SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
CH 79. SUNGAI TANPA DASAR 2


__ADS_3

" Baik Tuan" mereka langsung mencari keberadaan Ginseng Air yang sudah berusia 1 juta Tahun.


Setelah beberapa saat, Para bawahan juga mendapat Ginseng lalu memakannya hingga mereka juga bisa berjalan di dasar air seperti berjalan di darat.


" Tuan, Apa yang kita lakukan pada Hamparan Ginseng Air ini?" tanya Zi Mayi.


" Kita Kumpulkan saja! Ginseng ini juga sangat berfungsi untuk menambah kekuatan Fisik. Tapi pisahkan dari yang sudah berusia 1 juta Tahun." Ryu sambil berjalan mengumpulkan Ginseng tersebut.


" Baik Tuan." mereka langsung mengumpulkan Ginseng Air.


Setelah semua terkumpul, mereka melanjutkan Perjalanan mengikuti Arus sungai untuk memeriksa Dasar Sungai.


Namun saat menjelang sore Ryu menghentikan penelusuran mereka dan kembali ke Dunia Kecil.


Saat berada di Dunia Kecil Ryu meminta Zi Mayi untuk memberikan Ginseng Air kepada Chaizu, Jinying dan Shizi lalu kembali ke Istana yang terlihat Ketujuh Istrinya sedang berbincang di lantai Dasar.


" Suamiku, bagaimana hasilnya?" tanya Sheng Zhishu.


" Aku membawa sesuatu untuk kalian." Ryu memberikan Ginseng Air kepada mereka masing-masing satu.


" Sayang, apa kamu ingin kita seperti Ikan?" Canda Yinshi.


" Aku pikir akan sangat berguna agar kita bisa berjalan di dasar air." ucap Ryu.


" Sayang, kalau begitu kita pergi ke Istana Naga Laut untuk mengambil Pedang Naga Emas." ucap Tianhe.


" Apa Hebatnya Pedang Naga Emas? lebih baik kita buat sendiri dari pada buat masalah." Tanya Ryu


" Sayang, Aku sama Yinshi kan Pengguna Elemen Cahaya. Jadi Pedang itu sangat berguna." ucap Tianhe.


" Aku akan membuat senjata untuk kalian lebih hebat dari itu. Yang penting ada Inti Roh Siluman yang memiliki Elemen Cahaya Ataupun Elemen Kegelapan. kita jangan terlalu banyak buat masalah jika mereka tidak menggangu kita." ucap Ryu.


" Bagaimana kalau begitu kita Pergi ke Dunia Iblis saja dulu. Lagi pula aku belum memberi kabar untuk Orang Tuaku " ucap Yuwang.


" Kita akan kesana setelah mencapai Level 75 dan menguasai Teknik Jalan Bayangan juga Teknik Cermin Neraka terlebih dulu. Jadi perjalanan kita akan lebih mudah. Lagi pula kita akan meminta Restu dari Orang Tuamu." ucap Ryu.


" Terimakasih Sayang." Yuwang terlihat senang langsung mencium pipi Ryu.


" Sayang, apa kamu tidak ingin meminta Restu kepada Guru kami di Dunia Moshen?" tanya Tianhe.


" Itu sudah pasti. Tapi kita harus Kuat terlebih dulu. Sepertinya Fondasi kalian berempat semua belum mencapai Tingkat Langit. jadi tidak perlu buru-buru." ucap Ryu.


" Sayang, Kamu tenang saja! kami akan menyusul akan mencapai Tingkat Langit. Tapi malam ini kita menjelajahi Alam Surgawi, Sayang sudah hampir seminggu tidak pulang." Yunjiang langsung menggandeng tangan Ryu.


Melihat tingkah Yunjiang, mereka hanya senyum saling berpandangan langsung membawa Suami mereka ke meja makan untuk menikmati hidangan yang telah disediakan.


Begitupun Ryu meminta untuk membersihkan diri terlebih dulu baru kembali ke meja Makan kemudian membawa mereka untuk beristirahat.


Pada keesokan Pagi Ryu melanjutkan penelusuran hingga seringkali bertemu sekelompok Siluman Lipan Air baik yang sudah berusia puluhan Ribu Tahun hingga Ratusan Ribu Tahun, namun bukan menjadi kendala yang berarti.


Saat menempuh perjalanan cukup jauh, mereka disambut dengan bongkahan Emas yang seakan berserakan memenuhi dasar sungai mulai dari seukuran jari hingga seukuran Kepala.


