
Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:
Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.
Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'
Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏
...****************...
Sesampai di Dunia Quzhu, Ryu meminta Istrinya untuk berlatih menyempurnakan Kultivasi mereka sedangkan Ryu sendiri langsung menuju Ruang Penempa untuk memeriksa keadaan Bola Kristal yang sebelumnya dia taruh.
Di dalam Ruang Penempa Ryu melihat Kristal Mutiara telah berhasil menyerap Roh yang ada di Bola Kristal sebelumnya.
" Akhirnya selesai juga." Ryu mengambil Kristal Mutiara lalu menuju ke Ruang Kultivasi.
Di Ruang Kultivasi, Ryu langsung duduk bersila " Sudah lama aku tidak melihat Alam Bawah Sadar, mungkin sudah berubah dengan adanya Tubuh Agung ini." Ryu memejamkan mata memusatkan fikiran.
Seketika Ryu melihat hamparan daratan di sekelilingnya ditumbuhi rumput Hijau dan Pepohonan.
Di dalam Alam Bawah Sadar ( Alam Jiwa ) yang baru terbentuk pada tubuhnya, Ryu melihat ada sebuah Danau yang sangat besar.
" Apakah ini yang dinamakan Lautan Qi." Ryu merasakan Aura yang sangat kuat dari dalam Danau tersebut.
Di atas Danau juga terlihat Petir yang berbentuk Akar yang memiliki cabang sebanyak 12.
" Mungkin ini yang dinamakan Akar Jiwa." Ryu merasakan sumber kekuatannya berasal dari Petir yang bercabang 12 tersebut.
Setelah mempelajari dengan teliti, Ryu sangat yakin kalau Danau tersebut adalah lautan Qi miliknya dan Petir Hitam yang bercabang 12 tersebut adalah Akar Jiwanya.
" Jadi begini cara kerja ketika Menerobos. " Ryu melihat Danau tersebut masih belum penuh karena memang sangat luas.
Di dalam Akar Jiwa tersebut juga terdapat satu Ruang kosong yang menandakan bahwa ruang kosong tersebut tempat meletakkan Inti Jiwa dari Inti Roh Hewan Ilahi.
" Sial... Jika aku tau sejak Awal, aku tidak akan menyerap Inti Roh Hewan Ilahi Serigala Besi itu." Ryu tersadar akan kecerobohannya itu.
Setelah puas melihat apa saja yang ada di Alam Jiwa, Ryu mencari tempat untuk bersila untuk menyerap berbagai informasi dari Tubuh Abadi miliknya tersebut.
Seketika Udara yang ada di Alam Jiwa Ryu seakan berkumpul dan menyatu ke dalam tubuhnya hingga dia merasakan berbagai macam bisikan yang terdengar di telinganya.
Sesaat dia merasakan di suatu tempat yang Asing seakan angin sedang membisikkan sesuatu kepadanya, tidak beberapa lama dia merasakan ada satu pohon besar seakan memanggilnya, Padang Gurun pasir seakan menyambut kedatangannya, Gunung Besar seakan bergerak untuk menemuinya, hingga terlihat sebuah ombak sedang menyapanya.
' Ada apa ini? mengapa mereka seakan membisikkan sesuatu kepadaku.' Ryu yang masih dalam proses penyerapan informasi.
Setelah beberapa Ryu juga merasakan kehadiran Istrinya seperti membawa tunggangan masing-masing yang terlihat aneh namun memiliki Aura yang sangat kuat.
Memakan waktu yang cukup lama, Ryu telah berhasil mengumpulkan berbagai informasi dari Alam Jiwa hingga kembali membuka mata dengan wajah yang sangat cerah.
"Tidak masalah, setelah menyelesaikan masalah Kekaisaran, aku akan Pergi berpetualang untuk mencari Hewan Ilahi untukku dan Istriku." Ryu kembali keluar dari Alam Jiwa.
Setelah membuka mata Ryu terlintas dalam pikirannya untuk mengetahui apa saja yang ada di Dunia Quzhu sekarang langsung menuju ke arah Lautan dimana tempat tinggal Kerang Langit.
__ADS_1
Di pinggir Pantai, Ryu melihat Salah satu Kerang Langit sedang mendekatinya.
" Sudah lama Aku menunggu Tuan datang kesini." ucap Kerang Langit tersebut.
" Memang ada apa kamu menungguku? " Ryu merasa heran.
" Sejak saat kami berada disini, kami telah menciptakan Inti Permata dari Spiritual yang kami kumpulkan selama ini. Mohon terimalah Tuan, Permata ini adalah sebagai ucapan terimakasih kami karena Tuan telah memberi tempat untuk kami tinggal." Kerang langit memberikan sebuah Permata berwarna putih bening.
