
' Gelombang Air Penghapus Daratan.'
Li Jilan, dan Ling Queqi menciptakan elemen Air seakan melahap apapun yang mereka lewati.
' Badai Salju.'
Yunjiang, Zhao Luyi, Zhao Liying dan Bing Ruyue menjatuhkan butiran salju membuat Prajurit pihak lawan yang berbeda di wilayah serangan menjadi patung manusia.
Semua Istri Ryu memang sengaja tidak menggunakan Teknik terbaik yang mereka miliki, karena hal itu terlalu berbahaya dan mengundang perhatian.
Meskipun Teknik yang mereka gunakan masih rendah, namun tetap saja terlihat sangat mengerikan karena elemen yang mereka miliki sangatlah kuat.
Ryu dan Istrinya yang kini sudah berdiri di antara lautan Pasukan, namun tidak ada yang berani mendekati mereka akibat keganasan teknik yang mereka gunakan.
Dari Jauh Sang Jenderal Besar menatap 24 sosok tersebut merasa sangat senang. Para Prajurit yang awalnya terpojok kini berbalik telah berada di atas angin.
"Prajurit Bunuh mereka semua! " Seru para Jenderal kepada bawahannya.
" Hidup Yang Mulia Kaisar... Hidup Monster tampan. " Seru Para Prajurit saling menyemangati satu sama lain.
Para Pendekar yang sebelumnya mengikuti Ryu, kini bergabung dengan Kultivator yang lain di sisi kanan Prajurit Kekaisaran melawan musuh saling bahu-membahu.
"Paktriak Guo, Paktriak Heng, Guai Wu... Siapa pemuda itu dan 23 wanita itu?" Tanya Pangeran Shandian Hei merasakan ketakutan.
" Aku tidak tau Pangeran.... Tapi sepertinya mereka bukan orang biasa, bahkan Pemuda itu memiliki kekuatan Sangat mengerikan" Kedua Patriak itu bergindik ngeri melihat serangan dari Ryu yang sangat mematikan bahkan sangat cepat.
Kedua Patriak harus berpikir dua kali untuk berhadapan dengan Ryu. Mereka berfikir bahwa mereka berdua akan mati dengan Satu kali serangan saja jika berhadapan dengan sosok Pemuda tersebut.
" Biar aku yang membereskannya. Tidak aku sangka bisa bertemu orang yang kuat di Kekaisaran Petir ini. " Guai wu senyum lebar.
" Wuush." Guai Wu melesat menuju ke arah Ryu yang tengah sibuk menyerang pihak lawan.
" Bboooom " kedua tangan mereka bertemu menimbulkan tekanan yang sangat kuat.
'Pukulan Penghancur Gunung'
" Bboooom" Serangan dari Guai Wu membuat Ryu terpental namun tidak mendapatkan luka apapun.
" Apan Bagaimana mungkin? " Gumam Guai Wu saat melihat Ryu masih baik-baik saja.
__ADS_1
'Pukulan Dewa Petir'
" Duaarr... Duaarr... Duaarr.. Bbbzzzttt." Petir dengan liar menyerang tubuh Ryu.
Merasakan serangan Petir itu, Ryu hanya tersenyum merasakan tubuhnya malah bertambah bertenaga.
'Jadi ini kekuatan dari Inti Petir yang sesungguhnya.' Ryu membatin karena semakin bertambah kuat fisiknya maka Elemen yang dia miliki juga menunjukkan kemampuan yang sebenarnya.
Di sisi musuh malah sangat kaget. Bagaimana mungkin serangan Petir yang sangat ganas tidak bisa melumpuhkan lawannya bahkan tidak mampu membuat lecet sekalipun.
Melihat kejadian tersebut, Patriak Guo dan Patriak Heng merasakan firasat buruk, perlahan mundur ke belakang lalu melarikan diri dan meninggalkan Pangeran Seorang diri.
" Haaahh... Akan aku kembalikan Petir milikmu! " Ucap Ryu.
" Duaarr. " Sebuah petir menyambar tubuh Guai Wu membuatnya memuntahkan darah segar.
" Aaarrrggghhhh" Guai Wu meringis kesakitan merasa tidak percaya dengan apa yang dia alami.
" Bagaimana mungkin Pendekar Bumi Bisa melumpuhkan ku seperti ini" Guai Wu bergumam sambil menatap ke arah Ryu berkeringat dingin karena dia mengira bahwa Ryu masih mencapai Pendekar Bumi tahap awal.
" Aha... Sepertinya aku ingin mencoba elemen Api yang aku miliki." Ryu seringai jahatnya menatap ke arah Guai Wu dan ingin menyerap energi kehidupan dari sosok tersebut m
" Aaarrrggghhhh " Guai wu merasakan kekuatan jiwanya tersedot secara dan menarik energi kehidupan miliknya dengan sakit yang luar biasa.
