
Meskipun beberapa dari Ras Harimau mengetahui kelicikan Ras Ular dan Ras Serigala, namun mereka tidak cukup bukti untuk menuduh kedua Ras tersebut.
Karena itulah kedua orang tua Chaizu tidak bisa berbuat apa-apa dan memilih untuk meninggalkan Dunia Dongwu dengan bantuan kakek dari Ayah Chaizu untuk membuka portal dimensi ke Dunia Fana.
" Bagaimana aku bisa percaya kepadamu?" Chaizu seakan tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Harimau tersebut.
" Cucuku... Mungkin kamu tidak percaya dengan apa yang aku katakan, tapi ketahuilah bahwa di dalam darahmu ada mengalir darah Pangeran Mahkota Harimau Suci." Harimau tersebut mengeluarkan sebuah cahaya dari mulutnya lalu masuk ke kening Chaizu.
Saat cahaya itu masuk, Chaizu dapat merasakan serangkaian peristiwa yang dialami oleh kedua orang tuanya hingga membuatnya langsung bersedih.
Jiejia yang melihat hal tersebut merasa prihatin, meskipun dia tidak tau apa yang dirasakan oleh Suaminya itu.
" Cucuku... Lebih baik kamu pulang ke Dunia Dongwu untuk mengembalikan kehormatan Ras Harimau dan balas dendam kepada Kedua Ras yang berbuat licik kepada kedua orang tuamu." Ucap Harimau itu.
Mendengar ucapan tersebut Chaizu menatap ke arah Ryu seakan meminta persetujuan.
" Chaizu... Aku tidak akan melarangmu, bagaimanapun juga kamu memiliki anggota keluarga Harimau Awan. Jadikan seluruh musuhmu tunduk dibawah kakimu." Ryu mengetahui bagaimana rasanya kehilangan keluarga Klan.
Dia merasa bahwa dirinya dan Chaizu memiliki tujuan yang sama dimana harus membalaskan dendam demi nama baik anggota keluarga Klan.
" Terimakasih Tuan... Setelah pekerjaanku selesai, maka aku akan kembali bersama Tuan." Ucap Chaizu.
" Kamu tenang saja... Taklukkan Benua Dongwu, kita akan bertemu lagi di Benua Tiantang untuk menghancurkan Kekaisaran Langit." Ryu memantapkan hati Chaizu.
Mendengar ucapan dari Ryu, Harimau tersebut menatap ke arahnya seakan meminta penjelasan.
" Tenang saja Tuan... Aku harus menjadi Penguasa nomor satu di Dunia Dongwu dan membawa Ras Harimau Awan untuk bertarung disana." Chaizu terlihat bersemangat.
" Anak Muda... Apa kamu memiliki dendam Pribadi kepada Kaisar Langit?" Harimau tersebut bertanya kepada Ryu.
" Benar leluhur... " Ucap Ryu.
" Hhmmm... Ternyata kita memiliki tujuan yang sama. Kami memiliki dendam Pribadi kepada Kerajaan Naga Suci sebagai salah satu pendukung Kekaisaran Langit. Hanya saja mereka terlalu banyak dan sangat kuat." ucap leluhur Harimau.
" Tenang saja leluhur... Aku sudah merencanakan segala kemungkinan." Ryu meyakinkan leluhur Harimau tersebut.
__ADS_1
" Baiklah... Aku percaya padamu." Meskipun sedikit ragu, leluhur Harimau memilih untuk percaya kepada Ryu.
" Chaizu... Bawalah Cincin pemulihan ini! Aku harap akan berguna untuk Ras Harimau." Ryu memberikan sebuah Cincin pemulihan yang berisi berbagai jenis Senjata Roh tingkat langit, ratusan Armor Pelangi, ratusan Cincin pemulihan, Sumberdaya, ratusan Pil, dan tumpukan Harta langit.
Semua Senjata Roh, Armor dan Cincin pemulihan memang sengaja Ryu buat, dimana sebelumnya dia ingin memberikan kepada seluruh bawahannya.
Tapi sekarang Ryu harus memberikan semuanya kepada Chaizu, karena dia masih bisa membuatnya lagi.
" Terimakasih Tuan." Chaizu mengambil Cincin tersebut lalu menyimpannya di Cincin pemulihan miliknya.
" Sekarang pergilah! Anggap saja sebagai perintah dariku." Ucap Ryu.
" Anak Muda... Di dalam Formasi ini ada banyak tumpukan kristal. Kamu bisa ambil semuanya, anggap saja sebagai rasa terimakasih karena telah merawat Cucuku." Harimau tersebut membuka kembali pelindung transparan, hingga terlihat tumpukan kristal yang menggunung.
