
Setelah berjalan beberapa saat, mereka sudah berada di depan Pintu Gerbang Istana terlihat beberapa Penjaga berdiri di depan.
" Yang Mulia."Penjaga langsung membuka Pintu Gerbang.
" Tuan Ryu, Mari!" Di Shu mempersilahkan mereka.
" Mmmmmm" Ryu dan Ketujuh Istrinya langsung masuk.
Saat berada di dalam Istana, mereka langsung disambut ramah dan dijamu dengan berbagai macam hidangan.
Tidak banyak dari mereka yang bertanya-tanya tentang siapa tamu mereka yang membuat Raja Naga Air sangat menghormati mereka.
Namun saat Keempat Jenderal memeriksa Aura dari mereka langsung terkejut seakan menyerang balik dengan Aura intimidasi yang kuat.
Tentu saja hal itu membuat semua orang yang ada di tempat itu sangat Sopan dan ramah.
" Tuan Ryu, terimakasih atas kunjungan Kalian di Istana ini. Jika boleh tau, kemana tujuan kalian selanjutnya? " Tanya Di Shu.
" Kami ingin menuju Hutan Angin, karena aku pernah mendengar bahwa di bagian dalam Hutan itu ada Danau Tujuh Hati. Jadi aku ingin melihatnya secara langsung." ucap Ryu.
" Itu memang benar, tapi tempat itu dijaga oleh Kerajaan Harimau Putih. Sepertinya aku tidak bisa membantu kalian Karena Harimau Putih memiliki Kekuatan hampir Setara dengan Naga Laut Timur, Naga Laut Selatan, Naga Laut Barat dan Naga Laut Utara." Di Shu mengela napas panjang.
" Apakah mereka setara dengan Naga Gunung? " Ryu mencoba menggali informasi.
" Naga Gunung? Apa Tuan mengenalnya?" Di Shu menyelidik.
" Benar. mereka adalah Temanku " Ryu memperlihatkan Batu Giok berbentuk Kulit Kerang.
" Apa?" Semua Membulatkan mata saat melihat benda yang dipegang Ryu.
' Jika Harta Kuno itu berada di Pemuda ini, berarti Naga Gunung mengakuinya sebagai Tuan mereka. Aku Harus menjalin kerjasama dengan Pemuda ini.' Pikir Di Shu mengingat Rumor Bahwa Naga Gunung telah menghancurkan Wilayah Klan Naga Angin.
" Jika Tuan memperlihatkan Harta Kuno dari Klan Naga Gunung, Maka Kerajaan Harimau Putih tidak akan menggangu kalian. Karena Klan Naga Gunung dan Klan Harimau Putih sudah lama menjalin kerjasama yang baik." Di Shu sambil berfikir keras bagaimana cara untuk menjalin kerjasama dengan Ryu.
" Terimakasih atas informasinya " Ryu mengembalikan Batu Giok tersebut.
" Tuan, bagaimana jika kalian menginap disini untuk beberapa saat. Biar aku mengunjungi Aku mengunjungi Adikku untuk mengantarkan kalian. Karena hanya dia yang mampu mengantarkan kalian hanya hitungan detik." Di Shu mencoba memperkenalkan Adik Perempuannya kepada Ryu dan berharap Ryu menerima adiknya Sebagai Istri ataupun Selir.
" Baiklah, aku rasa itu sangat membantu." Ryu berfikir tawaran itu sangat baik untuk mempercepat Perjalanannya.
" Pelayan, Antarkan Tamu Kehormatan kita ini " Perintah Di Shu.
" Baik Yang Mulia" Kedua pelayan menuntun Ryu dan Ketujuh Istrinya menuju Kamar tamu.
Hingga beberapa saat mereka sudah berada di sebuah Kamar yang sangat luas dipenuhi dengan berbagai macam hiasan.
" Silahkan masuk Tuan, jika ada yang dibutuhkan tuan tinggal meminta kepada kami" Kedua pelayan langsung meninggalkan tempat tersebut.
" Suamiku, Kamar ini memang sangat Cantik. Tapi lebih baik kita istirahat saja di tempat Kita." Ucap Sheng Zhishu.
" Mmmmm" Ryu langsung membuat Pelindung Tempurung Kura-kura langsung membawa mereka ke Dunia Kecil.
Setelah berada di Istana, mereka langsung membersihkan diri secara bergantian hingga saat malam mereka memutuskan untuk beristirahat.
Di tempat lain pada malam hari, terlihat Wanita Cantik sedang berbicara serius dengan Di Shu yang terus memberikan informasi kepada Wanita itu.
