
Hingga beberapa saat Dao Luo dan Prajuritnya berjalan mendekati Ryu meskipun belum benar-benar pulih.
" Tuan Ryu." Dao Luo mengisyaratkan sesuatu karena dia dapat merasakan ada lima sosok yang sedang berjalan mendekati mereka.
" Biarkan mereka kesini. Jika mereka berani macam-macam, aku tidak segan membunuh mereka." Ryu juga mengetahui hal itu begitupun dengan Istrinya.
Tidak lama kemudian terlihat lima sosok sedang berjalan mendekati mereka, dimana mereka semua memiliki pakaian serba hitam.
" Salam Tuan Pendekar, Nona Pendekar... Kami adalah utusan langsung dari Yang Mulia Kaisar." Salah satu sosok yang sudah mencapai Pendekar Langit tahap menengah dan juga sebagai pemimpin mereka.
Mereka beranggapan bahwa Ryu adalah pemimpin kelompok tersebut, sedangkan 22 wanita lain mereka menganggap pasukan elit.
Mereka juga menganggap bahwa Dao Luo berasal dari Prajurit dari keluarga Bangsawan, dari luar Kekaisaran Taiyang karena dapat dilihat dari pakaian yang mereka gunakan.
Suatu pemikiran yang terlintas di benak mereka, ada Bangsawan terbesar atau gabungan dari beberapa keluarga bangsawan yang berani membayar mereka dengan harga yang tinggi untuk menghantarkan Sekte Ular.
" Tuan Pendekar... Urusan kami sudah selesai, kami pamit undur diri." Dao Luo dapat memastikan apa yang ada dalam pemikiran kelima sosok tersebut berniat untuk pergi ke tempat yang aman.
" Mmm." Ryu mengangguk sepaham dengan tujuan Dao Luo.
" Senior... Apa tujuan kalian kesini?" Ryu menoleh ke arah sosok tersebut.
" Tuan Pendekar... Tujuan kami kesini untuk mengundang Tuan Pendekar dan Nona Pendekar ke Istana Kekaisaran Taiyang. Yang Mulia Kaisar pasti sangat senang dengan kedatangan kalian semua." Sosok tersebut berbicara dengan hati-hati agar tidak menimbulkan kecurigaan.
" Langsung saja! Apa yang kalian inginkan?" Ryu tidak ingin membuang waktu hanya untuk basa-basi.
' Gege... Kita turuti saja keinginan mereka! Jika mereka memiliki niat buruk, Kita hancurkan saja Istana Kekaisaran Taiyang.' Huli Yue mengirim pesan jiwa kepada Ryu.
" Kami hanya menjalankan tugas saja. Selebihnya biar Yang Mulia Kaisar yang menjelaskan." Ucap Pria tersebut.
" Baiklah... Tolong tuntun jalan kepada kami." Ryu memiliki rencana untuk membuat gempar seluruh Wilayah Kekaisaran Taiyang dengan menancapkan Bendera Kekaisaran Awan di tempat itu.
" Kekaisaran Awan?" kelima sosok tersebut sontak kaget tidak menyangka bahwa rumor tentang kekuatan Kekaisaran Awan ternyata benar.
Pihak Istana Kekaisaran Taiyang juga tidak lepas dari rumor tersebut dimana baik Pasukan Kekaisaran Awan ataupun beberapa Sekte yang ada di Kekaisaran Awan memiliki tingkat Kultivasi yang mengerikan.
Bahkan pihak Istana Kekaisaran Taiyang juga tidak ingin berurusan dengan Kekaisaran Awan sehingga mereka tidak ada satupun yang berani menginjakkan kaki di wilayah Kekaisaran Awan.
' Pantas saja semua Sekte Aliran Hitam tidak ada yang berani melebarkan sayap mereka di Kekaisaran Awan. Aku yakin mereka berasal dari Sekte terbesar di Kekaisaran Awan.' kelima sosok tersebut memiliki pemikiran yang sama.
__ADS_1
Meskipun Ryu telah melanggar aturan perbatasan, namun mereka tidak berani menyinggungnya karena mengingat akan kekuatan mereka.
Mengingat kembali bahwa pertarungan antar Sekte bukankah hak pihak Istana, maka kelima sosok tersebut menganggap hal itu adalah hal yang wajar untuk setiap Sekte dan yang penting tidak menggangu ketenangan warga biasa.
Disamping itu juga kedua Sekte yang baru Ryu hancurkan adalah Sekte yang sering melakukan penindasan terhadap warga biasa, tentu saja malah ? secara otomatis telah membantu pihak Istana Kekaisaran Taiyang.
Dengan penuh kehati-hatian kelima sosok tersebut membawa Ryu dan Istrinya menuju ke Istana Kekaisaran Taiyang.
*****
( Istana Kekaisaran Taiyang )
" Salam Yang Mulia Kaisar." Kelima sosok tersebut menundukkan kepala sambil mengisyaratkan kepada Ryu dan Istrinya agar memberi hormat.
Namun Ryu tidak menanggapi sedikit pun karena tidak pantas untuknya memberi hormat kepada sosok yang licik.
Semua mata tertuju kepada 22 wanita tersebut dengan tatapan penuh kekaguman bahkan Putra Mahkota dan saudaranya yang lain yang ada di tempat itu juga sangat tertarik kepada Istri Ryu.
Dari penilaian mereka, 22 wanita tersebut memiliki kecantikan Dewi-Dewi bahkan dari semua wanita yang pernah mereka temui masih belum mampu disandingkan dengan kecantikan Istri Ryu.
