala menceburkan dirinya ke dalam lautan luas sesaat menyelam ke dalam lautan.
" Ma... Makhluk apa itu? Ukurannya melebihi kapal besar ini. " Para Kultivator Muda membulatkan matanya sedikit ketakutan.
Bahkan Sheng Zhishu dan yang lain juga ikut kaget melihat tubuh asli Jiu Tou She yang sangat mengerikan seperti wujud Tou Shuijing, namun tampak terlihat cantik.
" Makhluk Legenda" Wu Tian bergumam sambil menatap ke arah sosok mengerikan tersebut.
" Wu Tian... Apa kamu tau tentang Jiu Tou She?" Ryu menatap ke arah Wu Tian.
" Tuan Ryu... Aku belum tau pasti benar atau tidak. Tapi sepertinya Jiu Tou She merupakan gabungan dari Naga Suci dan Ular Laut berkepala tujuh." Ucap Wu Tian.
" Hmmm.... Sepertinya Jiu Tou She adalah Ras baru." Ryu mengerutkan kening sekedar memastikan kembali dengan apa yang dikatakan Jiu Tou She sebelumnya.
" Tuan Ryu... Selebihnya aku tidak tau. Yang pasti sisiknya sangat berharga untuk membuat baju Jirah, ataupun Senjata Roh tingkat Surgawi." Ucap Wu Tian.
" Baju Zirah? Apakah sekuat itu?" Ryu kembali bertanya kepada Wu Tian.
" Benar Tuan Ryu... Jika Master penempa melakukannya dengan baik, sama hebatnya dengan Senjata Roh tingkat Surgawi.
" Tingkat Surgawi ya... " Ryu memegang dagunya berniat untuk menciptakan beberapa Senjata Roh tingkat Surgawi dan tentu meningkatkan kualitas Pedang Naga Petir.
" Tuan Muda Ryu... Sepertinya monster berkepala tujuh itu sangat menyukai air. " Guan Cheng membuka suara.
" Guan Cheng... Aku merasa kita seperti para Penjelajah sekarang. " Wu Tian terlihat bersemangat berkat bantuan Sumberdaya, dia bisa mencapai Pendekar Langit tahap akhir.
" Ah aku ada Ide, bagaimana kita menamakan diri kita Kelompok Penjelajah. " Ucap Luan Hua memberi usul.
" Aku sudah memiliki Pasukan yang aku namakan Pasukan Semesta." Ucap Ryu, bagaimanapun dia tidak ingin mengganti nama tersebut.
" Aku setuju. Tapi kita beri saja nama kelompok ini sebagai Pasukan Semesta." Wenlie Ikut bersuara.
" Kita tanya saja bagaimana menurut Tuan Putri semuanya." Guan Cheng menoleh ke arah Ryu, karena tidak berani menatap ke arah Istri dari Tuan mereka.
" Tidak masalah... Aku rasa Istriku tidak keberatan. Tapi kalian harus lebih giat lagi dalam berlatih jika ingin membentuk pasukan. " Ucap Ryu sambil memikirkan sesuatu.
" Jika begitu, aku setuju dengan Saudari Wenlie. Kita beri nama ' Pasukan Semesta." Ucap Guang Chong terlihat bersemangat.
" Bagaimana dengan yang lain?" Tanya Guan Cheng.
__ADS_1
" Setuju! " Jawab mereka serempak.
******
( Bawah Laut Benua Barat )
" Yang Mulia Raja Laut Barat, pemilik Tubuh Dewa Agung itu sedang berada di atas Istana kita. " Ucap sosok Jenderal.
" Jenderal Utama... Buatlah Formasi paling kuat untuk melindungi Kerajaan kita. Jangan sampai dia mengetahui keberadaan Kita. " Raja Laut Barat sangat cemas.
" Baik Yang Mulia Raja." Jenderal Utama memberi hormat lalu meninggalkan tempat tersebut.
" Yang Mulia Raja... Makhluk Legenda dari dari gabungan Naga Suci dan Ular Laut berkepala tujuh juga ikut bersama pemilik Tubuh Dewa Agung itu. Bahkan dia sedang menyelam ke laut terdalam wilayah kita." Sosok Jenderal lain terlihat buru-buru.
" Apa? Jenderal Kedua cepat tutup semua Pintu Gerbang! Jangan sampai ada yang keluar dari Kerajaan kita. " Raja Laut Barat kepalanya terasa Pusing.
