SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
Seratus Pasukan Dewa


__ADS_3

Setelah beberapa kini Zi Mayi, Zi Mifeng dan Pasukan Semesta sudah berada di luar Istana Kekaisaran Awan dimana sedang berbaris dengan rapi sambil menunggu Jenderal Heilong dan Jenderal Li Chun.


Tidak berselang lama Jenderal Heilong dan Jenderal Li Chun juga keluar dari Istana Kaisar saat merasakan kehadiran Zi Mayi dan Zi Mifeng beserta Pasukan Semesta.


" Mayi, Mifeng... Akhirnya kalian datang." Heilong dan Li Chun yang baru saja keluar dari Istana, menyambut kedatangan mereka.


" Kami baru saja melatih anak-anak dari Kaisar Ryu di Bukit Yexuan. Itulah kenapa kami terlambat." Ucap Zi Mayi.


" Baiklah... Sekarang kita layani keinginan para Dewa itu. Tanganku sudah gatal ingin memberi pelajaran kepada mereka." Heilong yang sudah tidak sabar, langsung berjalan keluar Pintu Gerbang Istana Kekaisaran Awan.


Tanpa menunggu lama Li Chun, Zi Mayi, Zi Mifeng dan Pasukan Semesta juga keluar dari halaman Istana menuju Pintu Gerbang.


Tidak lama kemudian kini para Jenderal yang lain juga muncul di depan pintu gerbang beserta beberapa prajurit.


" Salam Jenderal Besar." Jenderal Tianli dan yang lain memberi hormat.


" Mmm... Bagaimana dengan para warga? Apa kalian sudah ungsikan semua?" Tanya Li Chun.


" Sudah Jenderal. Mereka semua sudah berada di tempat yang aman." Jawab Jenderal Yuchen.


" Bagus... Sekarang kalian masuk ke dalam! Biar masalah ini, kami yang hadapi." Ucap Heilong.


" Jenderal Li Chun... Apakah kami boleh ikut?" Tanya salah satu dari 38 Jenderal yang sudah mengikrarkan sumpah langit.


Mereka sangat senang karena di Istana Kekaisaran Awan, 38 Jenderal tersebut mendapatkan kehidupan yang layak. Bahkan diberikan Sumberdaya yang sangat banyak, sehingga mereka lebih cepat untuk meningkatkan Kultivasi.


" Ini adalah pertempuran antara Pendekar Surgawi. Lebih baik kalian menunggu di dalam Istana." Li Chun tidak ingin para Jenderal tersebut akan mati, karena tenaga mereka sangat dibutuhkan untuk mengisi ke berbagai kota di wilayah Kekaisaran Awan.


" Baik Jenderal Besar." Para Jenderal yang lain tidak ingin membantah.


Meskipun mereka sudah mencapai Pendekar Langit tahap akhir yang tentu bisa dibilang memiliki pencapaian yang tinggi, namun jika berhadapan dengan para Dewa tertinggi tentu saja belum cukup.


Mereka pun langsung masuk ke dalam pintu gerbang Istana, dan ingin berlatih lebih keras lagi agar bisa menerobos Pendekar Surgawi tahap awal.


" Jenderal Heilong... Sepertinya mereka sudah datang." Li Chun menatap ke langit dimana terlihat beberapa sosok yang sedang menuju arah mereka.


" Mmm..." Heilong langsung mengaktifkan Formasi Petir Hitam yang pernah diberikan oleh Ryu untuk melindungi Istana Kekaisaran Awan.


" Pasukan Semesta... Bersiaplah untuk bertarung! Hancurkan semua musuh dari Tuan kita." Zi Mayi memberi semangat kepada bawahannya.


" Baik." Seluruh Pasukan Semesta bersuara lantang seraya mengangkat tangan mengisyaratkan siap untuk bertempur.


Di atas Istana Kekaisaran Awan, kini terlihat seratus orang yang sedang turun sambil menatap ke arah Jenderal Heilong dan yang lain.


" Jenderal... Sepertinya mereka sudah mengetahui kedatangan kita." Salah satu Jenderal yang sudah mencapai Pendekar Surgawi tahap menengah menoleh ke arah Jenderal yang lain.

__ADS_1


" Hhmmm... Apa ada yang salah? Apa Tuan Muda Ma Gui Lie keliru dalam memberikan informasi." Jenderal yang lain sedikit curiga dengan tingkat Kultivasi beberapa sosok yang sedang menunggu kedatangan mereka.


Seratus pasukan dari Benua Tiantang dapat merasakan bahwa tingkat Kultivasi mereka hanya mencapai Pendekar Bumi tahap awal, namun mereka merasakan keanehan bagaimana pasukan Kekaisaran Awan bisa mengetahui kedatangan mereka.


Dari seratus Pasukan tersebut, terdapat dua Jenderal yang memiliki tingkat Kultivasi Pendekar Surgawi tahap menengah, sedangkan 98 lagi sudah mencapai Pendekar Surgawi tahap awal.


Jika saja mereka tidak terkena Hukum Alam, tentu saja mereka sudah mencapai Pendekar Semesta.


" Kita sudah terlanjur turun ke Benua Timur, tidak ada kata untuk mundur. Aku rasa mereka hanya kebetulan saja bisa mengetahui kedatangan kita." Ucap salah satu Jenderal.


" Tunggu apa lagi? Kita bunuh mereka terlebih dulu, lalu kita hancurkan Pelindung itu dengan gabungan kekuatan kita." Ucap Jenderal lain.