Ryu yang melihat itu langsung meminta pendapat Ketujuh Istrinya karena sekarang mereka tinggal terlalu membutuhkan benda itu lagi.


" Suamiku, Emas ini memang tidak terlalu dibutuhkan. Tapi suatu saat kita pasti membutuhkannya. Lagi pula Dunia Kecil sekarang sangatlah luas, bahkan bisa disebut Bukan Dunia Kecil lagi." ucap Sheng Zhishu.


" Baik, kita akan mengambilnya. Tapi kita menaruhnya di sekitar Kediaman Zi Mayi dan Zi Mifeng saja." ucap Ryu.


" Mmmmmm." mereka mengangguk setuju lalu mengambil Tumpukan Emas tersebut.


Setelah memakan waktu beberapa hari hingga mereka terus berjalan sambil mengumpulkan Emas yang beredar di dasar Sungai hingga tidak ada yang tersisa lagi.


Penelusuran mereka pun terus berlanjut lebih dari Dua Bulan karena saat malam tiba mereka juga harus kembali ke Dunia Kecil untuk memulihkan tenaga karena terkadang harus berhadapan dengan Siluman Lipan Air, Siluman Buaya, Ular Air, Lebah Air bahkan Siluman Kura-kura dan Kepiting.


Dari Atas Sungai juga terlihat Gelombang Air Pasang yang membuat Para Warga yang melihat gejolak yang muncul dari sungai merasa Khawatir menganggap Para Siluman yang ada di Dasar Sungai sedang marah.


Bahkan ada yang menganggap itu ulah dari Siluman Naga Air yang sedang melakukan pertarungan melawan Siluman yang lain di dasar sungai.

__ADS_1


Penelusuran mereka pun terus berlanjut tanpa mereka sadari bahwa mereka sudah berada di Wilayah Kerajaan Angin sesaat mereka telah masuk ke dasar Sungai yang lebih dalam lagi yang terlihat beberapa Tumpukan Mutiara Kerang Langit.


" Sayang, sepertinya itu Mutiara Kerang Langit yang kita cari." Yuwang terlihat bersemangat.


" Apa yang ditunggu lagi? aku rasa Kerang Langit sedang bersembunyi sudah tau kedatangan kita." Ryu langsung mengibaskan tangan mengambil Mutiara tersebut.


" Suamiku, Apa kita akan membawa Kerang Langit itu ke Dunia Kecil?" Huli Yue sambil menunjuk suatu tempat dimana Kerang Langit bersembunyi.


" Kita mengambil beberapa saja. Jika Kerang Langit ini hilang semua, maka sungai ini tidak lama menjadi keruh dan kotor." ucap Ryu.


" Baiklah, Aku akan mengambil beberapa saja." Huli Yue langsung melompat ke arah persembunyian mereka.


Terlihat beberapa galian tanah yang seakan ditutupi sesuatu dari kumpulan Kerang Langit.


" Nona, Tolong jangan Bunuh kami! Kalian boleh mengambil Mutiara kami, tapi biarkan kami hidup tenang disini." ucap Salah satu kerang langit yang terlihat besar dari lainnya seperti suara Wanita.


" Kami tidak membunuh Kalian! tapi kami membawa beberapa dari kalian untuk menempati Sungai yang kami ciptakan." ucap Huli Yue.


" Apa ucapan Nona bisa dipercaya? " Tanya Kerang Langit.


" Apa kami seperti orang Jahat?" Huli Yue bertanya balik.


Mendengar ucapan dari Huli Yue mereka diam sejenak seakan berkomunikasi satu sama lain.


" Kami akan bersama kalian, tapi dengan satu syarat. Kalian harus melindungi kami dari Para Dewa yang ingin membunuh kami. Satu lagi, Jika kamu menginginkan Kami maka kalian harus membawa kami semua karena kami juga memiliki Keluarga seperti kalian." Pemimpin Kerang Langit tidak ingin berpisah dengan yang lain.


" Tapi bagaimana dengan Sungai ini? " Tanya Huli Yue.


" Semua tergantung dari Manusia yang memakainya. Kami juga tidak mungkin selamanya membantu mereka menjernihkan Sungai ini." ucapnya


" Nona, jika bisa kami memilih Sebuah Lautan agar kami bisa menciptakan Mutiara yang lebih baik lagi." ucap yang lain seperti suara Pria.


