
Sheng Zhishu yang berasal dari Peri Bunga bukan tidak bisa bertarung, namun mereka bisa mengandalkan Serangan Spiritual untuk bisa bertarung dengan Kultivator yang Level setingkat dengan mereka.
Namun bagi Xin Chie dan Huli Yue apa salahnya jika Sheng Zhishu belajar untuk mengolah Qi miliknya menjadikan bentuk Elemen.
Sheng Zhishu yang sudah mencapai Level 52 kini harus belajar untuk mengaktifkan Elemen Bawaan miliknya yang tidak pernah dia pelajari di Dunia Peri sebelumnya.
Tanpa harus menunggu lama, Elemen Api dan Angin milik Sheng Zhishu telah diaktifkan berkat bimbingan Xin Chie dan Huli Yue.
" Haaahh, Sepertinya aku sendiri yang memiliki satu Elemen." ucap Xin Chie mengingat Huli Yue yang memiliki Elemen Petir dengan angin serta Ryu Juga Memiliki Elemen Petir dengan Racun.
Dalam Dunia Kultivator itu sendiri meskipun memiliki Dua Elemen atau lebih, tapi mereka hanya bisa menggunakan Satu Elemen saja dan Elemen yang lain adalah sebagai Pendukung agar daya Serangan Elemen 2 kali lebih Kuat bahkan lebih tergantung cara melatihnya.
" Ka Chie, Tapi Api milikmu lebih kuat." ucap Huli Yue.
Kembali ke Ryu yang terus membaca Kitab pertama Yaitu KITAB ELEMEN:
Didalam Elemen Petir dijelaskan dibagi menjadi Lima bagian, Yaitu:
Tingkat Pendekar, ditandai Petir Warna Kuning
Tingkat Raja, ditandai Petir Berwarna Biru.
Tingkat Bumi, sangat Langka ditandai dengan Petir Berwarna Merah.
Tingkat Langit, hanya ada dalam Legenda ditandai Petir Berwarna Ungu.
Tingkat Semesta, masih dalam cerita Mitos ditandai dengan Petir berwarna Hitam.
Elemen Api dibagi menjadi Lima Tingkatan, yaitu:
Tingkat Pendekar, ditandai dengan Api berwarna Merah.
Tingkat Raja, ditandai dengan Api berwarna Kuning.
Tingkat Bumi, sangat Langka ditandai dengan Api berwarna Putih.
Tingkat Langit, hanya ada dalam Legenda ditandai dengan Api berwarna Biru.
Tingkat Semesta, masih dalam cerita Mitos ditandai dengan Api berwarna Hitam.
Elemen Es dibagi menjadi Tiga bagian:
Tingkat Pendekar, ditandai dengan Es berwarna Putih Kasar.
Tingkat Raja, Ditandai dengan Es berwarna Putih Halus.
Tingkat Bumi, sangat Langka ditandai dengan Es Bening.
Untuk Elemen Air dibagi menjadi Tiga bagian:
Tingkat Pendekar, ditandai dengan Air berwarna Putih.
Tingkat Raja, ditandai dengan Air berwarna Biru.
Tingkat Bumi, sangat Langka ditandai dengan Air berwarna Hitam.
Untuk Elemen Angin sendiri tidak bisa dilihat, namun dapat dirasakan dengan tingkat Kepadatan dan Kecepatan.
Sedangkan untuk Kasus Elemen Racun yang dimiliki oleh Ryu masih belum diketahui.
Selesai membaca Kitab Pertama, Ryu Kembali Membaca Kitab yang lain.
Didalam Kitab Qi yang dia baca, Ryu baru paham bahwa Qi dapat dilhat dengan Spiritual dimana Qi para Kultivator berbentuk Lingkaran.
Tingkat Pendekar, 1 sampai 10 Lingkaran.
Tingkat Petapa, 11 sampai 20 Lingkaran.
Tingkat Raja, 21 sampai 50 Lingkaran.
Tingkat Kaisar, 51 sampai 100 Lingkaran.
Tingkat Bumi, 101 Sampai 1000 Lingkaran.
Tingkat Langit, 1001 sampai 1Juta Lingkaran.
Tingkat Semesta, diatasnya 1 juta tak terbatas.
Ryu terlihat sedikit kesal mengapa Guru Erlong tidak mau mengajarimya secara langsung, yang menurut Ryu itu bagian yang sulit. Namun setelah melihat Lingkaran Qi milikya, Ryu kembali membuka Kitab yang ketiga.
