
Tanpa ragu Dohuang langsung mengaktifkan Wujud Naga Petir Seukuran 30 meter langsung menyerang ke arah Ryu berkal-kali lipat lebih kuat dan lebih cepat dari sebelumnya.
" Apa? Apa yang dilakukan Senior sampai mengerahkan seluruh kemampuannya" Para Murid dan beberapa Guru menganggap itu terlalu berlebih-lebihan.
" Junior Ryu, Aku tidak akan menahan lagi" Dohuang melancarkan Pukulan Petir kepada Ryu.
"Booomm... Booomm... Bboooom" Pukulan Dohuang membuat Ryu keawalahan beberapa kali terpental.
" Apa Senior Dohuang ingin membunuhnya. Sayang sekali jika Saudara Ryu harus mengalami kematian yang tragis" Beberapa Murid melihat Ryu sudah berkali-kali mendapatkan Pukulan hingga membuatnya terpental.
" BOOOMMM" Ryu terlempar mengenai Pelindung
" Uhuk " Ryu memuntahkan Darah segar.
Yihua yang dari tadi menyaksikan hal itu, membuatnya terlihat khawatir sangat menyayangkan jika Ryu akan terluka Parah.
Shandian Rou dan Cheung kini terlihat gelisah melihat serangan bertubi-tubi tersebut berharap Paktriak memberhentikan Pertarungan tersebut.
" Bboooom"
" Bboooom"
" Bboooom"
Serangan Dohuang membuat Ryu berkal-kali terlempar mengenai Pelindung pembatas yang kini mulai Retak.
Paktriak yang melihat Pembatas tersebut langsung meminta Ahli Formasi untuk memperbaiki dan meningkatkan Kekuatan pelindung tersebut.
Ryu yang merasakan dirinya tidak mampu lagi menahan serangan dari Dohuang langsung mengaktifkan Wujud Kera Petir miliknya.
" Apa? Mengapa wujud Petir milik Pemuda itu seperti Monster? " Para Guru seakan tertindas dengan Aura Wujud Kera bertanduk taring yang panjang serta memiliki sayap yang sangat kuat.
'Jadi ini yang diinginkan Paktriak. Bahkan Aura Naga milikku merasakan Aura Penindasan.' Dohuang meningkatkan kewaspadaan.
" BOOOMMM... Bboooom... Bboooom..." Ryu melancarkan serangannya digabungkan dengan teknik Langkah Kilat membuat Dohuang tidak sempat menghindar menghindar.
" Aaarrrggghhhh" Dohuang sangat marah karena tidak bisa melihat jelas serangan dari Ryu.
" Duuuaaaaarrr... Duuuaaaaarrr..." Petir milik Dohuang Seakan mengamuk menyambar ke berbagai arah yang membuat tanah bergetar.
Ryu yang masih menyembunyikan Teknik Dasar Mengguncang Semesta berinisiatif menggabungkan Langkah Kilat dengan Tarian Pedang Musim Semi.
Meski tanpa menggunakan Pedang, Ryu mampu menghindar semua Serangan Hujan Petir dari Dohuang bahkan seakan seakan sedang menari ditengah Petir tersebut sambil melancarkan Pukulan berkal-kali mengenai tubuh Dohuang.
" Booomm" tubuh Dohuang menabrak pelindung pembatas membuat retakan.
" Bruukk" tubuh Dohuang jatuh ke lantai Arena.
" Cukup! " Suara Shandian Shan menghentikan pertarungan.
Seketika Ryu langsung menarik Petir miliknya, begitu pun Dohuang bangkit kembali memperbaiki pernapasannya lalu berjalan ke arah Ryu terlihat kagum.
" Junior Ryu, kamu memang hebat. " Dohuang memakup tangan sebagai penghormatan.
" Terimakasih Senior telah mengalah." Ryu memakup tangannya.
" Junior Ryu, jika boleh tau Teknik apa yang kamu pakai tadi? " Dohuang terlihat penasaran melihat Ryu seakan menari di tengah hujan Petir miliknya.
" Tarian Petir Musim Semi. " Ryu menjawab asal-asalan.
" Pantas saja Junior seakan menari di dalam Pertarungan. Tapi serangannya sangat cepat dan kuat." Dohuang seakan memikirkan sesuatu sambil berjalan bergandengan dengan Ryu keluar Arena.
Ryu pun langsung menuju ke tempat sebelumnya dimana Cheung dan Shandian Rou berada.
" Ryu'er, Kamu memang Jenius" Shandian Shan terlihat senang.
