SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
PUTRA PERTAMA


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:




Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.




Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'




Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏


...****************...


" Sebaiknya kita Tunggu Yang Mulia Permaisuri menyelesaikan Kultivasi tertutup. Setelah itu kita atur rencana berikutnya." ucap Ratu.


" Baik Yang Mulia Ratu. Kalau begitu aku pamit dulu. Aku tidak bisa terlalu lama disini." ucap Jenderal kemudian meninggalkan ruangan tersebut.


" Bagaimana menurutmu?" tanya salah satu Ratu.


" Kita hanya menunggu Yang Mulia Permaisuri. Setelah itu lebih baik kita tinggalkan Kekaisaran Shin."


Di dalam Istana Kekaisaran Shin, terlihat Shin Hye Gang, Ling Xianzi beserta beberapa Sosok dimana diantaranya adalah utusan Empat Kerajaan kecil yang ada di Wilayah Kekaisaran Awan:


" Salam Yang Mulia Kaisar." ucap meraka.


" Mmmm. Bagaimana dengan Kerajaan kalian? Apa sudah mengumpulkan Pasukan?" Tanya Shin Hye Gang.


" Kerajaan Kami telah mengirimkan Pasukan sebanyak 10.000 Pasukan. Sesuai permintaan Yang Mulia Kaisar." ucap utusan Pertama.


" Kerajaan Kami mengirimkan Pasukan sebanyak 10.000 Pasukan, sesuai dengan permintaan Yang Mulia Kaisar." Ucap utusan kedua.


" Kerajaan Kami mengirimkan Pasukan sebanyak 12.000 Pasukan. Ucap utusan ketiga.


" Kerajaan Kami mengirimkan Pasukan sebanyak 15.000 Pasukan. ucap Utusan Keempat.


" Bagus... Kalian tidak mengecewakan aku." Ucap Shin Hye Gang.


" Gege... Bukankah itu terlalu berlebihan. Aku sudah menyelidiki Jumlah Pasukan Kekaisaran Awan Kurang dari 10.000 Pasukan. Dan jika dibantu oleh Sekte Kurang dari 20.000 Pasukan. Itupun kalau mereka sempat membantu." Ling Xianzi menggelengkan kepala.


" zi'er... Aku melakukan ini agar Kekaisaran lain berfikir Dua kali untuk mengusik Kekaisaran Shin." ucap Shin Hye Gang.


" Kalau begitu, biarkan kami saja yang menghancurkan Kekaisaran Awan." ucap utusan Pertama.


" Tidak perlu. Aku ingin menunjukkan kepada Seluruh Benua Timur betapa kuatnya Kekaisaran Shin." Shin Hye Gang penuh percaya diri.


" Baiklah... terserah Gege saja." Ling Xianzi terlihat pasrah.


" Aku rasa sudah cukup. Sekarang kalian boleh pergi." Perintah Shin Hye Gang.


" Baik Yang Mulia Kaisar." ucap mereka serempak lalu meninggalkan ruangan.


" zi'er... Sebaiknya kamu pulang, agar kamu tidak dicurigai. Untuk Pil Penurun Kultivasi aku akan mengutus Pengawal khusus untuk mengirimkan untukmu." Ucap Shin Hye Gang.


" Mmmm... Kalau begitu aku pergi dulu." Ling Xianzi meninggalkan ruangan.


......................


Di Kekaisaran Awan :


Ryu yang berada di Dunia Quzhu, untuk mengisi waktu luang sambil menunggu Proses Penyerapan yang dilakukan oleh Istrinya, dia juga menyerap Inti Roh Hewan Ilahi Serigala Besi yang dia dapatkan dari hadiah pernikahannya.


Kurang dari Tujuh Bulan dimana di Dunia Abadi, Mereka semua menyudahi Kultivasi karena Xie Hua sudah saatnya untuk melahirkan.


Ryu yang terlihat kebingungan langsung memanggil beberapa Pelayan untuk mengurus Xie Hua.


Di luar Kamar Utama terlihat Ryu bersama istrinya yang lain sedang duduk sambil menunggu proses persalinan berakhir.

__ADS_1


" Gege... Sabarlah. Pelayan pasti akan melakukan yang terbaik." Ting Ye mencoba untuk menghibur Suaminya yang terlihat gelisah.


" Aku hanya tidak sabar melihat Anakku saja." Ryu yang begitu panik bercampur senang.


Melihat Ryu masih gelisah, Istrinya yang lain juga ikut menenangkan Suami mereka hingga beberapa saat satu Pelayan keluar dari kamar.


" Selamat Yang Mulia Kaisar. Putramu lahir dengan selamat dan sehat." Pelayan mempersilahkan mereka untuk masuk.


" Terimakasih Pelayan." Ryu terlihat senang langsung masuk ke kamar.


' Haaahh... benar-benar seorang Monster ' Pelayan tersebut membatin.


Di dalam Kamar terlihat beberapa Pelayan sedang berdiri di samping tempat tidur yang juga sudah menyelesaikan tugas mereka.


