
Di balik Awan terlihat dua sosok Naga lain yang dari kejauhan sedang memperhatikan Naga Putih yang memberikan tumpangan kepada Ryu dan kedua Istrinya
" Saudara, bukankah Naga itu dari Klan Rendahan itu?" Tanya Yun ley
" Benar. Sepertinya dia salah satu dari Pemimpin Klan Shan." ucap Yun Lao
" Dasar Rendahan, sepertinya mereka bergaul dengan Manusia." Ucap Yun Ley
" Ras Naga membebaskan mereka dari aturan karena mereka adalah Klan Buangan, jadi jangan terlalu dipikirkan. Yang penting kita harus menjaga Wilayah kita dari Ras Harimau dan Ras Phoenix. Kita Sebagai Klan Yun punya tanggung jawab besar Sebagai Ras tertinggi Klan Naga." Yun Lao terlihat tenang.
" Kamu benar. jika begitu kita lanjutkan untuk berpatroli " Yun Ley membawa mereka ke balik awan lain.
" Tuan, aku hanya bisa mengantar kalian disini saja! Aku tidak mau Klan kami akan dihukum jika terjadi keributan." ucap Naga Putih.
" Terimakasih sudah mengantar kami, Dangan berjalan 500 meter kami juga sampai " Ryu senyum Ramah.
" Terimalah Tuan, Ini adalah Simbol Klan kami. Jika Tuan butuh bantuan, tiuplah benda itu maka dalam hitungan detik, kami akan sampai." Naga Putih memberikan sebuah Batu berbentuk Kulit Kerang lalu menghilang dibalik Awan.
" Suamiku, apa mereka tidak memiliki Nama?" Tanya Huli Yue
" Mereka memiliki Nama. Hanya saja mereka memiliki Sumpah, maka mereka memanggil hanya dengan Gelar." Jawab Ryu.
" Oooo begitu " Huli Yue mengangguk mengerti.
" Lebih baik kita lanjutkan perjalanan ke Kota Wuhu sebelum melanjutkan ke Pelabuhan wilayah Kekaisaran Lotus Merah." Ryu membawa mereka menuju Gerbang Kota Wuhu.
Saat berada di Gerbang Kota, Ryu langsung memperlihatkan lencana milik Sekte Kuil Kebenaran mengingat dia tidak ingin kalau ada yang tau jika mereka dari Sekte Lembah Persik.
Dengan tanpa hambatan, mereka langsung masuk ke dalam kota dimana jalan menuju pelabuhan banyak melewati Kota termasuk bagian besar wilayah Kekaisaran Lotus Hitam dan Kekaisaran Lotus Merah.
Saat berada di keramaian Xin Chie dan Huli Yue seakan membicarakan sesuatu sambil berbisik satu sama lain.
" Ka Chie, apa kamu masih ada sisa Pil Pencegah kehamilan?" Bisik Huli Yue.
" Aku juga kehabisan stok. Bagaimana kalau kita cari di Toko Sumberdaya untuk membeli bahan?" Tanya Xin Chie pelan.
" Baik, Tapi jangan sampai ketahuan Suami kita." bisik Huli Yue.
" Mmmmm " Xin Chie mengangguk setuju.
" Aaahhh. Suamiku, kami berdua Adik Chie mau ke toko Pakaian sebentar." Xin Chie terlihat gugup.
" Silahkan! Nanti aku tunggu di Penginapan " Ryu tanpa menoleh terus berjalan.
" Mmmmmm" Xin Chie dan Huli Yue memisahkan diri berjalan ke arah lain.
Setelah berpisah dengan kedua Istrinya, Ryu sambil berfikir langkah apa yang akan dia lakukan tentang bagaimana cara mencari Darah Iblis dan Darah Dewa. Dalam pikirannya tersebut membuat dia tidak fokus melihat arah jalan yang terlihat banyak Prajurit sedang membuka jalan agar bisa dilewati oleh sosok yang ada dalam kereta.
Beberapa Prajurit yang melihatnya tidak mau memberikan jalan, membuat mereka jengkel langsung menyeret ke Pinggir.
" Maaf Prajurit, Aku tidak sengaja" Ryu tersadar akan kecerobohannya.
" Maaf? Apa kamu Bosan hidup." Beberapa Prajurit berniat langsung memukulnya
" Bboooom" Secara refleks tangan Ryu mengibaskan tangannya membuat Puluhan Prajurit terpental memuntahkan Darah.