" Baik Yang Mulia Raja. " Jenderal Kedua memberi hormat lalu pergi.
******
( Di atas Kapal udara )
Ryu yang sedang bersama Istrinya dan kelompok Kultivator muda, Wu Tian, Yu Wei, Yu Min dan 30 wanita beserta Dao Luo dan Yan telah membentuk 'Pasukan Semesta dimana Ryu diberi julukan Dewa Agung dan Istrinya diberi julukan 23 Dewi Agung.
Entah dari mana asal Ide tersebut hingga membuat Ryu bersama istrinya hanya bisa menggelengkan kepala.
Julukan yang diberikan Oleh seluruh bawahannya membuat Ryu dan 20 Istrinya sedikit risih.
Sedangkan Guan Cheng sebagai Ketua pertama, Luan Hua sebagai Ketua kedua. Wenlie sebagai Ketua ketiga, Wu Tian sebagai Ketua Keempat dan Dao Luo sebagai Ketua Kelima.
Sebenarnya mereka ingin menunjuk Dao Luo dan Yan Ran sebagai ketua utama, namun mereka menolak secara halus karena tidak ingin latar belakang mereka diketahui.
Struktur visi dan misi mereka juga telah disepakati bersama. yaitu :
Setia kawan.
Menjadi lebih Kuat.
__ADS_1
Melindungi yang lemah.
Bunuh Siapa yang patut dibunuh.
Hormati siapa yang patut dihormati.
Semua perencanaan telah Selesai, Ryu meminta mereka untuk tetap berlatih selama dalam perjalanan menuju Benua Selatan.
Sudah cukup lama Jiu Tou She menyelam di kedalaman lautan, kini muncul ke permukaan menuju atas kapal dengan wujud manusia.
" Salam Tuan." Jiu Tou She terlihat senang dengan menundukkan kepala kepada Ryu.
" Jiu... Sepertinya kamu sangat senang." Ryu sedikit menaikkan alisnya.
" Tuan Muda... Dibawah air aku merasakan ada tanda kehidupan lain yang sangat kuat. tapi aku tidak mengetahui keberadaan mereka." Ucap Jiu Tou she.
" Mungkin disana ada kehidupan seperti disini. Tapi biarkanlah selama mereka tidak mengganggu kita." Ryu tidak ingin membuat masalah selama orang lain tidak mengganggunya.
" Baik Tuan." Ucap Jiu Tou She.
" Jiu... Kamu bisa menggantikan Shuijing. Aku rasa dia butuh Istirahat, karena kalian memiliki kelebihan saat berada di air." Ucap Ryu sambil menatap ke lautan luas.
"Baik Tuan." Jiu Tou She menuju ruang kemudi.
" Aahhh... Dewi Agung... Aku mohon pamit undur Diri. " Ryu menggoda Sheng Zhishu dan Istrinya yang lain, lalu masuk ke dalam kapal menuju tempat Kamar Utama untuk beristirahat.
Mendengar ucapan dari Ryu membuat Sheng Zhishu dan yang lain saling berpandangan.
" Ini semua ulah kalian berdua." Xie Hua menatap ke arah Huli Yue dan Shu Meilu lalu meninggalkan tempat tersebut menuju ke dalam kapal.
" Haaahh... Dewi Agung Huli Yue, Dewi Agung Shu Meilu... Aku juga pamit undur diri" Ucap Sheng Zhishu seraya tersenyum turun ke dalam kapal mengikuti Ryu.
" Kami juga mohon pamit undur diri Dewi Agung Huli Yue, Dewi Agung Shu Meilu." Xin Chie dan yang lain juga tersenyum kemudian mengikuti Sheng Zhishu yang kini hanya tersisa Huli Yue dan Shu Meilu.
" Yue'yue... Apa ada yang salah dengan julukan itu?" Shu Meilu menatap ke arah Huli Yue.
" Nanti mereka juga akan terbiasa. Sepertinya Rubah dan Harimau memiliki pandangan yang berbeda." Ucap Huli Yue seraya meninggalkan tempat tersebut menuju ke kamar utama kapal
__ADS_1
" Haaahh... Bilang saja kalau kalian ingin merebut Gege." Shu Meilu juga ikut turun mengikuti mereka.