SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
CH 73. TAKDIR YANG TERSEMBUNYI


__ADS_3

" Bboooom... Bboooom... Bboooom" Serangan tiba-tiba Membuat beberapa Pasukan Iblis Terpental kebelakang.


" Senior" Yuwang terlihat khawatir dengan Pasukannya banyak mengalami luka.


" Sabar Tuan Putri. Aku yakin Pemuda itu tidak seperti Korban mu yang lain." Beifang menganggap Ryu masih menyimpan kekuatannya.


' Gelombang Kegelapan '


Serangan gabungan Elemen Kegelapan yang sangat besar seakan menyapu tubuh Ryu membuat tubuhnya kembali terpental.


Ryu memberi isyarat kepada Shui Xian dan Kelompoknya beserta Klan Bing untuk menjauhi Areal pertempuran.


Bing Yin yang awalnya terlihat Dingin, kini mulai tertarik kepada Pemuda yang telah menolong kelompoknya.


" Bboooom" Ryu kembali Terpental akibat serangan gabungan Pasukan Iblis.


" Uhuk" Ryu memuntahkan Darah segar berusaha bangkit kembali


'HUJAN PETIR'


Kini seluruh Area Pertarungan mulai hancur membuat beberapa pepohonan tumbang seketika.


Disisi Pasukan Iblis kini hampir Kewalahan membuat tubuh mereka seakan tidak mampu bergerak.


" Bboooom" Serangan tiba-tiba dari Beifang membuat Ryu kembali Terpental.


" Aaarrrggghhhh" Ryu yang sangat marah kini menyerang Beifang dengan kecepatan Langkah Kilat.


Namun karena perbedaan tingkat Kultivasi terlalu jauh, seakan serangan Ryu tidak berarti walaupun pukulannya sering mengenai Beifang.


'Jika begini, aku bisa mati ' Ryu melangkah mundur menelan beberapa Pil.


'MALAPETAKA'


Seketika Ryu telah terbang ke Udara langsung melepaskan Bola Petir yang sangat besar.


" BBOOOOM" Ledakan yang sangat kuat membuat Beifang tidak mampu menahan beban serangan tersebut


" Uhuk" Beifang seakan tidak berdaya merasakan seluruh Organ Tubuhnya terbakar.


" Brruuuk" Tubuh Ryu jatuh bebas dari udara.


" Saudara Ryu" Shui Xian dan Kelompoknya berlari ke Arah Ryu.


" Bboooom" Serangan tiba-tiba dari Yuwang menghalangi langkah mereka.


Perlahan Yuwang Berjalan ke arah Beifang yang kini tidak bernyawa seakan tidak percaya dengan yang dia lihat.


" Wuush" Yuwang langsung membawa Ryu melesat meninggalkan Pertarungan.


" Saudara Ryu." Shui Xian dan rekannya seakan tidak ingin sesuatu yang buruk langsung mengejar sekuat tenaga


Namun karena tingkat Kultivasi Putri Yuwang telah berada di Level 76, kini terlihat jelas bahkan Ryu Sendiri tidak mampu membunuhnya.


" Saudara Ryu" Shui Xian dan yang lain seakan tertunduk lesu mengingat saat mereka melakukan perjalanan bersama.


" Nona, Sepertinya Kekuatan kita masih jauh dibawah Putri Yuwang." Bing Di Zhang menghampiri Shui Xian dan Kelompoknya.


"Aku berjanji akan meminta Para Tetua untuk mencari keberadaan Putri Yuwang." Bing Yin menyembunyikan kekhawatirannya.


" Kami harus pergi mencarinya." Shui Quan melangkahkan kaki untuk mencari Putri Yuwang.


" Aku tau perasaan kalian, tapi dengan kondisi sekarang kalian hanya menyumbang nyawa." Bing Yin menekan mereka.


" Nona, Dalam serangan terakhir Tuan Ryu sepertinya ingin melindungi kalian semua. Itulah mengapa dia sampai mengerahkan semua sisa Energinya untuk membunuh Beifang dan Pasukan Iblis yang lain, jadi aku harap kalian tidak mengecewakannya." ucap Bing Di Zhang.


Mendengar ucapan dari Bing Yin dan Bing Di Zhang, kini mereka mulai sadar selama ini mereka bergantung pada Ryu. Jika tidak ada Ryu mungkin mereka sudah mati sedari awal.


Dalam fikiran mereka masing-masing harus berlatih lebih keras lagi agar tidak membebani orang lain.


Setelah fikiran mereka sudah jernih, mereka berniat untuk kembali ke Klan agar cepat berlatih lebih keras lagi.