" Gege... Anak kita sangat kuat." Xie Hua berbaring di samping Sosok Bayi yang masih terlihat mungil.


" Terimakasih Hua'er." Ryu mencium Kening Xie Hua sambil mengusap Anaknya tersebut.


' Pendekar Suci ' Ryu membatin merasakan tingkat Kultivasi Anaknya diluar dugaan.


" Pelayan tolong rahasiakan masalah ini." Jiang Caiping yang berada di tempat itu sambil menatap ke arah Pelayan bergantian.


" Baiklah Nona." Beberapa Pelayan berkeringat dingin saat menyaksikan semua tatapan tertuju pada mereka.


" Pelayan, Terimakasih telah membantu Putra Kami. Terimalah sebagai ucapan terimakasih." Ting Ye berinisiatif langsung memberikan kepada mereka masing-masing 5000 Batu Roh.


" Te... Terimakasih Yang Mulia Ratu." Pelayan tersebut menerima pemberian tersebut dengan senang dan berjanji dalam hati akan merahasiakan hal tersebut kepada orang lain.


" Gege... bagaimana ini? Kita tidak bisa memberitahukan Keberadaan Putra Mahkota kepada orang lain." Shu Meilu bersuara.


" Yang Mulia Kaisar, kami pamit dulu." Para Pelayan meninggalkan ruangan.


" Kalian tenang saja, Aku ada cara." Ryu mengeluarkan Armor Pelangi lalu memasangkan kepada Anaknya.


Seketika Aura Tingkat Kultivasi anaknya menghilang dan seperti layaknya anak pada umumnya.


" Haaahh... Syukurlah." Istrinya yang lain bernafas lega.


" Gege... Sepertinya Armor itu sangat membantu." ucap Wang Mingjun.


" Aku sudah memikirkannya. Karena tatapan matanya sangat tajam dan bercahaya, maka Aku akan memberikan namanya Liu Guangxi." Ryu terlihat senang.


" Nama yang cocok. Aku harap Gege juga mempersiapkan nama yang cocok untuk anak kita nantinya." Ting Ye mengusap perutnya yang mulai membesar.


" Tidak masalah." Ryu mencium perut Ting Ye lalu menoleh ke arah Istrinya yang lain. " Lalu bagaimana dengan kalian?" Ryu menatap mereka bergantian.


" Ah... Itu..." Wang Mingjun terlihat gugup.


" Kita akan membuatnya! Karena Putra Mahkota sudah lahir." Shu Meilu merasa sudah waktunya untuk memiliki Anak.


" Baiklah... Tapi selama satu Minggu kedepan aku ingin menjaga Hua'er dan Guangxi." Ryu mengambil sebuah kursi lalu mendekati Ranjang dimana Xie Hua dan Liu Guangxi berbaring.


" Gege... Aku minta maaf. Sepertinya aku tidak bisa mencapai Pendekar Surgawi." Xie Hua menatap Suaminya.


" Hua'er... Kamu jangan memaksa. Yang penting sekarang kalian baik-baik saja." Ryu merasa bersyukur karena tidak terjadi sesuatu pada Xie Hua dan Liu Guangxi.


" Gege... Sepertinya aku tidak bisa terlalu lama disini. Aku terlalu lama meninggalkan Penginapan Giok Bulan." Ucap Jiang Caiping.


" Baiklah... Aku tidak memaksamu, maaf aku tidak bisa mengantar." ucap Ryu.


" Tidak masalah Gege... Aku pamit dulu." Jiang Caiping meninggalkan ruangan tersebut.


" Gege... Bagaimana cara mengeluarkan Inti Jiwa? " Ting Ye membuka suara.


" Haaahh... Aku hampir lupa, kata Guruku hanya bisa dikeluarkan saat berhubungan. hanya saja ada sedikit perbedaan dan memerlukan Konsentrasi agar tidak ada kesalahan." Ryu menjelaskan.


" Kalau begitu lebih cepat lebih baik." ucap Wang Mingjun.


" Tapi aku harus merawat Hua'er dan xi'er." Ucap Ryu.


" Gege... Aku tidak bisa terlalu lama disini. Aku juga harus kembali ke Linka." ucap Ting Ye.


" Gege... Kan masih ada zi'zi dan beberapa Pelayan lain. Entah apa yang akan terjadi nanti kita tidak tau." Shu Meilu merasakan akan terjadi sesuatu yang buruk jika menunggu lama.


" Baiklah... Kalian menunggu di Dunia Quzhu dulu. Nanti aku akan memanggil Pelayan." ucap Ryu.

__ADS_1


" Mmmm." mereka mengangguk kemudian menghilang.


" Hua'er... Aku pergi dulu, nanti aku akan memanggil Pelayan untuk merawat kalian." ucap Ryu.


" Baik Gege... Lakukan tugasmu. Lagi pula yang lain juga tidak sabar memiliki Anak juga." Xie Hua faham karena sebelumnya mereka tidak ingin hamil sebelum melihat Putranya.


