SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
AURA DEWA AGUNG 4


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:




Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.




Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'




Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏


...****************...


Di Desa Lembah Hitam kini terlihat Liu Meng dan Kepala Desa sedang menuju ke sebuah tempat di Hutan yang tidak jauh dari Desa.


" Kepala Desa... Bukankah kita dilarang untuk memasuki Hutan ini?" tanya Liu Meng.


" Leluhur pernah mengatakan bahwa seluruh penduduk Desa Lembah Hitam tidak boleh pergi ke hutan ini. Aku yakin mereka pasti menyembunyikan sesuatu." ucap Kepala Desa.


" Kepala Desa... Bukankah itu artinya kita melanggar aturan." Liu Meng merasa hal itu tidak baik.


" Tetua Meng... Bukankah sudah jelas bola kristal itu membuktikan bahwa kita memiliki darah keturunan yang sama? Jika Dunia Abadi adalah tempat asal Leluhur kita, maka kita harus kembali ke sana. Itu artinya seluruh penduduk asli Desa Lembah Hitam akan kembali ke Dunia Abadi."


" Meskipun aku bukan seorang Kultivator, tapi jika kita semua pergi maka kita harus menyelamatkan peninggalan leluhur kita yang ada di tempat ini. Jika apa yang kita lakukan ini membuat leluhur marah, biarkan aku yang sudah tua ini yang menanggung akibatnya." ucap Kepala Desa.


Mendengar ucapan dari Kepala Desa, Liu Meng pun mengiyakan hal tersebut karena apa yang dikatakan oleh Kepala Desa ada benarnya.


Liu Meng berfikir bahwa leluhur melarang pasti ada sebabnya yang kemungkinan untuk menjaga keluarga Klan Liu yang bisa saja diburu oleh Klan musuh.


Karena Ryu sudah berhasil menghancurkan mereka, tentu saja untuk sekarang Klan Liu tidak perlu khawatir lagi.


Mereka pun berjalan masuk ke dalam Hutan tersebut hingga menemukan sebuah Goa yang ditutupi batu besar memenuhi mulut Goa.


Dengan kekuatan yang dia miliki, Liu Meng menggeser Batu besar tersebut hingga terbuka lalu masuk ke dalam Goa.


Saat mencapai dasar Goa, Liu Meng menemukan Peti yang sudah lapuk berisi dua buah Kitab yang sudah lusuh beserta baju Zirah lengkap seperti milik seorang jenderal.


" Kepala Desa." Liu Meng memperlihatkan kedua Kitab dan Zirah perang tersebut.


" Tetua Meng... Sepertinya Zirah ini milik seorang jenderal." ucap Kepala Desa.


" Mmm." Liu Meng mengangguk lalu menyimpan Zirah tersebut ke Cincin miliknya.


" Tetua Meng... Coba kamu baca salah satu dari Kitab itu!" Kepala Desa terlihat penasaran dengan Kitab tersebut.


" Sepertinya hanya menceritakan tentang pemilik baju Zirah ini saja." Liu Meng membuka Kitab tersebut lalu membacanya.


Didalam Kitab tersebut menceritakan tentang seorang Jenderal Wanita dari Klan Liu yang berhasil menyelamatkan Putra Mahkota dari pembantaian yang dilakukan oleh keenam Klan meskipun tidak tau kapan hal itu terjadi.

__ADS_1


Namun Liu Meng memperkirakan Kitab tersebut sudah berusia jutaan tahun yang lalu.


Dalam cerita Jenderal Wanita tersebut mengatakan pembantaian Klan Liu tidak hanya dilakukan oleh keenam Klan, namun juga dibantu oleh Kekaisaran Shin dan Lima sosok dari Benua lain.


Klan Liu adalah Klan yang paling besar di seluruh Benua Timur dan banyak melahirkan para Kultivator yang mencapai Pendekar Surgawi.


Jenderal Wanita tersebut bernama Liu Yunyi yang memiliki teknik perubahan wujud sehingga bisa selamat dari kematian dengan membawa Putra Mahkota di dalam Gelang Ruang Dimensi.


Pada waktu itu Liu Yunyi sedang mengawal Putra Mahkota pergi berburu secara diam-diam meninggalkan Istana Kekaisaran Awan.


Merasakan firasat yang buruk, Putra Mahkota meminta kepada Liu Yunyi agar lebih dulu pulang ke Istana Kekaisaran Awan.


Namun saat berada di dalam Istana, semua yang ada di dalam Istana semua telah dirancuni.