" Kaka Shu, sepertinya pekerjaan ini tidak semudah yang kita pikirkan. Apalagi dengan adanya Tujuh Istri yang selalu bersamanya" Ucap Di Xiang.
" Xiang'er, lalu apa yang harus kita lakukan?" Tanya Di Shu.
" Ini adalah kesempatan Emas bagi Klan Long Di, jadi aku harap jangan sampai gagal meskipun aku harus berkorban. Jika tidak Klan kita akan selamanya seperti ini yang minim sekali Sumberdaya. Meskipun Pemuda itu itu mengganti jauh lebih besar dari pada yang dia ambil." ucap Di Xiang.
" Xiang'er, apa kamu tidak menyesal jika Pemuda itu menolak?" tanya Di Shu.
" Aku lebih menyesal jika Suatu saat Klan kita dipermalukan bahkan dihancurkan dengan Mudah. Bahkan Untuk Ras Lipan Air saja kita tidak berdaya. Bagaimana kita bisa membalaskan dendam Kakek dan Kedua Orang Tua kita yang telah dibunuh oleh Kerajaan Laut Selatan." ucap Di Xiang.
" Jika begitu meskipun kamu tidak bisa Menjadi Istrinya, paling tidak kamu bisa menjadi Selir." ucap Di Shu.
" Kita akan coba! jika masih belum berhasil, maka kita akan memakai cara lain." Di Xiang sambil memegang sebuah Botol Giok yang berisi sebuah bubuk.
" Xiang'er, Apa itu?" tanya Di Shu.
" Ini adalah Serbuk Bunga Cinta yang aku beli dari Seorang Peri saat berada di Benua Lotus. Serbuk ini mampu membuat Para Kultivator Dunia manapun bahkan yang sudah berada di Level 95 tidak mampu menahan efek bunga ini." ucap Di Xiang.
__ADS_1
" Xiang'er itu sudah berlebihan." Di Shu menggelengkan kepala.
" Kakak... Aku juga tidak ingin menggunakan barang terkutuk ini, tapi apa boleh buat jika nanti aku harus menggunakannya." Di Xiang membulatkan tekad.
" Aku tidak setuju!" Di Shu langsung meninggalkan Ruangan.
Pada keesokan pagi, Ryu dan Ketujuh Istrinya tengah berada di lantai Dasar istana sedang membicarakan beberapa hal yang akan mereka tempuh selanjutnya.
" Sayang, sepertinya aku akan tinggal di sini saja. untuk memperkuat Fondasi yang masih belum mencapai Tingkat Langit." ucap Yuwang.
" Kami juga." Tiga Dewi Iblis serempak.
" Suamiku, meskipun kami bertiga sudah mencapai Tingkat Langit, tapi kami juga mengejar tingkat Kultivasi yang masih tertinggal." ucap Sheng Zhishu.
" Baiklah, aku rasa tidak ada lagi yang dikhawatirkan. kalau begitu Aku pamit." Ryu meninggalkan mereka langsung menuju Kamar sebelumnya.
Setelah itu, Ryu langsung Pergi menuju Ruang Istana Kerajaan yang kini terlihat sosok Wanita yang juga ikut berdiskusi.
" Salam Tuan Ryu, Ini Adikku yang akan mengantar kalian. Perkenalkan Namanya Di Xiang." Di Shu mengenalkan Adiknya.
" Salam Tuan Ryu " Di Xiang terpesona melihat Pemuda yang di depannya.
" Mmmmmm... Boleh kita berangkat sekarang.?" Ryu memandang Di Xiang dengan santai.
' Pemuda ini sangat menarik ' Di Xiang dengan wajah memerah saat Ryu menatapnya secara langsung.
" Tuan Ryu, Ruang Teleportasi ada di bagian bangunan lain dari Istana ini. Xiang'er bawa Tuan Ryu ke tempat Ruang Teleportasi." ucap Di Shu.
" Tuan Ryu, kemana Istrimu? " Tanya Di Xiang.
" Mereka sedang berlatih di Dunia Bawah Sadar milikku." Ryu tersadar atas kecerobohannya langsung beralasan mengingat pada Level 70 Kultivator bisa berlatih di Dunia Bawah Sadar.
" Selamat Tuan Ryu... Anda benar-benar jenius." Di Shu senang
...----------------...
*Alam Bawah Sadar bisa tercipta jika Kultivator sudah mencapai Level 70. Alam Bawah Sadar itu sendiri hanya sekedar tempat berlatih karena hanya memiliki Hamparan tanah Gersang tanpa ada Pepohonan dan Makhluk hidup lain.
