
Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:
Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.
Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'
Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏
...****************...
Pada keesokan hari Ryu menuju kamar Tamu dimana Ketujuh Pemimpin Sekte dan Dua dari Anak Hong Kian dan Lan Liwei berniat ingin berbicara dengan mereka secara Pribadi.
Di luar Kamar Paktriak Long Mubai, Ryu langsung mengetuk Pintu tidak menunggu lama Long Mubai langsung membuka pintu.
" Yang Mulia Kaisar." Long Mubai memberi Hormat.
" Paktriak, boleh aku masuk?" Ryu dengan sopan meminta izin terlebih dulu.
" Ah.. Silahkan Yang Mulia." Long Mubai membawa Ryu ke dalam kamar.
" Langsung saja Paktriak... Sebelumnya Aku sangat berterimakasih atas bantuan dari Paktriak karena telah membantu kami melawan Pasukan Kekaisaran Shin." Ryu membuka percakapan.
" Ah... Yang Mulia Kaisar, itu memang tugasku untuk melindungi Istana Kekaisaran ini, meskipun Sekte kami berada di Wilayah Kekaisaran Han." Long Mubai menyembunyikan hal yang sebenarnya karena tidak ingin Leluhur Sekte Naga Emas diketahui orang lain.
" Oh ya... Bagaimana kondisimu? " tanya Ryu
" Sepertinya untuk tiga Hari lagi Kondisiku akan pulih total." Jawab Long Mubai.
" Kalau begitu Paktriak bisa menginap disini sampai benar-benar pulih." ucap Ryu.
" Terimakasih Yang Mulia Kaisar." Long Mubai merasa terharu dengan sikap yang ditunjukkan Ryu yang bahkan mendatanginya secara pribadi.
" Mohon terimalah Hadiah ini Paktriak, Sebagai rasa terimakasihku karena sudah jauh-jauh mendatangi Kekaisaran ini." Ryu memberikan 6 Peti berukuran sedang yang masing-masing berisi 100 Buah Tangan Budha, 100 Buah Persik Bulan, 100 Buah Apel Matahari, 100 Bunga Anggrek Darah Naga, 100 Ginseng Air dan 1 Juta Batu Roh.
" Yang Mulia Kaisar... Ini..." Long Mubai membuka keenam Kotak tersebut dengan tangan gemetar.
" Terimakasih Yang Mulia Kaisar." Long Mubai sangat senang tidak menyangka bisa mendapatkan Harta langit seperti itu.
Dengan pemberian tersebut Long Mubai sangat berterimakasih kepada Leluhur mereka, karena hanya dengan bantuan kecil namun mendapatkan Harta yang tidak ternilai.
Long Mubai berjanji dalam hati akan melindungi Istana Kekaisaran Awan karena dia menganggap Leluhur mereka telah memberikan petunjuk.
Setelah memberikan Hadiah tersebut, Ryu langsung berpamitan menuju Kamar Bao Mingson, Gao Liang, Zuge hingga sampai ke kamar Tiankong dengan memberikan Hadiah yang sama seperti yang diberikan kepada Long Mubai.
__ADS_1
Baik Bao Mingson, Gao Liang, Zuge maupun Tiankong merasa sangat senang dengan pemberian tersebut mereka juga berjanji dalam hati akan mengabdi kepada Kekaisaran Awan.
Terlebih untuk Tiankong yang berasal dari Sekte Aliran Hitam yang sering melakukan kekacauan di Wilayah Kekaisaran Awan, dia berniat untuk mengubah Aliran sekte mereka menjadi Aliran Putih atau paling tidak Aliran Netral.
Tiankong berniat untuk membahas hal tersebut kepada Ibunya yang pasti akan mendukung.
Setelah keluar dari kamar tamu Pria, Ryu langsung menuju ke Kamar Tamu untuk menemui tiga Maktriak.
Di dalam Kamar Bing Ruyue, Ryu memang sengaja membuka pintu agar tidak menimbulkan kecurigaan meskipun secara diam-diam dia membuat Pelindung transparan agar pembicaraan mereka tidak terdengar dari luar.
Bing Ruyue memang tidak terlalu menyukai hal tersebut karena memang dari sejak kecil dia tidak diperbolehkan bertemu dengan Pria, namun karena yang menemuinya adalah Kaisar tentu saja tidak bisa melarang.
" Mohon maaf sebelumnya Maktriak, Aku kesini mewakili Istana Kekaisaran Awan dan secara Pribadi mengucapkan Terimakasih atas bantuannya." Ryu berbicara dengan hati-hati karena dia tau Aturan dari Sekte Lembah Es.
" Itu sudah kewajiban dari Sekte Aliran Putih." Bing Ruyue berkata tanpa menoleh.
