SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
PUSAT PENGINAPAN GIOK BULAN


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:




Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.




Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'




Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏


...****************...


Malam itupun Xie Hua dan Ryu melepaskan kerinduan mereka dengan menghabiskan waktu selama Dua Bulan di Dunia Quzhu yang artinya lebih dari satu hari di Dunia Abadi.


Pada Keesokan Hari, Ryu berpamitan pada Istrinya lalu meninggalkan Istana Kaisar.


Kali ini Ryu tidak membawa Batu Bintang yang dimana tempat Dunia Quzhu berada Agar para Istrinya bisa lebih cepat mencapai Pendekar Surgawi.


Meskipun demikian, Ryu masih banyak menyimpan Harta Langit dan Sumberdaya serta kebutuhan lain.


" Hua'er... Aku menitipkan Dunia Quzhu padamu." Ryu langsung memusatkan fikirannya hingga Batu Bintang tersebut seakan terhisap ke dalam Tubuh Xie Hua.


" Gege... Lalu bagaimana denganmu?" Xie Hua merasa khawatir.


" Benar Gege... Dunia Quzhu sangat membantu Perjalananmu." Wang Mingjun, Shu Meilu, Qin Shuomei dan Li Jilan ikut menimpal.


" Hua'er, Jun'er, Lu'er, Mei'er, An'er.... Justru kalianlah yang sangat membutuhkan. Jika kalian belum mencapai Pendekar Surgawi, maka aku juga tidak bisa berkembang." Ryu mengingat apa yang telah dia lakukan selama ini sangat sulit untuk menerobos meskipun dengan bantuan Pil Roh.


Sebagai jalan satu-satunya adalah memperkuat Istrinya terlebih dulu hingga mencapai Pendekar Surgawi, dengan begitu dia akan terbantu ketika Inti Jiwa terbuka.


Ryu memang bukan terlahir dari Kultivator jenius seperti pada umumnya, namun karena keuletan dan kegigihannya hingga membuat dia bisa seperti sekarang.


Ryu berfikir mungkin saja karena darah Keturunan Klan Liu tidak pernah Berkultivasi selama Jutaan Tahun yang membuat darah mereka seperti orang biasa.


Di balik kekurangan tersebut, Ryu memiliki kelebihan lain seperti Insting dan Fisik yang sangat kuat serta berkat Pengetahuan yang dia miliki hingga mampu membuat dirinya seperti Kultivator yang jenius dengan Teknik yang sangat kuat.


" Baiklah Gege, Hati-hatilah... Kami akan berusaha terus berlatih." ucap Li Jilan.


" Mmmmm... Hua'er, Jaga kondisimu." Ryu mengingatkan.


" Baik Gege... " ucap Xie Hua.


" Aku pergi dulu." Ryu mencium perut Xie Hua seraya berjalan meninggalkan Istana Kaisar.


" Hua.hua... Kamu Hamil?" Wang Mingjun, Shu Meilu, Qin Shuomei dan Li Jilan tertuju pada perut Xie Hua yang masih terlihat masih ramping.


" Mmmmm." Xie Hua mengangguk menandakan sebuah kebahagiaan.


" Selamat ya..." Ucap mereka bersamaan.


" Jun.jun, Mei.mei,An.an, Biar aku yang merawatnya, karena kalian butuh berlatih banyak karena masih mencapai Pendekar Alam Tahap Menengah. " Shu Meilu mengajukan diri untuk merawat Xie Hua.


" Kalian tidak perlu khawatir, aku masih bisa merawatnya sendiri." ucap Xie Hua.


" Sebaiknya kita membeli Pil Penunda kehamilan dulu sebelum Putra Mahkota lahir." Wang Mingjun memberi usul.

__ADS_1


" Mmmmm. Kita fokus berlatih saja dulu sambil membantu pekerjaan Gege." ucap Qin Shuomei.


" Baik." jawab mereka serempak.


Di dalam Penginapan Giok Bulan, Ryu juga tidak lupa bertemu dengan Jiang Caiping untuk menanyakan beberapa hal karena menurutnya Penginapan adalah cocok untuk mencari informasi.


" Gege... Apa kamu yakin ingin mencari keberadaan Paviliun Kelinci merah itu? " Jiang Caiping memeluk Ryu untuk melepaskan kerinduannya.


" Itulah kenapa aku kesini, siapa tau kalian ada mendengar percakapan dari beberapa Pengunjung." ucap Ryu.


" Aku tanpa sengaja mendengarkan percakapan dari beberapa pengunjung bahwa Paviliun Kelinci Merah tidak hanya ada di Kekaisaran Awan saja, namun hampir semua wilayah Benua Timur." ucap Jiang Caiping.


" Gege... Tinggallah disini satu malam, sambil menunggu kedatangan Kakek besok pagi. Siapa tau Kakek mengetahui beberapa informasi." ucap Jiang Caiping.