Untuk menarik Orang lain ke Dunia Bawah Sadar membutuhkan Qi yang sangat besar dan konsentrasi agar tidak merusak Organ tubuh si pemilik hingga bisa menyebabkan kematian*.
...----------------...
Ryu pun mengikuti Wanita tersebut sambil memperhatikan wilayah sekitar hanya sekedar berjaga.
" Tuan Ryu, kamu memang sangat sempurna. Seandainya saja kamu belum punya Istri, aku harap kamu bisa menjadikan aku sebagai Istrimu." Di Xiang mulai melancarkan aksinya.
Setelah cukup lama berjalan, Ryu tidak berkata apapun karena menurutnya apa yang diucapkan Di Xiang bukan hal wajar apalagi dia sudah memiliki Istri.
Berkali-kali Di Xiang mengucapkan tentang perasaannya agar Ryu bisa menjadikan dia sebagai Istri Kedelapan ataupun Selir, namun Ryu selalu memilih diam membuat Di Xiang seakan mendapatkan jalan buntu.
Karena Di Xiang mendapatkan jalan buntu, Dia langsung melancarkan rencana terakhir sambil memperhatikan wilayah sekitar.
" Tuan Ryu, kita sudah sampai." Di Xiang membuka sebuah Ruangan dimana tempat Portal Teleportasi berada.
Ryu langsung masuk ke dalam sambil berhati-hati melepaskan Spiritualnya untuk memeriksa keadaan sekitar.
Karena tidak menemukan kejanggalan, Ryu menarik kembali Spiritual miliknya lalu berjalan ke arah dimana Portal berada.
" Tuan Ryu, silahkan berdiri di atas lingkaran itu. Aku akan segera mengantarmu." Di Xiang menunjuk ke sebuah ukuran berbentuk lingkaran.
" Mmmmmmm" Ryu langsung masuk.
" Wuush" Ryu langsung dikelilingi Serbuk cahaya.
" Wuush" Ryu langsung menggunakan Langkah Kilat menghindari serbuk cahaya tersebut berusaha keluar dari ruangan.
" Prrraaakk" Ryu menabrak pintu yang telah diberikan Pelindung transparan yang sangat kuat.
" Di Xiang, apa yang kamu lakukan?" Ryu yang mengenal Serbuk itu dalam setengah sadar.
" Maafkan Aku Tuan. Aku terpaksa melakukan ini." Di Xiang sambil menunggu reaksi serbuk tersebut.
" Aku tidak mengerti apa maksudmu?" Ryu mencoba melawan Hasratnya yang seakan bertolak belakang dengan fikirannya.
__ADS_1
Di Xiang merasa khawatir melihat reaksi serbuk tersebut seakan tidak mampu membuat Ryu kehilangan kesadaran seutuhnya.
' Mengapa Pemuda ini mampu menahan efek dari serbuk itu,? Padahal hanya satu serbuk saja bisa bikin nafsu memuncak.' Di Xiang masih yakin kalau Rencananya akan berhasil.
Di sisi lain Ryu yang seakan tidak tahan lagi menahan gairahnya langsung duduk bersila berkonsentrasi mencoba menutup semua Indra.
Tidak ingin rencananya gagal, Di Xiang langsung membelai Tubuh Ryu dengan lembut untuk menggagalkan rencana Ryu meskipun itu hal pertama yang dia lakukan.
Untuk menutupi Rasa malunya, Di Xiang mengambil beberapa serbuk dan meniupnya ke arah hidung Ryu dan sebutir serbuk dia hirup sendiri.
Ryu yang merasakan sentuhan dari Di Xiang yang semakin liar dia pun mulai merasakan Sensasi yang sangat kuat dari tubuhnya.
Dalam situasi hampir sudah tidak terkontrol lagi, Ryu langsung terbayang akan Wajah Ketujuh Istrinya yang seakan memberikan sebuah Kekuatan dalam Hatinya.
" Bboooom" Energi yang sangat kuat menghapus semua Efek dari Serbuk Bunga Cinta.
Terlihat Tubuh Di Xiang terpental menabrak dinding Ruangan yang seakan retak dengan Kondisi tanpa sehelai kain.
" Uhuk" Di Xiang memuntahkan Darah segar tersadar apa yang telah dia lakukan.
Dengan segera Di Xiang langsung memakai kembali Pakaiannya merasa sangat malu hanya dengan sebutir serbuk membuatnya hilang akal.