Tidak lama kemudian tubuh Guai Wu yang awalnya terlihat gagah perkasa, kini terlihat kering melah seperti kulit membalut tulang tertunduk lesu tanpa tenaga.
" Sepertinya kau terlihat menyedihkan. Bagaimana Monster Harimau Suci terlihat seperti Kucing kelaparan." Ryu melihat ke arah Istrinya yang juga telah menyelesaikan pertempurannya.
Kini suasana pertempuran telah usai, dan Jendral Besar juga telah berhasil menangkap Pangeran Shandian Hei.
Para Kultivator Muda yang ikut dengan Ryu sebelumnya, kini berjalan mendekati Ryu beserta Tetua dan Murid Sekte Gunung Suci.
" Salam Monster tampan " sapa Tetua Bai dan Tetua Wu.
Mendengar ucapan tersebut Ryu langsung memasang wajah masam karena niatnya ingin menggoda Istrinya dengan sebutan tersebut, kini orang lain juga ikut memanggil dengan nama itu.
" Monster tampan?" Gumam para Kultivator yang lain sedikit kaget dengan julukan tersebut.
Tapi setelah mereka menyelidiki sosok yang disebut Monster tampan, mereka pun setuju Dengan julukan tersebut karena dibalik kekuatan yang mengerikan, Pemuda itu terlihat sangat tampan.
__ADS_1
Para Kultivator itupun berpikir, Ryu sangat layak menjadi menantu Kekaisaran Petir bahkan siapapun yang Pemuda itu pilih sebagai Istrinya pasti tidak akan menolak.
Bahkan jika Kaisar Shandian Bai menolak Monster tampan sebagai menantunya, dapat dipastikan semua warga Kekaisaran Petir akan mengutuk keras Sang Kaisar.
Namun setelah melihat kedekatan Ryu bersama 23 wanita yang bersamanya. Semua yang ada di tempat itu berpikir bahwa Ryu memiliki hubungan khusus kepada 23 wanita itu.
Dengan kata lain semua orang tidak ada yang berani menatap ke arah 23 wanita itu dengan tatapan liar, karena tidak ingin menanggung resiko.
" Ah... Ternyata kalian disini juga. " Ryu senyum tipis, bahwa beberapa orang yang ada di tempat itu adalah sosok yang pernah dia tolong saat melawan Kucing Bulan.
" Sebagai tempat tanah kelahiran kami, itu wajib untuk kami bela. " Jawab tetua Wu terlihat senang karena Ryu juga ikut membantu.
" Salam Monster tampan. " Para Kultivator tersebut memberi hormat.
" Aaahhh... Kalian tidak perlu memanggilku seperti itu, karena panggilan itu hanya untuk Istriku saja. Cukup saja memanggilku dengan nama Ryu." Ryu menyikapi hal itu dengan memperkenalkan dirinya.
Semua yang mendengar ucapan dari Ryu. kini terdiam sejenak. Mereka pun tidak ada lagi yang berani memanggil dengan nama itu, karena sebutan tersebut hanya untuk orang terdekatnya saja.
Jendral Zheng Lie yang sudah mengurus semua Prajuritnya yang terluka kini juga menghampiri Ryu.
" Tuan Pendekar, Tetua Sekte Gunung Suci dan Para Murid, serta Kultivator yang lainnya... Pihak Kekaisaran mengundang kalian semua ke Istana. Itu adalah Permohonan langsung dan sebagai Ucapan terimakasih pihak Istana untuk kalian semuanya. " Jenderal menunduk penuh hormat.
" Baiklah kami akan kesana. " Ryu menoleh sosok keriput di belakangnya.
" Tuan Pendekar, Siapa dia? " tanya Jenderal Zheng lie.
" Jendral Zheng lie... dia adalah ' Monster Harimau Suci ' yang berubah kucing kurus sedang kelaparan. " Ucap Ryu dengan nada datar.
" Monster Harimau Suci?" Gumam semua orang yang berada di tempat itu, seakan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
" Benar..." Jawab Ryu.
Mereka seakan tidak percaya bahwa Monster Harimau Suci yang sangat kejam kini terlihat dengan tubuh mengering.
" Gluug." mereka semua menelan ludah memandang bahwa Ryu lah Monster Sesungguhnya.
" Prajurit bawa pria ini ke penjara bawah tanah anah. " ucap Jendral Zheng Lie sambil menoleh ke arah Prajurit.
" Baik Jenderal Besar."Dua Prajurit mengangguk lalu mengangkat tubuh yang sudah tidak berdaya tersebut.
__ADS_1
" Mari... Kita ke Istana Kaisar! " Jendral Zheng Lie membawa rombongan tersebut menuju Istana.