" Terimakasih... Kalau boleh tau, buat apa ini? " Ryu menyimpan Permata tersebut seraya bertanya.
" Permata itu memang tidak bisa meningkatkan Kultivasi, tapi saat Tuan Menyerap Inti Hewan Roh, maka secara perlahan kekuatan fisik Tuan akan meningkat. Karena Teknik yang Tuan miliki sangat mematikan, jika tidak diimbangi dengan Fisik yang kuat maka suatu saat Tubuh Tuan akan hancur. Kelebihan Permata itu, semakin banyak Tuan menyerap Inti Roh, maka semakin sedikit Qi yang dikeluarkan." ucap Kerang Langit.
" Terimakasih Kerang Langit. Sepertinya ini sangat membantu." Ryu terlihat senang, meskipun Inti Roh tidak bisa meningkatkan Kultivasinya lagi tapi yang paling berharga dia bisa menghemat Qi.
" Baiklah Tuan. Aku Kembali ke tempat tinggal kami." Kerang langit kembali menyelam ke dasar laut.
" Haaahh... Aku akan menyerap Permata ini dulu." Ryu mencari tempat untuk duduk bersila.
Setelah mendapatkan posisi yang aman, Ryu langsung memejamkan mata lalu Menyerap Permata yang ada di tangannya.
Seketika Udara di sekitar bergerak liar dan tubuhnya juga mengeluarkan cahaya warna-warni saat Permata tersebut langsung masuk ke Meridiannya.
Sedangkan di Alam Jiwa, terlihat Lautan Qi menjadi padat dan Akar Jiwanya juga semakin besar dan kuat.
Setelah beberapa jam, Ryu kembali membuka mata dengan wajah penuh semangat.
" Sangat mengagumkan." Ryu tersenyum seraya menutup matanya kembali.
" Duaaarrrr.... Duuaaar... Duuaaar..." Petir menyambar di sekelilingnya.
Terlihat di area tanah di sekitar membentuk Puluhan lobang akibat serangan Petir tersebut.
" Sudah waktunya." Ryu menciptakan Naga Api berwarna hitam seukuran 100 Meter.
" Wuush" Ryu menggunakan Spiritualnya untuk menyatukan Kristal Mutiara dengan Naga ciptaannya.
Seketika udara di sekitar kembali bergerak liar bahkan air di laut tersebut membentuk Gelombang besar.
" Aura Apa ini? Mengapa sangat mengerikan." Ryu membuat Pelindung Yin-Yang Kura-kura agar tidak terkena imbas Udara yang bercampur Elemen Api dan Kegelapan.
" Bboooom..." Tanah dan Air Laut seakan melayang di udara hingga membentuk seperti sebuah kawah.
" Bboooom..." Aura yang sangat kuat menjadi lebih ganas membuat Area sekitar bergetar hebat.
" Gawat." Ryu mengaktifkan Armor Pelangi dan membuat Pelindung Yin-Yang Kura-kura di seluruh tubuhnya lalu mundur kebelakang dengan menggunakan Langkah Hantu Harimau Petir.
" Bboooom..." Tanah di sekitar bergetar menciptakan gempa.
" Wuush." Sosok bayangan hitam menuju ke arah Ryu.
" Siapa yang memberikanku Tubuh Sampah ini." Teriakan suara Wanita dari bayangan hitam tersebut.
Melihat Sosok tersebut ingin menyerangnya, Ryu langsung memutuskan Kontrak dengan Sosok tersebut agar Jiwanya langsung mati.
" Apa? Kenapa tidak bisa?" Ryu berkeringat dingin sambil menggunakan Langkah Hantu Harimau Petir agar menjauh.
" Arrgghhh.." Bayangan tersebut langsung terhenti saat berada di dekat Ryu dengan kepalan tinju mengarahkan kepada Ryu.
' Sial... Kenapa Gerakanku berhenti.' Sosok Wanita Cantik berpakaian Hitam yang sangat marah.
Wanita itu juga berusaha sekuat tenaga untuk mengarahkan tinjunya kepada Ryu, namun sekeras apapun dia berusaha untuk menyerang Ryu tetapi tidak kesampaian karena seperti ada sesuatu yang menahannya.
' Siapa Pemuda ini? mengapa aku tidak bisa menyentuhnya sedikitpun.' Sosok Wanita tersebut membatin.
__ADS_1
Ryu yang melihat hal itu kini bernafas lega sambil menatap Sosok tersebut seperti sebuah Patung.
