SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
Klan Shui 3


__ADS_3

Qin Shuomei langsung mengambil Teh hangat dari tangan Ibunya yang masih membeku lalu membagikan kepada yang lain.


" Ayah Mertua... Ibu Mertua... Semoga hadiah dari kami bisa membantu membangun kembali Sekte ini." Ucap Ryu membuyarkan rasa kaget kedua mertuanya.


" Ryu'er... Kamu sangat Dermawan... Tidak salah Putriku memilihmu sebagai Suaminya." Patriak Mao merasa bangga kepada mereka.


" Ayah mertua... Aku hanya memberikan apa yang bisa aku lakukan." Ucap Ryu.


" Haaahh... Aku rasa dengan begini, aku bisa mengangkat kejayaan sekte ini dan membalas sakit hatiku selama ini. " Patriak Mao merasa semangatnya mulai bangkit.


" Ayah Mertua... Siapa yang menghancurkan Sekte kalian?" Ryu memasang wajah serius.


" Ryu'er.... Menurut mata-mata, lima sekte yang bergabung yang menghancurkan sekte kami adalah atas perintah Kaisar Dong. " Ucap Patriak Mao.


" Kaisar Dong? Ayah... Apa ada hubungannya denganku?" Tanya Qin Shuomei.


" Benar Nak... Saat kamu lahir, Kaisar Dong mengetahui bahwa kamu memiliki Tubuh Abadi. Untuk itu Kaisar Dong ingin mengangkatmu menjadi menantu, namun aku menolaknya bagaimana mungkin kami harus memberikan putri kami yang masih mungil. Aku tidak menyangka penolakan tersebut membuat Sekte dari Klan Shui hancur." Patriak Mao menghela napas.


" Ayah Mertua... apa saja sekte yang bergabung tersebut? " Darah Ryu seakan mendidih ingin menjajal kemampuannya dan kemampuan Pasukan Semesta.


" Mereka adalah Sekte Pagoda Suci aliran Putih, Sekte Salju Abadi Aliran Netral, Sekte Kalajengking Hitam, Sekte Gagak Malam, dan Sekte Lembah Iblis Aliran Hitam. Semua adalah sekte besar. " Jawab Paktriak Mao.


" Aku tidak menyangka ada Aliran Putih sekeji itu. Apa Ayah Mertua tau dimana letak Sekte mereka? " Tanya Ryu.


" Ryu'er... Apa Kamu ingin menyerang Mereka? Aku rasa lebih baik kamu urungkan niatmu. Aku tidak ingin hal buruk terjadi pada Kalian." Patriak Mao menggelengkan kepala, karena dia mengetahui bahwa kelima Sekte tersebut sudah banyak yang mencapai Pendekar Surgawi.


" Ayah mertua tenang saja! Aku hanya ingin melihat pergerakan mereka saja." Ucap Ryu.


" Hah... Aku harap kamu tidak melakukan hal buruk. " Patriak Mao mengeluarkan sebuah Peta Benua lalu memberikan beberapa titik dan menyerahkan kepada kepada Ryu


" Semua sudah aku tandai. Sesuai urutan nomor mereka. Yang terkuat aku tandai nomor satu dan Seterusnya. " Lanjut Patriak Mao.


" Terimakasih Ayah mertua." Ryu terlihat senang.


" Sebaiknya kita menuju lapangan Sekte terlebih dulu. Aku rasa semua Tetua dan para Murid sedang menunggu." Patriak Mao mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


Patriak Mao membawa mereka keluar menemui para Tetua, Guru Sekte dan para Murid yang terlihat sedang menunggu.


Patriak Mao dengan bangga memperkenalkan Anak dan menantunya. Bahkan dia mengenalkan Istri Ryu yang lain tanpa merasa malu.


Sembilan Hewan Kontrak juga bangkit berdiri untuk memperkenalkan diri mereka masing-masing sebagai bawahan dari Ryu dan Istrinya, namun tidak memberitahukan bahwa mereka adalah Hewan Kontrak.


Mendengar ucapan dari mereka, para Murid langsung memasang wajah masam sedikit kecewa.


Mereka yang mendambakan pujaannya masing-masing ternyata telah memiliki Suami dan Istri.


Kini hanya ada beberapa sosok saja yang mereka harapkan, sembilan Hewan Kontrak.


Setelah semua memperkenalkan Diri, Patriak Mao juga mengatakan bahwa Anak, menantu dan yang lain telah memberikan hadiah kepada Sekte dengan Sumberdaya yang sangat langka.


Hal itu membuat para Murid bahkan para Tetua dan Guru Sekte juga terlihat sangat Senang.


Paktriak Mao memberikan Tugas tersebut Kepada Tetua Siwu dan Tetua Bei Fang agar bisa membagikan Sumberdaya kepada Guru Sekte dan Murid yang lain sesuai kebutuhan mereka.