" Mohon terimalah Hadiah ini Maktriak, sebagai ucapan Terimakasihku." Ryu memberikan 6 Peti berukuran sedang dengan jumlah yang sama seperti sebelumnya.
" Terimakasih Yang Mulia Kaisar." Bing Ruyue memakup tangannya tanpa harus membuka keenam peti tersebut.
" Kalau begitu aku pamit dulu." Ryu meninggalkan Kamar Bing Ruyue.
" Mmmm." Bing Ruyue mengangguk lalu menutup pintu saat Ryu sudah jauh dari kamarnya.
Dengan wajah pemasaran Bing Ruyue langsung membuka Keenam Peti tersebut yang membuatnya hampir terjatuh dari tempat berdirinya.
" Ini..." Bing Ruyue seakan tidak percaya dengan apa yang dia lihat sambil menggosokkan mata.
' Terimakasih Yang Mulia Kaisar.' Bing Ruyue membatin dari sifatnya yang Dingin kini langsung mencair.
" Kaisar Ryu... Kamu tidak hanya Gagah dan Tampan, tapi juga sangat baik dan Dermawan." Bing Ruyue seakan lupa akan jati dirinya sebagai Maktriak Sekte Lembah Es.
" Seandainya saja ada yang menggantikan Posisiku, Aku akan dengan senang hati melepaskan jabatanku dan bersanding denganmu Kaisar Ryu." Bing Ruyue menari-nari seakan lepas dari beban.
" Tidak... Tidak... Kalau jangan mimpi Ruyue... Kamu sudah sangat Tua." Bing Ruyue tersadar akan Usianya.
" Tapi tidak masalah... Lagi Pula wajahku tidak kalah dari Istrinya." Bing Ruyue berbicara dengan dirinya sendiri kadang terlihat murung dan kadang terlihat senang.
Seandainya saja ada orang lain yang melihat tingkah laku Bing Ruyue, mungkin Orang akan menganggap dia sudah Gila.
Di dalam Kamar Hong Kian, Ryu juga menemuinya dan kedatangan Ryu disambut ramah oleh Hong Kian.
" Kalau boleh tau, ada apa Yang Mulia Kaisar datang menemuiku?" Hong Kian berusaha menyembunyikan rasa tertariknya meskipun terlihat dari wajah memerah.
" Mohon maaf sebelumnya, Aku datang kesini untuk mengucapkan Terimakasih atas bantuan kalian." ucap Ryu.
" Itu sudah kewajiban kami. Meskipun kami sering disebut Aliran Hitam, tapi sebenarnya Sekte kami adalah Aliran Putih dan sudah tentu akan menjalankan kebajikan." Hong Kian sambil melirik ke arah Ryu.
" Mohon terimalah Hadiah ini Maktriak. Sebagai rasa terimakasih kami atas bantuan Maktriak." Ryu memberikan 6 Peti berukuran sedang.
" Tidak perlu repot-repot Yang Mulia, Aku dan anakku menjalankan ini tanpa mengharapkan imbalan apapun." Hong Kian hanya sekilas menatap ke arah 6 Peti tersebut lalu menoleh ke arah Ryu.
' Kaisar Ryu... Kalau memiliki Kharisma yang sangat kuat. Kamu tidak hanya Tampan, tapi juga sangat baik dan perhatian.' Hong Kian membatin.
" Tidak masalah Maktriak, mohon jangan menolak. " ucap Ryu membuyarkan lamunan Hong Kian.
__ADS_1
" Terimakasih banyak Yang Mulia Kaisar. " Hong Kian mengambil keenam peti tersebut tanpa melihat isinya.
" Baiklah Maktriak, aku pamit dulu." Ryu bergegas meninggalkan ruangan langsung menuju ke kamar Lan Liwei.
Saat berada di Kamar Lan Liwei, Ryu juga melakukan hal yang sama dengan memberikan 6 Peti berukuran sedang lalu meninggalkan ruangan.
Saat Ryu meninggalkan ruangan, Lan Liwei begitu terkejut saat melihat Isi dari Peti tersebut yang membuat tangannya gemetar.
Setelah menemui Tamu dari Sekte tersebut, Ryu kembali ke Kamar Utama lalu mengirim pesan jiwa kepada Chaizu, Jiejia, Zi Mayi dan Zi Mifeng agar bisa menemuinya.
Tidak menunggu lama terdengar suara ketukan pintu di kamar utama dimana terlihat Empat sosok yang ditunggu.
" Tuan, ada apa memanggil kami?" Tanya Chaizu.
" Aku memanggil kalian, Karena Besok kita akan pergi untuk menghancurkan Empat Kerajaan dan Kekaisaran Shin." Ucap Ryu.