" Sepertinya Guru Erlong tidak bisa membaca Kitab ini." Ryu merasa itu bukan ciptaan Manusia, Melainkan Ciptaan Dewa yang terlihat sudah usang.
KITAB AURA:
Didalam Kitab Aura dari Ciptaan Para Dewa itu menyebutkan bahwa Aura Pembunuh dapat dimanipulasi menjadi Aura Dewa agar tidak mempengaruhi Makhluk hidup bisa menjadi Orang jahat atau bahkan bisa mendapatkan Gangguan Jiwa pada Seseorang.
Aura Dewa itu sendiri dibagi menjadi Tujuh tingkatan :
__ADS_1
Aura Dewa Pendekar.
Aura Dewa Petapa.
Aura Dewa Raja.
Aura Dewa Kaisar.
Aura Dewa Bumi.
Aura Dewa Langit.
Aura Dewa Sementara.
Dalam kitab tersebut semua dijelaskan secara rinci baik bagaimana cara mengolah Aura Pembunuh menjadi Aura Dewa, maupun cara menggunakannya.
Setelah membaca Kitab tersebut sampai selesai, Ryu kembali melanjutkan membaca Kitab yang lain dari pemberian Guru Erlong hingga tidak ada lagi yang tersisa.
Sesaat dia berfikir untuk membaca Kitab Penciptaan yang diberikan oleh Naga Biru lalu membacanya dengan teliti.
Dari halaman ke Halaman masih belum ada yang menarik baginya karena hanya untuk semua jenis Siluman.
Namun pada Halaman terakhir Ryu merasa sangat tertarik dengan Teknik Pembentukan Tulang.
Dalam Teknik Pembentukan Tulang juga dibagi menjadi Tujuh Bagian yaitu:
Tulang Naga Pendekar.
Tulang Naga Petapa.
Tulang Naga Raja.
Tulang Naga Kaisar.
Tulang Naga Bumi.
6.Tulang Naga Langit.
Tulang Naga Semesta.
Lengkap dengan Cara mengaktifkannya.
Ryu yang terlihat sangat bersemangat, kembali membongkar melihat satu-persatu Kitab yang dia dapatkan dari Dunia Peri hingga dia melihat Kitab yang sudah Usang yang tertulis Kitab Jiwa Spiritual.
Jiwa Pendekar.
Jiwa Petapa.
Jiwa Raja.
Jiwa Kaisar.
Jiwa Bumi.
Jiwa Langit.
Jiwa Semesta.
" Haaahh... Aku rasa sudah cukup untuk hari ini." Ryu bangkit dari tempat duduknya lalu berjalan mendekati ketiga Istrinya sambil menguji Pengetahuan baru dia dapatkan.
Di tubuh Sheng Zhishu :
Aura Pembunuh Sangat Pekat.
Tulang Naga Pendekar
Jiwa Tingkat Kaisar.
Api Tingkat Raja.
Qi Tingkat Kaisar.
Di tubuh Xin Chie :
Aura Pembunuh sangat Pekat.
Tulang Naga Kaisar.
__ADS_1
Jiwa Tingkat Kaisar.
Api Tingkat Bumi.
Qi. Tingkat Kaisar.
Di tubuh Huli Yue:
Aura Pembunuh sangat Pekat
Tulang Naga Kaisar
Jiwa Tingkat Petapa.
Petir Tingkat Raja.
Qi Tingkat Kaisar
Sedangkan dirinya sendiri berada pada :
Aura Pembunuh Sangat Pekat.
Tulang Naga Kaisar
Jiwa Tingkat Kaisar
Petir Tingkat Langit.
Qi Tingkat Bumi.
Dari hal tersebut Ryu menyimpulkan jika Sheng Zhishu Kondisi fisiknya masih lemah namun kuat secara Spiritual sedangkan Huli Yue Kuat fisik namun lemah Spiritual.
Untuk dia sendiri bersama Xin Chie memiliki Kemampuan fisik dan Spiritual terbilang seimbang. Untuk itu dia ingin membuat Kodisi fisik dan Spiritual Sheng Zhishu dan Huli Yue terlihat seimbang.
Namun sebelumnya Ryu harus mengubah Aura Pembunuh menjadi Aura Dewa sebelum terlambat yang bisa mental mereka terganggu.
Dalam pembelajaran kali ini, Ryu berfikir mereka susah naik Level bukan karena Teknik yang mereka ajarkan, melainkan karena mental mereka sendiri yang memiliki Aura Pembunuh yang sangat Pekat.