" Aku akan memberikan sedikit hadiah. kepada siapa para Tetua, Guru Sekte yang bisa naik dua tingkat dalam Satu minggu. maka akan aku berikan sesuatu yang sangat berharga." Ucap Ryu untuk memberi semangat kepada mereka.


Hal itu tentu saja karena mereka melihat dengan mata kepala mereka sendiri adanya Sumberdaya yang sangat Langka di tangan mereka.


Setelah semua selesai, Tetua Siwu membubarkan para Murid untuk kembali kepada aktivitas mereka masing-masing.


Ryu dan yang lain juga kembali ke tempat kamar mereka masing-masing yang telah disediakan.


" Gege... Apa kita akan menyerang kelima Sekte dan Kekaisaran?" Tanya Huli Yue.


" Kita akan tunggu selama satu minggu dulu. Aku harap Pasukan Semesta yang baru semua bisa mencapai Pendekar Langit tahap akhir karena untuk mencapai Pendekar Surgawi, mereka yang sudah lama sepertinya sangat sulit. Dengan begitu, kita tidak perlu khawatir mengalami kekalahan meskipun akan banyak yang mati." Ryu memperkirakan bahwa kelima Sekte tersebut memang sangat kuat karena bantuan Sumberdaya dari Kaisar Dong.


" Gege... Kira-kira apa kita bisa menerobos Pendekar Surgawi tahap akhir selama satu minggu ini? Dengan begitu kita bisa membantu Pasukan Semesta." Ucap Sheng Zhishu.


" Shu'shu benar... Jika kita bisa menerobos Pendekar Surgawi tahap akhir, maka kerugian Pasukan Semesta akan berkurang." Ucap Xie Hua.


" Shu'er... Apa yang kamu katakan itu memang benar. Tapi untuk mencapai Pendekar Surgawi tahap akhir, bukanlah perkara yang mudah. Dalam sebuah pertarungan, kematian dari kedua belah pihak tidak bisa dihindarkan." Ucap Ryu.

__ADS_1


" Lebih baik kita tanyakan kepada Pasukan Semesta! Apa mereka ingin menanggung resiko besar itu." Ucap Ting Ye.


" Untuk masalah itu, nanti aku tanyakan langsung kepada Pasukan Semesta. Jika mereka mundur, aku tidak bisa menghalangi mereka." Ucap Ryu.


" Mmmm." Sheng Zhishu dan yang lain mengangguk setuju.


" Lebih Baik sekarang kita beristirahat. mungkin ada beberapa hal besok yang kita lakukan. " Ryu beranjak menuju tempat tidurnya m


Sheng Zhishu dan yang lain juga beranjak dari tempat duduk mereka menuju ke tempat tidur mendekati Ryu dengan rasa bangga dan perasaan senang mereka semua seakan terbawa ke alam mimpi masing-masing.


*****


Pada keesokan harinya Patriak Mao memanggil puluhan para Tukang agar bisa menambah bangunan dan memperluas Halaman Sekte mereka agar kelak bisa menampung ribuan para Murid baru yang ingin bergabung bersama mereka.


Dengan Harta yang diberikan oleh Ryu, bukan tidak mungkin baginya untuk memperbesar Sekte Tirai Air seperti sedia kala.


Hari itu juga Shui Jian dan beberapa Murid lain telah kembali dari misi mereka.


Shui Jian juga sangat senang mendengar Adiknya masih hidup bahkan membawa sosok Suami yang menjadi berkah bagi Sekte Tirai Air.


Bahkan dia juga hampir tidak percaya dengan apa yang telah diberikan Adiknya, Adik Ipar dan tentu dari Istri Ryu yang lain hingga membawa para bawahannya juga memberikan suatu yang paling berharga.


Shui Jian dengan perasaan senang langsung pamit kepada Ayahnya menuju ke tempat kediaman adiknya.


" Adik Kecil... Apa kamu adalah Gadis mungil itu?" Shui Jian menatap sosok yang memakai kalung giok putih yang sedang duduk bersama 22 wanita yang lain di depan teras Rumah.


" Kakak Jian ya?" Qin Shuomei bangkit berdiri menatap sosok Pemuda di depan mereka.


" Gadis mungil... Aku tidak menyangka kedatanganmu membawakan keberuntungan langit untuk Sekte Tirai Air" Shui Jian berlari kecil langsung memeluk Adiknya dengan bangga.


Meskipun waktu itu Shui Jian masih anak-anak usia tujuh tahun, namun dia selalu menggendong adiknya tersebut dimana masih berusia belum genap dua tahun.


" Kakak... Aku bukan Gadis mungil lagi. Bahkan aku sudah memiliki Suami yang sangat tampan dari kakak." Bisik Qin Shuomei sambil membalas pelukan Shui Jian.


" Ah... Aku lupa. Sekarang kamu sudah tumbuh dewasa dan sangat cantik" Shui Jian melepaskan pelukannya dengan wajah memerah.

__ADS_1


__ADS_2