SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
CH 87. KULTIVASI GANDA


__ADS_3

Hal itu tentu saja membuat mereka Khawatir mengingat Song Guang selalu keluar ataupun bermain dengan Istri dan selirnya.


" Haaahh... Belum satu masalah terpecahkan datang lagi masalah lain." Raja Song Son langsung menuju ke Kediaman Song Guang yang diikuti Istri Anak dan Menantunya.


Sesampai di Kamar Song Guang langsung mengetuk pintu kamar Song Guang terlihat marah bercampur khawatir.


Ryu yang baru saja keluar dari Dunia Quzhu kini terlihat kebingungan mengingat beberapa bulan ini tidak pernah keluar dari Kamar bahkan dia berfikir bahwa kejadian Pencurian pasti mereka akan menuduhnya karena Kultivasinya sekarang naik dua Tahap.


Dalam perasaan bingung Ryu tidak mau jati dirinya terbongkar dengan terpaksa harus sedikit bermain peran sebagai Song Guang lalu membuka Kamarnya.


" Guang'er, mengapa kamu lama membuka Pintu?" Song Son terlihat marah.


" Maaf Ayah aku ketiduran" Ryu beralasan.


Melihat tingkah laku Song Guang, Mereka mengerutkan kening Karena Song Guang terlihat tidak seperti biasanya.


" Adik Guang, sepertinya kamu sudah Naik tingkat." Song Juan seakan tidak percaya bahwa adiknya yang selama ini lebih memilih untuk Menghamburkan Uang kini sudah mau Berkultivasi.


" Ka Guang, Selamat " Song Yuang terlihat senang.


" Nak, Apa kamu yang mengambil Sumberdaya keluarga kerajaan?" Song Son menyelidik.


Melihat Suami mereka sudah Naik tingkat, kelima Istri Song Guang terlihat senang namun tidak berani berkata apapun Karena masih ada Raja Son dan keluarganya.


" Nak, sepertinya kamu sudah berubah saat kejadian di Hutan itu. Syukurlah kalau kamu sudah mau Berkultivasi." Hung Hua terlihat senang.


" Maaf Ayah, Ibu, Putra Mahkota Juan... Aku telah mencuri Sumberdaya Keluarga Kerajaan." Ryu tidak bisa mengelak lagi karena mereka sudah curiga dengan Kultivasi Ryu yang naik pesat.


" Guang'er... Sumberdaya itu sangat berharga, tapi untuk Kultivasimu aku rasa tidak masalah. Meskipun kita sangat Sulit untuk mencarinya lagi. Aku harap kita bisa menemukan Sumberdaya itu lagi." Song Son terlihat senang bercampur kesal mengingat Sumberdaya sebanyak itu sudah habis.


" Ka Guang, kau memang sudah naik Tingkat, tapi masih sangat jauh dariku." ucap Song Yuang.


" Lebih baik kita pergi sekarang! Guang'er, kamu jangan abaikan Istri dan Selir mu." Song Son langsung meninggalkan tempat tersebut diikuti yang lain.


" Suami... Mengapa kamu Akhir-akhir ini selalu mengabaikan Kami? Apa kamu sudah punya Istri yang lain?" Salah satu Istri Song Guang mulai bersuara.


Ryu yang menatap Kelima Wanita tersebut kini terlihat kebingungan karena di sisi lain Tubuhnya yang sekarang adalah milik Suami mereka.


' Apa yang kamu tunggu lagi? Apa Tuan ingin selamanya tinggal disini? Tuan bisa kembali dengan tubuh utuh jika Tuan sudah mencapai Pendekar Suci Tahap Awal.' pesan jiwa dari Shizi.


Mendengar ucapan dari Shizi, Ryu kembali berfikir sangat tidak mungkin baginya untuk mencapai Pendekar Alam Tahap Awal jika tanpa Sumberdaya yang banyak.


Bahkan semua Sumberdaya yang ada di Kerajaan juga sudah Habis hanya untuk Naik tahap saja.


' Untuk Naik Satu Tingkat Tuan harus membutuhkan Waktu paling cepat Delapan Puluh Tahun jika Tanpa Sumberdaya. Apa Tuan akan menunggu itu?' pesan jiwa dari Shizi.