Kali ini Ryu mengakui kesalahannya karena salah menafsirkan sesuatu karena keterbatasan Pengetahuan yang dia miliki.
" Haaahh... Seandainya aku punya Guru yang handal atau latar belakang Keluarga dari kalangan Kultivator apalagi yang namanya Darah spesial, mungkin aku tidak seperti ini." dari balik Wajah Ryu terlihat kesedihan.
Ryu merasa segala Perjuangan dan Kerja Kerasnya selama ini seperti kesia-siaan namun bukan berarti Dia harus menyerah, tetapi dia harus lebih bersemangat lagi karena Ilmu Pengetahuan memang sangatlah mahal dan tidak bisa didapatkan seperti membalik telapak tangan.
Dengan segera Ryu memberitahukan tentang Hal yang baru dia dapatkan. Ryu juga mengakui kesalahannya karena ketidak tahuannya membuat Harta Langit yang berharga tidak bisa dicerna dengan sempurna.
Xin Chie dan Huli Yue juga tidak pernah menyalahkannya, karena mereka juga belum tentu seperti Suami mereka.
Mereka berempat kembali menuju Istana untuk Mengolah Aura Pembunuh mereka menjadi Aura Dewa.
Setelah berjalan Satu Bulan, mereka Semua telah berhasil menghilangkan Aura Pembunuh dan mengubahnya masing-masing mencapai Aura Dewa Raja.
Ryu juga meminta Sheng Zhishu untuk fokus meningkatkan Kualitas Tulang Naga dan Huli Yue Fokus ke Jiwa Spiritualnya.
Di sela peningkatan Tulang Naga dan jiwa Spiritual,Xin Chie juga berusaha untuk membantu mereka dengan membuat Pil agar bisa membantu mereka untuk perkuat Tulang Sheng Zhishu dan menambah Spiritual Huli Yue.
Sedangkan Ryu berusaha membaca semua Kitab yang belum sempat dia baca sambil memberikan Arahan kepada Sheng Zhishu sesuai petunjuk dari Kitab tersebut Sambil meningkatkan Tulang Naga dan Jiwa Spiritual.
Dalam keseharian Ryu yang tiada henti membaca Kitab, Ryu juga sebuah cara untuk meningkatkan Elemen yaitu dengan menggunakan Inti Elemen sebagai dasar.
Setelah ada inti Elemen, maka mereka bisa menyerap Inti Roh Siluman sesuai dengan Elemen masing-masing.
......................
Tiga Bulan telah berlalu, mereka semua telah Berhasil menyetarakan Aura Dewa Raja, Tulang Naga Kaisar dan Jiwa Tingkat Kaisar.
Sedangkan untuk Elemen dan Tingkatan Qi mereka masih belum ada yang berubah.
Ryu pun meminta mereka agar tetap tinggal di Dunia Kecil mengingat Energi Alam pada Dunia Kecil sudah lumayan.
" Suamiku, Sumberdaya kita sudah Hampir Habis. Kuharap kamu bisa mencarinya jika ada waktu." Xin Chie memberi pesan mengingat sebelumnya mereka banyak membutuhkan Sumberdaya untuk Sheng Zhishu dan Huli Yue.
" Tenang saja, Aku akan mencarinya. Aku pamit dulu!" Ryu meninggalkan Dunia Kecil menuju kamarnya.
Saat Ryu sudah berada di kamarnya, kini terdengar suara orang yang sedang mengetuk pintu.
" Sebentar." Ryu bergegas membuka Pintu.
" Kenapa kamu lama? Saudara Ryu, Paktriak sedang menunggu kita." Cheung terlihat Gelisah.
" Maaf, aku sedang Berkultivasi. Jadi aku tidak mendengar." Ryu langsung keluar kamar.
Ryu dan Cheung langsung menuju ke Lapangan Sekte yang kini terlihat sudah banyak yang datang.
" Maaf Paktriak, aku terlambat" Ryu menundukkan kepala.
" Tidak masalah, kami juga baru kumpul" ucap Paktriak Shandian Shan.
Sesaat kemudian kini Guru Erlong dan satu Guru lain juga baru datang.
" Dengarkan semua para Murid, Tidak lama Lagi Pelindung Gunung Kuno akan terbuka. Jadi jangan kalian kehilangan kesempatan ini untuk mencari Sumberdaya Harta Langit dan jika beruntung kalian bisa menemukan inti Petir." ucap Shandian Shan.
" Baik Paktriak." Ucap para murid.