" Baiklah... Aku harap Kakek memberikan beberapa informasi, karena berjalan tanpa arah itu sangat sulit." Ryu merasa hal itu ada baiknya.


" Kalau begitu, kedepannya Aku akan membentuk kelompok Informan di setiap Cabang Penginapan Giok Bulan. Dengan begitu aku bisa membantu Gege untuk menyelesaikan permasalahan di Kekaisaran Awan ini. Jiang Caiping menemukan sebuah ide.


" Terimakasih Ping'er... " Ryu mengusap rambut Jiang Caiping.


" Mmmmmm." Jiang Caiping terlihat senang.


" Kalau begitu aku Istirahat sebentar, kalau mau kembali melanjutkan pekerjaanmu." Ryu berjalan mendekati Tempat tidur lalu berbaring.


" Sekarang aku hanya mengawasi saja. Selebihnya memilih untuk berlatih." Jiang mendekati Ryu lalu berbaring di sampingnya.


" Ping'er... Sepertinya kamu sudah naik tingkat." Ryu merasakan Tingkat Kultivasi Jiang Caiping sudah berada di Pendekar Alam Tahap Menengah.


" Itu semua Berkat Gege... Oh ya, nanti malam Energi Yin Langit milikku akan memuncak karena nanti malam Bulan akan bersinar terang dengan sempurna." Jiang Caiping menatap ke arah Ryu.


" Memuncak? maksudnya?" Ryu mengerutkan keningnya.


" Gege... Dari setiap darah Keluarga Jiang, pasti ada yang memiliki Energi Yin Langit dan ketika Bulan bersinar pada puncaknya maka Energi Yin Langit sangat kuat. Tapi itu hanya terjadi padaku karena yang memiliki Yin Langit hanya bisa terjadi setiap Ratusan Tahun sekali. Dan yang bisa mengambilnya hanya bagi ber Elemen Cahaya." ucap Jiang Caiping.


" Itu bukan Spesial, tapi Kutukan. Semakin Padat dan Kuat Energi Yin Langit, maka Pemilik akan kesusahan dalam Berkultivasi bahkan bisa menyebabkan meridian Rusak." ucap Jiang Caiping.


" Aku mengerti sekarang." Ryu menjawab dengan singkat.


" Tapi dibalik itu, Yin Langit akan menyerap Cahaya dan membuatnya seperti saling bergantung." ucap Jiang Caiping.


" Gege... Kalau aku berada di bawah Sinar Bulan tanpa terhalang apapun, maka Yin Langit semakin berlipat ganda. Tapi Gege harus mengambil mengambilnya, jika tidak maka meridianku akan rusak." Jiang Caiping mengingatkan.


" Baiklah... tidak ada salahnya kita mencari tanah lapang yang jauh dari keramaian." ucap Ryu.


" Gege... Ada suatu tempat yang bisa menyerap Cahaya Bulan dengan sempurna. Namanya Gunung Cahaya Bulan. Letaknya tidak jauh dari sini. ucap Jiang Caiping.


" Apa kita kesana sekarang? " tanya Ryu.


" Mmmmmm." Jiang Caiping bangkit dari tempat tidur lalu menarik tangan Ryu keluar kamar.


" Ping'er... Jangan buru-buru" Ryu merasa tangannya ditarik paksa.


" Maaf aku terlalu bersemangat." Jiang Caiping tersenyum lalu kembali berjalan.


" Pelayan... Aku dan Suamiku keluar cari Angin segar." Jiang Caiping berkata kepada pelayan yang ada di Meja Kasir.


" Baik Manajer Caiping." Pelayan tersebut mengangguk.


Mereka pun langsung keluar dari Kota Hasperia menuju ke arah Gunung Cahaya Bulan.


Setelah berjalan sampai sore, mereka sudah berada di Puncak Gunung Cahaya Bulan yang terdapat Daratan luas dengan rumput Hijau tanpa ada Pepohonan.


" Gege... Disini tempatnya." Jiang Caiping menatap luas tanah lapang tersebut.


" Ping'er... Sepertinya tempat ini sangat Indah dan cocok jika dibangun sebuah Penginapan." Ryu merasakan ada sumber mata air yang mengalir menuruni Gunung Cahaya Bulan tersebut membentuk sebuah Sungai di bawah kaki Gunung.

__ADS_1


" Gege... Tempat ini memang sangat Indah, siapapun yang melewatinya pasti akan terpana melihat keindahan alam disini. Apalagi bagi Pasangan muda-mudi, Pasti sangat cocok. " Jiang Caiping melihat sekeliling mereka.


' Haaaiiisss.... Kalau begini aku akan menaruh Istana di tempat ini. Aku harus kembali ke Istana menemui Hua'er.' Ryu membatin sambil memperhatikan Cincin Ruang miliknya.


" Gege... Ada apa?" Jiang Caiping merasa heran melihat Ryu yang sedang melamun.


