
Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:
Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.
Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'
Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏
...****************...
Saat Jiejia sudah mati, Manusia Rawa langsung bergerak cepat ke arah Ryu yang sedang memulihkan diri.
" Wuush." Jinying keluar dari tubuh Ryu.
" Bboooom." Puluhan Bola Energi Kegelapan menciptakan ledakan yang sangat besar membuat Manusia Rawa menjadi kabut darah.
" Pendekar Surgawi." Kelima Sosok terkejut melihat kedatangan sosok Wanita yang tiba-tiba.
" Cepat pergi dari sini. Kerahkan semua Bawahan kita untuk menghadangnya." pemakai topeng Singa memberi perintah kepada puluhan Sosok yang mengendalikan Manusia Rawa.
Dengan buru-buru Kelima Sosok tersebut meninggalkan Pertempuran dengan teknik meringankan tubuh hingga beberapa saat Formasi yang mereka ciptakan perlahan memudar.
Di sisi lain Ryu yang sudah memulihkan tenaga langsung menuju area Pertarungan
sambil menciptakan Bola Petir Hitam mengarah ke Manusia Rawa.
Hingga beberapa saat Manusia Rawa mulai sedikit membuat beberapa sosok di belakang merasa khawatir.
' Cepat pergi.' salah satu dari mereka mengirim pesan jiwa kepada rekannya.
Ryu yang menyadari keberadaan mereka langsung menciptakan Bola Petir di balik pepohonan.
" Bboooom." Ledakan keras membuat area sekitar membentuk kawah kecil.
Terlihat puluhan sosok langsung terkapar tidak berdaya.
Tanpa menunggu lama Ryu langsung menebas leher mereka Satu-persatu hingga tidak ada yang tersisa.
Dengan penuh amarah Ryu menghisap semua Mayat tersebut hingga tanpa sisa lalu berlari ke arah Chaizu dan mengumpulkan Mayat Anggotanya.
" Chaizu, Jiejia dan kalian semua... maafkan aku telah membuat kalian seperti ini." Ryu penuh penyesalan menatap ke arah mereka.
Dalam kesedihannya, Ryu teringat dengan Teknik Kebangkitan berusaha untuk menghidupkan mereka kembali.
Di tempat lain Jinying hanya terus memperhatikan apa yang dilakukan oleh Ryu dengan sedikit penasaran.
Ryu yang sedang melakukan Proses Kebangkitan terus berusaha keras tapi tidak membuahkan hasil.
__ADS_1
" Tidak semua orang yang bisa kamu bangkitkan kembali. Itu semua tergantung Teknik yang Lawan miliki." Jinying berjalan mendekati Ryu.
" Lalu apa yang harus aku lakukan?" Tanya Ryu.
" Aku bisa membantumu, Tapi sangat beresiko. Aku hanya mampu membangkitkan 3 Orang saja. selebihnya aku tidak bisa."
" Bagaimana caranya?" Ryu sedikit penasaran.
" Karena Qi yang kamu miliki mencapai 1 Juta Lingkaran maka kamu akan kehilangan 75% . Itu artinya Qi milikmu tersisa 250 Ribu Lingkaran."
" Aku rasa itu tidak masalah untukmu, karena Kultivator pada umumnya hanya memiliki 250 Ribu Lingkaran. Kultivator Jenius 350 Ribu Lingkaran, Hewan Roh 300 Ribu Lingkaran, Hewan Ilahi 350 Ribu Lingkaran, Roh Suci 400 Ribu Lingkaran, Hewan Legenda 450 Ribu Lingkaran, Makhluk Kuno 500 Ribu Lingkaran, Ras Dewa dan Ras Iblis 500 Ribu sampai 900 Ribu Lingkaran tergantung dari Ras rendahan atau tingkat tinggi."
" Aku tidak tau teknik apa yang kamu pakai bisa sampai 1 Juta Lingkaran." Jinying berjalan seraya melirik ke arah Ryu.
" Bukankah bisa didapatkan dari Hewan Roh atau Hewan Ilahi yang lain." Ryu mengerutkan kening karena dia tidak tau teknik apa yang dipakai oleh Kultivator lainnya.
