
Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:
Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.
Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'
Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏
...****************...
Sambil menunggu waktu sampai di Kerajaan Qu, mereka duduk bersantai sambil menikmati hidangan yang sudah disediakan sebelum keberangkatan
Hong Kian ( Maktriak Sekte Gunung Phoenix) Kultivator Petir.
Terlihat Hong Kian masih merasa enggan untuk mendekati Ryu, meski hatinya ingin mendekati sosok yang dia kagumi tersebut.
" Maktriak Hong Kian, Kenapa kamu takut pada Kaisar Ryu?" Jenderal Li Chun menggelengkan kepala.
" Ah..." Hong Kian beranjak dari tempat duduknya memberanikan diri untuk mendekati Ryu.
" Hong Kian, meskipun di Usia kita sangat jauh berbeda, tapi asal kamu tau bahwa kekuatan Jiwa milikku sudah mencapai lebih dari Dua Ratus Tahun." ucap Ryu.
Mendengar ucapan dari Ryu, semua membulatkan mata karena tidak yakin akan apa yang dia katakan.
Meskipun begitu, mereka tidak ingin membahas hal itu terlalu jauh, yang terpenting adalah tujuan mereka.
Disisi lain Lan Liwei juga berharap agar Ryu bisa memberi Hati untuknya karena yakin bahwa Ryu tidak mempermasalahkan usianya.
Begitu juga dengan Bing Ruyue yang sejak Ryu memberikan Hadiah untuknya juga menyukai Ryu secara diam-diam terkadang melakukan melirik ke arahnya.
" Kian'er... Kenapa kamu terlihat gugup." Ryu tersenyum melihat tingkah Hong Kian.
" Ah... Gege... Aku tidak terbiasa." Hong Kian berusaha mengendalikan rasa gugupnya.
Mendengar ucapan mereka berdua, semua membulatkan mata saling berpandangan satu sama lain namun tidak ada yang berani berbicara.
" Kaisar Ryu... Wilayahmu sangat luas, kamu harus mencari lebih banyak lagi Prajurit untuk ditempatkan di berbagai tempat." Nan Sian membuka percakapan.
" Aku tau itu, Itulah kenapa aku melakukan Sayembara agar banyak yang mau menjadi Prajurit dengan upah tiga kali lipat." ucap Ryu.
" Aku tidak tau terlalu jelas tentang Kekaisaran Awan, Tapi aku dengar dari beberapa Kultivator bahwa Wilayahmu masih banyak Hutan dan Banyak Hewan Roh dibandingkan Wilayah Kekaisaran Shin. Itu sangat berbahaya jika sewaktu-waktu Hewan Roh akan menyerang Permukiman Warga." Jenderal Jintao menganggap Wilayah Kekaisaran Awan banyak menyimpan hal yang tidak terduga.
Ryu memang berniat menjelajahi seluruh Wilayahnya terlebih dulu sebelum dilanjutkan ke Seluruh Benua Timur bahkan Benua lainnya.
Namun karena permasalahan Kekaisaran Awan masih banyak, maka untuk sementara dia mengurungkan niatnya.
" Semoga saja tidak ada masalah." ucap Ryu.
" Tuan... Sebentar lagi kita sampai." Chaizu muncul dari Ruang kemudi kapal.
" Mmmm." Ryu beranjak dari tempat duduknya.
Setelah beberapa saat, Kapal Udara telah berhenti hingga semua langsung keluar menuju Depan Gerbang Istana Kerajaan Qu.
" Gawat.. Ada Serangan." Ucap salah satu Penjaga Gerbang.
" Bunyikan Lonceng Darurat." Perintah Pemimpin Penjaga.
" Teng...Teng...Teng..." Suara keras terdengar membuat Semua Pasukan Kerajaan Qu berkumpul di depan Gerbang.
" Wuush." Ryu Ryu terbang langsung menancapkan Bendera Kekaisaran Awan.
" Kekaisaran Awan." Semua tertuju pada Bendera yang tertancap di depan Pintu Gerbang.
Melihat hal tersebut beberapa Jenderal dan Prajurit langsung berlari ke arah rombongan Ryu.
" Salam Jenderal." Semua Jenderal dan Prajurit langsung berlutut di depan Heilong dan Li Chun.
" Pilihan bagus." Ryu melirik ke arah mereka.
" Dia adalah Kaisar Kami." Jenderal Heilong menunjuk ke arah Ryu.
" Salam Yang Mulia Kaisar, Kiranya Yang Mulia Kaisar memberi Ampunan kepada kita." Ucap salah satu Jenderal.
__ADS_1
" Hhmmm... Berapa banyak yang tersisa di dalam?" tanya Ryu.
" Kami sudah menunggu kedatangan Yang Mulia Kaisar. Di dalam Istana hanya Keluarga Raja Qu Dai dan Penasehat." ucap Jenderal.
