
" Tidak lama lagi mereka akan kawin. Biar aku yang mempercepat prosesnya." Yuwang menciptakan Formasi ruang waktu di tempat tersebut.
" Dengan kondisiku sekarang, aku bisa mempercepat ruang waktu di Dunia Quzhu ini. Apa kalian membutuhkannya?" Ryu bertanya kepada Istrinya.
" Itu lebih bagus. Gege bisa membantuku untuk menyempurnakan tubuh Dewi Emas Suci. Biar aku bisa menyusul yang lain." Zhang Qixuan yang baru saja keluar dari latihan tertutup, tidak ingin ketinggalan jauh dari Sheng Zhishu dan yang lain untuk menyempurnakan tubuh Dewi Emas Suci.
" Baiklah... Aku akan menciptakan waktu di tempat ini seratus kali lebih cepat dari waktu yang sebenarnya." Ryu memusatkan fikirannya hingga beberapa saat terlihat sebuah cahaya keluar dari telapak tangan Ryu menuju ke atas langit.
" Gege... Aku butuh bantuanmu untuk menyempurnakan Pil Jiwa." Xin Chie menatap ke arah Ryu lalu menoleh ke arah Sheng Zhishu.
Mendapatkan isyarat tersebut Sheng Zhishu langsung mengeluarkan tubuh Ling Xianzi dimana terlihat sedang membeku di dalam balok Es.
" Traaang." Yunjiang memecahkan balok Es tersebut hingga pecah dan terlihat Ling Xianzi tersungkur di tanah.
" Uhuuk." Ling Xianzi batuk darah sambil memegang bagian dadanya.
Melihat hal itu, Ryu merasa kasian kepada Ling Xianzi dimana dia seperti dikubur hidup-hidup di balok Es.
" Gege." Ling Xianzi menatap ke arah Ryu dengan mata berkaca-kaca terlihat sebuah penyesalan dalam hatinya.
" Ling Xianzi.. Hari ini juga kamu akan mati." Huli Yue menatap tajam ke arah Ling Xianzi.
" Gege... Aku minta maaf. Aku mengaku salah." Ling Xianzi berlutut di hadapan Ryu tanpa memperdulikan tatapan Istri Ryu yang lain.
" Kamu telah memilih jalanmu sendiri. Aku tidak bisa memaafkanmu. Karena ulahmu, banyak Prajurit Kekaisaran Awan yang mati di dalam medan pertempuran." Ryu menempel jari telunjuk di kening Ling Xianzi, lalu menarik jiwa Ling Xianzi ke sebuah bola kristal.
Seketika Ling Xianzi sudah tidak bernyawa lagi hingga beberapa saat tubuhnya menyatu dengan tanah.
Ryu memang tidak tega melihat hal itu, namun karena ulah Ling Xianzi, hampir saja membuat Istrinya yang lain terbunuh.
" Chie'er... Apa ini yang kamu butuhkan?" Ryu memperlihatkan bola kristal yang berisi jiwa Ling Xianzi.
" Mmm... Dengan begini, aku bisa menciptakan Pil Jiwa untuk kita. Jadi kita akan selamanya hidup Abadi." Xin Chie mengambil bola kristal tersebut dari tangan Ryu.
" Untuk membuat Pil Jiwa, kita harus mencari Bunga Roh, Ginseng Darah, Jamur Iblis, dan Inti Roh Paus yang sudah berusia jutaan tahun." Ryu menggelengkan kepala karena semua bahan tersebut sangat sulit untuk ditemukan.
" Kalau Akar Jiwa Langit dan yang lain, semua sudah tersedia disini." Lanjut Ryu.
__ADS_1
" Tidak masalah Gege... Kami sudah menemukan Jamur Iblis dari Cincin Ruang hasil jarahan kita di Sekte Burung Hantu. Sisanya kita bisa cari!" Ucap Xin Chie.
" Bukankah sebentar lagi kita akan menghancurkan Sekte Ular? Sekte itu sudah berdiri sejak jutaan tahun yang lalu. Aku rasa mereka sudah banyak koleksi Sumberdaya." Ucap Bing Ruyue.
" Semoga saja kita bisa mendapatkannya. Xuan'er... Kamu memiliki Seruling Dewi Kematian dan Kecapi Dewi Bulan. Jika kamu menyerap kedua Pusaka langit itu, maka kekuatan Dewi Kematian dan Dewi Bulan akan menyatu padamu." Ryu menatap Zhang Qixuan.
" Dari mana Gege tau?" Zhang Qixuan mengerutkan kening karena selama ini dia tidak pernah menceritakan hal tersebut kepada siapapun.
" Aku sudah mengetahui hal itu. Biarkan Dewi Bulan kembali ke Dunianya dan Dewi Kematian bisa bereinkarnasi lagi. Jika Dewi Kematian sudah bereinkarnasi tanpa kekuatanya, maka Dewi Bulan secara otomatis akan pergi ke Dunianya." Ryu menunjuk ke arah langit dimana terlihat Bulan mulai muncul dari timur.
" Tapi bagaimana caranya?" Zhang Qixuan kebingungan karena menyerap Pusaka langit bukan hal yang mudah.
" Kamu pasti bisa!" Ryu menyentuh kening Zhang Qixuan hingga dia dapat merasakan bagaimana cara untuk menyerap kedua Pusaka langit itu.
" Terimakasih Gege." Zhang Qixuan terlihat senang.