' Istriku, Maafkan Aku... Aku ingin cepat bertemu dengan kalian semua seperti sediakala. Aku menyerah, mau tidak mau aku harus memilih jalan ini. Tolong maafkan Aku" Ryu meneteskan Air matanya karena tidak ada pilihan lain jika ingin cepat bertemu dengan Ketujuh Istrinya.


" Suamiku, ada apa denganmu?" Kelima Istri Song Guang melihat Suami mereka meneteskan Air mata.


' Tuan, jangan terlalu banyak berpikir. Lagi pula Semua Istri dan Selir Song Guang Cukup Cantik, bahkan bisa dibilang Sangat Cantik meskipun masih belum menyamai kecantikan ku.' suara Shizi.


Tanpa berkata apapun Ryu langsung masuk ke Kamar yang diikuti oleh kelima Istri Song Guang.


" Suamiku, ada apa denganmu selama ini? apa kamu tidak ingin lagi bermain dengan kami?" Kelima Wanita tersebut langsung menyambar beberapa bagian tubuh Song Guang yang kini sudah menjadi milik Ryu.


Meskipun Ryu masih Ragu, kini membalas sentuhan mereka dengan teknik Kultivasi Ganda yang diajarkan oleh Shizi agar Penyatuan Kultivasi bisa bekerja dengan baik.


Merasakan Sentuhan dari Ryu, mereka langsung menggeliat kenikmatan yang tidak pernah mereka dapatkan sebelumnya dari Song Guang.


Teknik Kultivasi Ganda memang memiliki pola gerakan dan beberapa sentuhan di beberapa bagian tubuh agar penyerapan Yin bisa bekerja dengan sempurna.

__ADS_1


Kini terdengar suara ******* dari kelima Wanita tersebut membuat mereka hanyut dalam buaian mimpi dari Ryu.


Ryu yang sudah melihat Kelima Wanita tersebut sudah ingin mendapatkan yang lebih, Diapun menggagahi mereka secara bergantian hingga Hawa Yin keluar dari Tubuh mereka masing-masing tanpa mereka sadari saat Ryu Menusuk Tongkatnya ke dalam Lubang pusaka milik mereka.


Perlahan tapi pasti Ryu menggerakkan tubuhnya hingga membuat Korban pertamanya mencapai Puncak berkal-kali hingga Pingsan karena sudah kehabisan Yin.


Begitupun dengan Korban Kedua, Ketiga, Keempat dan kelimanya juga mengalami hal yang sama sampai tubuh mereka langsung lemas dan Pingsan karena kehabisan Yin.


Ryu yang sudah menyelesaikan Aksinya seakan belum puas dengan Aksinya kini terlihat bingung untuk mencari lawan yang seimbang.


' Kena Kau.' Shizi yang berada di tubuh Ryu menyaksikan Kelima Wanita tersebut sudah Pingsan.


Saat dalam kebingungan tiba-tiba 20 Selir Song Guang langsung masuk kamar tanpa mengetuk pintu.


Melihat Kelima Wanita yang sudah tidak berdaya, kini Semua Selir Song Guang ingin mengambil Alih langsung melepaskan Pakaian masing-masing hingga Satu-persatu mereka juga mengalami nasib yang sama hingga Ryu harus menggeser mereka yang sudah Pingsan.


Aktifitas mereka dari Sore hari hingga berlanjut sampai malam hingga mereka semua Berjejer tidak ada yang mampu melawan serangan Ryu yang juga sudah berkali-kali mencapai Puncaknya juga.


Setelah menyelesaikan Korbannya, Ryu langsung Duduk bersila untuk menyerap Energi Yin yang baru dia kumpulkan.


" Bboooom" Ryu menerobos Pendekar Petapa Tahap Awal.


" Bboooom" Ryu kembali menerobos Pendekar Petapa Tahap Menengah.


Setelah menunggu beberapa saat Ryu tidak bisa lagi untuk menerobos Tingkat yang membuatnya tertunduk lesu karena tidak seperti yang dia Harapkan.


' Pemuda ini sangat Kuat juga, Bahkan mampu menyerap Energi 25 Korban sekaligus. Dengan begini, Pemuda ini tidak mampu lagi menahan Gejolak dari efek Kultivasi Ganda.' Shizi sangat senang.


" Selamat Tuan, Anda sudah Menerobos menjadi Pendekar Petapa Tahap Menengah." Shizi keluar dari tubuh Ryu yang sedang memakai Pakaiannya kembali.


" Apanya yang Selamat? 25 Korban hanya mampu naik Dua Tingkat." Ucap Ryu.