" Kalau begitu aku akan membawa kalian ke tempat tinggal baru kalian." Huli Yue mengibaskan tangan membawa mereka ke Laut yang mereka ciptakan.


" Sudah beres." Huli Yue kembali ke dalam kelompok yang terlihat sudah menunggunya.


" Aku harap begitu." Ryu membawa mereka untuk berjalan mencari sesuatu yang berharga.


Saat menempuh perjalanan selama beberapa hari, mereka juga sudah menemukan apa yang mereka inginkan yaitu Permata Tujuh Warna yang seakan membuat dinding-dinding kecil yang menghambat aliran Air di dasar Sungai.


" Sepertinya yang kalian inginkan sudah terpenuhi." Ryu mengambil Permata Tujuh Warna di depan mereka.


" Mmmmm." Ketujuh Istrinya juga ikut membantu mengumpulkan.


Di tempat kejauhan, Terlihat Naga Air berjumlah 12 Ekor sedang memperhatikan Ryu dan Kelompoknya yang sedang sibuk mengumpulkan Permata Tujuh Hati.


" Suamiku, Apa yang harus kita lakukan? Mereka telah mengambil Harta kita." Ucap Salah satu Sosok Naga.


" Istriku, Kita tidak mampu melawan Mereka. Aku tidak ingin kamu dan sepuluh Selir mati ditangan mereka." Ucap Sosok Naga yang paling besar.


" Suamiku, bagaimana jika kita kerahkan Semua Prajurit Naga dari kami samua." ucap yang lain.


" Selir Pertama... Sekalipun kita kerahkan semua Prajurit dari Klan kalian masing-masing, aku tidak yakin kita bisa menang. Biarkan mereka mengambil Harta itu, Bagiku Kalian semua adalah Harta yang tidak ternilai harganya." ucap Raja Naga Air.


" Suamiku, bagaimana Jika kita bicara kepada mereka secara baik-baik?" ucap Naga lain.


" Selir Kesepuluh, itu terlalu berbahaya" ucap Raja Naga Air.


" Suamiku, aku bicara seperti ini bukan tanpa alasan. Jika mereka terus menelusuri Dasar Sungai Ini bukan tidak mungkin mereka mencapai Istana kita."Ucap Selir Kesepuluh.


" Apa yang kamu bilang memang benar, kalau begitu biar aku sendiri yang bertemu mereka. Aku rasa Pemuda itu Pemimpin mereka." Raja Naga Air mendekati Ryu.


" Salam Tuan, Jika berkenan ada apa sampai Tuan mengunjungi Dasar Sungai ini? " Suara Raja Naga Air dari jauh sambil mendatangi Ryu.


Mereka yang sudah tau dari awal tentang keberadaan Duabelas Naga itu hanya bersikap santai karena Ryu meminta mereka untuk acuh mengingat 12 Naga tersebut tidak ada niat membunuh sambil mengambil mengambil Permata Tujuh Warna yang mulai habis.


" Kami hanya ingin mencari Harta di Dasar Sungai ini saja." jawab Ryu dengan santai

__ADS_1


" Perkenalkan Namaku Di Shu, Jika boleh tau siapa Nama Tuan? " Tanya Di Shu.


" Namaku Ryu, yang disana Ketujuh Istriku dan yang disana adalah Bawahanku." Ryu menghentikan pekerjaannya sambil memperkenalkan diri mereka.


" Salam Nona, Senang bertemu dengan kalian semua." Di Shu sambil mengukur kekuatan mereka yang semua setara dengannya terlebih 3 hewan kontrak, Zi Mayi dan Zi Mifeng sudah berada di atas tingkatnya.


" Di Shu apa yang membuatmu mendatangi kami?' Ryu balik bertanya.


" Begini Tuan, aku ingin meminta tolong agar Tuan tidak menyusuri Dasar Sungai ini lebih jauh lagi. Aku tidak ingin ada perselisihan yang membuat Prajurit ku mengalami kerugian. Jika Tuan ingin mencari Harta, biar kami saja yang mengambilnya." ucap Di Shu.


"Aku ingin mencari Harta Langit, tapi sepertinya disini hanya barang langka biasa." kami tidak memiliki Harta lain selain Permata Tujuh Warna ini Tuan.


" Jadi Permata Tujuh Warna milik kalian? tanya Ryu.