Beruntung saat itu Liu Yunyi berubah wujud menjadi salah satu Jenderal dari Klan Huo yang berhasil dia bunuh.


Di dalam Istana Liu Yunyi disaksikan oleh pemandangan yang sangat memilukan dimana seluruh ratusan anggota wanita Klan Liu dijadikan sebagai budak nafsu dari Lima sosok yang memakai penutup wajah.


Jenderal Liu Yunyi yang menyaksikan hal ini hanya bisa menahan diri dan menutup Aura membunuhnya karena kelima Sosok tersebut sudah mencapai Pendekar Semesta.


Jenderal Liu Yunyi juga menyadari posisi tersebut jika saja dia melawan, maka bukan tidak mungkin dia sendiri akan mengalami nasib yang sama.


Kejadian itu langsung disaksikan oleh Kaisar dan dua leluhur Klan Liu yang sengaja tidak mereka bunuh agar bisa melihat aksi bejat kelima sosok yang memakai penutup wajah.


Dari pembicaraan mereka, Jenderal Liu Yunyi mengetahui nama kelima sosok tersebut yaitu yang diberikan Dewa Racun, Dewa Ilusi, Iblis Utara, Dewa Kelinci, dan Hantu Malam.


Dari percakapan mereka, Dewa Racun, Dewa Ilusi, Iblis Utara, Dewa Kelinci dan Hantu Malam adalah sosok yang memiliki tubuh Abadi.


Setelah merasa sudah puas, semua anggota wanita Klan Liu dibawa ke penjara bawah tanah sementara Kaisar dan dua leluhur langsung dibunuh.


Namun hal itu sangatlah sulit karena penjara bawah tanah sama sekali tidak memberikan celah karena terus dijaga ketat dan hanya kelima sosok tersebut saja yang bisa masuk ke dalam penjara bawah tanah yang dimana setiap hari menyalurkan hasrat mereka.


Kejadian itu terus berlanjut hingga berbulan-bulan dimana kelima sosok tersebut seakan menikmati tawanan mereka seperti hidangan tiap hari.


Hal itu tentu saja membuat Jenderal Liu Yunyi sangat geram namun tidak bisa berbuat apa-apa.


Dalam pembantaian tersebut Jenderal Liu Yunyi menyelidiki bahwa keenam Klan, Kekaisaran Shin juga banyak memakan korban jiwa dimana lebih banyak lagi dari jumlah anggota Klan Liu.


Saat kelima sosok tersebut sudah meninggalkan Istana Kekaisaran Awan dan kembali ke kediaman mereka dua hari kemudian pada saat tengah malam Jenderal Liu Yunyi memberanikan diri untuk membebaskan para tawanan.


Namun saat berada di dalam penjara bawah tanah, semua tawanan Wanita terlihat sangat memprihatinkan dimana semua tanpa busana dengan posisi tangan terikat.


Dengan sigap Jenderal Liu Yunyi melepaskan ikatan mereka satu-persatu, dan membawa mereka untuk keluar dari penjara bawah tanah.


Suatu hal yang tidak terduga, ternyata saat keluar dari penjara Para Prajurit langsung menghadang mereka.


Karena kondisi tawanan sangat lemah, tentu saja membuat mereka dengan mudah terbunuh yang hanya menyisakan Jenderal Liu Yunyi.


Merasa sesuatu yang buruk akan terjadi padanya, jenderal Liu Yunyi berusaha sekuat tenaga untuk melarikan diri.


Dua hari kemudian Jenderal Liu Yunyi menuju ke sebuah Hutan dimana tempat persembunyian Putra Mahkota.


Namun hal ini dapat diketahui oleh Prajurit Kekaisaran Awan sehingga pertarungan sengit Jenderal Liu Yunyi dan Putra Mahkota melawan Prajurit Kekaisaran Awan tidak terelakkan lagi.


Karena kalah dalam jumlah, mereka berdua mulai kewalahan hingga datang seekor Rubah berwarna merah menghadang Prajurit Kekaisaran Awan.


Namun hal itu tidak berlangsung lama karena Rubah merah juga kewalahan hingga berinisiatif menciptakan sebuah Teleportasi secara acak membawa Jenderal Liu Yunyi dan Putra Mahkota.

__ADS_1


Bertahun-tahun di dalam ruang hampa, mereka berhasil menemukan Dunia yang lain meskipun mereka tidak ketahui tentang Dunia baru yang mereka tinggali.