" Aku bisa Keluar sendiri dari sini." Ryu berjalan ke arah pintu.
" Tuan, Maafkan Aku. Aku tidak bermaksud melakukan itu. Aku Hanya terpaksa." Di Xiang menghentikan langkah Ryu dengan merangkul kakinya.
" Terpaksa? Aku tidak tau jalan pikiranmu" Ryu menggelengkan kepala.
" Tuan, Aku hanya ingin mendapatkan pengakuan dan Kekuatan agar Kami tidak diremehkan Oleh Klan Naga lain." Di Xiang merasa sangat malu.
" Haaahh... Berapa banyak Orang yang rela mengorbankan segalanya demi Pengakuan dan Kekuasaan." Ryu melepaskan tangan Di Xiang dari kakinya.
" Tunggu Tuan. Sesuai janjiku aku akan mengantarmu." Di Xiang langsung berdiri di depan Ryu sambil mengusap Air matanya.
" Apa aku Percaya setelah apa yang kamu lakukan? " Ryu menatap Di Xiang dengan dingin.
" Aku bersumpah atas nama Leluhur" Di Xiang mengangkat tangannya.
" Baiklah, untuk kali ini aku memberimu kesempatan. Jika kamu melakukan hal itu lagi, Aku tidak segan membunuhmu." Ryu mengancam langsung menuju lingkaran Teleportasi.
" Baik Tuan. Bersiaplah" Di Xiang langsung merapal sebuah Mantra, Seketika lingkaran tersebut bercahaya.
" Jika Kamu ingin membalaskan dendam, Berlatihlah dengan keras." Ryu melemparkan Satu Peti besar berisi Seratus Inti Roh Siluman Lipan Air usia Ratusan Ribu Tahun Tingkat Raja dan Satu Kotak berisi Pil Kultivasi Tingkat 10 berjumlah 100 biji.
" Wuuuush." Tubuh Ryu langsung menghilang dari pandangan.
" Tuan, Terimakasih Banyak." Di Xiang melihat isi dari Peti dan Kotak tersebut dengan tangan gemetar.
Di dalam Hutan Angin, Ryu telah berdiri di Pinggir Danau Tujuh Hati juga didampingi Dua Sosok Harimau Putih Berukuran 50 kali lipat Manusia Dewasa.
" Tuan Penguasa, Sebenarnya Danau Tujuh Hati ini Tidak bisa kami gunakan juga. Tapi karena kebetulan ada di Wilayah kami saja." Ucap Maochu.
" Aku tidak bisa mengambil begitu saja. bagaimanapun ini adalah Harta Langit." ucap Ryu.
" Tuan Penguasa, Jika Harta Kuno Klan Naga Gunung ada di tanganmu itu berarti Seisi Wilayah kami juga Milik Tuan." ucap Maojian.
" Kalau begitu, Anggap saja ini sebagai imbalan karena kalian telah menjaganya dengan baik." Ryu mengeluarkan Tumpukan Ginseng Air dan 100 Inti Roh Siluman Kura-kura berusia Ratusan Ribu Tahun Tingkat Raja.
" Terimakasih Tuan Penguasa, Ini sungguh luar biasa." Maojian dan Maochu terlihat senang.
" Kalau begitu aku akan mengambilnya sekarang." Ryu mengangkat tangannya lalu secepat kilat menyentuh Tanah.
" Wuush " Danau Tujuh Hati menghilang hanya meninggalkan Kawah Besar.
" Jika Tuan Penguasa berada di Benua Lotus, Sampaikan Salamku pada Empat bersaudara Naga Gunung." ucap Maochu.
" Akan ku sampaikan, Terimakasih atas jamuan Kalian." Ryu mengeluarkan Chaizu.
Ryu langsung beranjak dari tempat tersebut keluar dari dalam Hutan Angin seakan ingin segera Pulang ke Benua Lotus.
" Jenderal Maochu, aku rasa Kawah ini akan berguna sebagai Istana Baru kita. Aku Rasa tidak terlalu Sulit karena kita masih banyak menyimpan Harta." usul Maojian.
" Kamu benar. Nanti aku akan meminta beberapa Prajurit untuk membawa barang yang kita butuhkan." ucap Maochu.
__ADS_1
" Sebaiknya kita kembali ke Istana. Pasti Raja akan sangat senang dengan hilangnya Danau menjengkelkan ini." Maojian membawa mereka kembali ke Istana.
Di pinggir Hutan Angin, Ryu kini sambil berjalan santai merasa sangat puas dengan apa yang didapatkan.