
Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:
Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.
Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'
Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏
...****************...
Dengan sekuat tenaga Siluman ular menyerang Ryu semakin liar baik dengan semburan racun maupun dengan tubuh raksasa milikya.
Ryu yang melihat Siluman ular sudah kehilangan kendali kini tersenyum lebar sambil menghindar dari arah serangan
Karena ekornya sudah putus, maka efek regenerasi Siluman ular langsung terhenti hingga mulai kewalahan karena sudah banyak mengeluarkan darah.
Ryu yang melihat celah tersebut langsung mencari waktu yang tepat untuk melancarkan serangannya.
' Malapetaka'
Saat melihat ada kesempatan Ryu menggunakan kekuatan penuh menciptakan Bola Petir Hitam mengarah ke Siluman ular.
" Bboooom." Ledakan yang sangat kuat membuat kawah besar hingga terlihat Siluman ular tidak mampu lagi untuk bergerak.
" Haaahh." Ryu yang sudah banyak mengeluarkan Qi membuat pandangannya serasa gelap.
Dengan cepat Ryu mengambil puluhan Pil pemulihan lalu menyerapnya dengan posisi duduk bersila.
Setelah beberapa saat Ryu mulai membuka mata yang terlihat anggota Klan Liu yang lain sudah berada di depannya.
" Tetua Agung." Jianheng memberikan Inti Roh Siluman ular kepada Ryu.
" Terimakasih Tetua Jianheng." Ryu tersenyum seraya mengambil Inti Roh Siluman ular yang ternyata Jianheng sudah berinisiatif untuk mengambil Inti Roh tersebut yang baru dibunuh oleh Ryu.
" Tidak masalah Tetua Agung. Itu hanya pekerjaan kecil." Ucap Jianheng.
" Tetua Agung... Aku sudah memasukkan Mayat Siluman Ular itu ke peti dimensi." Ucap Jianying.
" Tidak masalah... Sekarang kita menuju Hutan yang terakhir." Ryu mengeluarkan kapal udara.
" Baik." jawab mereka serempak.
Mereka pun kembali melanjutkan perjalanan saat semuanya sudah berada di dalam kapal udara.
Saat berada di kapal udara, Liu Meng mulai memberikan usulan kepada Ryu dimana mengambil beberapa Siluman yang sudah berusia Jutaan Tahun tingkat Raja keatas sebagai hewan kontak.
Mendengar usulan tersebut Ryu juga menyetujuinya, namun Ryu juga mengingatkan kepada mereka bahwa di Dunia Abadi memiliki Hewan Roh yang sama seperti Siluman yang ada di Dunia Fana.
__ADS_1
Ryu juga menjelaskan tentang Hewan Ilahi, Roh Suci, Makhluk Kuno bahkan ada beberapa yang masih belum dia ketahui seperti Hewan Kontrak milik Ryu sebelumnya yaitu Tou Shuijing.
Mendengar ucapan dari Ryu, mereka semua membayangkan betapa kuatnya lagi Hewan Ilahi dan yang lain apalagi jika mereka ke Dunia Abadi sudah pasti akan Berkultivasi mulai dari awal.
Karena keputusan mereka sudah bulat, maka Ryu juga setuju mengingat perjalanan mereka masih jauh.
Ryu juga mengutamakan agar Anggota Sekte Lembah Persik saja yang lebih dulu melakukan kontrak jiwa untuk menemani perjalanan mereka.
Setelah berdiskusi, Liu Meng memberikan dua buah Kitab yang mereka ambil dari Hutan larangan Desa Lembah Hitam.
Ryu pun mengambil Kitab tersebut dan menyimpannya di Cincin pemulihan lalu berpamitan kepada yang lain kembali ke kamar utama kapal udara.
Saat berada di dalam kamar utama, Ryu langsung mengambil Kitab tersebut berniat untuk membacanya.
Namun saat Ryu ingin membuka dari salah satu dari Kitab tersebut, Jinying langsung keluar dan menarik Ryu menuju Alam Jiwa.
" Gege... Aku butuh bantuanmu untuk naik Level 30." Ucap Jinying.
" Ying'er... Apa cuma itu caramu Berkultivasi?" Ryu mengerutkan keningnya.