" Aku Tidak bisa membunuhmu, Tapi aku bisa Membunuhmu Istrimu." Teriak Wanita tersebut meninggalkan Ryu langsung terbang ke arah Istana Emas.
" Gawat... Istriku..." Ryu berlari sekuat tenaga menggunakan Langkah Hantu Harimau Petir.
Dengan secepat Bayangan, Sosok Wanita tersebut langsung menyerang ke arah Wang Mingjun yang terlihat sedang duduk.
" Sial... Kenapa Aku tidak bisa membunuhnya juga." Wanita tersebut mengarah kembali serangannya kepada Shu Meilu, Qin Shuomei, Li Jilan dan Ling Queqi.
Namun sekuat apapun dia mencoba menyerang, tetap saja tidak membuahkan hasil.
Karena sudah banyak mengeluarkan tenaga, Sosok Wanita tersebut kini mulai menyerah dengan napas terputus-putus.
" Jun'er, Lu'er, Mei'er, An'er, qi'er." Ryu yang masuk ke dalam Istana dengan buru-buru.
" Gege... Ada apa denganmu?" Shu Meilu merasa heran melihat ekspresi dari Suaminya seperti sangat Khawatir tidak menyadari bahwa ada Sosok Wanita telah berdiri di samping mereka.
' Haaahh... Syukurlah...' Ryu bernafas lega Saat melihat Sosok tersebut juga tidak bisa menyentuh Istrinya.
" Gege ada apa?" Wang Mingjun menyelidik.
" Ah... tidak ada." Ryu berjalan santai mendekati istrinya sambil melirik ke arah Sosok tersebut senyum kemenangan.
" Jun'er, Lu'er, Mei'er, An'er, qi'er... Sepertinya malam ini aku akan melewati malam yang indah dengan kalian." Ryu duduk di tengah Shu Meilu dan Qin Shuomei sambil merangkul kedua Istrinya.
" Ciihhhh... Awas Kalian semua, aku akan membunuh kalian." Sosok tersebut sangat geram.
" Coba saja kalau bisa." Ryu menatap ke arah Sosok tersebut.
" Gege... Kamu bicara dengan siapa?" Wang Mingjun melihat di sekeliling tidak ada siapapun kecuali mereka.
' Sepertinya mereka tidak bisa melihatnya ' Ryu membatin.
" Aku mandi dulu. Kalian lanjutkan saja percakapan. Nanti malam aku akan menunggu kalian di Kamarku." Ryu beranjak menuju Kamar Utama Istana Emas sengaja memprovokasi Sosok tersebut.
Saat berada di dalam Kamar, Ryu langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri hingga beberapa saat dia keluar langsung berbaring di atas Ranjang.
" Wuush." Sosok bayangan hitam masuk ke tubuh Ryu.
" Haaahh... Wanita liar." Ryu merasakan Sosok tersebut sudah berada di Alam Jiwanya lalu duduk bersila menuju ke Alam Jiwa.
" Wanita liar? Kenapa kamu menyerang ku tanpa alasan jelas?" Ryu yang sudah berada di Alam Jiwa sambil menatap ke arah Wanita berpakaian Hitam yang sedang melihat Lautan Qi milik Ryu.
" Apa yang kamu lakukan padaku? kenapa Aku tidak bisa membunuhmu dan Istrimu.?" tanya sosok tersebut.
" Aku juga tidak tahu. Harusnya kamu berterimakasih padaku karena aku sudah membangkitkanmu dengan tubuh barumu. " ucap Ryu.
" Kamu memberikanku Tubuh Sampah ini? Haaahh... Aku tidak menyangka akan dibangkitkan dengan tubuh yang sangat lemah ini." ucap sosok tersebut.
" Masih beruntung aku memberikan Tubuh Naga Api itu. Aku fikir itu adalah tubuh yang kuat dan sempurna." Ryu berjalan mendekati sosok tersebut.
" Kamu harus mencari Tubuh Wanita sebanyak mungkin untukku. Hanya dengan itu kekuatan fisikku kembali normal." ucap sosok tersebut.
" Kamu berani memberi perintah kepadaku? Disini Aku adalah Tuanmu." Ryu dengan nada mengancam.
" Kamu adalah Budakku." Sosok tersebut dengan nada mengancam.
" Plaaak." Tamparan keras di Pipi Sosok tersebut.
" Kamu siapa berani mengancamku?" Ryu menampar kembali Pipi sosok tersebut.
Seketika Pipi Wanita tersebut yang awalnya putih mulus kini kedua Pipinya berubah merah akibat tamparan keras dari Ryu.
__ADS_1