" Ping'er... Tunggu sebentar! nanti aku akan kembali lagi kesini." Ryu langsung menghilang dari pandangan.


" Haaahh." Jiang Caiping menghela nafas karena Ryu langsung menghilang.


' Hah... Untung saja dia tidur.' Ryu menatap Xie Hua sedang tertidur pulas lalu mendekatinya menuju ke Dunia Quzhu.


Di Dunia Quzhu, Ryu langsung menciptakan sebuah Istana yang sangat tinggi namun berbentuk seperti Sebuah Penginapan dimana terdapat Puluhan Kamar mulai dari Lantai Dasar hingga mencapai Lantai Lima yang di desain sedemikian rupa agar Penghuni setiap Kamar bisa menikmati Pemandangan di luar.


" Untung saja masih ada Sisa bahan." Ryu memasukkan Istana Penginapan tersebut ke Cincin Ruang Surgawi miliknya lalu keluar dari Dunia Quzhu.


' Hua'er... Maaf.' Ryu menghapus Auranya lalu kembali ke Gunung Cahaya Bulan.


" Gege... Kamu kemana saja?" Jiang Caiping menggelengkan kepala.


" Ping'er... Aku akan membuat Penginapan Giok Bulan yang sangat megah disini." Ryu berjalan mencari tempat yang Cocok untuk menempatkan Istana Penginapan.


' Disini ' Ryu mengeluarkan Istana yang baru dia ciptakan lalu meletakkan secara perlahan hingga menyatu sempurna di dalam tanah.


" Haaahh." Ryu berkeringat dingin karena Qi miliknya banyak terkuras.


Di sisi lain, Jiang Caiping membulatkan mata dengan mulut terbuka lebar tidak mampu berkata apapun menatap Bangunan yang begitu megah dan sangat indah dipandang melebihi Istana Kaisar.


" Ping'er... Ada apa denganmu?" Ryu melihat Jiang Caiping yang masih mematung.


" Ah.... Gege... Itu..." Jiang Caiping mengendalikan kekagumannya.


" Mmmmm. Tempat ini akan Aku buat Pusat dari Penginapan Giok Bulan. Jadi kalian bisa tinggal disini. Aku rasa akan Banyak pengunjung yang datang kesini." ucap Ryu.


" Gege... Ini terlalu berbahaya." Jiang Caiping merasa bahwa keberadaan Penginapan seperti itu akan mengundang perhatian semua kalangan.


" Ping'er... Kamu jangan khawatir. Besok Pagi aku akan membuat Pelindung di seluruh Gunung Cahaya Bulan ini. Aku juga akan meminta beberapa Prajurit terbaik untuk melindungi Wilayah ini sampai Kalian benar-benar sudah mampu melindungi diri kalian. " Ryu mengeluarkan Sebuah Kertas lalu meneteskan darahnya dan diberikan kepada Jiang Caiping.


" Baiklah... aku sudah faham sekarang." Jiang Caiping berencana untuk mengurus tempat itu.


" Jika Seperti ini, Tidak lama Lagi Kekaisaran Awan akan menjadi Pusat Perekonomian karena pasti akan banyak berdatangan." Ryu menerka apa yang terjadi kedepan.


"Gege... Terimakasih banyak, " Jiang Caiping meneteskan air mata kebahagiaan.


" Sepertinya hari Sudah malam. " Ryu menatap ke arah Bulan yang sudah muncul.


" Mmmmmm." Jiang Caiping mengangguk lalu berjalan menuju tanah lapang dimana telah disiapkan Alas.


" Ping'er... Yin Langit mu mulai kuat." Ryu merasakan Energi Yin Langit milik Jiang Caiping semakin meningkat.


" Gege cepatlah! Jiang Caiping merasa khawatir jika tidak diserap secepat mungkin maka resikonya sangat fatal.


" Mmmmm." Ryu langsung membaringkan tubuh Jiang Caiping perlahan membuka Pakaiannya.


Jiang Caiping yang sedikit khawatir langsung melepaskan pakaiannya agar proses penyerapan dipercepat.


" Ping'er... jangan buru-buru... Aku tau kamu Khawatir, tapi kamu tenang saja." Ryu mulai menggunakan Teknik Kultivasi Ganda.


" Gege... Aku percaya." Jiang Caiping menghilangkan kekhawatirannya memejamkan mata sambil meremas Punggung Ryu.


Di bawah Sinar Bulan Ryu melancarkan aksinya mulai dari kecupan mesra di Kening Jiang Caiping hingga turun ke belahan Gunung kembar memainkan ujung yang masih berwarna merah muda.


" Gege.... Sssshhhhhh... " Jiang Caiping menggeliat kenikmatan merasa seluruh tubuhnya seperti kesemutan.


Setelah puas memainkan kedua benda merah muda, Ryu menurunkan kepala hingga menjelajah bagian perut Jiang Caiping yang terlihat bercahaya terkena pantulan sinar Bulan.

__ADS_1


__ADS_2