" Ingat, Gunung Kuno adalah tempat banyak Siluman yang Kuat. Jadi aku harap kalian jangan berpencar. Waktu kalian hanya Tujuh hari, Setelah itu Pelindung akan tertutup kembali. Guru Chexin tuntun mereka!" Shandian Shan memberi perintah.
" Baik Paktriak." Guru Chexin Langsung mengeluarkan Phoenix Kontrak miliknya.
Seketika semua Murid mengeluarkan Hewan Kontrak milik mereka masing-masing yang membuat Ryu tercengang.
" Saudara Ryu, Apa kamu memiliki Hewan Kontrak?" Cheung Mengeluarkan Harimau Kontak miliknya sambil melihat Ryu yang belum mengeluarkan Hewan Kontrak.
" Saudara kamu bisa ikut denganku. Nanti aku akan membantumu!" Yihua menawarkan diri sudah berada di atas Phoenix miliknya.
Mendengar ucapan tersebut Murid Wanita yang lain juga menawarkan diri Bahkan Shandian Rou juga menawarkan diri dengan Naga miliknya yang terlihat besar dari yang lain.
" Terimakasih atas tawarannya, aku juga punya!" Ryu langsung mengeluarkan Chaizu.
" Gggrrrrrr" Chaizu mengeluarkan sedikit Suara yang menandakan bahwa dialah yang terbaik.
" Apa? Harimau jenis apa itu?" Semua sangat Heran melihat Chaizu yang sangat besar dengan sisik dan Tanduk Naga dan bersayap seperti Kelelawar namun sangat Kuat.
" Menarik... Sepertinya Kamu bersama Hewan Kontrak milikmu sering melakukan Pembantaian." Guru Chexin melirik ke Arah Hewan Kontrak Ryu.
Tanpa menjawab apapun, Ryu langsung naik ke atas panggung Chaizu. Chexin pun langsung menuntun mereka ke arah Gunung Kuno.
Rombongan Murid Sekte yang terpilih langsung mengikuti Guru Chexin dari belakang baik berlari maupun terbang dengan hewan kontrak mereka masing-masing.
Banyak dari Murid beranggapan bahkan Guru Chexin pun menganggap Hewan Kontrak milik Ryu sudah sangat banyak menyerap inti Roh Siluman yang membuat perubahan besar dari bentuk Chaizu.
Mereka juga terlihat bersemangat mengingat Gunung Kuno adalah tempat paling cocok untuk menemukan Siluman yang memiliki Roh paling rendah Tingkat Suci dari berbagai Usia.
Setelah menempuh waktu Enam jam, terlihat di depan mata mereka sebuah pelindung dari Elemen Petir yang sangat kuat seakan menyambar siapapun yang memasuki wilayah tersebut.
Wilayah Gunung Kuno hanya bisa dimasuki Oleh Kultivator Petir Tingkat Raja keatas. Jika ada Kultivator Petir dibawah Tingkat Raja atau Kultivator dari Elemen lain yang masuk, maka dengan sekejap tubuhnya menjadi Gosong.
" Sekarang Masuklah! Buat pelindung dari Petir kalian masing-masing. Kalian harus berjalan sekitar 50 Meter untuk menghalau Petir ini." Guru Chexin memberi informasi " Dan untuk kalian berdua yang memiliki Petir Merah keatas, bisa memasuki bagian puncak Gunung ini. Tapi jangan terlalu memaksa, karena tidak ada yang mampu melewatinya sampai saat ini." Guru Chexin memandang ke arah Ryu dan Cheung.
Mendengar ucapan tersebut, Ryu terlihat bersemangat karena dia yakin bahwa di Puncak Gunung itu pasti menyimpan Harta yang sangat langka dan pasti sangat banyak.
Semua Murid pun langsung mengaktifkan Petir masing-masing untuk membuat Pelindung dan menuju ke arah Petir pembatas tersebut.
Seketika Petir Pelindung tersebut langsung menyambar siapapun yang ada disitu termasuk Ryu sendiri yang merasakan dampak tersebut.
Terdengar teriakan dari beberapa Murid yang mencoba menerobos dinding pembatas tersebut dengan keringat yang bercucuran.
Ada beberapa Murid yang sudah berjalan 10 Meter seakan tidak sanggup lagi menahan sambaran Petir hingga membuat mereka Pingsan dan terlempar kembali ke luar dinding pembatas.
Ryu melihat kejadian itu juga merasa ngeri berkeringat dingin.
__ADS_1