SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
Dazuo


__ADS_3

Hari demi hari telah berlalu, kapal udara milik Ryu terus melaju ke arah Benua Tengah. Nasib malang pun terjadi pada setiap kelompok Perompak yang berani mendekati Kapal udara.


Puluhan Kelompok Perompak harus mengalami kemalangan karena memilih target yang salah.


Tentu saja para Perompak kelap mata saat melihat kapal udara milik orang dimana selain kapal tersebut sangat besar tapi juga sangat mewah campuran Batu Kristal dan Batu Pelangi bahkan jenis lainnya dimana bahan tersebut sangat langka.


Kini Ryu malah membuatnya menjadi kapal yang tidak ada bandingan dalam segi pertahanan badan kapal, maupun dari kemewahan.


Dua Bulan telah berlalu, kini Sheng Zhishu dan 21 Istri Ryu yang sudah waktunya untuk melahirkan.


Dengan bantuan dari beberapa Pasukan Semesta wanita, Sheng Zhishu dan yang lain tidak mengalami hambatan ketika melahirkan anak mereka.


Kebahagiaan Ryu pun semakin bertambah, dimana dia habiskan waktunya untuk bersama Anak dan Istrinya.


Begitu juga dengan Jinying serta beberapa anggota wanita Pasukan Semesta juga turut membantu menyiapkan segalanya untuk Sheng Zhishu dan yang lain tanpa mengeluh sedikit pun.


Tepat Bulan ketiga, kapal udara kini sudah menepi pada sebuah pantai yang tidak jauh dari pelabuhan di tempat yang sepi.


Ryu pun dengan segera mengembalikan para Pasukan Semesta dan kapal udara di dalam Dunia Quzhu membawa Jinying sebagai teman perjalanannya.


Ryu juga membentuk kelompok lain dari semua Ketua Pasukan Semesta, Tou Shuijing dan Jiu Tou She sekedar untuk membelikan beberapa barang sebagai keperluan Pasukan Semesta ataupun mencari berbagai informasi.


Namun sebelum keberangkatan mereka, Ryu memberikan kalung teleportasi kepada seluruh anggota Pasukan Semesta agar mereka lebih mudah untuk masuk ke Dunia Quzhu.


Mereka pun berjalan mendekati Kota Pelabuhan menuju pusat Kota untuk membeli berbagai hal untuk bekal Perjalanan bahkan untuk melengkapi Isi dari Istana Kristal.


Kini Ryu dan Jinying juga membeli berbagai macam kebutuhan mereka dan tentu untuk kebutuhan Anak-anaknya.


Saat berada di tempat yang sepi, Ryu meminta kepada Jinying agar kembali ke Dunia Quzhu karena dia ingin mencari berbagai informasi.


Setelah Jinying pergi, Ryu mulai melangkahkan kakinya hingga beberapa saat sudah berada di pusat keramaian langsung menuju sebuah Kedai yang terlihat lumayan pengunjung.


Pelayan Kedai yang melihat kedatangan Ryu, salah satu Pelayan kini berjalan menghampirinya.

__ADS_1


" Silahkan masuk Tuan... Apa yang bisa aku bantu Tuan? " Tanya Pelayan.


" Aku pesan makanan terbaik serta Arak terbaik disini." Ryu memperhatikan semua pengunjung yang disitu terlihat banyak memesan Arak.


" Baik Tuan... Silahkan tunggu sebentar. " Pelayan mempersilahkan Ryu untuk menempati sebuah meja yang masih Kosong.


" Mmmm." Ryu langsung menempati meja tersebut sambil mempertajam pendengarannya untuk mencari beberapa Informasi.


Setelah beberapa saat, Ryu merasa tertarik pada salah satu meja yang lumayan jauh dari tempat duduknya kemudian mempertajam pendengaran.


" Senior... Aku dengar Sekte Kabut Beracun sedang mengadakan sayembara besar di berbagai sekte Kecil bahkan seluruh Kota di Kekaisaran Tanah Hijau." ucap Salah satu pemuda Kepada temannya.


" Apa itu benar Saudara? Bukankah Sekte Kabut beracun selalu menutup diri dan tidak pernah menampakkan diri di Dunia Kultivator selama ini?" Tanya rekan yang berada di sampingnya.


" Itu benar... Namun tradisi yang sudah turun temurun, Sekte Kabut beracun selalu membuka kesempatan pada sekte kecil untuk menjadi Murid mereka. "


" Siapa yang tidak ingin menjadi murid Sekte terbesar itu, tapi aku yakin banyak yang ikut, jadi sangat mustahil bagi kita untuk menjadi murid Sekte."


" Aku dengar mereka akan mencari murid minimal sudah mencapai Pendekar Bumi tahap awal yang masih berada di bawah usia 30 Tahun. mereka juga akan Menerima 300 Murid jika masih ada yang bertahan dalam 5 Seleksi."