" Itu wajar saja Tuan, Karena mereka masih di Tingkat Pendekar Suci tahap Awal dan Menengah. Ditambah lagi dalam tubuh mereka tidak memiliki Yin Murni." ucap Shizi.


" Benar Tuan. Energi Yin mereka sudah menipis semua dan butuh waktu bertahun-tahun agar Yin mereka bisa kembali. Kecuali ada Kultivator Wanita yang memiliki Teknik yang sama, maka Energi Yin mereka tidak bisa habis." Shizi menerangkan.


" Haaahhh... Sepertinya aku sudah terjebak dalam Teknik terkutuk ini." Ryu langsung membaringkan tubuhnya tanpa memperdulikan Puluhan Wanita yang berada di dekatnya yang masih Pingsan dengan tanpa sehelai kain pun.


Pada keesokan hari, Ryu kini terbangun dari tidurnya yang terlihat Semua Wanita sudah tidak ada di kamarnya.


Ryu Langsung mencoba melepaskan Spiritual miliknya menguji kemampuan pendengaran dari jarak jauh.


Dari Ruang Keluarga, Ryu mendengar Percakapan dari Istri dan Selir Song Guang yang bergosip tentang Suami mereka yang membuat mereka merasa sangat bahagia bahkan menginginkan hal itu terulang kembali bahkan bila perlu akan terjadi setiap malam.


Mendengar ucapan tersebut Ryu memasang wajah masam karena bukan hal itu yang dia inginkan, tetapi Energi Yin yang ada di Tubuh mereka saja.


" Seandainya aku banyak Sumberdaya, Aku tidak akan menggunakan Teknik ini." Ryu bergumam namun suaranya terdengar oleh Shizi.


' Sekalipun kamu menghindar dari Teknik ini, Tapi kamu tidak akan mampu menahannya' Shizi sangat senang.


" Aku Harus mencari Sumberdaya di Wilayah Kerajaan ini, Bagaimanapun caranya." Ryu beranjak dari tempatnya langsung keluar Kamar berniat ingin Keluar dari Wilayah Istana.


" Suamiku " Istri dan Selir Song Guang menyapa Ryu terlihat senang.


" Aku Pergi Keluar Sebentar," Ryu tanpa berbalik Terus melangkahkan kakinya.


" Selamat Pagi Tuan Guang" Beberapa Prajurit menyapa langsung mengikuti Ryu.


" Aku ingin pergi sendiri. kalian tunggu saja disini!" Ryu bergegas Keluar Gerbang Istana.


" Bagaimana ini? Kita bisa dimarahi sama Yang Mulia Raja." Salah satu Prajurit kebingungan Perintah siapa yang akan mereka turuti.

__ADS_1


" Aku juga tidak Tau, lebih baik kita bertanya langsung kepada Yang Mulia Raja." Ucap yang lain.


" Mmmmm'' Kedua Prajurit mengangguk langsung menuju Istana.


Sesampai di Luar Gerbang Istana, Ryu Langsung menuju Pusat Kota untuk membeli beberapa Sumberdaya yang dia Butuhkan.


Namun setelah berkeliling kota Ryu hanya mendapatkan Lima Butir Pil Kultivasi Tingkat Fana dan beberapa Inti Binatang Roh Tingkat Fana untuk Pasukan Semesta hingga membuatnya menjadi murung.


Setelah berjalan beberapa saat Ryu melihat sebuah Bangunan besar tempat Wanita Penghibur, Namun kali ini Shizi mengingatkan kalau tempat Rumah Bordil hanya membuang waktu karena Yin yang ada di tubuh mereka sangat tipis.


Mendengar ucapan tersebut, Ryu kembali melanjutkan perjalanan hingga terlihat beberapa Warga yang pernah Song Guang memperlakukan mereka dengan cara tidak baik.


Ryu pun menyapa mereka dengan ramah sambil memberikan beberapa Batu Roh sebagai permintaan maafnya.


Hal itu tentu saja mengundang perhatian semua Warga yang membuat mereka bertanya-tanya mengapa Putra Raja Son sekarang berubah bahkan sekarang tanpa pengawal.


Sepanjang perjalanannya Ryu terus melakukan hal yang sama kepada setiap Korban dari Song Guang bahkan beberapa Wanita yang pernah dilecehkan Ryu juga meminta maaf dan memberikan Batu Roh dalam Jumlah yang sangat banyak.