Ryu memang pernah belajar dari berbagai Sekte, tapi tidak mempelajari tentang Penyerapan Qi dan untuknya sendiri Ryu telah mempelajari Teknik penyerapan Qi dari semua Kitab yang pernah dia baca baik dari Dunia Fana, Dunia Setengah Abadi dan Dunia Abadi.
" Aku tidak ingin terlalu banyak membahas itu lagi, disamping kamu kehilangan Qi, kamu juga akan kehilangan Kekuatan fisik. Apa kamu bersedia?" Tanya Jinying.
" Baik aku menyanggupinya." Ryu membulatkan tekad untuk menghidupkan kembali Tou Shuijing, Chaizu dan Jiejia.
" Meskipun mereka tidak bisa kembali ke wujud Manusia, tapi itu tidak menjadi masalah karena mereka berasal dari Hewan." ucap Jinying.
" Mmm." Ryu mengangguk lalu mengeluarkan tubuh Tou Shuijing.
" Aku perlu membutuhkan tiga Hewan biasa yang masih hidup. Kalau bisa, cari yang sama bentuknya dengan mereka." ucap Jinying.
" Baik... Aku akan mencarinya." Ryu bergegas meninggalkan tempat tersebut untuk mencari Hewan yang Jinying minta.
Dengan menggunakan Langkah Hantu Harimau Petir Ryu terus berjalan untuk mencari Hewan yang cocok.
" Sepertinya ini cocok untuk Jiejia." Ryu mengambil seekor laba-laba biasa seukuran jari kelingking.
" Mungkin ini saja. Jika mencari Harimau sangat sulit karena waktuku terbatas." Ryu terus memeriksa seluruh Hutan.
' Cepatlah... Jika terlalu lama, Nyawa mereka tidak tertolong lagi.' Jinying mengirim pesan jiwa kepada Ryu.
" Haaaiiisss... Tidak ada satupun Hewan yang memiliki kepala Tujuh seperti Tou Shuijing." Ryu terus berfikir mencari Hewan yang cocok untuk Tou Shuijing.
Dalam pencarian hingga ke seluruh Hutan Ryu masih belum menemukan yang cocok.
Karena memiliki waktu yang terbatas, Ryu tidak ada pilihan lain selain mengambil seekor Bunglon terkecil yang sedang merayap di dahan.
Dengan kecepatan tinggi Ryu kembali ke tempat Jinying yang sedang menunggu.
" Aku harap ini cocok." Ryu memperlihatkan tiga Hewan biasa tersebut.
" Tidak masalah... " Jinying tersenyum sambil mengambil seekor laba-laba dari tangan Ryu.
Tanpa menunggu lama Jinying langsung merapalkan sebuah mantra hingga Tubuh Jiejia mengeluarkan Cahaya langsung masuk ke tubuh laba-laba yang ada di tangannya.
Setelah Tubuh Jiejia masuk, Jinying meminta agar Ryu meneteskan darahnya lalu meletakkan ke atas tanah.
Seketika Tubuh Jiejia kembali seperti semula namun tidak bisa menjadi Manusia lalu masuk ke Alam Jiwa Ryu.
Setelah Jiejia sudah hidup, Jinying kembali menghidupkan Chaizu yang kini terlihat seperti kucing rumahan sambil mengelus kaki Ryu.
Begitupun dengan Tou Shuijing, dengan tubuh baru yang dia miliki kini langsung merayap ke punggung Ryu.
__ADS_1
' Shuijing, Chaizu, Jiejia... Apa kalian bisa mendengarku?' Ryu mengirim pesan jiwa kepada mereka.
" Mereka masih belum bisa berbicara denganmu, tapi mereka mengerti apa yang kamu katakan." ucap Jinying.
" Tapi tenang saja... Dengan berjalannya waktu, mereka bisa bicara seperti semula. Hanya saja mereka harus berlatih." Jinying berjalan keluar dari Hutan.
