SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
SAYEMBARA


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:




Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.




Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'




Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏


...****************...


Pada keesokan harinya di Dunia Quzhu, mereka berkumpul bersama dimana Ryu membawa mereka ke Istana tempat kediaman Pasukan Semesta sebelumnya.


" Ini adalah Istana tempat kediaman Bawahanku sebelumnya. Tapi mereka masih tertinggal di Dunia Setengah Abadi." Ryu menerangkan kepada mereka.


" Seandainya Istana Ini diperbaiki dan dibawa ke Dunia Abadi, mungkin lebih berguna." Ting Ye terpikir untuk membawa Istana tersebut.


" Aku bisa membuatnya lebih bagus lagi, Tapi kita harus mencari tempat yang Cocok. " ucap Ryu.


" Gege... Bagaimana kalau dibuat saja dulu. Karena Kekaisaran Awan memiliki Wilayah yang sangat luas dan masih banyak Hutan." Wang Mingjun memberi usul.


" Aku mendengar dari Ayah, di Hutan Awan ada sebuah Air terjun yang sangat Indah yang jatuh dari Gunung yang sangat tinggi." ucap Li Jilan.


" Aku juga pernah mendengar, tapi tempat itu sangat berbahaya bahkan Pendekar Bumi Tahap Akhir saja tidak ada yang selamat. " Shu Meilu menimpal.


" Baiklah aku akan memperbaiki Istana ini dulu.!" Ryu berkonsentrasi lalu membentuk Istana dari berbagai macam Bahan yang pernah dia dapatkan dari Dunia Fana mulai dari Bongkahan Emas, Jamrud,Kristal, Mutiara Kerang Langit dan Permata Tujuh Warna.


Setelah beberapa saat kini tercipta Sebuah Istana Baru yang sangat tinggi dan Luas 3 Kali lipat dari Istana Kaisar Zou.


" Gege... Ini luar biasa." Ting Ye tidak henti merasa kagum.


" Jika ada bahan yang banyak, aku bisa menciptakan yang lebih Besar lagi." ucap Ryu.


" Gege... Kita masih belum memiliki Pelayan di Istana Kaisar. Bagaimana menurutmu? " Li Jilan bersuara mengingat dengan luasnya Istana Kaisar sudah pasti harus ada yang mengurus.


" Aku tidak mau. Aku pernah mendengar, jika Permaisuri atau Ratu sedang sibuk maka Pelayanlah yang memenuhi kebutuhan Kaisar." Wang Mingjun menjawab dengan tegas.


Mendengar ucapan tersebut semua mata tertuju kepada Ryu karena hal itu sering terjadi di Istana Kerajaan ataupun Kekaisaran dimana terkadang Pelayanlah yang menggantikan peran sebagai Ratu, meskipun tidak semua terjadi.


" Aku tidak menyangka Kalian berfikir sejauh itu." Ryu menggelengkan kepala.


" Terserah kalian. Bahkan aku sendiri sebagai Walikota harus memiliki beberapa Pelayan, dimana mereka akan membantu Pekerjaanku untuk mengurus Istanaku karena aku juga Sibuk melayani beberapa keluhan dari Warga." Ting Ye bersuara.


" Aku serahkan keputusan itu kepada Kalian, Apa kalian mau menjamu Tamu dari berbagai Klan, Sekte, Assosiasi, Kerajaan ataupun Kekaisaran lain.? " Ryu menatap mereka bergantian.


" Gege memang benar, Sekalipun kita bisa melakukan tapi sama saja tidak menjatuhkan Harga diri Suami kita sebagai Kaisar." ucap Li Jilan.


" lan benar... Sepertinya kita harus mencari Pelayan untuk mengurus Istana dan juga Pelayan Pribadi kita semua." ucap Shu Meilu.

__ADS_1


" Kalau begitu Kita adakan Sayembara untuk mencari Lima Puluh Pelayan Istana yang sudah minimal mencapai Pendekar Alam Tahap Akhir dengan gajih tiga kali lipat. Dengan begitu Istana Kaisar akan lebih disegani." Ryu bicara dengan santai.


" Gege... Itu sangat mustahil. Bahkan untuk Prajurit saja banyak yang masih Pendekar Alam Tahap Awal." Ting Ye menggelengkan kepala.


" Aku tau kekhawatiran kalian, tapi siapa yang tidak mau dengan Gajih yang seperti itu. bahkan dari berbagai Sekte saja tidak mampu mendapatkan pendapatan sebesar 500 Batu Roh dalam sebulan. Apa itu benar? " Ryu menatap mereka bergantian.


" Gege... Bukankah itu terlalu berbahaya? " tanya Wang Mingjun.


" Benda ini aku namakan Kristal Kejujuran. Jadi kita tau jika ada yang memiliki niat jahat." Ryu mengeluarkan Puluhan Kristal berwarna putih.


" Kalau begitu kita tidak perlu khawatir." ucap Li Jilan.