" Tidak juga, tapi itu cara yang paling cepat untuk naik Level." Tanpa menunggu jawaban Jinying langsung mendorong tubuh Ryu hingga terbaring.
" Baiklah... " Ryu menghela nafas karena Jinying sudah berada di atasnya seperti biasa.
Karena kecepatan waktu di Alam Jiwa lebih cepat seratus kali lipat, maka Ryu masih ada waktu untuk melakukan aktifitas untuk berlatih.
Di Alam Jiwa milik Ryu memang hanya bisa untuk berlatih saja dan tidak bisa membawa orang lain ke tempat tersebut kecuali yang memiliki kontrak jiwa dengannya.
Setelah cukup lama menuruti keinginan Jinying, Ryu membuka Kitab yang belum sempat dia baca sebelumnya.
Pada kitab pertama, Ryu membaca cerita tentang perjalanan hidup Jenderal wanita dari Klan Liu yang berhasil menyelamatkan diri bersama Putra Mahkota.
Jinying yang awalnya masih berada di dekatnya lebih memilih untuk menjauh karena takut akan terjadi hal yang buruk padanya.
Dengan penuh amarah dan dendam terlihat dari wajah Ryu hingga menutup kembali Kitab tersebut berusaha untuk menenangkan diri.
" Lima pemilik Tubuh abadi... Aku akan membuat perhitungan kepada kalian. Aku akan melakukan hal yang lebih keji dari apa yang telah kalian lakukan kepada Klan Liu." Ryu bergumam sambil menekan Auranya.
Hingga secara perlahan Ryu mulai menguasai emosinya dan Aura Dewa Agung yang awalnya sangat mengintimidasi kini mulai menghilang kembali seperti semula.
Jinying yang menatapnya dari kejauhan juga secara perlahan mendekati Ryu kembali saat merasa sudah aman.
" Gege... Apa yang terjadi padamu?" Jinying memberanikan diri untuk bertanya karena Aura yang dilepaskan oleh Ryu hampir saja membunuhnya jika terlambat sedikit untuk menjauh.
" Tidak ada..." Hanya saja fikiranku sedikit kacau." Ryu menghentikan untuk membaca Kitab, terus mengontrol emosinya.
Setelah beberapa saat Ryu lebih memilih untuk mengolah Aura Pembunuh yang dia kumpulkan menjadi Aura Dewa Agung.
Setelah Aura Pembunuh telah menghilang, Ryu kembali ke kamar utama kapal untuk mengisi lingkaran Qi miliknya yang ada di Alam Jiwa.
Karena merasa khawatir dengan keadaan Ryu, Jinying keluar dari Alam Jiwa untuk menemani Ryu yang terlihat sedang duduk bersila.
Setelah beberapa saat, Ryu kembali membuka mata karena mendengar suara ketukan pintu di kamarnya lalu berjalan ke arah pintu.
" Tetua Agung... Kita sudah sampai di Hutan yang terakhir." ucap Tianba.
" Baiklah... Kita harus berangkat." Ryu langsung keluar dari kamar yang dimana Jinying langsung masuk kembali ke tubuh Ryu.
Setelah berada di pinggir Hutan, Ryu memasukkan kembali kapal udara ke Cincin pemulihan meskipun para penduduk Desa Lembah Hitam masih berada di dalamnya karena saat ada di Cincin pemulihan, mereka tidak mengalami masalah apapun.
__ADS_1
Tanpa menunggu lama Ryu langsung masuk ke dalam Hutan bersama anggota keluarga Klan Liu yang tentu membunuh dan menghancurkan Pasukan Siluman yang ada di tempat itu.
Baru saja mereka masuk ke dalam Hutan, kini mereka langsung disambut oleh kelompok Siluman dari berbagai jenis.
Tanpa menunggu lama Ryu langsung melepaskan Aura Dewa Agung seperti yang selalu dia lakukan untuk membantu yang lain.
Ribuan Siluman itupun tidak ada yang mereka lewatkan meski banyak yang mengalami luka.
Penelusuran di dalam Hutan terus berlanjut selama berhari-hari hingga mereka sudah mencapai bagian terdalam Hutan yang dimana terlihat lebih dari 100 ekor Siluman Kalajengking setinggi 5 meter yang berusia jutaan tahun tingkat Surgawi.