Tanpa bicara apapun Ryu menggali tanah Berniat untuk mengubur Mayat pasukan bawahannya.
Setelah selesai mengubur jasad Pasukan Semesta, Ryu memberi penghormatan kepada mereka lalu meninggalkan tempat tersebut menuju luar Hutan.
" Aku tidak mengerti, mengapa kamu harus mengubur jasad mereka? Padahal mereka hanya Hewan yang tentu kamu bisa mengambil Inti Roh mereka." Jinying menggelengkan kepala.
" Mereka memang Hewan Roh, tapi mereka sangat setia melebihi Manusia bahkan mungkin Para Dewa." Ryu berkata jujur.
Mendengar apa yang dikatakan Ryu, Jinying merasa tertarik seraya berjalan mendekati Ryu.
" Aku sudah bosan tinggal di Alam Jiwa terus. Tidak ada salahnya jika aku menemani perjalananmu. " Ucap Jinying.
" Mmm." Ryu mengangguk lalu melanjutkan perjalanan.
Setelah berjalan cukup jauh, Ryu menghentikan langkahnya mengingat hari sudah sore.
" Sebaiknya kamu kembali ke Alam Jiwa. Aku ingin menemui Istriku." Ryu menoleh ke arah Jinying.
Tanpa berkata apapun Jinying langsung kembali ke Alam Jiwa milik Ryu, begitu juga dengan Ryu kini langsung Masuk ke Dunia Quzhu.
Sesampai di Dunia Quzhu, Ryu merasakan Energi Alam yang ada di tempat itu mulai bertambah.
' Manusia Rawa... Aku akan mengingat kejadian hari ini dan menuntut balas atas kematian Bawahanku.' Ryu menghela nafas panjang.
" Gege... kenapa kamu terlihat murung?" Li Jilan dan Ling Queqi merasa heran.
" Aku hanya capek." Ryu bergegas menuju Kamar Utama.
Setelah berada di Kamar Utama, Ryu langsung membersihkan diri di kamar mandi hingga saat selesai Ling Queqi memasang pakaian untuknya.
" Gege... Apa kamu tidak makan dulu?" Tanya Ling Queqi.
" Aku masih kenyang." Ryu langsung berbaring di atas Ranjang.
" Gege... Apa kamu ada masalah?" Li Jilan merasa Ryu tidak seperti biasanya.
" Aku kehilangan 20 Pasukan Semesta saat bertarung melawan Manusia Rawa." Ucap Ryu.
" Gege... Apa yang terjadi padamu? Sepertinya kekuatanmu menurun." Ling Queqi merasakan Aura dari Ryu melemah.
" Ada sedikit perubahan. Mungkin aku akan berlatih kembali." ucap Ryu.
" Lebih baik kita istirahat. Besok Pagi aku harus menemukan Hewan Ilahi secepatnya." Ryu memejamkan mata.
Melihat hal itu Ling Queqi dan Li Jilan juga membaringkan diri di samping Ryu seraya memeluk suami mereka.
" Gege... " Apa kamu masih mampu?" Li Jilan berbisik ke arah telinga Ryu.
Mendengar bisikan tersebut Ryu kembali membuka mata seraya tersenyum.
" Bukankah kalian tidak pernah menang dariku? Baiklah... Sebagai seorang Suami, sudah menjadi kewajiban memenuhi kebutuhan Istri." Ryu mencium kening Ling Queqi.
Pada keesokan hari Ryu langsung menuju Ruang Kultivasi mencoba mengembalikan Qi miliknya dan meningkatkan kembali kekuatan fisik karena telah dibagikan kepada Tou Shuijing, Chaizu dan Jiejia sebelumnya.
__ADS_1
Meskipun membutuhkan waktu yang sangat lama, paling tidak Ryu mengumpulkan sedikit demi sedikit agar tidak kesulitan ketika melakukan perjalanan.
Ryu memahami kondisinya sekarang, jika bertarung dengan Kultivator mungkin akan seimbang, namun jika berhadapan dengan Hewan Ilahi maka bisa dipastikan akan kalah.