
" Tu... Tuan Juan... Terimakasih karena telah membantuku." Wu Tian berlutut di hadapan Ryu lalu memberikan sebuah Cincin Ruang yang berisi harta jarahannya sambil melirik ke arah beberapa sosok wanita yang di samping Ryu.
Wu Tian sangat mengagumi kecantikan 22 wanita tersebut, karena dia belum mengetahui bahwa mereka adalah Istri Ryu. Namun saat mengingat kekuatan yang dimiliki mereka, Wu Tian langsung berkeringat dingin hanya dengan jentikan jari dia bisa tumbang oleh para wanita itu.
" Saudara Wu Tian... Kamu ambil saja itu! Aku rasa akan lebih berguna untukmu." Ryu menolak secara halus atas pemberian dari Wu Tian.
Di sisi lain Sheng Zhishu dan yang lain sedikit mengerutkan kening saat Wu Tian memanggil Syu dengan sebutan Juan. Namun setelah dipikir kembali mereka menganggap bahwa Ryu sedang memakai nama orang lain.
" Ta.. Tapi Tuan... Ini sangat banyak." Wu Tian merasa heran karena Ryu tidak mau menerima pemberian tersebut yang dimana biasanya tidak ada satupun yang melewatkan kesempatan tersebut.
" Saudara Wu Tian... Anggap saja itu sebagai kompensasi untukmu." Ryu memperkirakan harta yang ada di Cincin Ruang tersebut hanya harta biasa, karena Sumberdaya yang langka pasti akan disimpan di dalam Cincin Ruang para petinggi Sekte yang tentu sudah mereka ambil sebelumnya.
" Ba... Baiklah Tuan." Wu Tian memasukkan kembali Cincin Ruang tersebut ke Cincin Ruang miliknya.
" Gege... Kami kembali dulu. Ada beberapa hal yang kami kerjakan. Cup..." Sheng Zhishu mencium pipi Ryu kemudian menghilang.
" Nanti malam Gege harus kembali. Cup..." Xin Chie juga mencium Pipi Ryu langsung kembali ke Dunia Quzhu.
Melihat hal itu Wu Tian membulatkan mata dengan rahang terbuka karena ternyata kedua wanita cantik tersebut ternyata kekasih Ryu.
Dari perkiraan Wu Tian, para wanita tersebut masih berusia paling tua 20 Tahun bahkan menganggapnya masih berusia 18 tahun.
Satu-persatu para wanita tersebut memberikan ciuman kepada Ryu lalu meninggalkan tempat tersebut menuju ke Dunia Quzhu.
Hal itu tentu saja membuat Wu Tian merasa sesak nafas saat melihat kejadian itu. Bagi Wu Tian jangankan bisa mendapatkan 22 wanita secantik itu, untuk mendapatkan satu saja hanya sebuah keberuntungan.
Di sisi lain Ryu memahami apa yang telah dilakukan oleh Istrinya, agar Wu Tian bisa mengetahui bahwa mereka sudah memiliki Suami.
Dao Luo dan Prajurit yang melihat ekspresi dari Wu Tian hanya menggelengkan kepala karena dia masih belum mengetahui hal yang sebenarnya.
Karena tidak ingin latar belakang Ryu diketahui orang lain, maka dia memberi Isyarat kepada Prajurit agar tidak menyebut Kaisar Ryu.
" Tuan... Apa rencana kita selanjutnya?" Dao Luo bertanya kepada Ryu.
" Hanya satu lagi yang belum selesai. Aku harus menyelinap ke Sekte Ular." Disamping ingin menyelamatkan Wu Yangmi adik dari Wu Tian, Ryu berpikir bahwa Sekte Ular yang ada di Kekaisaran Taiyang pasti ada hubungannya dengan Sekte Ular di Kekaisaran Awan.
__ADS_1
" Kalau begitu aku akan bersama Tuan Juan. Aku harus memastikan keadaan Adikku." Wu Tian merasa tidak enak karena urusan keluarganya harus melibatkan orang lain.
" Saudara Wu Tian... Lebih baik kamu kembali Ke Kurok, Ayahmu pasti sangat mengkhawatirkan kamu. Untuk masalah Adikmu, biar aku yang menanganinya. Fokuslah untuk berlatih, karena aku membutuhkan bantuanmu untuk menjelajahi Lautan luas." Ryu tidak ingin membahayakan keselamatan Wu Tian. Meskipun dia Murid jenius untuk seusianya, namun jika berhadapan dengan sosok yang sudah berusia lebih dari ratusan tahun bahkan lebih maka akan lain ceritanya.
Ryu memang belum mengetahui bagaimana dengan kekuatan Sekte Ular, namun dia berharap bisa menyelesaikan masalah tersebut secepat mungkin.
" Baik Tuan... Karena Tuan telah menolongku, maka aku akan melakukan apapun untuk melayani Tuan." Wu Tian berpikir jika bersama Ryu, maka hidupnya akan lebih aman, bahkan dia ingin membalas budi kepada Ryu karena telah membantunya.
" Dao Luo... Sebaiknya kalian mencari tempat yang aman terlebih dulu! Setelah Formasi yang melindungi Sekte Ular terbuka, maka saat itu kita hancurkan mereka!" Ucap Ryu.