Di sisi lain senarnya sedikit khawatir dengan Aura Petir Ungu milik Ryu yang begitu kuat ditambah lagi dengan Wujud Kera Petir yang seakan mengeluarkan Aura Penindasan.
Kekhawatiran itu juga tertanam di benak Para Guru yang lain berharap Ryu adalah Orang Baik karena tidak ingin Masalah kelam masa lalu akan tercoreng lagi.
" Guru Chexin, Bimbing anak itu. Jangan sampai kejadian Ratusan Tahun lalu terulang lagi" Shandian Shan berbisik pada salah satu Guru disampingnya.
" Paktriak, aku tidak yakin dengan wawasanku. Lebih baik Guru Erlong atau Guru Wugui saja. Aku yakin dengan wawasan mereka saat berada di luar akan sangat membantu." Guru Chexin memberi usul.
__ADS_1
" Cukup masuk akal. Nanti Aku akan menemui mereka, ku harap Kedua Guru Aneh itu tidak menyiksa Muridnya dengan Teknik Baru mereka." Shandian Shan menghela nafas panjang.
" Baiklah Semua. Sekarang pertandingan terakhir. Silahkan kembali ke tempat masing-masing." Shandian Shan membubarkan Para Murid yang masih berada di tempat itu.
Semua Murid pun mulai meninggalkan Lapangan dan kembali berlatih di tempat latihan masing-masing dimana Ryu dan Cheung sendiri langsung dibawa ke Kediaman Murid Sekte bersama Shandian Rou.
" Saudara Ryu, Saudara Cheung, Kebetulan aku punya kediaman sendiri yang tidak jauh dari Murid lain. Kalian bisa menempati beberapa Kamar disana." Shandian Rou menuntun jalan kepada mereka.
" Terimakasih Saudara Rou." ucap keduanya.
Sesampai di Kediamannya, Shandian Rou langsung mempersilahkan mereka untuk masuk dan memilih Kamar mereka masing-masing.
Ryu sendiri lebih memilih Kamar yang paling ujung dan terlihat menjauhi suara bising Murid yang sedang latihan, membuat Shandian Rou dan Cheung merasa heran saling berpandangan namun mereka berfikir bahwa Ryu tidak ingin konsentrasinya terganggu saat Berkultivasi.
Pada keesokan paginya Ryu dan Cheung terlihat sedang menunggu Sosok Guru yang mengajarkan mereka berdua di lapangan latihan Murid.
Sesaat kemudian kini muncul Paktriak Shandian Shan bersama kedua Sosok yang tidak asing bagi Ryu. Ryu yang memahami keadaan tersebut langsung memperbaiki sikapnya seakan tidak mengenal.
Dalam Hati kedua Guru itu yang awalnya penuh semangat ingin memberi sedikit pelajaran kepada Murid mereka, kini berubah drastis dan terlihat memasang wajah masam saat melihat sosok Ryu yang akan menjadi Murid mereka.
" Salam Paktriak, " Ryu dan Cheung memberi Hormat.
" Ryu'er, Cheung'er. Perkenalkan ini Guru Erlong dan Guru Wugui yang akan mengajarkan kalian." Shandian Shan memperkenalkan mereka.
" Salam Guru. Murid Siap menjalankan latihan" Ryu dan Cheung memberi Hormat.
" Aku mengajar yang ini saja!" Wugui dengan cepat menunjuk Cheung.
" Ciihhhh... Asal serobot saja." Erlong terlihat kesal karena kalah cepat. seakan tidak mau mengajari Ryu karena mengingat Ryu lah yang mengajarkan mereka teknik mematikan tersebut.
" Murid mohon bimbingan dari Guru " Ryu menundukkan kepala kepada Guru Erlong.
" Ahhhh... Tidak Perlu seperti itu. " Guru Erlong berusaha terlihat tegang seakan tidak ingin Rahasianya terbongkar.
Paktriak juga terlihat bingung dengan sikap dari Erlong dan Wugui kini melunak tidak seperti biasanya.
" Aahhh.. Tu... Ryu'er." Aku akan menerima kamu sebagai Muridku " Guru Erlong terlihat ramah.
" Kalau begitu, Aku pamit dulu. Guru Erlong, Guru Wugui, tolong bimbing mereka. Jangan terlalu keras." Shandian Shan melihat Kedua Guru tersebut sangat senang menganggap Suasana hati mereka sudah membaik.
" Oh ya... Tiga Bulan lagi Gunung Kuno akan terbuka, aku harap kalian berdua tidak menyiakan kesempatan itu." Shandian menghentikan langkah sejenak lalu melanjutkan langkahnya lagi
" Baik Paktriak." ucap mereka.