" Mungkin aku bisa menggunakan ini di Istanaku." Ting Ye mengambil beberapa Kristal tersebut.


" Untuk ini Aku serahkan semua kepada kalian. Karena aku juga ingin mengadakan Sayembara untuk mencari Prajurit." Ryu membagikan Kristal tersebut kepada mereka.


" Mmmmmm." mereka mengangguk setuju.


" Gege... sebaiknya kita kembali ke Istana." Ting Ye mengajak mereka.


" Benar, lebih baik kita berlatih sambil menunggu malam." Ryu berjalan menuju Istana.


......................


Di Kediaman Walikota Ye :


Terlihat Xie Hua sedang tertidur pulas disaat hari masih malam, tiba-tiba keluar Tujuh cahaya kecil sebesar kelereng terbang menembus Atap hingga menembus Awan lalu berhenti di depan Sosok Wanita Cantik yang sedang tersenyum melihat Tujuh cahaya tersebut.


Wanita itu pun menciptakan sebuah cahaya warna-warni lalu ditutup ke arah Tujuh Cahaya kecil hingga menjadi bayangan Tujuh Wanita Cantik.


" Ada dimana ini? Apa kita sudah mati? " Sosok tersebut tidak lain adalah Ketujuh Mendiang Istri Ryu walaupun hanya bentuk bayangan.


" Dewi Nuwa?" Ketujuh Istri Ryu kaget


" Benar... Aku mengambil Jiwa kalian karena aku tidak ingin Suami Kalian menghancurkan Kerajaan Langit dimana tempat tinggal Para Dewa karena kesalahanku." Dewi Nuwa menutup mata sesaat membuka kembali.


" Dewi Nuwa, apakah Suami kami masih tidak terima atas kematian kami? " Tanya Sheng Zhishu.


" Itu benar... Aku sudah memberikan Jiwa Adikku Dewi Teratai Tujuh Hati sebagai ucapan Terimakasihku, tapi dia selalu membenciku bahwa berniat untuk menghantarkan Kerajaan Para Dewa." ucap Dewi Nuwa.


" Aku tidak bisa menghentikannya karena bukan dari Tugasku. Karena Tugasku hanya memberikan Kehidupan kepada setiap Makhluk." Dewi Nuwa berjalan mendekati mereka " Bahkan aku tidak memiliki Hak untuk memberitahukan hal ini kepada Kerajaan Langit."


" Lalu apa yang harus kami lakukan? " Tanya Yuwang.


" Suami kalian sedang mengumpulkan Inti Jiwa dari Pemilik Tubuh Abadi agar bisa mendapatkan Tubuh Agung. Itu artinya dia akan setara denganku dan juga Pelindung Dunia yang lain." Ucap Dewi Nuwa.


" Apa?" mereka langsung kaget.


" Kalian lihat, dia sudah mengumpulkan Enam Tubuh Abadi." Dewi Nuwa menciptakan sebuah Bola Kristal berukuran besar yang memperlihatkan dimana Ryu sedang berada bersama Lima Sosok Wanita lain.


" Sayang.... " Seru mereka serempak.


" Haaahh... Ternyata dia memiliki Istri sebanyak itu setelah kita." Xin Chie terlihat geram.


" Bukankah Dewi Nuwa sudah bilang kalau Suami kita sedang mengumpulkan Inti Jiwa dari Pemilik Tubuh Abadi?" Sheng Zhishu mengingatkan mereka.


" Sayang... Apa kamu sudah melupakan Kami?" Yinshi menatap ke arah Bola Kristal tersebut.


" Benar... Dia telah melupakan kita." Yunjiang menimpal.

__ADS_1


" Dasar Pria tidak memiliki Prinsip." Yuwang juga terlihat Kesal.


" Haaahh... Kalau Suami kita sudah melupakan kita, untuk apa dia Ingin menuntut balas kepada....." Tianhe menatap ke arah Dewi Nuwa tidak berani melanjutkan ucapannya.


" Justru karena dia masih mencintai kalianlah yang membuat Dia ingin balas dendam kepadaku." ucap Dewi Nuwa.


" Untuk itu Aku menghidupkan kalian Kembali. Mungkin dengan kedatangan kalian, Dia bisa membatalkan rencananya." Dewi Nuwa mengela napas " Ada Baiknya juga, Karena suatu saat seluruh Dunia akan mengalami Kekacauan" ucap Dewi Nuwa.


" Kekacauan?"


" Benar... Aku tidak bisa memberitahukan hal ini, karena diluar tugasku, tapi kalian akan tau sendiri." Dewi Nuwa berjalan kembali ke tempat semula. " Sudah lama aku mencari Tubuh Baru yang cocok untuk kalian." Dewi Nuwa memperlihatkan tempat lain dimana terlihat Seekor Kirin sedang berbaring.


" Kirrin Api? " Gumam mereka.