" Prajurit, Tangkap dia!" Pemimpin Prajurit memerintahkan semua anak buahnya untuk menangkap Ryu.
Semua Prajurit langsung mengerumuni Ryu mencoba untuk menangkapnya, Ryu sendiri yang tidak ingin menyakiti mereka hanya terus menghindar agar tidak menimbulkan masalah besar.
Ryu yang mencoba untuk menjelaskan namun ucapannya selalu tidak diindahkan, bahkan para Prajurit semakin Ganas menyerang Ryu.
Terlihat Lima Sosok berpakaian Sekte dan Dua Sosok Berpakaian Seorang Jendral.
" Hentikan!" Suara Keras terdengar dari salah Satu yang berpakaian Jendral.
Mendengar Suara keras tersebut, seketika semua Prajurit terhenti dan Ryu pun langsung mencoba menjauhkan diri dari kepungan.
" Prajurit, apa yang terjadi? Dan siapa yang kalian serang? " Tanya Jendral Tengli.
__ADS_1
" Jenderal, Pemuda ini telah menyerang kami yang sedang mengawal Tuan Putri " Jawab Pemimpin Prajurit.
" Maaf Jendral, ini hanya salah paham " Ryu merasa keadaan kurang baik.
" Hhhmmmm" Jenderal Tengli menghentakkan kakinya langsung menyrang Ryu.
Ryu yang mendapat serangan tiba-tiba, mencoba untuk terus menghindar karena tidak ingin membuat masalah
Kelima Orang yang berpakaian Sekte terus melihat semua gerakan dar Ryu, mereka berasumsi bahwa Pemuda yang di depan mereka bukanlah Orang Sembarangan.
" Jenderal Kaibo Sepertinya Pemuda itu tidak ingin melawan, Lebih baik kita Bawa dia kesana untuk menjelaskan.Mengingat keberadaan Tuan Putri." Pria sepuh memberikan saran.
" Jenderal Tengli, Tolong hentikan!" Perintah Jenderal Kaibo mengingat Akan berbahaya jika Tuan Putri terus berada di tempat itu.
Putri Jin Shuang yang dari tadi melihat awal kejadian lebih memilih untuk diam, mengingat dirinya Seorang Putri tidak mungkin hanya untuk hal tersebut dia harus turun tangan.
" Anak muda, kami butuh penjelasanmu saat di Istana nanti" perintah Jenderal Kaibo.
" Maaf Jendral, Bukannya aku tidak mau tapi ini terlalu berlebihan. Aku sudah bilang bahwa ini hanya salah paham." Ryu merasa masalah tadi hal biasa.
Namun di pihak Istana itu wajib dicurigai, dan menganggap Ryu adalah Penyusup apalagi ditambah dengan ucapan Ryu yang tidak ingin membesarkan masalah akan menambah kecurigaan mereka padanya.
" Anak muda kamu harus ikut Kami, jika tidak kami akan mengambil tindakan." Kini Paktriak Anming yang bersuara.
Ryu berpikir sejenak, jika dia melawan maka banyak yang akan menjadi korban dengan terpaksa dia harus mengikuti mereka ke Istana.
" Prajurit, Rantai dia! " Perintah Jenderal Tengli merasa sangat Puas dan ingin sekali memukul Ryu sepuasnya.
" Baik " Beberapa Prajurit langsung merantai tangannya dengan wajah kegembiraan.
Mendapat perlakuan penghiaan tersebut Ryu sangat Marah sesaat mengeluarkan Aura Pembunuh namun dalam hitungan detik dia menarik kembali berusaha untuk menahan.
Mereka yang merasakan Aura Pembunuh itu sedikit ketakutan meskipun hanya sesaat Aura itu menghilang.
Saat sudah berada di Pengadilan Istana, Ryu dilontarkan dengan berbagai macam Pertanyaan yang membuat tidak tau harus Jawab apa, Karena sama sekali tidak ada hubungan dengannya.
" Aku sudah bilang berkal-kali Aku datang kesini untuk beristirahat selesai Perjalanan jauh. Apa itu Puas?" Ryu mulai tidak tahan.
" Lancang!" Salah satu Anggota Sekte Kuil Kebenaran langsung melancarkan Pukulan ke wajah Ryu.
" Anak Muda, dari mana kamu berasal dan dari man asal Sekte mu? " Kaisar Jin Jierui berasumsi kalau Pemuda di depan mereka.
Dengan terpaksa Ryu harus memberitahukan Asal Sekte nya agar tidak berlarut-larut seperti itu.