" Sebagai gantinya, aku akan memberikan Pusaka langit yang baru. Sepertinya Trisula ini sangat cocok untukmu, karena kamu memiliki elemen Angin, Air, Cahaya dan Kegelapan berkat gabungan kekuatan Dewi Kematian dan Dewi Bulan. Jika kamu melatihnya, mungkin kamu lebih kuat dari Xie Hua." Ryu memberikan Trisula kepada Zhang Qixuan yang pernah diberikan oleh Naga Biru saat berada di Dunia Fana.
" Ini... Terimakasih Gege." Zhang Qixuan merasakan tubuhnya bergetar saat menyentuh Trisula tersebut yang menandakan sebuah kecocokan, lalu menyimpan Trisula itu ke Cincin pemulihan miliknya.
" Sepertinya hari sudah malam. Lebih baik kita istirahat." Ryu mulai melangkahkan kakinya.
" Haaahh... Aku tidak yakin Xuan'xuan mampu. Aku akan membantunya." Xie Hua melesat cepat menyusul Ryu dan Zhang Qixuan.
" Aku juga ikut." Yuwang tidak mau kalah langsung menyusul mereka.
" Chie'chie... Apa masih ada Pil itu?" Tanya Wang Mingjun.
" Masih banyak." Jawab Xin Chie singkat.
" Kalau begitu, apa yang kita tunggu? Mumpung Gege masih ada disini." Nan Sian memberi isyarat kepada yang lain untuk ikut berpartisipasi.
" Mmm." mereka mengangguk lalu masuk ke dalam Istana Emas.
Zhang Qixuan Kultivator Air, Angin, Cahaya + Kegelapan. ( Memiliki kekuatan Dewi Kematian dan Dewi Bulan )
__ADS_1
*****
Dua hari kemudian, Ryu sudah keluar dari Dunia Quzhu langsung menuju ke lapangan balai desa, dimana terlihat sudah banyak yang berkumpul.
Ryu yang sudah berkumpul di tempat itu langsung masuk ke dalam barisan untuk mengantri agar bisa diperiksa dari tingkat Kultivasi.
Seperti dugaan Ryu, ternyata Sekte Ular hanya merekrut calon murid yang sudah mencapai Pendekar Bumi.
Sedangkan bagi yang masih berada di bawah Pendekar Bumi tahap awal, mereka langsung di diskualifikasi.
Satu-persatu mereka telah diperiksa oleh petugas yang ditentukan, kini giliran Ryu untuk maju kedepan agar bisa diperiksa tingkat Kultivasinya.
" Pendekar Bumi Tahap Awal." Petugas berbisik kepada petugas yang mencatat.
' Cara seleksi yang unik.' Ryu membatin sambil memeriksa tingkat Kultivasi petugas yang ada di tempat itu, dimana semua sudah mencapai Pendekar Bumi tahap menengah.
" Berikutnya." ucap petugas yang memeriksa.
" Junior... Mana surat rekomendasi milikmu?" Tanya petugas yang mencatat kepada Ryu.
" Ini Senior." Ryu memberikan sebuah kertas yang diberikan oleh Kepala Desa sebelumnya.
Petugas yang membaca lembaran kertas tersebut sontak kaget lalu menatap ke arah Ryu seakan tidak percaya.
' Pemuda ini... Apakah dia dari kalangan bangsawan? Tapi kenapa disini tercatat kelahiran di desa ini. Haaah... Yang penting dapat harta yang banyak.' Petugas dapat memperkirakan bahwa Pemuda yang di depannya sekarang pasti sudah memberikan Batu Roh yang banyak kepada Kepala Desa.
" Silahkan tunggu disana Junior! Kamu bisa langsung menemui Tetua Lang disana." Petugas berbisik kepada Ryu sambil menunjuk ke salah satu sosok yang berdiri di belakang mereka.
" Baik Senior." Ryu mengambil kertas itu kembali lalu menuju ke arah sosok yang petugas panggil dengan sebutan Tetua Lang.
Setelah berada di samping Tetua Lang, Ryu langsung menunjukkan surat tersebut hingga sosok tersebut mengerutkan kening sambil memperhatikan Ryu mulai dari atas sampai bawah.
' Masih Pendekar Bumi tahap awal? bagaimana bisa menjadi murid inti. Seharusnya mencapai Pendekar Bumi tahap akhir dulu. Hhmmm... Jika Pemuda ini memiliki latar belakang bangsawan, itu lebih bagus. Aku bisa menguras hartanya. Lagi pula aku juga mendapatkan bagian dari Kepala Desa.' Mu Lang membatin seraya tersenyum penuh makna.
" Juan'er... Kamu serahkan saja padaku! Dengan harta yang kamu miliki, kamu akan menjadi Primadona di Sekte Ular." Mu Lang memberi sebuah Isyarat kepada Ryu.
' Ternyata hanya Harta yang ada di otak mereka. Tidak masalah... Hari ini aku akan menabur, besok lusa aku akan menuai hasil yang lebih banyak lagi.' Ryu mengeluarkan 5000 Batu Roh dari Cincin pemulihan miliknya.
__ADS_1
" Tetua Lang... Ini hartaku yang terakhir. Jika aku tau, maka aku akan membawa lebih banyak Batu Roh dan kota Kurok." Ryu memberikan Batu Roh tersebut kepada Mu Lang, menyembunyikan harta yang sebenarnya karena takut akan menjadi bahan perhatian.
' Ternyata benar. Pemuda ini sudah sukses di Kurok. Aku yakin Pemuda ini masih banyak menyimpan Harta jika dia kembali ke Kurok.' Mu Lang mengira bahwa Ryu menantu dari Bangsawan, karena wajahnya yang tampan tentu saja bisa mendapatkan Istri dari Putri Bangsawan.