" Paling tidak aku tidak ingin hal sepele seperti ini bisa menggangguku di Kemudian Hari." Ryu terus berjalan hingga ke sudut-sudut Kota hingga tidak ada lagi Para Korban yang belum dia Kunjungi.


Apa yang dilakukan oleh Ryu terus diawasi oleh beberapa Prajurit hingga mereka juga sangat heran sekaligus senang dari Perubahan Tuan mereka.


Namun di sisi lain mereka juga terlihat khawatir karena dengan memberikan Batu Roh yang sudah banyak dikeluarkan pasti akan berimbas pada Kerugian Kerajaan.


Hal yang tidak mereka ketahui Ryu memang banyak mengeluarkan Batu Roh, tetapi itu miliknya sendiri dan bukan dari Harta Song Guang.


Pada saat menjelang sore, Ryu kembali ke tempat kediaman Song Guang sambil menatap ke arah Para Prajurit yang selalu memberikan hormat kepadanya.


' Jadi begini rasanya jadi Putra Raja... Menarik' Ryu terus melangkahkan kakinya hingga mencapai kamarnya.


" Suamiku." Kelima Istri Song Guang menyapanya dengan senyuman menggoda.


Melihat hal itu Ryu Langsung memasang wajah masam seakan tau keinginan mereka.


" Malam ini aku sangat capek. Aku harap kalian mengerti." Ryu langsung berbaring di tempat tidur seolah sedang kelelahan.


Hal itu tentu saja membuat Kelima Istri Song Guang kembali murung dengan rasa kecewa meninggalkan Ryu sambil menutup pintu.


" Aku tidak bisa begini terus. aku harus keluar dari tempat ini secepatnya." Ryu merasakan aura mereka sudah jauh dari pintu.


" Tuan tidak bisa keluar dari tempat ini sebelum mencapai minimal Pendekar Alam Tahap Awal terlebih dulu. Karena di Luar banyak yang sudah berada di atas Pendekar Alam." Shizi keluar dari tubuh Ryu.


" Haaahh." Ryu membaringkan tubuhnya kembali.


Pada keesokan hari Ryu menutup kembali Alam Bawah Sadar lalu menuju Dunia Quzhu memberikan Inti Roh kepada Chaizu dan yang lain dan mencoba kembali Berkultivasi di Ruang Kultivasi.


Setelah beberapa hari Ryu masih belum mengalami perubahan hingga dia memilih untuk Berkultivasi di Danau Tujuh Hati.


Meskipun Energi Alam yang ada pada Danau tersebut bisa diserap, namun belum mampu untuk meningkatkan Kultivasinya.


" Jika begini, aku harus menempa Tubuh sampai Sisik Naga saja dulu." Ryu mengambil Ginseng Air untuk memperkuat kulitnya.


Setelah Lima Bulan, Ryu telah berhasil mencapai Sisik Naga Fana kini langsung kembali ke Kamar kediaman Song Guang untuk memastikan keadaan sekitar.


Dengan Tekad yang kuat, Ryu memberanikan diri untuk Keluar dari Ibu Kota Kerajaan Song menyusuri jalan setapak mencari Kediaman Warga.


Sebelum meninggalkan Istana Kerajaan Song, Ryu meninggalkan semua Harta milik Song Guang, Memberikan Beberapa Harta miliknya untuk Istri dan Selir Song Guang dalam jumlah yang besar serta menitipkan sebagai surat agar mereka tidak mencarinya lagi.


Ryu juga menulis bahwa dirinya ( Song Guang) akan menjalani Penebusan Dosa dan harus menjalani Hukuman Langit.


Hal itu tentu saja membuat Seisi Istana menjadi Gempar seakan tidak percaya dengan terjadi bahwa Song Guang memiliki jalan Hukuman Langit yang mereka artikan bahwa dia tidak pernah kembali lagi.

__ADS_1


Raja Son yang mendengar kabar tersebut kini memasang wajah murung, namu di sisi lain mereka juga sedikit senang karena Song Guang bisa berubah mengingat kalau dia masih berprilaku tidak baik tentu saja akan membuat Reputasi Kerajaan bisa Hancur.


Di sisi lain Ryu yang sudah pergi jauh, langsung merubah Penampilan seperti Orang biasa agar tidak ada yang mengenalnya lagi.


__ADS_2