Untuk melanjutkan keturunan, Jenderal Liu Yunyi dengan senang hati menyerahkan dirinya kepada Putra Mahkota hingga memiliki Tujuh Putra.


Saat itu Putra Mahkota meminta kepada Jenderal Liu Yunyi untuk melarang seluruh Putranya belajar tentang Kultivasi karena menurutnya hanya membawa malapetaka.


Untuk meneruskan Keturunan, Ketujuh Putra dari Putra Mahkota, Rubah merah mengambil beberapa anak wanita yang ditelantarkan oleh keluarganya dan membawa ke Hutan untuk merawat mereka.


Saat mereka dewasa, Rubah merah secara diam-diam mempertemukan mereka hingga terjalin hubungan membangun keluarga yang baru.


Dengan bantuan Rubah merah, Hutan tempat kediaman mereka tidak pernah diganggu oleh Siluman lain hingga mereka semakin bertambah banyak.


Sebelum Putra Mahkota dan Jenderal Liu Yunyi meninggal, mereka meminta kepada Putranya agar tidak keluar dari kediaman mereka dan membuat sebuah larangan agar tidak ke hutan lain dimana sebagai Hutan larangan untuk keturunannya.


Setelah membaca Kitab tersebut Liu Meng sangat geram ingin membalas dendam.


Mengingat Ryu sudah menghancurkan musuh mereka, Liu Meng hanya berfikir untuk mencari keberadaan lima sosok tersebut.


" Kepala Desa... dengan waktu yang sangat lama itu, Aku rasa kita sudah banyak di Desa Lembah Hitam." Liu Meng memperkirakan jumlah Penduduk Desa Lembah Hitam.


" Tetua Meng... Bukankah kamu ketahui, sebelum kalian mengenal namanya Kultivator kita sangat minim pengetahuan. Jadi wajar saja banyak pendahulu kita yang mati karena penyakit." Ucap Kepala Desa.


" Kepala Desa benar... Jika saja seperti sekarang, mungkin nyawa Istriku bisa tertolong." Liu Meng menghela nafas panjang.


" Yang penting sekarang kita sudah tau latar belakang kita. Meskipun diantara kami hanya orang biasa." ucap kepala desa.


" Mmm... Kalian juga keluargaku, sudah seharusnya kita saling melindungi." Ucap Liu Meng.


" Sekarang kita pergi dari sini." Kepala Desa membawa mereka kembali ke Desa Lembah Hitam.


...----------------...


Di Hutan yang ketiga, anggota Sekte Lembah Persik telah memulai penelusuran dimana membunuh habis para Siluman yang mereka temui.


Hingga saat berada di kedalaman hutan, tepat di depan Ryu dan anggota Sekte Lembah Persik terlihat ratusan Siluman Harimau seukuran sepuluh kali Manusia dewasa berusia Jutaan Tahun tingkat Raja.


" Tetua Agung. bagaimana ini?" Dong Shen merasa khawatir.


Begitu juga dengan yang lain merasa sangat khawatir karena Siluman Harimau tersebut sangat banyak.


" Kita lawan saja! Usahakan agar saling melindungi satu sama lain." Ryu mengeluarkan beberapa jarum racun.


" Baik." ucap mereka serempak seraya mengeluarkan Hewan Kontrak milik mereka.


" Ggooooaaarr." Ratusan Siluman Harimau mengaum seraya menyerang Ryu beserta anggota Sekte Lembah Persik lain.


Melihat hal itu Ryu langsung melepaskan Aura Dewa Agung agar memperlambat gerakan Siluman Harimau.


Jika saja Siluman Harimau tersebut masih berusia ribuan tahun, mungkin itu bukan hal yang sulit. Namun yang di depan mereka sekarang adalah Siluman Harimau yang berusia jutaan tahun, maka Aura Dewa Agung yang dilepaskan oleh Ryu hanya mampu memperlambat gerakan dan mengurangi konsentrasi mereka saja.


Meskipun begitu, dengan Aura Dewa Agung masih cukup membantu agar bisa mengurangi kekuatan mereka.


Dengan beberapa jarum racun yang ada di tangannya, Ryu langsung melesatkan serangannya ke beberapa Siluman Harimau hingga menancap di tubuh mereka.


Sambil membantu yang lain, Ryu terus melepaskan serangan jarum racun saat anggota Sekte Lembah Persik kewalahan.


Pertarungan kedua belah pihak tersebut membuat wilayah sekitar langsung hancur dengan pepohonan mulai bertumbangan.

__ADS_1


__ADS_2