" Dengan senang hati Tuan." Chaizu terlihat senang.
" Tuan, Apa kamu tidak ingin melihat perkembangan Dunia kecil yang ada pada Chaizu? " Tanya Zi Mayi.
" Baiklah, Kita akan kesana." Ryu mengangguk seketika mereka langsung menghilang.
Terlihat di Dunia kecil yang ada pada Chaizu semakin luas dengan rumput dan pepohonan yang rimbun.
Ryu juga merasakan Aura dari Hewan Roh mulai dari Tingkat Petapa sampai Tingkat Bumi Tahap Akhir yang menyebar di berbagai tempat menghuni Hutan yang sangat luas dan rimbun.
" Tuan... Hewan Roh disini kami kumpulkan mulai dari saat kami berada di Dunia Setengah Abadi sampai kami sudah berada disini." Ucap Chaizu.
" Tuan, Hewan Roh disini sebagai mainan dan bahan latihan Anak Buahku dan Anak Buah Mifeng." Ucap Zi Mayi.
" Ternyata Hewan Roh disini sangat banyak daripada di Dunia Quzhu. Sangat menarik." Ryu tidak menyangka bisa sebanyak itu.
" Tuan bisa mengambilnya jika Tuan mau." Zi Mifeng menawarkan meskipun dia tau bahwa Ryu lebih memilih untuk mencari sendiri.
" Tidak Perlu... Chaizu, Harta langit disini sangat berlimpah seperti di tempatku. Aku rasa tidak ada salahnya jika dibagikan kepada seluruh Pasukan di Istana Kekaisaran ini." Ryu terlintas memiliki sebuah ide agar bisa membuat Pasukan Kekaisaran Awan lebih kuat lagi.
" Tidak masalah Tuan, Lagi pula jika Pasukan Kekaisaran Awan sangat kuat, maka pihak musuh berfikir dua kali untuk mengusik ketenangan Wilayah Kekaisaran Awan." ucap Zi Mayi.
" Baiklah... Kalau begitu kita kembali Ke Istana, aku akan membahas hal ini." Ryu dan yang lain kembali ke Istana langsung menuju Ruang rapat Istana.
Setelah beberapa saat, Ryu dan Keempat bawahannya sudah berada di ruang rapat Istana.
" Salam Yang Mulia Kaisar." sambut mereka serempak.
" Mmmm... Ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan kepada kalian semua." Ryu duduk di Kursi Kebesarannya sambil menatap mereka bergantian.
" Mengingat kejadian sebelumnya, Aku ingin hal itu sebagai pelajaran untuk kita semua. Pasukan Kekaisaran Awan ini masih lemah, oleh karena itu Aku ingin semua berlatih dengan keras lagi." ucap Ryu.
" Baik Yang Mulia Kaisar." ucap mereka.
" Menteri Shang, Menteri Cun, Menteri Miyo, Menteri Jian, Jenderal Fei, Jenderal Tianli, Jenderal Bizhu, Jenderal Suwu, Jenderal Chuang, Jenderal Yuchen... Sampaikan kepada seluruh Pelayan dan seluruh Prajurit, bagi siapa yang menerobos Pendekar Bumi Tahap Awal akan mendapatkan hadiah 20 Buah Tangan Budha, 20 Buah Persik Bulan, 20 Apel Matahari, 20 Anggrek Darah Naga, 20 Pil Kultivasi Tingkat Bumi."
" Bagi siapa yang menerobos Pendekar Bumi Tahap Menengah akan mendapatkan hadiah 40 Buah Tangan Budha, 40 Buah Persik Bulan, 40 Apel Matahari, 40 Anggrek Darah Naga, 40 Pil Kultivasi Tingkat Bumi.
" Bagi siapa yang menerobos Pendekar Bumi Tahap Akhir akan mendapatkan hadiah 60 Buah Tangan Budha, 60 Buah Persik Bulan, 60 Apel Matahari, 60 Anggrek Darah Naga, 60 Pil Kultivasi Tingkat Bumi."
__ADS_1
" Bagi siapa yang menerobos Pendekar Langit Tahap Awal akan mendapatkan hadiah 80 Buah Tangan Budha, 80 Buah Persik Bulan, 80 Apel Matahari, 80 Anggrek Darah Naga, 80 Pil Kultivasi Tingkat Bumi dan seterusnya dari setiap naik tingkat akan ditambah 20 dari semua jenis itu." Ucap Ryu.
Mendengar ucapan tersebut semua yang hadir terlihat senang dan bersemangat karena hal itu adalah hadiah yang langka dan tidak pernah terjadi sebelumnya bahkan di Kekaisaran manapun.