" Chaizu, Mayi, Mifeng, Jiejia, Heilong, Li Chun... Aku rasa dengan kita bertujuh sudah cukup." Ryu membawa mereka masuk kedalam.
" Yang Mulia Kaisar, di dalam ada Dua Pendekar Langit Tahap Akhir." salah satu Jenderal mengingatkan.
" Sepertinya akan sedikit berkeringat." Ryu menciptakan Pelindung Yin-Yang Kura-kura agar tidak berimbas pada mereka.
" Sangat kuat." Gumam mereka saat melihat Pelindung tersebut.
" Wuush." Dua sosok Pria Sepuh muncul di depan Gerbang.
" Berani sekali kalian datang kesini." Salah satu sosok mengancam.
" Aku datang kesini untuk membuat perhitungan." Ryu berjalan mendekati kedua sosok tersebut.
" Tuan, Aku minta bagian." Chaizu berdiri di samping Ryu.
" Baik... Mayi, Mifeng, Jiejia, Heilong Li Chun, kalian masuk ke dalam."
" Baik." ucap mereka.
" Wuush." Ryu melompat ke arah satu dari sosok tersebut langsung melancarkan pukulan.
Melihat serangan itu, satu sosok langsung menghadang dengan kekuatan penuh untuk membenturkan pukulan mereka.
" Bboooom." Pertemuan kedua serangan membuat Gerbang Istana langsung hancur.
" Kuat sekali... Ternyata dia menyimpan kekuatannya." Sosok tersebut mundur beberapa langkah kebelakang.
Begitu juga dengan Ryu kini harus mundur beberapa langkah kebelakang lalu kembali melancarkan serangannya dengan Petir Hitam.
Sosok tersebut tidak tinggal diam juga mengeluarkan Elemen Api miliknya menyerang ke arah Ryu.
" Bboooom." Benturan keras membuat Kerusakan di berbagai tempat.
" Wuush." Ryu menggunakan Langkah Hantu Harimau Petir membentuk bayangan.
" Bbaam... Bbaam... Bbaam..." Pertemuan Pukulan berkal-kali.
Ryu yang merasa masih imbang langsung menggeser ke samping kanan berniat untuk menyerangnya dari samping.
Menyadari arah serangan itu, Sosok tersebut langsung berbalik ingin menangkap tangan Ryu.
" Tap..." Tangan Ryu mampu ditangkap dengan mudah.
" Wuush." sosok tersebut melesat ke arah Ryu menciptakan Bola Api.
" Tap.." Bayangan yang sangat cepat Ryu menangkap kedua tangan Sosok tersebut.
" Auman Bencana Harimau Api." Teriak Ryu membuat gelombang Petir Hitam tertuju pada sosok tersebut.
" Bboooom." Sosok tersebut terpental ke belakang membuatnya muntah darah.
" Teknik itu mengerikan." Sosok tersebut kembali bangkit.
" Amukan Api Penghakiman." Teriak sosok tersebut melompat sambil mengeluarkan puluhan bola api.
" Gelombang Harimau Petir." Ryu menciptakan Puluhan Petir Hitam berbentuk Harimau.
" Bboooom." Benturan kedua teknik membuat beberapa pepohonan yang berjarak 20 meter langsung hancur.
Begitu juga dengan Tembok, kini telah menjadi reruntuhan.
' Siapa Pemuda ini? Kenapa dia mampu melawanku?' Gumam sosok tersebut.
......................
Di tempat yang tidak jauh dari Ryu, terlihat Chaizu membuat Pelindung di seluruh tubuhnya dengan Elemen Petir.
Pihak lawan juga tidak tinggal diam langsung menciptakan Pelindung Petir di tubuhnya langsung melompat ke arah Chaizu.
Terlihat Puluhan bola Petir keluar dari tangannya menuju ke arah Chaizu.
Melihat serangan itu Chaizu juga mengeluarkan Bola Petir menghalau serangan tersebut.
" Booom... Booom... Booom.." Pertemuan kedua serangan menciptakan tekanan udara menyebar ke berbagai tempat.
" Ggooooaaarr." Serangan susulan dari Chaizu menciptakan gelombang Udara bercampur petir.
" Bboooom." Sosok tersebut terpental puluhan meter menabrak pepohonan hingga hancur.
" Sial... Kenapa begitu kuat? " Sosok tersebut bergumam kembali bangkit untuk membuat serangan.
" Amarah Petir Penghancur." Teriak sosok tersebut hingga tercipta sebuah Hujan Petir menuju ke arah Chaizu.
__ADS_1
Merasa dalam bahaya, Chaizu mencoba menghindar sambil mendekati sosok tersebut dengan kecepatan tinggi.
" Craaash.... Craaash... Craaash.." Bayangan Cakar dari Petir menyerang ke arah sosok tersebut.
Merasa dalam bahaya, Sosok tersebut langsung menghindar menjauhi arah serangan.
Chaizu yang melihat hal itu juga berlari mengejar sosok tersebut sambil menciptakan Bola Petir Seukuran kepala manusia.