" Saudara Ryu, Aku bersumpah tidak akan melepaskan Cadar Ini sebelum membalaskan dendam atas kematian mu" Shui Lung merobek kain Bajunya lalu menutup wajahnya dengan Sobekan tersebut.


Mendengar Shui Lung telah mengikrarkan sumpah, Shui Xian, Shui Zia, Shui Quan dan Shui Yun juga mengikrarkan sumpah dengan melakukan hal yang sama tidak akan melepaskan Cadar mereka sebelum Pasukan Iblis dan Para Pengikutnya menghilang dari Benua Bintang.


Mereka pun menaburkan bunga dimana letak saat Ryu jatuh dari Udara lalu memberi Penghormatan terakhir.


Selesai memberikan penghormatan terakhir, mereka langsung melanjutkan perjalanan untuk pulang ke Klan Shui.


......................

__ADS_1


Seminggu setelah kejadian, kini Ryu terbangun dari tempat tidur sambil memeriksa keadaan sekitar.


" aku dimana ini? " Ryu merasakan kepalanya sedikit pusing.


" Kamu ada di kediaman ku." Sosok Wanita Cantik dengan Pakaian Minim.


" Kaaauuuu..." Ryu langsung bangkit saat melihat Yuwang.


Seketika pandangan Ryu berkunang-kunang merasa tubuhnya sangat sakit.


" Pulihkan kondisi mu dulu, Baru kamu menyerang ku." Nuwang memberikan sebuah Pil secara diam-diam membuat Ilusi mengelilingi Ruangan agar Korbannya tidak bisa kabur.


Ryu seakan enggan untuk mengambil Pil tersebut kini memilih untuk menggunakan Pilnya sendiri langsung menyerap Pil tersebut secepatnya agar bisa Kabur dari tempat itu.


' Tunggu saja sampai kamu Pulih, saat itu juga aku akan menyerap Energimu' Batin Yuwang sambil mengeluarkan Asap berwarna merah muda mengelilingi Ryu ketika mata Ryu tertutup.


Merasa dirinya sudah pulih, Ryu membuka matanya langsung menggunakan langkah kilat ingin meninggalkan ruangan.


" Wuush" Ryu menggunakan Langkah Kilat langsung mengenai asap tersebut.


Seketika Ryu kini berubah drastis sambil menatap Yuwang dengan penuh gairah.


" Haaahh... Kau pikir dengan teknik mu bisa kabur dari ku?" Yuwang sudah tidak sabar untuk menyerap Energi milik Ryu.


Yuwang pun membuat Bayangan pembatas agar tubuhnya tidak disentuh oleh Ryu yang seakan bergerak liar dengan pikirannya.


Saat Ryu mengalami penurunan Kultivasi hingga 5 level, terlihat sebuah cahaya dari tubuh Ryu menghancurkan dinding pembatas kemudian memantulkan Ilusi tersebut kepada Nuwang.


Saat itu juga Nuwang hilang kesadaran memandang Ryu yang tanpa sehelai kain seraya melepaskan pakaiannya juga.


Pertarungan Intim mereka pun tidak terelakkan lagi hingga Yuwang mengalami penurunan Kultivasi.


Pertarungan mereka yang terlihat seimbang, kini terdengar suara rintihan yang seakan menambah pergesekan tersebut semakin kuat.


Hingga malam itu akan menjadi malam bersejarah untuk mereka berdua hingga setengah Kultivasi Yuwang telah hilang turun menjadi Level 38 dan Ryu mengalami peningkatan hing mencapai Level 71


Pada keesokan pagi, Yuwang pun terbangun tertunduk lesu merasa bersedih dimana Kegadisannya direnggut oleh Ryu ditambah level Kultivasi juga menurun.


Seakan tidak ingin melepaskan Pemuda yang di sampingnya, Yuwang langsung melepaskan Teknik Ikatan Jiwa dengan seluruh kekuatan yang tersisa.


Terlihat sebuah cahaya berwarna merah muda Keluar dari mulutnya lalu mencium bibir Ryu hingga Cahaya tersebut masuk ke Tubuh Ryu seketika dia pun pingsan di atas Ryu.


Setelah beberapa saat, Ryu pun terbangun sangat kaget dengan adanya sosok Wanita di atasnya.


Namun saat menjauh Puluhan Meter Ryu merasakan bagian dadanya begitu perih seakan tidak ingin meninggalkan Wanita yang ada di bangunan tersebut.


" Kenapa ini?" Ryu seakan bingung dengan Perasaannya sendiri.


Kejadian itu terus berulang-ulang seperti orang kebingungan terlihat mondar-mandir kadang mendekati Bangunan kadang pergi jauh.