Seperti dugaan kelima sosok tersebut, Sang Kaisar juga tertarik kepada Istri Ryu agar menjadikan mereka sebagai Selirnya atau menantu Kaisar.
" Mmm." Sang Kaisar melambaikan tangan sambil menatap ke arah Ryu dan Istrinya dengan sedikit kesal karena tidak menghormatinya.
Kelima sosok itu langsung membisikkan sesuatu kepada Perdana Menteri hingga dia pun mengangguk seakan mengerti.
" Anak Muda... Kalau boleh tau siapa namamu?" Sang Kaisar menatap ke arah Ryu sambil menahan emosinya.
" Song Juan... Dan para wanita ini adalah Istriku." Ryu berkata dengan santai sambil meningkatkan kewaspadaan.
Begitupun dengan Sheng Zhishu dan yang lain, mereka juga langsung meningkatkan kewaspadaan.
Mendengar ucapan tersebut semua sontak kaget menatap tajam ke arah Ryu dengan niat membunuh agar 22 wanita tersebut muntlak menjadi menantu Kekaisaran Taiyang.
" Nona Pendekar.... Siapa nama kalian?" Tanya Sang Kaisar mencoba menahan amarahnya yang ingin membunuh Ryu.
" Kami tidak akan pernah memberikan nama kami tanpa seizin Suami kami." Sheng Zhishu mewakili yang lain untuk bersuara.
Mendengar ucapan dari Sheng Zhishu, Sang Kaisar langsung menoleh ke arah Perdana Menteri dengan memberikan sebuah isyarat.
__ADS_1
Mendapatkan isyarat tersebut Perdana Menteri menghela nafas lalu menoleh ke arah Ryu dan Istrinya.
" Nona Pendekar.... Yang Mulia Kaisar hanya bermaksud untuk menjadikan kalian sebagai Selir Yang Mulia Kaisar atau menjadi Selir Putra Mahkota dan kedua saudaranya." Perdana Menteri membuka suara mengetahui maksud Sang Kaisar.
Mendengar ucapan tersebut Sang Kaisar tersenyum lebar karena menganggap bahwa 22 wanita itu pasti akan menyetujuinya dan meninggalkan Ryu mengingat statusnya sebagai seorang Kaisar yang tentu memiliki pengaruh besar dan berkelimpahan harta.
Begitu juga dengan ketiga Putra Kaisar, mereka juga beranggapan bahwa salah satu dari 22 wanita itu pasti akan mau menjadi Selir mereka yang tentu akan mendapatkan kehidupan yang layak dan berkelimpahan harta.
" Nona... Menikahlah denganku, aku akan memberikan apapun yang kamu inginkan." Putra Mahkota yang tidak tau diri menatap ke arah Yinshi.
" Nona... Tinggalkan saja Pemuda itu dan menikahlah denganku. Aku akan memberimu Sumberdaya yang berlimpah." Putra Kaisar yang lain ikut bersuara sambil menatap ke arah Bing Ruyue.
" Ayah." Salah satu wanita memberi isyarat kepada Sang Kaisar yang tidak lain adalah Putri Mahkota.
Tujuan mereka adalah sama, jika mereka bisa mendapatkan Ryu dan Istrinya maka kekuasaan Kekaisaran Taiyang aku bertambah Kuat.
" Tuan Pendekar... Putriku sangat menyukaimu. Aku akan mendukungmu dan memberikan Sumberdaya yang berlimpah untuk meningkatkan Kultivasimu." Sang Kaisar mulai bermuka tebal memberi tawaran dengan iming-iming Sumberdaya.
" Nona... Menikahlah denganku, aku akan memberikan Sumberdaya yang berlimpah untuk meningkatkan Kultivasimu." Putra Kaisar yang lain ikut bersuara sambil menatap ke arah Sheng Zhishu.
Mendengar perkataan dari mereka, dalam hati Ryu dan Istrinya merasa geli dimana demi sebuah ambisi dan nafsu sampai menghilangkan harga diri mereka.
" Tuan Pendekar... Itu adalah kesempatan baik untukmu. Kamu akan menjadi Bangsawan besar di Kekaisaran Taiyang ini. Begitu juga dengan Nona Pendekar semuanya, kalian tidak perlu lagi hidup menderita dan bekerja keras untuk mendapatkan harta dan sumberdaya." Perdana menteri menganggap bahwa itu adalah tawaran yang menarik dimana mereka tidak perlu lagi hidup berkesusahan di luar sana.
" Duaarr." Sebuah sambaran Petir Hitam mengarah ke Perdana Menteri membuatnya menjadi kabut darah.
" Ada lagi yang ikut bersamanya?" Ryu yang masih terlihat santai menatap ke arah Perdana Menteri yang dimana anggota tubuhnya berserakan.
" Gluug." Sang Kaisar dan yang lain menelan ludah berkeringat dingin sambil menatap ke arah Ryu membayangkan bagaimana jadinya jika mereka berada di posisi Perdana Menteri yang sudah mencapai Pendekar Langit tahap awal mati hanya dalam satu kali serangan.
" Duaarr... Duaarr... Duaarr...Duaarr.... Duaarr..."
Kelima sosok yang membawa Ryu dan Istrinya sebelumnya juga menjadi kabut darah.
Melihat kejadian yang sangat mengerikan itu, Sang Kaisar dan semua yang ada di tempat tersebut terlihat ketakutan dengan tangan gemetar.
*****
Bagi Pembaca setia SANG DEWA AGUNG, sebentar lagi akan melakukan Petualangan Epik yang sesungguhnya. Harap bersabar. 😁😁😁
__ADS_1