
Dalam suara riuh, terdengar suara dari semua Murid Inti yang begitu memuji dengan Wujud Transformasi dari Kedelapan Calon yang pertama maju sebelumnya yakni 4 Murid Pria dan 4 Murid Wanita.
Meskipun ada 18 Murid lain yang mampu menciptakan Transformasi Harimau Putih, namun tidak sekuat dari milik Lin Luan, Chieyu, Ling Lin, Ling Mei dan 4 Pemuda lainnya.
Dari semua tanggapan tersebut, Mereka menyimpulkan bahwa Ryu pasti memiliki Transformasi Harimau Putih yang sangat lemah.
Dari tanggapan miring Para Tetua dan beberapa Guru, tetapi untuk Paktriak dia bisa merasakan Aura Petir Petir yang sangat kuat dan bahkan menyimpan Elemen Api, Cahaya dan Kegelapan hingga Elemen Es walaupun masih Samar-samar.
Ryu yang berada di dalam Arena, kini tidak bisa menahan diri lagi langsung menggunakan Teknik Transformasi Harimau Putih.
" Wuush" Sosok Harimau Berwarna Hitam pekat karena bergabung dengan Wujud Kera Petir.
Semua Penonton langsung terdiam saat menyaksikan Wujud Transformasi yang tidak layak dikatakan Harimau Putih lagi, Melainkan Wujud Monster Berwarna Hitam Pekat yang memiliki Taring Panjang Bertanduk dan Sayap dengan Petir berwarna Hitam.
Du Lao yang dari tadi hanya menunduk, kini secara perlahan mengangkat kepalanya Sambil menatap perubahan wujud Harimau Ryu yang berada dari yang lain.
" Ryu'er... Jadi ini alasanmu menyembunyikan Elemen Petir milikmu." Du Lao kini langsung berubah ekspresi penuh dengan kebanggaan sambil mengibaskan bajunya yang tidak kotor.
' Ryu'er... Tunjukkan Elemen milikmu yang lain!' Paktriak mengirimkan Pesan Jiwa kepada Ryu.
'Maaf Paktriak... Tapi itu...' Ryu merasa bingung karena dia belum menggunakan Elemen yang lain untuk hal tersebut.
' Tunjukkan saja! Biar aku sendiri yang akan memberimu Instruksi' Paktriak mengirimkan Pesan.
Tanpa menjawab apapun Ryu terus mendengarkan penjelasan dari Paktriak agar bisa menggantikan Elemen yang lain dalam waktu singkat tanpa efek apapun.
' Aku mengerti.' Ryu langsung berkonsentrasi.
" Wuush" Ryu langsung mengantikan Petir Hitam menjadi Api Hitam dengan Bentuk Wujud Harimau berwarna Hitam seperti sebelumnya.
" Apa?" Semua yang hadir melihat Elemen Api Hitam yang sama kuatnya dengan Petir sebelumnya.
" Junior... Kau melampaui ku." Xiao Hei langsung berdiri dari tempat duduknya penuh kebanggaan tidak menyangka Orang yang dia kenal dulu masih lemah kini berubah menjadi Sosok Monster.
" Wuush" Ryu kembali mengganti menjadi Elemen Kegelapan.
" Wuush" Kini Wujud Harimau yang sebelumnya berwarna Hitam kini menjadi Harimau Putih berwarna Keemasan karena Ryu menggantikan deng Elemen Cahaya.
Semua yang hadir merasa Tubuh mereka seakan segar tanpa merasakan Sakit Apapun karena Efek dari Aura Harimau berwarna Emas tersebut.
' Cukup Ryu'er... Kamu sudah melampaui keinginanku ' Paktriak juga merasakan efek penyembuhan dari Wujud Harimau Emas milik Ryu.
Seketika Ryu kembali ke Wujud Manusia membuat semua yang hadir kembali murung karena masih ingin merasakan Aura penyembuhan dari Wujud Harimau Emas tersebut.
Kini suara kembali terdengar memuji kemampuan Ryu bahkan Ada dari Murid Elit Wanita yang ingin mendekati Ryu, Namun saat melihat Sosok Shizi mereka langsung menunduk lesu karena Tingkat Kultivasi Shizi seperti Seorang Monster.
" Haaahh... Wajar saja Pemuda itu mendapatkan Istri yang Sangat Cantik dan memiliki Kekuatan yang mengerikan. Bahkan kita Para Pria saja seakan terhipnotis dengan Auranya." ucap beberapa Murid Pria kepada yang lain.
Berbeda dengan Paktriak dan Tetua Sekte, mereka sangat khawatir jika ada orang yang akan memanfaatkan Ryu sebagai senjata mereka ataupun sebagai Perlindungan.