" Benar Tuan, Permata Tujuh Warna berguna untuk meningkatkan Kekuatan fisik kami. Tapi itu tidak masalah, kami akan mencari Sumberdaya yang lain untuk menggantinya." Di Shu terlihat tidak enak.


" Kalau begitu, Terimalah ini sebagai Kompensasi karena telah mengambil Harta kalian." Ryu mengeluarkan Tumpukan Ginseng Air dan satu kotak Kelopak Bunga Anggrek Darah Naga.


" Ini? Terimakasih Tuan." melihat Kelopak Bunga Anggrek Darah Naga yang paling langka.


" Tidak masalah, aku tidak ingin mengambil Hak milik orang dengan cuma-cuma. Kecuali mereka adalah orang jahat." Ucap Ryu.


" Tuan, Ginseng Air ini bukankah berada di wilayah Lipan Air?" Tanya Di Shu.


" Benar. mereka lebih memilih jalan Pertempuran, jadi jangan salahkan saya jika mereka harus mati." ucap Ryu.


Mendengar ucapan tersebut Di Shu sangat beruntung karena berfikir dengan jernih mengingat kekuatan mereka setara dengan Lipan Air tentu saja Ryu dan Pasukannya dengan mudah mengalahkan mereka.


" Kalau kamu mau mengambilnya, Silahkan saja. Kami hanya mengambil beberapa saja." ucap Ryu.


" Terimakasih Tuan " Di Shu berfikir bahwa tidak ada lagi Penguasa lain di Sungai karena Kelompok Ryu sudah mencapai Wilayah mereka.


" Kalau begitu, kami pamit untuk kembali ke Darat." Ryu mengembalikan Semua bawahannya kini hanya tersisa Dia dan Ketujuh Istrinya.


" Jika Tuan berkenan, Berkunjunglah ke Istana Kami. Sebagai rasa Hormat kami." Di Shu menawarkan.


" Sayang, aku ingin melihat Kerajaan Mereka." Yinshi memelas.


" Mari Tuan," Di Shu menuntun jalan.


Terlihat 11 Ekor Naga juga muncul menyambut kedatangan mereka dengan ramah.


" Suami." sapa mereka mengingat rencanamya telah berhasil.


" Tuan Ryu, Perkenalkan ini Istriku Di Yue dan yang lain adalah Selirku. tapi aku anggap mereka seperti Istriku juga. Mereka sangat cantik." Di Shu dengan bangga memperkenalkan Istri dan selirnya.


" Suami kami juga sangat tampan " Jawab 11 Sosok Naga serempak.


Mendengar ucapan dari Di Shu, Ryu maupun ketujuh Istrinya mencoba menahan rasa geli mengingat sosok yang di depan mereka begitu menyeramkan.


" Hahahaha... Kalian bisa saja, tapi aku tidak mampu menyaingi Ketampanan Tuan Ryu. Mari.!" Di Shu kembali menuntun jalan.


Setelah beberapa saat terlihat di bagian lebih dalam lagi dari dasar sungai ada Sebuah Istana yang sangat besar dan megah yang seakan diselimuti oleh pelindung Transparan yang memisahkan Air dan terlihat seperti sebuah Daratan.


" Silahkan masuk Tuan, Nona " Di Shu seakan berjalan memasuki pembatas tersebut bersama Istri dan selirnya.


Seketika Wujud mereka berubah menjadi sosok Manusia normal Di Shu yang seperti Pemuda tampan Begitupun Di Yue dan 10 Selir terlihat seperti Wanita Muda yang sangat Cantik.


Perubahan Wujud mereka tentu membuat Ryu dan Ketujuh Istrinya saling berpandangan ternyata benar apa yang mereka katakan sebelumnya.


" Silahkan masuk Tuan Ryu, Jika boleh tau Siapa Nama ketujuh Istri Tuan ini?" Di Yue sambil menatap ke arah mereka bergantian.


" Namaku Sheng Zhishu, dan ini Xin Chie, Huli Yue, Tianhe, Yunjiang, Yinshi juga Adik Yuwang." Sheng Zhishu memperkenalkan diri mereka sambil berjalan.


" Nama kita mirip, hanya beda Klan saja." Di Yue memandang Huli Yue.


" Dunia ini sangatlah luas, mungkin saja masih banyak yang sama dengan nama kita." ucap Huli Yue.

__ADS_1


" Nona benar, Namun kami tidak pernah menjelajahi Dunia luar. Kami tidak ingin Manusia merasa terganggu." ucap Di Yue.


__ADS_2