" Yang Mulia, aku berasal dari Sekte Lembah Persik " Ryu menyerah dengan identitasnya.
" Berani sekali kamu menyebut dirimu dari Sekte Lembah Persik " Jendral Tengli Sangat marah langsung memukul Ryu hingga berkali-kali sekaligus melampiaskan kekesalannya saat bertarung dengan Ryu sebelumnya.
Kaisar Jin Jierui, Putri Jin Shuang, Paktriak Anming dan beberapa Tetua serta Jendral Kaibo hanya diam menyaksikan itu.
"Jika kalian tidak Percaya, Ambilah!" Dengan tangan masih dirantai Ryu melempar Lencana Gelarnya di Sekte Lembah Persik.
" Tetua Agung" Semua yang ada di tempat itu sangat kaget.
" Yang Mulia, Mohon jangan Percaya dengan Pemuda ini. Bagaimana mungkin dengan usia Semuda itu bisa disebut Tetua Agung" Jenderal Tengli menutupi ketakutannya.
Mendengar ucapan tersebut memang ada benarnya, mereka langsung beranggapan bahwa Ryu ingin menipu mereka.
Para Tetua yang merasa tertipu langsung menyerang Ryu dengan membabi-buta ditambah lagi dengan Jenderal Tengli yang sudah buta Hatinya akibat marah yang berlebih-lebihan membuat Ryu Terpental memuntahkan Darah.
Paktriak Anming dan Jenderal Kaibo yang menyaksikan hal itu hanya menggelengkan yang menurut mereka sudah berlebihan.
Putri Jin Shuang yang melihat itu meminta ayahnya untuk menyudahi aksi yang sudah keterlaluan tidak menyangka hal yang menurutnya sepele namun berujung tragis.
" Jadi begini Sikap Kekaisaran yang selama ini aku lindungi selama ini? Ternyata banyak menyimpan Kesombongan dan sangat Naif" Ryu kembali Bangkit dengan Aura pembunuh yang sangat kuat.
" Aura ini?" Semua yang ada di Ruangan berkeringat dingin.
Kini ada beberapa orang Yang masuk ke Ruangan tersebut yang salah satu dari mereka adalah Kedua Istri Ryu, Tetua Shen dan Para Tetua lain dari Sekte Lembah Persik serta Menteri dan Para Penasehat Kekaisaran.
__ADS_1
" Suamiku" Xin Chie dan Huli Yue berlari ke arah Ryu.
" Tetua Agung" Para Tetua memberi hormat sambil menatap tajam kearah semua yang ada di Ruangan tersebut.
Menteri dan Para Penasihat melihat kejadian seperti terjadi pertikaian kini merasakan ada hal yang tidak beres membayangkan Hasil Rapat yang mereka jalankan seakan melayang.
" Suamiku, Siapa yang melakukan ini?" Xin Chie dan Huli Yue melepaskan Rantai di tangan Suami mereka.
" Tetua Agung, siapa yang melakukan ini?" Jianheng, Jianying dan Tianba Melepaskan Aura pembunuh mereka Masing-masing seakan tidak memperdulikan keberadaan mereka.
Dong Shen yang juga sangat marah berusaha menenangkan diri agar tidak terpancing berusaha untuk menenangkan para Tetua yang lain.
Ryu yang paham akan hal itu juga tidak ingin membuat masalah namun kini dia memiliki cara lain lalu menatap ke arah kedua Istrinya dengan senyum lembut.
Sementara dari sisi Kaisar Jin Jierui dan Paktriak Anming kini tidak tau apa yang harus mereka lakukan, mengingat itu kesalahan mereka sendiri karena telah membiarkan bawahan mereka berbuat hal semena-mena kepada Tetua Agung dari Sekte Lembah Persik yang selama ini banyak memberikan Kontribusi untuk Kekaisaran.
Dalam Hati mereka juga mengutuk keras dan menghukum bawahan mereka sekeras mungkin.
Di sisi lain Putri Jin Shuang yang awalnya ingin membantu, kini mengurungkan niat karena dengan adanya 2 Sosok Wanita dan Para Tetua Sekte Lembah Persik.
" Para Tetua. Ini hanya kesalah pahaman." Ryu senyum ramah.
Mendengar ucapan itu, Para tetua Sekte Lembah Persik mengembalikan Aura pembunuh mereka meskipun mereka tidak yakin bahwa hanya masalah biasa.