" Sekarang kita sudah menyaksikan kemampuan dari para Calon. Sekarang kalian bisa kembali ke tempat masing-masing." Paktriak langsung menutup Pertunjukan tersebut tanpa dilanjutkan ke Sesi Pertandingan.
Paktriak melakukan hal itu, bukan tanpa alasan jelas-jelas jika dilanjutkan maka bangunan yang ada di Sekte Akan Hancur walaupun ada Pelindung karena Elemen Petir, Api, Kegelapan milik Ryu sudah mencapai puncaknya ditambah lagi Paktriak merasakan kalau Tingkat Kultivasi Ryu bukan berada di Pendekar Alam Tahap Awal melainkan sudah mencapai Pendekar Langit Tahap Awal.
__ADS_1
Semua Murid meninggalkan tempat tersebut dengan kekecewaan namun tidak ada yang berani bersuara mengingat Paktriak adalah hal mutlak dan Para Tetua yang paham juga menurut sekaligus penasaran dengan Keputusan tersebut.
" Sayang..." Shizi langsung menggandeng tangan Ryu yang membuat Ryu serba salah.
" Ryu'er, terimakasih telah memberi muka kepada Gurumu ini." Du Lao terlihat senang.
" Semua berkat bimbingan Guru." Ryu menundukkan kepala.
" Nona, jika boleh tau bagaimana kamu bisa menemukan Suamimu disini?" Du Lao menyelidik.
" Guru, Waktu itu aku dan suamiku harus berpisah dengan adanya Perampok yang menyerang Desa kami. Saat itu aku ditolong oleh Kultivator Misterius dan mengajarkan aku hingga sampai sekarang. Beruntung saat ada beberapa Murid disini waktu menjalankan misi sedang membicarakan tentang Suamiku yang ada disini." Shizi bermain peran.
" Oh begitu... Ryu'er, bawa Istrimu. Aku ada sedikit urusan." Du Lao seakan kepalanya pusing melihat Dua Sosok Monster didepannya.
" Baik Guru." Ryu menyembunyikan kekesalannya pada Shizi dengan terpaksa membawanya ke Kediamannya.
Du Lao pun langsung menuju ke Ruang Paktriak karena disuruh mendatanginya mengenai Ryu.
Sesampai di Ruang kerja Paktriak terlihat Para Tetua juga hadir di tempat itu yang juga terlihat penasaran.
" Salam Paktriak." Du Lao memberi hormat.
" Mmmmmm... langsung saja. Guru Lao, bagaimana kamu bisa melatih Ryu yang memiliki perkembangan yang sangat menakutkan?" Su Hai menyelidik.
" Maksud Paktriak? Aku hanya mengajarkan Ryu'er sebagaimana mestinya kewajiban seorang Guru." Du Lao penasaran.
" Guru Lao.., Asal kamu tau bahwa Ryu'er bukan pada Pendekar Alam Tahap Awal, melainkan sudah mencapai Pendekar Langit Tahap Awal. Tapi dia menyembunyikan Tingkat Kultivasinya." Su Hai terlihat serius.
" Sejak pertama kali Xiao Hei membawanya kesini Ryu'er memang sangat lemah, namun dalam waktu singkat beda satu Tingkat denganku. Bahkan Wanita Muda yang mengaku sebagai Istrinya juga setara denganku." Su Hai tidak tau apa lagi julukan yang akan diberikan kepada Ryu.
Semua yang hadir berpikir dengan caranya masing-masing mengingat mereka Sendiri butuh Puluhan Tahun hanya untuk naik satu tingkat.
" Guru Lao, aku percayakan mereka kepadamu dan bimbing mereka agar tidak berada di jalan yang salah. Jangan sampai ada yang berani mengusik mereka." Su Hai memperingati mereka.
" Baik Paktriak." semua menjawab serempak.
" Kalau begitu, lanjutkan pekerjaan kalian." Perintah Paktriak.
" Mmmmm'' mereka mengangguk langsung meninggalkan Ruangan.
Di tempat lain, Ryu dan Shizi sudah berada di dalam Kediamannya sambil menunggu kedatangan Guru Lao.
" Shizi, apa maksudmu bicara seperti itu? Dan mengapa kamu mengikutiku?" Ryu menyelidik.
" Tuan, Aku tau aku salah.. Tapi aku tidak bisa meninggalkan Tuan." ucap Shizi.
" Haaahh... Aku sudah memberimu kebebasan, tapi kamu kembali lagi." ucap Ryu.
Saat mereka berdua sedang berbincang, terlihat Du Lao sedang mendatangi kediaman Ryu dengan buru-buru.
" Guru" Sambut Ryu dan Shizi.
" Ryu'er... Sekarang kamu sudah melebihi Murid lain, dan posisi kamu sekarang langsung menjadi Murid Elit. Dengan Begitu kamu akan Pindah tempat ke Wilayah Murid Elit." Du Lao merasa tidak ada lagi yang dia ajarkan.