" Baiklah, aku pergi dulu." Ryu meninggalkan ruangan untuk mencari beberapa Pelayan.


Sesampai di Ruangan Keluarga, terlihat beberapa Pelayan sedang melakukan tugas mereka.


" Pelayan, Aku minta beberapa dari kalian untuk mengurus Permaisuri dan Putra Mahkota." Ryu menatap mereka bergantian.


" Baik Yang Mulia Kaisar." Sambut mereka terlihat Lima Pelayan lang menuju Kamar Utama.


" Lanjutkan saja pekerjaan kalian." Ryu memerintahkan Pelayan lain.


" Baik Yang Mulia Kaisar." Pelayan melanjutkan pekerjaannya.


" Gege... Kenapa kamu tidak pernah menemuiku selama Enam Bulan terakhir ini." Ling Xianzi keluar dari kamarnya langsung memeluk Ryu.


" zi'er... Maaf, aku tidak sempat." ucap Ryu.


" Gege... Temani aku malam ini." Ling Xianzi sedikit menggoda.


" Maaf zi'er, Malam ini aku tidak bisa. Besok Malam saja, karena Hua'er baru saja melahirkan." ucap Ryu.


' Pantas saja Gege tidak pernah ke Kamarku. Jadi karena Permaisuri. Ah... kenapa utusan dari Kekaisaran Shin belum datang. Aku sudah tidak sabar lagi.' Ling Xianzi membatin.


" Baiklah Gege... Besok malam kamu harus bersamaku. Kalau begitu Aku menemui Permaisuri dan Putra Mahkota dulu." Ling Xianzi meninggalkan ruangan tersebut menuju Kamar Utama.


" Haaahh... Sepertinya aku tidak berlaku adil pada zi'er. Baiklah, besok malam aku akan membayar kesalahanku." Ryu berjalan menuju kamar kediaman Li Jilan.


' Tenang saja Ryu Gege, Aku akan meminta Kekaisaran Shin agar tidak membunuhmu, dengan begitu kita bisa bermain bersama.' Ling Xianzi membatin sambil melangkahkan kakinya.


Sesampai di Kamar kediaman Li Jilan, Ryu membuat Pelindung Yin-Yang Kura-kura lalu menuju ke Dunia Quzhu untuk menemui Istrinya yang lain.


" Gege... " Sambut mereka serempak.


" Ye'er... Aku akan memulai penyerapan denganmu. Proses ini akan memakan waktu paling cepat tiga hari. Jadi harus dilakukan dengan matang-matang." Ryu menjelaskan.


" Baik Gege... Aku mengerti. Situasikan dengan keberadaan Calon Anak kita." Ting Ye mengingatkan.


" Aku mengerti. kamu tenang saja." ucap Ryu.


" Gege, kami pamit dulu." Wang Mingjun membawa yang lain untuk keluar kamar.


" Gege... Kami sudah meminum Pil Penyubur kandungan, Aku juga tidak sabar menggendong Anak seperti Hua'hua." Qin Shuomei berbisik seraya meninggalkan kamar.


Di Kamar Utama Istana Kaisar, Terlihat Ling Xianzi juga sedang duduk berbincang dengan Xie Hua yang juga terlihat Lima Pelayan lain.


" Tok... Tok... Tok..." Suara terdengar dari luar kamar.


Ling Xianzi mendengar ketukan itu langsung bangkit untuk membuka Pintu." Pelayan, ada apa?" Tanya Ling Xianzi.


" Permisi Yang Mulia Ratu, di luar ada tamu yang ingin menemui Yang Mulia Ratu." ucap Pelayan lain.


" Menemuiku? Pelayan, Siapa dia?" Ling Xianzi mengerutkan kening.


" Pria itu mengatakan dirinya dari Klan Ling dan ingin bertemu secara pribadi dengan Yang Mulia Ratu." ucap Pelayan.


" Baiklah, Aku akan menemuinya." Ling Xianzi beranjak keluar Istana menuju Pintu Gerbang.


Dari kejauhan Ling Xianzi menatap Sosok Pria paruh baya yang sedang berdiri di luar Gerbang Istana.


" Penjaga, beri aku jalan." Ling Xianzi memberi perintah.


" Baik Yang Mulia Ratu." Penjaga memberi hormat lalu membuka jalan.


" Siapa kamu? aku belum mengenalmu di Klan Ling." Ling Xianzi yang berada di luar Gerbang Istana sedikit menyelidik.


" Salam Yang Mulia Permaisuri. Hamba utusan dari Kekaisaran Shin." Pria tersebut diam-diam membuat Pelindung kedap suara.


" Apa kamu utusan langsung dari Kaisar Gang?" tanya Ling Xianzi.


" Benar Yang Mulia Permaisuri. Aku membawa Pil Penurun Kultivasi." Pria tersebut memberikan sebuah kotak kecil kepada Ling Xianzi.

__ADS_1


__ADS_2