
Di tempat lain Ryu yang sudah berada di depan sebuah bangunan yang terlihat besar dengan tulisan terpampang di depan ' Menara Obat ', langsung masuk ke dalam bangunan tersebut.
" Silahkan masuk Tuan, apa yang bisa saya bantu?" Salah satu Pelayan menyambut kedatangan Ryu dan menyapanya dengan ramah.
" Pelayan... Aku mau mencari Sumberdaya tingkat Surgawi." Ryu mengeluarkan lencana perak yang diberikan oleh Penjaga Gerbang sebelumnya.
" Tingkat Surgawi?" Pelayan itu bergumam sambil melirik ke arah Ryu penuh selidik.
" Jika Tuan mencari Sumberdaya tingkat Surgawi, kami belum menyediakan." Pelayan mengira bahwa Ryu ingin mencari Sumberdaya untuk membuat Pil tingkat Surgawi.
Sebenarnya tujuan Ryu adalah untuk mencari berbagai macam Sumberdaya yang sangat langka.
" Tapi jika Tuan ingin mengikuti acara pelelangan tiga hari kedepan, kami menyediakan berbagai sumberdaya yang sangat langka." Ucap Pelayan.
" Pelayan... Apa aku bisa melihatnya?" Ryu menatap ke arah Pelayan itu.
Tanpa menjawab apapun Pelayan langsung menoleh ke arah tiga sosok yang sedang berjaga di sudut ruangan, dimana dari ketiga sosok tersebut sudah mencapai Pendekar Langit tahap akhir.
Melihat Pelayan tersebut menoleh ke arah mereka, ketiga Pengawal menjawab dengan anggukan yang menandakan bahwa mereka setuju.
Dari ketiga Pengawal itu, mereka memperkirakan bahwa Ryu hanya mencapai Pendekar Bumi tahap awal yang tentu tidak membahayakan Menara Obat jika Ryu bertindak macam-macam.
" Mari saya antar Tuan." Pelayan tersebut membawa Ryu menuju ke ruangan lain.
Saat berada di ruangan tersebut, pelayan langsung mengambil tiga Kotak kecil, lalu membuka kotak yang pertama.
" Tuan.... Ini adalah Giok Teratai yang bisa menuntun jalan saat berada di Makam Kuno yang dimana terdapat sebuah Formasi Kuno, memiliki Ilusi tingkat tinggi. Jadi selama ribuan tahun, tidak ada yang pernah selamat jika terkena Ilusi tersebut." Pelayan menunjukkan Giok Teratai yang berwarna hijau.
" Menurut Orang yang menemukan Giok Teratai ini. Benda ini hanya menunjuk jalan, tapi tidak bisa lolos dari Ilusi tersebut." Lanjut Pelayan.
Setelah itu Pelayan memasukkan kembali Giok Teratai ke dalam kotak kecil, lalu membuka kotak yang kedua.
" Tuan... Ini adalah Jamur Iblis yang sudah berusia jutaan tahun. Menurut kabar, Jamur Iblis ini ditemukan di Benua Tengah oleh Iblis Utara seorang Kultivator tingkat tinggi Aliran Hitam. Dia menjualnya puluhan tahun yang lalu sebelum dia meninggalkan Benua Utara." Pelayan menunjukkan Jamur Iblis kepada Ryu.
Dari Aura yang dipancarkan oleh Jamur Iblis begitu sangat kuat, membuat tangan Pelayan bergetar hebat dengan cepat memasukkan kembali ke kotak kecil.
__ADS_1
" Pelayan... Apa kamu tau kemana perginya Iblis Utara?" Ryu sedikit menyelidik karena sosok tersebut adalah orang yang menjadi bagian dari kelompok yang pernah membantai keturunan Klan Liu.
" Aku juga tidak tau Tuan... Tapi aku pernah mendengar Iblis Utara sedang berpergian ke Benua Tengah dan tidak pernah kembali lagi kesini selama puluhan tahun." Pelayan sedikit heran dengan pertanyaan yang dilemparkan oleh sosok Pemuda yang ada di depannya.
Sesaat kemudian Pelayanan itu tersenyum sambil menatap ke arah Ryu karena dia menganggap Ryu ketinggalan berita.
" Wajar saja Tuan... Jika seorang Kultivator sudah mencapai Pendekar Semesta, mereka akan tinggal di Benua Tengah agar bisa meningkatkan Kultivasi mereka." Pelayan kembali melanjutkan pekerjaannya lalu membuka kotak kecil yang ketiga.
Hal itu karena di Benua Tengah memiliki banyak Sumberdaya tingkat Surgawi keatas, tidak seperti keempat Benua yang lain.
Di Benua Tengah juga terdapat sebuah Portal dimensi agar bisa menuju ke tempat Ras Iblis, Ras Peri, Ras Hewan tertinggi, dan Ras Dewa tertinggi.
' Itu lebih bagus, Sepertinya mereka semua sudah pergi ke Benua Tengah. Dengan begitu, aku masih memiliki waktu untuk menjadi lebih kuat lagi.' Ryu membatin.