Ryu yang melihat hal itu sedikit khawatir akan keselamatan anggota Klannya sambil menatap ke arah kumpulan Siluman Kalajengking tersebut.
" Ryu'er... Bagaimana ini?" Liu Meng merasa khawatir.
Melihat ekspresi dari seluruh anggota Klan Liu yang ketakutan, Ryu memejamkan mata sambil memeriksa wilayah sekitar hingga merasakan Aura yang sangat kuat yang juga sedang menuju ke arah mereka.
" Tidak ada cara lain." Ryu bergerak mendahului yang lain.
" Wuush." Ryu mengurung sekitar 50 lebih Siluman Kalajengking.
Melihat apa yang dilakukan Ryu terhadap rekan mereka, Siluman Kalajengking sangat marah langsung menyerang Ryu.
" Duaarr... Duaarr... Duaarr." Ryu menciptakan Hujan Petir untuk menghalau Siluman Kalajengking tersebut.
Sementara puluhan Siluman Kalajengking yang terkurung di dalam Formasi Petir Hitam kini bergerak liar mencoba menghancurkan Formasi Petir Hitam sekuat tenaga.
" Cepat lawan Siluman ini! Formasi ini tidak bisa lama bertahan." Ryu memberi perintah kepada yang lain.
" Baik." Seluruh anggota keluarga Klan Liu menghadang Siluman Kalajengking tersebut merasa tertolong dengan Formasi Petir Hitam yang diciptakan oleh Ryu.
Ryu memang bisa menahan Formasi Petir Hitam tersebut agar tidak hancur, namun bayarannya harus menggunakan spiritual yang sangat beresiko.
Ryu yakin Siluman Kalajengking tersebut memiliki fisik yang sangat kuat yang hanya mampu menguras energi mereka saja namun tidak bisa membuat mereka terluka parah.
Dan benar saja, saat Siluman Kalajengking berusaha untuk menghancurkan Formasi Petir Hitam, mereka hanya mendapat sedikit goresan saja pada kulit mereka saat menyentuh formasi Petir Hitam.
Dengan bantuan Hewan kontak yang sebelumnya mereka dapatkan, Anggota Klan Liu merasa sedikit lega sambil melancarkan serangan terbaik mereka.
Setelah memastikan keamanan anggota Klan Liu masih terlihat seimbang, Ryu beranjak dari tempat tersebut menuju ke arah sumber Aura berniat untuk menghadang agar tidak mencapai dimana anggota Klan Liu yang lain.
" Ingat apa yang dikatakan oleh Ryu'er... Cepat kalahkan Siluman Kalajengking ini sebelum Formasi itu hancur." Liu Meng mengingatkan kembali kepada yang lain.
" Baik." ucap mereka serempak.
" Barisan depan dalam posisi bertahan. Dan untuk Barisan belakang kumpulan energi kalian dan menyerang Siluman ini dengan kekuatan penuh." Jianheng memberi instruksi.
" Baik." mereka mengangguk lalu mengikuti arahan dari Jianheng.
Barisan depan berusaha untuk menahan serangan dari pihak lawan, sedangkan barisan belakang langsung menciptakan Bola energi masing-masing dari berbagai elemen dengan penuh konsentrasi.
Setelah beberapa saat mereka telah berhasil menciptakan serangan penuh mereka lalu memberi isyarat kepada barisan depan untuk memberi ruang.
" Bboooom... Bboooom... Bboooom." Serangan gabungan dari berbagai arah membuat puluhan Siluman Kalajengking terpental puluhan meter.
" Pekerjaan yang baik. Sekarang pulihkan diri kalian dan kembali menciptakan serangan berikutnya." Jianheng terlihat senang atas kekompakan mereka.
Seluruh anggota keluarga Klan Liu menjawab dengan anggukan kemudian kembali ke posisi semula dimana barisan depan siap menghadapi Siluman Kalajengking, sedangkan barisan belakang berusaha mengumpulkan Qi lalu menciptakan serangan terkuat mereka.
Di sisi lain puluhan Siluman Kalajengking yang awalnya terpental jauh, kini sangat marah langsung bangkit menyerang ke arah kelompok lawan dengan kekuatan penuh.
__ADS_1