Sesaat Paktriak Shandian Shan sudah tidak terlihat lagi, Guru Erlong langsung menarik tangan Ryu membawa ke sebuah tempat yang lumayan jauh dari tempat itu.
" Kamu jangan Kasih tau kepada siapapun tentang Hal itu." Guru Erlong seakan tidak ingin ketahuan.
" Guru tenang saja. Asalkan mengajarkanku beberapa Pengetahuan tentang dunia Kultivator di Benua Bintang ini." ucap Ryu.
" Kamu tenang saja! Lagi pula tugasku sangat mudah dari Guru Wugui itu. Nanti aku akan memberimu Beberapa Kitab yang mungkin kamu suka." Guru Erlong yakin dia tidak perlu mengajarkan teknik kepada Ryu, yang perlu dia lakukan hanya menambah pengetahuan dan menambah Kultivasi saja.
" Mmmmm'' Ryu mengangguk setuju.
Guru Erlong langsung memberikan beberapa Kitab miliknya kepada Ryu lalu memintanya untuk membacanya sampai habis, lalu meninggalkan tempat itu.
Melihat tingkah dari Guru Erlong, Ryu langsung masuk ke Kamarnya membuat Pelindung Tempurung Kura-kura lalu masuk ke Dunia Kecil.
" Suamiku." Xin Chie dan Huli Yue terlihat senang.
" Tuan Ryu" Sheng Zhishu memberi hormat.
Terlihat Kondisi Fisik Sheng Zhishu sudah seperti Awal saat mereka bertemu dengan Ryu beberapa tahun yang lalu
" Nona Zhishu, sepertinya kamu sudah pulih total" Ryu menatap ke arah Sheng Zhishu.
" Semua berkat Pil yang dibuat Nona Chie. " Sheng Zhishu terlihat senang.
" Mmmmm.... Istriku, Sepertinya kalian akan lebih lama tinggal di Sini lagi. Karena aku sedang berada di sebuah Sekte untuk mencari Harta Langit dan inti Petir.
" Tidak masalah lagi pula dengan adanya Ka Zhishu, kami lebih senang disini. " ucap Xin Chie.
" Suamiku, bukankah kamu juga menyukai Ka Zhishu.? Mengapa kalian berdua seperti tidak saling mengenal sebelumnya?" Huli Yue melihat mereka masih canggung.
__ADS_1
" Nona Yue.." Sheng Zhishu sedikit malu dengan wajah memerah.
" Sudahlah, lagi pula kami setuju. Cukup kami berdua sebagai saksi itu tidak masalah" Xin Chie memegang tangan Sheng Zhishu membawa ke arah Ryu berada.
Sheng Zhishu yang awalnya malu, namun berkat dukungan dari Xin Chie dan Huli Yue dia pun perlahan mendekati Ryu yang sebenarnya juga menyimpan perasaan yang sama sedari Saat Ryu membantu Sekte Bunga Sakura.
Saat itulah Sheng Zhishu sangat tertarik pada Ryu karena melihat kebaikannya menolong Orang yang juga tertanam dalam dirinya sebagai Putri dari Kerajaan Peri Bunga.
Mengingat Dia sudah memiliki Dua Istri, Ryu hanya memendam perasaan agar tidak terlalu dalam memikirkan hal tersebut meskipun dia menyimpan perasaan suka kepada Sheng Zhishu.
Namun karena dorongan rasa tanggung jawab atas kejadian sebelumnya, dia pun Akhirnya menyetujui hal tersebut dan itu juga karena dukungan Kedua Istrinya.
Perjanjian Ikatan Pernikahan sederhana tersebut dilakukan di Dunia Kecil. Sheng Zhishu sendiri langsung mengeluarkan sebuah Kristal Bening yang pernah dia tujukkan sebelumnya kepada Ryu.
Mereka berdua langsung meneteskan darah mereka ke dalam Kristal tersebut lalu memberikan Spiritual mereka masing-masing, seketika Kristal tersebut berubah menjadi Cahaya langsung masuk ke dalam tubuh Sheng Zhishu.
Mereka yang menyaksikan hal tersebut hanya bisa diam, karena mereka fikir itu adalah cara dari seorang Peri. Hal tersebut hampir mirip ketika Huli Yue dan Ryu menjalin ikatan Pernikahan.
" Ka Zhishu, Cara kalian hampir mirip dengan cara kami." ucap Huli Yue.
" Benarkah? tapi aku rasa tujuannya sama." ucap Sheng Zhishu.