" Tuan... Ini adalah Inti Roh Naga Hewan Ilahi. Untuk membunuhnya memerlukan 20 Kultivator yang sudah mencapai Pendekar Surgawi tahap awal," Pelayan menunjukkan Inti Roh Naga lalu memasukkan kembali ke kotak kecil.
' Sepertinya aku harus membeli ketiga benda itu.' Ryu membatin karena semua benda tersebut sangat berguna untuknya.
Ryu berpikir bahwa Giok Teratai sengaja dilelang karena mengingat Makam Kuno akan segera terbuka.
Untuk Jamur Iblis, Ryu berpikir bahwa Iblis Utara menjualnya karena tidak bisa menggunakan Sumberdaya tersebut untuk meningkatkan Kultivasinya, tapi sangat berguna untuk Xin Chie karena ingin menciptakan Pil Jiwa.
Sedangkan Inti Roh Naga sangat berguna untuk Ryu, dengan begitu dia tidak perlu repot-repot mencari Inti Roh Naga untuk meningkatkan kekuatan Pedang Naga Petir.
" Pelayan... Aku Ingin membeli ketiga benda itu. Sebagai gantinya aku akan memberikan Harta langit ini." Ryu mengeluarkan masing-masing 10 buah dari kelima Harta langit.
" Tuan... Ini..." Pelayan hampir saja terjatuh seakan tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
Pelayan dapat merasakan Aura dari Harta langit tersebut, meskipun belum tau jenis apa yang ada di hadapannya itu.
" Tu... Tuan Tunggu sebentar! Aku akan meminta Manager untuk memeriksanya." Ucap Pelayan sambil menundukkan kepala lalu meninggalkan ruangan tersebut dan meminta kepada Pengawal untuk mengawasi Ryu.
Sedangkan dia sendiri langsung menuju ke ruangan lain dimana tempat tinggal Sang Manager yang juga sebagai seorang Alkemis yang tentu akan mengetahui jenis Harta langit tersebut.
Ryu yang berdiam diri di ruangan tersebut sedikit mengerutkan kening karena Pelayan tersebut meninggalkan tempat itu seperti orang yang kehilangan akal sehat.
__ADS_1
Hal itu sangat wajar bagi siapapun yang menemukan Harta langit tersebut, bahkan para Kultivator rela melakukan pertarungan untuk merebut harta langit.
Tidak beberapa lama kemudian kini Pelayan tersebut telah kembali ke ruangan itu dengan tubuh gemetar.
" Ma... Maaf Tuan... Manager kami telah mengambil Harta langit itu. Sebagai gantinya Tuan bisa mengambil ketiga benda itu?" Pelayan dengan gugup sambil menunjuk ke arah ketiga kotak kecil.
Pelayan tidak menyangka bahwa saat dia menunjukkan Harta langit tersebut langsung disambar oleh Sang Manager.
" Baiklah... Aku tidak sungkan lagi mengambilnya." Ryu mengambil tiga kotak kecil lalu memasukkan ke Cincin miliknya.
" Tuan... Jika merasa belum puas, Tuan bisa mengambil apapun di tempat ini." Pelayan mengatakan apa yang telah disampaikan oleh Sang Manager.
Pelayan berpikir jika Sang Manager bersikap seperti itu, maka Harta langit yang diberikan oleh Ryu adalah sangat langka.
Namun Ryu bukanlah orang yang serakah, jadi dia tidak menginginkan Sumberdaya yang lain karena Ryu dapat melihat bahwa Sumberdaya yang ada di tempat itu tidak ada yang spesial.
" Tidak perlu... Aku hanya menginginkan ketiga ini saja." Ryu berjalan dengan santai keluar dari ruangan tersebut.
" Tapi Tuan... Ini pesan dari Manager." Ucap Pelayan.
Tanpa menjawab apapun Ryu langsung keluar dari Menara Obat untuk mencari Penginapan.
Sedangkan Pelayan tersebut hanya berdiri mematung karena Pemuda yang baru saja keluar tersebut seakan tidak tertarik dengan Sumberdaya yang lain.
Dari ketiga Pengawal yang sempat memeriksa tingkat Kultivasi Ryu, secara tidak sengaja tertuju pada Cincin yang digunakan oleh Ryu yang membuat mereka saling berpandangan satu sama lain.
" Saudara... Apa kamu mengenal Cincin yang dipakai oleh Pemuda itu?" Tanya salah satu dari Pengawal kepada rekannya.
" Itu bukan Cincin Ruang Surgawi, tapi Auranya seperti memberikan efek pemulihan." Ucap sosok di sampingnya.
" Aku juga sependapat. Tapi dari mana asal Pemuda itu? Apakah dia berasal dari Benua Tiantang?" ucap yang lain.
" Itu tidak mungkin... Tapi kemungkinan besar Pemuda itu diberikan karunia oleh para Dewa." Ucap sosok yang lain.
Mendengar ucapan tersebut, ketiga Pengawal malah semakin pusing karena tidak bisa menebak latar belakang Pemuda itu.
__ADS_1