__ADS_1
" Terimakasih Guru." Ryu terlihat senang.
" Kalau begitu kita langsung menuju Wilayah Murid Elit sekarang, karena disana kamu akan mendapatkan Sebuah Bangunan sendiri." Du Lao langsung menuntun mereka menuju Wilayah Murid Elit.
Setelah beberapa saat, Mereka telah berada di sebuah bangunan yang cukup luas dengan halaman depan yang cukup luas.
" Ryu'er... Sekarang ini tempat tinggal baru kalian." ucap Du Lao.
" Guru... Kalau boleh tau, apa wilayah Sekte Harimau Putih banyak menyimpan Hewan Roh? aku ingin melatih kemampuanku " ucap Ryu.
" Ryu'er... Kalau masalah itu, Paktriak akan setuju. Wilayah Sekte Harimau Putih sangat luas dan banyak menyimpan Hewan Roh. Kamu boleh memilih dimana saja yang kamu inginkan. Tapi ingat, kamu harus berhati-hati." Du Lao merasa itu hal baik untuk Ryu agar tidak merusak bangunan saat berlatih.
" Terimakasih Guru." Ryu terlihat senang.
" Sekarang aku pergi dulu. lagi pula sepertinya kalian juga harus beristirahat." Du Lao meninggalkan mereka berdua tidak ingin terlalu lama mengingat mereka baru saja bertemu kembali.
Setelah Du Lao sudah tidak terlihat lagi, Ryu langsung masuk ke Rumah yang terlihat Dua Kamar luas namun satu Kamar terlihat dipenuhi Kitab yang berjejer rapi.
" Aku harap kamu tidak mengganggu." Ryu langsung masuk ke Kamarnya.
Shizi yang masih di luar kini sedang memikirkan sesuatu sambil melihat ke arah sebuah tempat dimana dia Fikir bisa menjadi tempat istirahatnya.
Dalam Hati Shizi juga ingin masuk ke Kamar, namun tidak berani mengingat kembali saat Ryu Mencekik leher Peri Kupu-kupu bukan tidak mungkin Ryu akan melakukan hal yang sama kepadanya.
Pada keesokan hari Du Lao mengunjungi mereka sekedar memberitahukan kepada Ryu kalau Paktriak dan Para Tetua mengizinkan Ryu untuk berlatih dan berburu Hewan Roh dimana yang dia sukai.
Mendengar ucapan tersebut Ryu sangat senang dan berencana untuk melakukan Perburuan sebulan kedepan sambil menunggu Pasukan Semesta mengakhiri Penyerapan inti Roh.
" Ada apa denganmu?" Ryu terlihat mata Shizi seperti Kurang tidur.
" Aku tidak bisa tidur nyenyak semalaman. Punggungku terasa sakit semua." Shizi menggerakkan tubuhnya yang masih sakit.
" Kamu Istirahat saja di Kamarku." Ryu langsung menuju Ruangan Kitab disamping kamarnya.
" Mmmmmmm." Shizi langsung menuju Kamar Ryu mencoba memperbaiki tubuhnya yang masih sakit.
Namun saat mulai Sore, Shizi masih belum bisa tidur bayangan Ryu akan mencekiknya selalu ada di dalam Fikirannya.
Hingga saat malam hari Shizi langsung terlelap dalam tidurnya karena sudah tidak tahan lagi menahan rasa kantuk.
Ryu yang tidak kuat lagi menahan rasa kantuknya karena seharian hanya membaca Kitab dia langsung beranjak ke tempat Tidur tidak sadar kalau Shizi masih berada di tempat tidurnya.
Shizi yang tanpa sengaja menyentuh bagian tubuh Ryu Langsung terbangun kaget sambil memegang lehernya sendiri.
Semakin lama Shizi memandang Ryu yang terlihat tidak seperti yang dia bayangkan kini hanya tersenyum sambil menatap Ryu penuh kehangatan memperbaiki posisi tidurnya hingga dia pun terlelap.
Pada keesokan pagi Ryu terbangun sedikit kaget sambil memperhatikan wajah sosok Wanita Cantik di depannya yang terlihat masih terlelap dalam tidurnya.
Ryu pun langsung beranjak dari tempatnya untuk membersihkan diri kemudian kembali ke Ruangan Kitab untuk melanjutkan aktivitasnya yang sempat terhenti.
Shizi yang baru terbangun merasa tidak terjadi apapun padanya, juga bangkit untuk membersihkan diri kemudian menuju Ruang Kitab juga ikut membaca Kitab yang ada di tempat itu.
Sesekali Shizi memperhatikan Ryu yang terlihat serius lalu pergi ke Dapur untuk membuat Hidangan seadanya untuk mereka berdua.
__ADS_1