" Ka Zhishu, bagaimana dengan apa yang kamu katakan sebelumnya?" tanya Xin Chie.
" Aku butuh bahan untuk membuatnya." Jawab Sheng Zhishu.
" Bagaimana dengan yang ini?" Xin Chie dan Huli Yue mengeluarkan tumpukan Koin Emas.
Ryu yang menyaksikan hal itu mengerutkan keningnya tidak tau apa yang sedang ingin mereka lakukan.
" Suamiku, Kamu banyak memiliki Koin Emas. Bagaimana kalau kamu memberikan semua?" Xin Chie menatap Ryu.
" Mmmmm" Ryu mengeluarkan tumpukan Koin Emas meskipun tidak mengerti apa yang sedang mereka lakukan.
" Terimakasih Tu... Suamiku. Aku ras ini sudah lebih dari cukup." Sheng Zhishu melihat Koin Emas yang menggunung.
" Wuush" tumpukan koin Emas bergerak seakan menyatukan diri sama yang lain terbang ke berbagai tempat.
Ryu yang menyaksikan hal itu hanya tersenyum sambil melihat akhir dari Proses tersebut yang membuatnya penasaran.
Setelah memakan waktu lebih dari Dua Jam kini terlihat sebuah bangunan berbentuk seperti sebuah Istana yang memancarkan Kilauan Emas di seluruh bagian bangunan tersebut.
" Gluug" Ryu, Xin Chie dan Huli Yue menelan ludah saat melihat Kilauan Emas dari Istana tersebut.
" Berhasil!" ucap Sheng Zhishu.
" Ayo kita masuk! Aku tidak sabar untuk melihat bagian dalam Istana ini" Huli Yue langsung masuk ke dalam Istana diikuti yang lain.
Mereka langsung memeriksa bagian sudut tiap bagian Ruangan seakan tidak memiliki kekurangan apapun.
Meskipun hanya Dua Lantai, namun Itu sudah lebih dari cukup untuk mereka sebagai tempat peristirahatan mengingat sebelumnya mereka hanya ber alaskan Tanah dan ber- atap langit.
" Istriku, Ini terlihat sempurna." Ryu terlihat senang sambil menatap Sheng Zhishu.
" Suamiku, Ini adalah bentuk kekuatanku. Meskipun aku tidak bisa bertarung dengan fisik seperti Kalian. Tapi Para Peri Bunga memiliki Spiritual yang luar biasa dari yang lain." ucap Sheng Zhishu.
" Ka Zhishu, kamu tenang saja. Nanti Aku bersama Adik Yue akan membantumu untuk lebih kuat. Lagi pula kamu juga sudah memiliki darah campuran itu, jadi tinggal dikembangkan saja." ucap Xin Chie.
" Jika begitu, Aku akan menyimpan semua Kitab di sini saja. Biar kalian bisa membacanya. Bahkan aku akan menyimpan beberapa Sumberdaya untuk keperluan di sini." Ryu meletakkan Sebuah Cincin Ruang.
" Suamiku, kamu tenang saja. Nanti aku akan menyusunnya" Sheng Zhishu mengambil Cincin Ruang tersebut.
" Baiklah, aku akan beristirahat disini untuk beberapa saat Sambil mempelajari Kitab ini." Ryu mengeluarkan 4 buah Kitab yang diberikan Erlong kemudian duduk di sebuah Kursi yang tidak jauh darinya.
" Suamiku, kamu tenang saja. Untuk malam ini selama tiga hari, Aku dan Adik Yue tidak akan menggangu kalian." Xin Chie menatap Sheng Zhishu penuh makna.
" Ka Zhishu, kamu harus minta Pil agar tidak cepat Hamil sama Ka Chie. Perjalanan kita masih jauh, jadi jangan cepat punya Anak." bisik Huli Yue.
Seketika Wajah Sheng Zhishu langsung memerah memandang Ryu dan Xin Chie bergantian.
"Mmmmm'' Sheng Zhishu mengangguk.
Ryu yang mendengar bisikan tersebut hanya tersenyum menggelengkan kepala terus berkonsentrasi membaca Kitab yang di tangannya.
__ADS_1
Berhari-hari Ryu terus berada di Dunia Kecil bersama ketiga Istrinya meskipun keluar sesaat untuk memastikan bahwa tidak ada orang yang mencarinya agar tidak ketahuan.
Begitupun Xin Chie dan Huli Yue juga terlihat bersemangat melatih semua Teknik yang mereka ketahui kepada Sheng Zhishu agar bisa bertarung fisik.