" Untuk itu aku tidak tau. Yang jelas pasti sangat berbahaya."


" Jika begitu kita masih punya harapan." ucap temannya senyum lebar.


Setelah itu kelima Pemuda tersebut hanya membicarakan hal yang menurut Ryu tidak penting lagi.


Kini, Pelayan wanita telah muncul ke arah meja Ryu lalu menyajikan makanan dan arak yang telah dia pesan.


" Silahkan dinikmati Tuan." Pelayan senyum ramah menatap Ryu kemudian meninggalkan meja tersebut.


Setelah menikmati hidangan, Ryu membayar makanan yang dia pesan sebelumnya lalu keluar dari kedai menuju luar Gerbang Kota.


Setelah mencapai pinggir Hutan, Ryu mengirim pesan melalui kalung teleportasi kepada seluruh bawahannya yang juga sedang mencari informasi.

__ADS_1


Setelah menunggu beberapa saat, kini Tou Shuijing, Jiu Tou She, Dao Luo, Yan Ran, Wu Tian, Guang Cheng, Luan Hua, Wenlie, dan Yu Wei mulai bermunculan di hadapan Ryu.


" Salam Dewa Agung." Mereka menundukkan kepala.


" Mmmm... Apa kalian menemukan sesuatu yang penting?" Ryu menatap mereka bergantian.


" Tuan... Saat aku mencuci muka di Sungai disana, aku mendengar percakapan dari beberapa Lipan Air yang mungkin mereka sudah berusia jutaan tahun. Dengan kemampuanku saat berada di air, mereka ingin membalas dendam kepada Dewa Racun, Dewa Ilusi, Iblis Utara dan Dewa Kelinci karena banyak membunuh keturunan Lipan Air.


" Karena Dewa Agung memiliki dendam pribadi kepada mereka, aku memberanikan diri untuk bertanya kepada mereka tentang keberadaan keempat Orang itu."


" Leluhur Lipan Air mengatakan bahwa keempat orang itu tengah bersembunyi di Sekte Kabut Beracun, karena mereka sedang mengalami penurunan Kultivasi." Wu Tian menjelaskan apa yang baru dia dapatkan.


" Penurunan Kultivasi? Wu Tian, coba jelaskan lebih rinci! " Ryu terlihat antusias.


" Dewa Agung... Salah satu leluhur Lipan Air mengorbankan Kultivasinya pergi ke Dunia Setengah Abadi untuk mengambil Racun Penurun Kultivasi, dimana dia sekarang seperti lipan biasa."


" Keenam leluhur yang lain menggunakan Racun itu untuk menurunkan tingkat Kultivasi mereka. Sehingga mereka yang awalnya sudah mencapai Pendekar Semesta tahap akhir, langsung turun menjadi Pendekar Surgawi tahap awal." Ucap Wu Tian.


" Kalau begitu akan lebih mudah untuk membunuh mereka." Ryu terlihat senang sambil mengepal tangannya.


" Dewa Agung... Itu kejadian 15 Tahun yang lalu. Leluhur Lipan Air mengatakan bahwa keempat orang itu memiliki teknik untuk meningkatkan Kultivasi mereka dengan cepat, yaitu dengan menyerap energi Yin semua Murid wanita yang ada di Sekte Kabut Beracun dan secara diam-diam menyerap energi kehidupan dari murid yang lain." Wu Tian kembali menjelaskan.


" Aku yakin bahwa itu ulah dari Dewa Ilusi. Jadi Anggota Sekte Kabut Beracun tidak menyadari bahwa mereka akan diperdaya." Ryu terlihat geram.


" Dewa Agung.... Sepertinya Ilusi yang mereka gunakan sangat kuat. Sesuai dengan gelarnya sebagai Dewa Ilusi." Ucap Dao Luo.


" Aku yakin pasti ada orang lain yang mendukung tindakan mereka. Kalian tenang saja! Aku ada rencana lain untuk memberi perhitungan kepada keempat orang itu dan pendukungnya." Ucap Ryu.


" Kami akan membantu Dewa Agung dengan seluruh kekuatan kami." Ucap mereka serempak.


" Sebaiknya kalian kembali dulu ke Dunia Quzhu. Nanti aku akan memanggil kalian jika perlu." Ucap Ryu.


" Baik Dewa Agung." Anggota Pasukan Semesta menundukkan kepala lalu kembali ke Dunia Quzhu..

__ADS_1


Setelah kepergian mereka, Ryu langsung meminta Tou Shuijing untuk membawa mereka ke Kota Dazuo yaitu Ibu Kota Kekaisaran Tanah Hijau.


Ryu dan Jiu Tou She yang berada di atas punggung Tou Shuijing, kini terbang dengan kecepatan tinggi menuju Kota Dazuo yang letaknya cukup jauh dari tempat mereka sekarang.


__ADS_2