" Haaahh... Ilusi apa lagi ini." Ryu seakan sudah menyerah langsung kembali ke dalam Bangunan tersebut.


Saat mencapai di kamar, terlihat Yuwang sedang duduk di tempat sebelumnya dengan wajah murung yang masih tanpa busana.


" Apa kamu ingin meninggalkan aku begitu saja setelah mengambil Kesucian ku?" Nuwang masih tertunduk lesu tanpa melihat apapun.


" Ilusi Apalagi yang kamu pakai? kenapa aku tidak bisa menjauh dari tempat ini?" Ryu terlihat kesal.


" Aku menggunakan Teknik Ikatan Jiwa. Kamu bisa membunuhku dengan begitu kamu bebas." Nuwang masih menunduk lesu.


Mendengar ucapan tersebut Ryu merasa tidak enak hati, karena Ikatan Jiwa tersebut Ryu seakan tau suasana hati Nuwang.


" Putri Nuwang, aku minta maaf." Ryu mendekati Nuwang mencoba untuk menghibur.


Saat Ryu sudah sangat dekat, Nuwang pun langsung memeluk Ryu menangis sekeras mungkin seakan tidak ingin melepaskan Ryu.


" Seharusnya kamu adalah musuhku, tapi kamu harus bertanggung jawab. Jika tidak, maka aku akan dihukum dengan seribu kali cambukan sampai mati oleh Ayahku." Nuwang masih memeluk Ryu sambil menangis.


" Putri Nuwang, tolong Pasang dulu Pakaianmu." Ryu menyodorkan sepasang pakaian.


" Aku tidak Peduli. Kamu harus membawaku kemanapun kamu pergi." Nuwang masih melotot.


" Hhhaaahhhh... Baiklah. Tapi kamu harus tau, bahwa aku sudah memiliki Istri." Ryu menghela nafas panjang.


" Terserah... " Nuwang masih belum melepaskan pelukannya.


" Ada satu Syarat. Kamu tidak boleh lagi menggunakan Ilusi itu pada siapapun. maka kamu boleh bersamaku" Ryu juga berpikir mungkin itu salah satu cara untuk menghentikan penyebaran Teknik Ilusi.


" Baik" Nuwang melepaskan pelukannya seraya mengusap air mata lalu memberikan Cincin Ruang Surgawi miliknya kepada Ryu.


Nuwang pun tanpa merasa malu memasang kembali Pakaiannya di depan Ryu.

__ADS_1


" Apa kamu tidak ada Pakaian lain selain itu?" Ryu menatap Pakaian Nuwang yang seakan memamerkan keindahan tubuhnya.


" Tidak ada, semua seperti ini. Tapi kita bisa mencarinya nanti. Jika boleh tau, Siapa namamu? Kamu tidak perlu memanggilku Putri lagi. cukup dengan namaku saja." Nuwang suasana hatinya sudah membaik.


" Panggil saja Ryu." Ryu mengenalkan diri.


" Ka Ryu... Mungkin panggilan yang cocok." Nuwang terlihat senang.


" Terserah kamu saja. Sebaiknya kita pergi dari sini. soalnya banyak orang yang akan mengincar mu." Ryu berfikir akan ada banyak orang yang mengincar Nuwang.


" Meskipun Kultivasiku turun, tapi aku harap kamu bisa melindungi ku." ucap Nuwang.


Setelah beberapa saat mereka langsung pergi meninggalkan Rumah tersebut menuju permukiman warga untuk menggantikan Pakaian Nuwang.


Ryu juga memberikan Armor Pelangi miliknya kepada Nuwang agar bisa membantunya jika pertarungan tidak bisa dihindarkan lagi.


Mereka memilih jalur dimana jarang dilalui oleh para Kultivator agar terhindar dari Bahaya.


Memakan waktu selama seminggu, kini mereka telah berada di Pinggiran Sungai berencana untuk membersihkan diri.


" Oh... oh... oh... Pasangan yang Romantis." Yinshi tiba-tiba muncul sambil menepuk tangannya.


" Putri Nuwang, ternyata sudah menemukan tambatan hatinya." Yunjiang seakan mengejek.


" Sepertinya Putri Nuwang sedang mengalami penurunan Kultivasi.... Jangan-jangan " Tianhe menatap ke arah Ryu.


" Hei kamu curang... Pemuda ini juga merenggut Kesucian Kami, tapi kenapa dia lebih memilih kamu?" Yunjiang menatap Yuwang dengan tajam.


" Aaahhh... itu..." Yuwang sangat ketakutan.


" Itu tidak Adil namanya... Kalau begitu aku akan Bunuh Wanita Iblis ini" Yinshi ingin menyerang Yuwang.