" Wuush." Chaizu melemparkan Bola Petir ke arah sosok tersebut.
Merasa sebuah serangan mendekatinya, sosok tersebut berusaha untuk menghindar dengan kecepatan tinggi.
Namun sayangnya sebelum bisa menghindar, Bola Petir telah bertumpu pada Punggungnya.
" Bboooom." Sosok tersebut terlempar puluhan meter hingga tercipta kawah kecil.
Sosok tersebut kembali bangkit meskipun terlihat sudah terluka.
" Wuush." Sosok tersebut mengeluarkan Hewan Kontak seekor Beruang Merah memiliki taring panjang.
" Hhmmm." Chaizu menghela nafas merasakan Aura Beruang tersebut sudah berada di Tingkat Langit Tahap Akhir.
" Chaizu... Biar dia bagianku." ucap Long Mubai.
" Baik." Chaizu menyetujuinya.
" Ggooooaaarr." Beruang tersebut berlari ke arah Chaizu.
" Naga Api Pelahap Gunung." Long Mubai mengeluarkan Bayangan berbentuk Naga.
" Bboooom." Beruang tersebut mundur beberapa langkah kebelakang.
" Kuat sekali." Long Mubai sontak kaget langsung mengeluarkan Pedangnya.
" Wuush." Long Mubai melompat ke arah Beruang.
" Traaang... Traaang... Traaang..." Pertemuan Pedang dan Cakar membuat percikan Api.
Semakin lama Gerakan Beruang semakin cepat, hingga membuat Long Mubai melompat ke belakang.
" Sial... Tubuhnya kuat sekali." Long Mubai menciptakan Api di seluruh Pedangnya.
Melihat hal itu, Beruang tersebut tidak mau kalah juga langsung menciptakan Elemen Petir di sekujur tubuhnya lalu menyerang ke arah Long Mubai.
" Bboooom... Bboooom... Bboooom." Pertemuan kedua serangan membuat tekanan udara menyebar hingga tanah di lokasi Pertarungan terangkat.
" Ggooooaaarr." Sebuah Auman keras dari beruang membuat Long Mubai terpental puluhan meter.
" Tidak ada cara lain." Long Mubai kembali bangkit lalu berubah wujud menjadi sosok Naga berwarna keemasan.
" Ggooooaaarr." Naga Emas mengaum keras ke arah Beruang.
" Bboooom... Bboooom... Bboooom." Beruang terpental puluhan meter merasakan tubuhnya kepanasan.
" Wuush." Semburan Api mengarah ke Beruang.
" Ggooooaaarr." Beruang kembali mengaum sekuatnya membuat Api yang diciptakan seakan terhapus.
Merasakan serangannya dapat dihalau dengan mudah, Long Mubai langsung mengangkat Ekornya Ke udara untuk menyerang Beruang.
" Bboooom." Ekor Naga Emas menghantam Tanah yang terlihat Beruang tersebut sudah berpindah tempat.
" Sial. Ternyata dia sangat cepat." Long Mubai kembali menyerang Beruang dengan sebuah lilitan.
" Ggooooaaarr." Beruang kembali mengaum sambil menggigit tubuh Naga Emas yang melilitnya.
" Aaarrrggghhhh." Sebuah teriakan dari Long Mubai.
Tidak hanya itu, Beruang langsung menarik Ekor Naga Emas lalu melemparnya ke arah Chaizu Tembok Istana.
" Bboooom." Tubuh Naga Emas tertimbun Reruntuhan tembok.
Kembali ke Pertarungan Ryu sebelumnya, Yang kini Pihak Lawan juga mengeluarkan Hewan Kontak seekor kucing Berbulu Hitam seukuran Manusia Dewasa.
" Gege... Biar aku yang menghadapi Kucing itu." Hong Kian berdiri di samping Ryu.
" Hati-hati, Kucing itu Hewan Ilahi sama seperti Beruang disana. Dia juga sangat cepat." Ryu memperingati Hong Kian.
" Mmmm." Hong Kian mengangguk lalu menatap ke arah Kucing tersebut.
" Wuush... Wuush... Wuush..." Kucing tersebut membentuk bayangan hitam berniat untuk menyerang Ryu.
" Duaarr.... Duaarr... Duaarr..." Ryu mengeluarkan Petir Hitam untuk memperlambat gerakan Kucing tersebut.
" Bbbzzzttt." Tubuh Kucing telah dibalut Petir Hitam.
" Terimakasih Gege... " Hong Kian merasa tertolong karena Gerakan kucing tersebut sangat cepat.
__ADS_1
" Mmmm." Ryu mengangguk lalu menatap ke arah Lawan sebelumnya.
" Wuush." Ryu menggunakan Langkah Hantu Harimau Petir Berniat untuk mempercepat Pertarungan karena Long Mubai tidak mampu menahan amukan Beruang tersebut.