" Tuan." Jiejia menatap ke arah Ryu seakan meminta persetujuan untuk mengikuti Chaizu.
" Jiejia... Kamu boleh ikut bersama Suamimu." Ucap Ryu.
" Terimakasih Tuan." Jiejia terlihat senang.
Setelah itu leluhur Harimau menciptakan sebuah Teleportasi lalu membawa Chaizu dan Jiejia ke Dunia Dongwu dimana tempat tinggal Para Hewan Suci.
Setelah kepergian mereka, Ryu langsung mengambil semua tumpukan kristal tersebut hingga tidak ada yang tersisa lalu kembali keluar dari Hutan.
Saat berada di pinggir Hutan, Ryu duduk di balik pohon besar sambil menunggu kedatangan Sheng Zhishu dan yang lain.
Tidak berselang lama, Sheng Zhishu dan rombongannya terlihat menuju ke arah dimana Ryu berada.
Setelah mereka sampai, Ryu kemudian membawa mereka ke Dunia Quzhu tepat di daratan dimana tempat Istana yang dia ambil sebelumnya.
" Tuan... Tempat apa Ini? " tanya Guang Cheng.
" Ini adalah tempat baru kalian untuk tinggal. Di Istana ini ada dua lantai. Untuk Kultivator Pria, kalian bisa tinggal di lantai dasar dan untuk Kultivator wanita, kalian boleh tinggal di lantai dua." ucap Ryu.
Ryu dan semua Istrinya menunjuk kamar yang akan mereka tempatkan masing-masing.
__ADS_1
Hal itu tentu saja membuat mereka sangat senang ditambah lagi dengan aroma wangi dari Melati Emas, meskipun mereka tidak tau dari mana asal aroma wangi tersebut.
Ryu juga menerangkan bahwa Dunia tersebut adalah Dunia Quzhu, di tempat itu juga mereka bisa berlatih ataupun berburu Hewan Roh di tempat itu.
Setelah menjelaskan semua tentang Dunia Quzhu, Ryu membawa mereka ke Istana Emas tempat kediamannya bersama semua Istrinya.
Tidak lupa Ryu juga menunjukkan Ruang Sumberdaya yang bisa mereka ambil sepuasnya sesuai kebutuhan yang tentu dengan syarat harus Kultivator wanita saja yang bisa mengambil untuk mereka.
Itupun semua atas usulan dari Sheng Zhishu dan yang lain, karena tidak menginginkan Kultivator Pria bebas berkeliaran di wilayah mereka.
" Terimakasih tuan Muda... Tuan sangat mengagumkan. " Ucap Luan Hua.
" Mmm." Ryu mengangguk Kecil.
" Sekarang kalian Boleh Pergi! Berlatihlah dengan serius sebelum kita melakukan perjalanan. " Ucap Ryu
" Kami mohon pamit Tuan Muda Ryu " 15 Kultivator muda tersebut menuju kediaman baru mereka.
" Suamiku ternyata kau sangat pengertian. Apa karena keenam wanita cantik itu? " Tanya Xie Hua sedikit menyelidik.
" Hua'er... Kamu jangan berprasangka buruk. Aku membantu mereka, karena mereka sangat baik dan peduli sesama" Ucap Ryu.
" Gege... Sepertinya kesepuluh wanita itu sangat tertarik kepadamu. " Wang Mingjun menggoda Suaminya.
" Aku pikir dari kesepuluh itu hanya ada 6 wanita itu terlihat Cantik mampu menyamai kami." Bing Ruyue Juga ikut menggoda Suaminya.
" Sepertinya Luan Hua, Luan Quan, Luan Qian, Luan Qiang Luan Weily dan Wenlie terlihat sama-sama cantik. Gege... Aku harap kamu tidak menambah Istri lagi." Xie Hua dengan nada mengancam.
" Hah... Dengan 23 Istri saja aku selalu diberikan kesenangan setiap malam, untuk apa aku harus menambah Istri lagi?" Ryu menatap Keempat Istrinya tersebut penuh rasa sayang.
" Kami tidak percaya. Aku yakin Gege pasti akan menambah Istri lagi." Sheng Zhishu menatap tajam ke arah Ryu.
" Baiklah... Aku akan melakukan Sumpah Langit. Aku tidak akan menambah Istri lagi dan selalu setia kepada 23 Istriku." Ryu mengangkat tangan kanannya untuk mengikrarkan sumpah langit.
" Deeeg." Jantung Sheng Zhishu dan yang lain seakan terhenti.
__ADS_1
Mereka tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada Suami mereka.