Setelah beberapa saat seratus Pasukan tersebut sudah bertumpu di tanah lapang tepat di depan pintu gerbang Istana Kekaisaran Awan.


" Pasukan Semesta... Serang!!!" Zi Mayi berseru dengan lantang seraya menyambut kedatangan mereka.


" Bunuh!!!" Pasukan Semesta langsung berlari ke arah seratus Pasukan Dewa Tertinggi saat mereka baru menyentuh tanah.


" Kalian terlalu bersemangat." Li Chun yang tidak ingin ketinggalan bagian langsung memilih untuk melawan salah satu Jenderal yang sudah mencapai Pendekar Surgawi tahap menengah.


" Dia untukku!" Heilong melesat cepat ke arah Sosok Jenderal yang juga sudah mencapai Pendekar Surgawi tahap menengah.


" Hei... Kalian mengambil jatahku." Zi Mayi dan Zi Mifeng terlihat kesal karena Jenderal Heilong dan Jenderal Li Chun menyerobot mereka.


Mendengar percakapan mereka, seratus Pasukan Dewa merasa heran karena Pasukan yang menjadi lawan mereka seakan menganggap Pasukan Dewa hanya sebagai mainan.


Ledakan keras kini terdengar di berbagai tempat membuat tanah di sekitar pertarungan menciptakan gempa.


Rerumputan yang awalnya masih hijau, kini langsung berubah menjadi lahan tandus dengan kepulan debu berterbangan di berbagai tempat.


Di pertarungan lain Li Chun terus melepaskan pukulan keras kepada pihak lawan membuat sosok tersebut sedikit kewalahan.


" Sial... Ternyata mereka sangat kuat." Jenderal bergumam mengutuk keras informasi dari Ma Gui Lie.


Seratus pasukan yang awalnya sangat yakin bisa menghancurkan Istana Kekaisaran Awan dengan mudah, kini berbanding terbalik dengan apa yang mereka harapkan.


Meskipun pukulan yang dilancarkan oleh Li Chun belum ada yang mengenai tubuh lawannya, namun pihak lawan juga tidak diberi kesempatan untuk menyerang balik.


" Ada apa dengan kalian? Sepertinya kalian ketakutan?" Li Chun yang terus melepaskan pukulan kepada pihak lawan dengan raut wajah sangat panik.


Tanpa berkata apapun pihak lawan terus menangkis serangan dari Li Chun mencoba untuk berkonsentrasi pada pertarungan mereka.


" Bagaimana dengan yang ini." Li Chun mengeluarkan Qi membentuk Bola Api di kedua tangannya dan menyerang kembali ke arah lawan.


' Pelindung Cahaya.'

__ADS_1


Sang Jenderal mendapatkan serangan tiba-tiba dari Li Chun, dengan sigap menciptakan elemen Cahaya mengelilingi tubuhnya.


" Bboooom... Bboooom."


Kedua Bola Api bersarang pada tubuh Sang Jenderal membuatnya mundur beberapa langkah ke belakang.


' Pedang Cahaya Dewa.'


Sang Jenderal menciptakan sepuluh bayangan Pedang dari elemen Cahaya mengarah kepada Li Chun.


' Perisai Petir.'


Li Chun yang mendapatkan serangan tersebut langsung membuat Pelindung Petir mengelilingi tubuhnya.


" Bboooom.... Bboooom... Bboooom."


Sepuluh bayangan Pedang bertabrakan dengan pelindung Petir hingga berkali-kali membuat ledakan dahsyat dimana Li Chun harus mundur beberapa langkah ke belakang.


" Lumayan juga." Terlihat senyuman dari wajah Li Chun dan kembali melesat ke arah pihak lawan.


' Tombak Petir.'


Li Chun menciptakan sepuluh bayangan tombak dari elemen Petir mengarah kepada Sang Jenderal.


' Pelindung Cahaya.'


Sang Jenderal kembali menciptakan Pelindung Cahaya mengelilingi tubuhnya karena tidak sempat untuk menghindar.


" Bboooom... Bboooom... Bboooom."


Pelindung cahaya tersebut langsung retak hingga salah satu tombak Petir menancap sempurna ke bagian perut Sang Jenderal hingga membuatnya terpental puluhan meter.


" Uhuuk." Sang Jenderal memuntahkan darah segar sambil menatap ke arah Li Chun dengan perasaan panik.


" Tidak ada pilihan lain. Aku harus menelan Pil itu." Sang Jenderal bergumam sambil menelan Pil Nyawa yang diberikan oleh Ma Gui Lie secara diam-diam.


Baru saja Sang Jenderal menelan Pil Nyawa tersebut, kini terlihat puluhan tombak Petir menuju ke arahnya hingga tidak sempat menghindar.


" Tuuusk... Tuuusk... Tuuusk." Puluhan tombak Petir menancap di tubuh sang Jenderal hingga membuatnya mati seketika.


Dalam hitungan detik sang Jenderal langsung hidup kembali dengan Qi yang sudah habis terkuras.


" Hidup lagi?" Li Chun kaget namun tidak kehabisan akal.


Dengan Bola Petir di tangannya, Li Chun melesat cepat ke arah pihak lawan. Sang Jenderal yang baru saja bangkit dari kematiannya masih belum mampu mencerna situasi hingga Bola Petir dari Li Chun sudah bertumpu pada bagian dadanya.

__ADS_1


" Bboooom..." Tubuh Sang Jenderal terpisah menjadi beberapa bagian hingga mati seketika.


__ADS_2