" Cukup!" Ryu menghentikan aksi Tianhe." Apa yang harus aku katakan pada Ketiga Istriku" Ryu memasang wajah masam.


" Apa? Tiga Istri?" Semua sangat kaget menatap ke arah Ryu.


" Ka Ryu, lebih baik kita lanjutkan perjalanan." Yuwang menarik tangan Ryu untuk meninggalkan mereka bertiga.


" Heeyyy... Ka Ryu, Tunggu! " Tiga Dewi Iblis langsung menyambar memanggil Ryu mengikuti mereka.


Ocehan mereka terus berlanjut seakan mengisi Perjalanan membuat Ryu gerah hingga menjelang sore tiga Dewi Iblis sudah tidak lagi berbicara kehabisan bahan pembicaraan.


Hingga beberapa saat Ryu menghentikan langkahnya langsung menuju Batu Besar seakan sedang Berkultivasi.


Dalam posisi berkultivasi itu Ryu memberikan Pesan Jiwa kepada Ketiga Istrinya mengenai masalah yang dia alami yang membuatnya bingung dengan adanya empat Sosok Wanita yang sedang bersamanya.


Mendengar pesan jiwa dari Ryu, Ketiga Istrinya langsung melakukan penolakan, dan Ryu menceritakan semua masalah yang terjadi tanpa ada menyembunyikan sedikit pun.


Melihat tingkah Ryu, Tiga Dewi Iblis dan Nuwang merasa heran dan saling berpandangan tentang apa yang dilakukan Ryu.


Setelah menunggu waktu cukup lama, Ryu telah mendapatkan balasan Pesan Jiwa dari ketiga Istrinya yang sudah menerima keberadaan Empat Wanita lain di keluarga kecil mereka.


Mendengar Pesan Jiwa dari ketiga Istrinya, Ryu merasa lega sambil memberikan beberapa pesan jiwa kepada Ketiga Istrinya.


Sheng Zhishu, Xin Chie dan Huli Yue juga sempat berfikir jika mereka berada di Posisi Keempat Wanita tersebut tentu mereka akan melakukan hal yang sama atau memilih bunuh diri.


Hal yang belum Ryu ketahui dengan hadirnya keempat Wanita itu adalah jalan untuk mencapai tujuannya akan terbuka lebar bahkan menekan Kekuatan musuh sebagai salah satunya Tiga Dewi Iblis mampu menerobos masuk Dunia lain sekehendak hati dan Yuwang memiliki teknik Pengendali Waktu.


Selesai mengirimkan Pesan Jiwa kepada Ketiga Istrinya, Ryu beranjak dari tempat duduk sambil menatap keempat Wanita itu bergantian.


" Apa kalian ingin menemui ketiga Istriku?" Ryu memandang mereka.


" Mmmmm" Semua mengangguk setuju.


Seketika tubuh mereka menghilang berpindah tempat ke Dunia Kecil tepat di dalam Istana Emas.


" Suamiku." Ketiga Istrinya menyambut kedatangan Ryu.


" Yuwang, Tianhe, Yunjiang, Yinshi, Perkenalkan mereka adalah Istriku Sheng Zhishu, Xin Chie dan Huli Yue. Aku harap kalian bisa cepat akrab." Ryu langsung berjalan meninggalkan mereka menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Ketujuh Wanita itu pun saling mengenalkan diri meskipun awalnya masih canggung, namun secara perlahan mereka mulai akrab mengingat mereka akan menjadi Satu Keluarga.


Sedangkan Ryu sendiri yang sudah selesai membersihkan diri, kini langsung duduk di sebuah Kursi melihat isi dari Cincin Ruang Surgawi pemberian Yuwang.


Didalam Cincin Ruang Yuwang terlihat Puluhan Kitab salinan Teknik Ilusi Birahi Iblis dan satu Kitab Asli.


" Hhaaahh... Syukurlah belum tersebar." Ryu bernapas lega.


Merasa sangat penasaran, Ryu membuka Kitab Ilusi Birahi Iblis dan Kitab Ilusi Iblis Nafsu dari Cincin Ruang Tiga Dewi Iblis secara bergantian.


" Haaahh... ternyata ada kelemahan." Ryu melihat satu halaman yang mengatakan kedua Ilusi tersebut tidak akan berfungsi jika calon Korban sudah mencapai Jiwa Langit.

__ADS_1


Ryu kembali berfikir bahwa Kultivator yang mencapai Jiwa Langit itu sangatlah langka bahkan bisa dibilang tidak ada sama sekali.


" Mungkin aku bisa mencapai Jiwa Langit" Ryu teringat dengan adanya Buah Tangan Budha bahkan beberapa Harta Langit lain untuk memperkuat Fondasi.


__ADS_2