Ryu juga sudah mengukur kemampuan mereka yang menurutnya hanya Paktriak Anming yang bisa membuatnya Kewalahan jika bertarung. Karena tujuannya tidak mencari permusuhan maka hal itu dia urungkan ditambah lagi sudah pasti Wilayah Istana rusak total.
" Maaf Yang Mulai Kaisar, Paktriak Anming, Untuk sementara kita tidak Perjanjian kerjasama kita." Dong Shen mengambil keputusan yang menurutnya tepat. Meskipun dia tidak tau hal sebenarnya, namun mereka sudah melakukan hal yang buruk kepada Ryu.
Mendengar ucapan itu Kaisar Jin Jierui dengan wajah murung menatap tajam ke arah Jenderal Tengli, Sedangkan Paktriak Anming menatap Tajam kepada empat Tetua dengan penuh arti.
" Suamiku, ayo kita Keluar dari sini!" Xin Chie dan Huli Yue memegang tangan Ryu.
" Paktriak, sampaikan pada Saudari Ling Hua. Maaf aku tidak bisa datang." Ryu melempar Lencana yang pernah diberikan Ling Hua.
'Jadi..'Anming memegang Lencana itu dengan Kuat langsung menatap ke Empat Tetua dengan tajam.
Ryu dan Kedua Istrinya langsung keluar Istana yang juga diikuti Para tetua untuk mengawal sekaligus ingin bersama Ryu untuk beberapa saat.
Tanpa kata-kata Paktriak Anming menundukkan kepala kepada Kaisar lalu menggalakkan tempat tersebut diikuti Para Tetua yang kini juga terlihat ketakutan.
Perdana Menteri dan para penasihat kini terlihat murung, dimana hal yang selama ini ingin menambah Kekuatan Kekaisaran malah terhenti begitu saja sambil menatap Kaisar seakan meminta penjelasan.
" Jenderal Kaibo, Penjarakan Jenderal Tengli! Suruh Penjaga untuk memberi Cambuk Seribu kali selama Satu Minggu " Perintah Kaisar Jin Jierui yang dari tadi menahan Amarahnya.
" Baik Yang Mulai Kaisar " Jenderal Kaibo langsung menahan Jenderal Tengli yang juga tertunduk pasrah.
" Ayah..." Putri Jin Shuang terlihat Gelisah.
" Ini semua ulahmu juga. Mengapa masalah sepele seperti ini tidak bisa kamu selesaikan saat diluar istana "
Melihat Kaisar Jin Jierui sedang marah, Perdana Menteri dan Para Penasihat memilih untuk kembali ke Ruang kerja masing-masing menunggu Amarah Kaisar mereda.
" Ayah, Aku minta maaf " Putri Jin Shuang juga merasa bersalah.
" Haaahh... Kamu pikir hal ini sangat sederhana? Jika Kekaisaran Lotus Hitam tau hal ini, maka Tamatlah Kekaisaran Lotus Putih." Kaisar Jin Jierui sudah tau jika itu terjadi maka kekuatan Kekaisaran Hilang Separuh mengingat Sekte Lembah Persik banyak Pendukung dari Sekte Sedang hingga Sekte Kecil yang rata-rata memiliki Kualitas anggota yang baik.
" Ayah, apa yang harus kita lakukan?" tanya Putri Jin Shuang.
" Hanya Satu cara. Sepertinya kamu tidak kalah Cantik dari kedua Istrinya, Kuharap kamu mengambil keputusan yang tepat." Kaisar Jin Jierui memberi Isyarat lalu meninggalkan Ruangan kerjanya.
Putri Jin Shuang yang mendengar ucapan itu sejenak mematung membayangkan Wajah dari Pemuda tersebut yang menurutnya sangat Tampan dan Gagah, namun saat memikirkan Kedua Istrinya wajah Jin Shuang kembali terlihat masam.
Setelah berpikir cukup lama, terlihat wajah senang dari Putri Jin Shuang merasa tawaran itu tidak buruk bahkan tawaran yang menyenangkan.
" Jadi Istri ketiga pun tidak Masalah" Puteri Jin Shuang Melompat kecil seperti Anak yang senang saat mendapat hadiah menuju Kamarnya.
Para penasihat yang tanpa sengaja melihat kejadian tersebut merasa bahwa ada sisi lain dari Putri Jin Shuang yang membuatnya tidak seperti biasa.
Di tempat lain, Ryu dan kedua Istrinya serta Empat Tetua sedang berbincang kecil.
__ADS_1