" Benar... Itu adalah Jasad Ratu Kirrin Api yang sudah mati Lima Puluh Tahun yang lalu karena gagal mencapai Pendekar Semesta sehingga Jiwa Ratu Kirrin Api Rusak." Ucap Dewu Nuwa.


" Lalu Apa maksudnya?" Tanya Tianhe.


" Karena dia memiliki Tubuh Abadi, jadi jasadnya tidak bisa hancur. Sheng Zhishu, Tubuh Abadi itu sangat cocok untukmu. Kamu jangan Khawatir, Ratu Kirrin Api adalah salah satu Roh Suci. Jika Jiwamu menyatu dengannya, maka kamu akan memiliki Penampilan seperti tubuhmu sebelumnya tanpa sedikit kekurangan." Dewi Nuwa menjelaskan.


" Baik Dewi Nuwa... Aku mengerti." Sheng Zhishu sangat senang tidak sabar ingin segera bertemu dengan Ryu.


" Xin Chie, Aku harap Tubuh Abadi ini cocok untukmu." Dewi Nuwa memperlihatkan sebuah tempat di Hutan Bambu yang tergeletak Sosok Phoenx berburu merah menyala.


" Dewi Nuwa... Apa itu tubuh baruku? " tanya Xin Chie.


" Mmmmm... Itu adalah Jasad Dewi Phoenix Api yang juga mengalami nasib yang sama seperti Kirrin Api. Jiwanya juga hancur." ucap Dewi Nuwa.


" Baik Dewi Nuwa, aku mengerti." ucap Xin Chie.


" Huli Yue, Aku rasa ini cocok untukmu. Dia adalah Ratu Rubah Langit yang baru beberapa hari yang lalu Mati karena ulah Suami kalian. Ratu Rubah Langit tidak sadar jika goresan luka kecil di Kulitnya membuat dia Gagal mencapai Pendekar Semesta karena konsentrasinya terganggu akibat Racun milik Suamimu hingga Jiwanya juga hancur." Dewi Nuwa memperlihatkan seekor Rubah berwarna Putih bercorak garis Merah.


" Apakah Suami kami sudah mencapai Pendekar Surgawi?" tanya Huli Yue.


" Tidak... Dia masih Pendekar Bumi Tahap Awal. Sepertinya Ratu Rubah Langit menyukai Suami kalian, jadi dia tidak membunuh Suami kalian saat bertarung. Sedikit konyol." Dewi Nuwa mengerutkan keningnya.


" Baik Dewi... Aku mengerti." Huli Yue tidak ingin memperpanjang pembicaraan tentang bagaimana kejadian Pertarungan antara Ryu dan Ratu Rubah Langit.


" Tianhe... Aku Rasa Tubuh Ratu Merak ini cocok untukmu. " Dewi Nuwa memperlihatkan jasad Seekor Burung merak yang memiliki corak Biru terlihat Indah.


" Baik Dewi Nuwa." Jawab Tianhe.


" Yunjiang, itu adalah Jasad Dewi Es Abadi yang menjadi Leluhur Suci dari Sekte Lembah Es Abadi. Selama Ratusan Tahun Dewi Es Abadi selalu melakukan Latihan tertutup hingga di Akhir hayatnya menjadi Wanita Suci. Karena Jiwanya tidak kuat, membuatnya harus mati." Dewi Nuwa memperlihatkan Sosok Wanita Cantik yang terbaring di atas Balok Es.


" Baik... Aku mengerti." Jawab Yunjiang.


" Yinshi... Itu adalah Jasad Putri Naga Emas yang mati saat berusia 27 Tahun karena Yin Racun merusak seluruh Meridiannya. Tapi itu tidak masalah, Kamu masih memiliki Waktu sampai Suamimu menyerap Energi Yin Racun tersebut." Dewi Nuwa memperlihatkan sosok Wanita Cantik sedang berbaring di Sebuah Goa tertutup.


" Aku mengerti." Jawab Yinshi.


" Terakhir untukmu. Itu adalah Jasad Dewi Phoenix Petir. dia juga Roh suci seperti yang lain." Dewi Nuwa memperlihatkan Jasad Burung Phoenix Petir."


" Aku mengerti." jawab Yuwang.


" Sekarang aku akan mengantarkan kalian ke Tubuh Baru kalian. Meskipun Jasad mereka semua sudah berada di Pendekar Surgawi Tahap Akhir, tapi jiwa kalian masih sangat lemah maka Kalian hanya setara setara dengan Pendekar Langit Tahap Awal. Tapi itu tidak masalah, kalian bisa Berkultivasi untuk memperkuat diri kalian." ucap Dewi Nuwa.


" Baik Dewi Nuwa. Kami siap." Jawab mereka serempak.


" Ingatlah, Fokuskan diri kalian untuk berlatih dengan kekuatan baru kalian." Dewi Nuwa mengibaskan tangannya hingga Ketujuh Wanita tersebut kembali turun ke Dunia Abadi.

__ADS_1


__ADS_2