" Baik Tuan... Kami akan menunggu. Tapi aku ada usul karena Saudara Wu Tian masih mencapai Pendekar Bumi tahap menengah, ada baiknya jika jika aku memberikan sedikit bantuan agar bisa menerobos lebih cepat. Dengan begitu saat kita melakukan perjalanan, Saudara Wu Tian sudah siap." Dao Luo menganggap bahwa dengan kejeniusan Wu Tian, pasti akan lebih mudah untuk menerobos.
" Baiklah... Mungkin kalian akan menggunakan tempat ini untuk beristirahat. Aku rasa Wu Tian akan cepat memahami apa yang ada di Kapal ini." Ryu mengeluarkan kapal udara agar Dao Luo dan Prajurit bisa tinggal di tempat itu.
Karena menurut Ryu, dengan adanya Kapal Udara tersebut maka keberadaan mereka tidak menjadi perhatian orang.
" Tuan... Kapal ini? " Wu Tian sangat terpana melihat keindahan Kapal Udara tersebut.
" Wu Tian... Apa kamu bisa menggunakan kapal udara ini?" Tanya Ryu.
" Mungkin membutuhkan waktu beberapa hari untuk mempelajari bagian dari kapal udara ini." Wu Tian tidak henti dengan kekagumannya kepada Kapal Udara tersebut.
" Baik Tuan! Aku akan menjaga Kapal Udara ini dengan nyawaku sendiri." ucap Dao Luo.
" Kalau begitu aku pamit dulu." Ryu mengeluarkan Tou Shuijing dengan wujud Hydra, namun masih belum dalam wujud raksasa.
' Naga macam apa ini?' Wu Tian membulatkan mata atas Tou Shuijing yang memiliki tujuh kepala.
" Salam Tuan." Tou Shuijing menundukkan kepala.
" Shuijing... Bawa aku ke wilayah Sekte Ular." Ryu memberi perintah.
" Baik Tuan." Tou Shuijing menundukkan kepala agar Ryu bisa naik ke punggungnya.
Saat Ryu sudah berada di atas panggung Tou Shuijing, dengan kecepatan tinggi mereka menuju ke arah Sekte Ular.
__ADS_1
Setelah Ryu sudah pergi, Dao Luo pun meminta kepada Prajuritnya untuk masuk ke dalam Kapal Udara.
Setelah semuanya masuk, Dao Luo langsung memasukkan kapal udara ke dalam Cincin Ruang miliknya lalu meninggalkan tempat tersebut bersama Wu Tian dengan menggunakan Hewan Kontrak Elang Putih.
" Saudara Wu Tian... Aku sarankan agar kamu bisa menjaga matamu! Karena 22 wanita itu tadi adalah Istri dari Tuan kita." Dao Luo tersenyum sambil menoleh ke arah Wu Tian.
" Apa? Sebanyak itu?" Wu Tian merasa tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Dao Luo.
" Mmm... Masih beruntung kamu karena para wanita itu tidak marah. Kamu lihat sendiri bagaimana dengan kekuatan mereka." Dao Luo menepuk pundak Wu Tian.
" Maafkan aku. Seharusnya aku tidak melakukan hal itu." Wu Tian merasa tidak enak atas tindakannya.
" Sudahlah... Itu adalah hal yang normal karena kita sebagai seorang Pria. Hanya saja kita harus bisa memposisikan diri." Dao Luo memaklumi hal tersebut, bagaimanapun semua Istri Ryu memang sangat cantik. Tentu saja akan membuat siapapun yang melihatnya pasti akan terpana.
Dengan bantuan Elang Putih, Wu Tian dan Dao Luo tidak perlu melakukan perjalanan dengan menggunakan jalan kaki sehingga mereka bisa mencapai Kota Kurok lebih cepat.
*****
( Wilayah Sekte Ular)
Di pinggir Hutan Ryu telah berada di tempat itu sambil melihat beberapa sosok yang melewati jalan setapak itu.
" Sepertinya sedang membicarakan sesuatu." Ryu bergumam sambil menyembunyikan keberadaannya dan meningkatkan pendengaran.
" Saudara... Besok pagi adalah hari seleksi penerimaan Murid baru di Sekte Ular di beberapa Desa terdekat. Kita harus mengikuti seleksi itu!" ucap salah satu dari sosok Pemuda.
" Aku juga berpikir begitu. Sangat sulit bagi kita untuk masuk ke Sekte besar." ucap yang lain.
" Bukankah Sekte Ular adalah Sekte Aliran Hitam?" tanya salah satu dari mereka.
" Itu benar... Tapi jika kita tidak bergabung, maka sama saja kita akan mengantar nyawa."
" Cukup masuk akal... Sekte Ular sering membuat onar. Namun jika kita masuk ke Sekte tersebut, maka kehidupan kita akan terjamin."
" Itu juga yang aku pikirkan. Dengan begitu kitalah yang kembali menindas orang. Aku rasa cukup adil."
__ADS_1
" Mmm... Setelah kita kuat, maka kita bisa melakukan apapun sekehendak kita dan bersenang-senang."
Ryu yang mendengar percakapan mereka, kini terlihat sebuah senyuman puas. Dengan begitu Ryu bisa masuk dengan mudah ke Sekte Ular.