SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
CH 53. TENGAH LAUT


__ADS_3

Lima hari kemudian terlihat banyak orang mendekati Pelabuhan Kapal, termasuk Ryu dan kedua Istrinya ikut berbaur dengan beberapa penumpang yang lain.


Meski terlihat beberapa pasang mata yang terus memperhatikan mereka, Ryu mengacuhkan hal tersebut lalu memberikan Tiga lembar Kertas kepada Penjaga Pintu Kapal.


Kebetulan Kamar yang dipesan Ryu adalah Kelas Eksklusif, maka mereka mendapatkan tempat Paling atas dimana mereka bisa menyaksikan keindahan Laut dari Atas Kapal.


Sesampai di Kamar mereka, Ryu membuat Pelindung Tempurung Kura-kura untuk melindungi segala Kemungkinan mengingat ada beberapa sosok yang mencurigakan.


" Suamiku, Berapa lama kita sampai ke Benua Bintang? " Tanya Xin Chie


" Kata Penjaga Loket, Jika tidak Ada halangan kita bisa sampai Sebulan." Jawab Ryu


" Haaahh lama juga. Bagaimana kalau kita naik Ke atas Kapal?" Huli Yue memberi usul.


" Ada beberapa yang aku kerjakan. Kalian Naik saja dulu!" ucap Ryu.


" Baik... Ka Chie " Huli Yue mengajak Xin Chie menuju atas kapal.


Kapal yang ditumpangi oleh Ryu dan kedua Istrinya adalah kapal paling Besar yang mampu menampung Ratusan Orang dan dijaga ketat oleh Kultivator yang sudah berada di Level 54 dan Dua Kultivator Level 60 yang berasal dari Benua Bintang


Bagi siapa saja yang berani membuat Onar maka mereka tidak segan membunuhnya langsung dan membuangnya ke Laut. Namun bukan berarti tidak akan ada masalah meskipun hanya Sembunyi-sembunyi.


Di dalam Kamar, Ryu sambil memperhatikan semua jarahan mereka mengingat selama ini tidak ada waktu untuk menyusun beberapa Harta sesuai Kelas dan fungsinya.


" Sepertinya Bahan untuk membuat Cincin Ruang tingkat Surgawi sudah lengkap, tapi aku tidak bisa membuatnya disini" Ryu menatap beberapa Harta Langka dalam Cincin Ruang.


Selesai menyusun Barang di Cincin Ruang, Ryu beranjak Naik ke atas Kapal untuk menyusul Kedua Istrinya.


Saat berada di Atas Kapal, terlihat di wilayah atas Kamar mereka terlihat sebuah pembatas Transparan agar Para penumpang tidak saling bersinggungan dengan penumpang yang lain.


" Suamiku, ternyata berada di Atas laut juga menyenangkan." Huli Yue berlari kecil ke arah Ryu.


" Ciihhhh, ternyata sudah punya Suami." Suara dari seorang Pemuda terlihat seperti anak Bangsawan di balik Pembatas terlihat Dua Pengawal yang di sampingnya.


" Tuan muda tenang saja! Wanita di sana juga tidak kalah Cantik." Salah satu Pengawal menunjuk ke arah Xin Chie yang sedang duduk menikmati pemandangan.


" Suamiku, Adik Chie... Sini!" Xin Chie memanggil Ryu dan Huli Yue agar bisa duduk bersamanya untuk meningkatkan pemandangan.


" Apa? " Ketiga Sosok dari balik pembatas kaget.


" Tuan Muda sepertinya Pemuda itu bukan Orang Sembarangan. Mungkin dia juga dari kalangan Bangsawan, Apalagi dengan Kamar yang mereka Pesan yang hanya Bangsawan besar saja yang mampu menyewanya." Ucap Pengawal.


" Kamu benar, tapi mengapa dia tidak memiliki Pengawal Pribadi?" Pemuda tersebut heran.


" Aku tidak tau. Yang jelas jangan sampai membuat masalah. Meskipun Kultivasiku sudah berada di Level 58 mengingat Pengawal Kapal ini berada di atas ku, ditambah Anak buahnya yang juga tidak kalah kuat." Pengawal mengingatkan.


Ryu yang mendengar percakapan mereka tersebut meskipun samar-samar sedikit tersenyum merasa kalau pilihannya tepat saat memilih Kapal ini sebagai tumpangan Mereka.


Tiba-tiba Dua Sosok Pemimpin Pengawal muncul diikuti beberapa Pelayan Wanita sedang membawa beberapa Makanan. Salah satu dari Pemimpin Pengawal melambaikan tangan, seketika Pembatas tersebut menghilang.


" Sepertinya Senior itu menggunakan Teknik sama seperti Pelindung Tempurung Kura-kura" Bisik Ryu kepada kedua Istrinya yang juga penasaran.


Salah satu Pelayan kini berjalan ke arah Ryu berada dan memberikan Makanan Ringan sebagai pelengkap menikmati pemandangan.


" Silahkan Bersantai Tuan, Nona. Selamat menikmati" Pelayan melangkahkan kakinya.


" Pelayan, Apa ada Makanan terbaik disini? Ryu menghentikan langkah Pelayan melihat Makanan tersebut kurang menarik.


" Ada Tuan. tapi dikenakan biaya tambahan Sebesar 10.000 Koin Emas/ Porsi." Ucap Pelayan.


" Kalau begitu aku memesan selama Perjalanan Satu Bulan kedepan." Ryu memberikan 1Juta Koin Emas

__ADS_1


" Tapi Tuan ini kelebihan " Pelayanan menghitung koin emas yang Ryu berikan.


" Kelau begitu, Aku minta Tolong padamu. Sebagai imbalan sisanya untukmu. Aku ingin Berbicara sebentar dengan salah satu Senior yang ada disana " Ryu menunjuk ke arah Pemimpin Pengawal yang sedang berdiri mengawasi tempat itu.


" Ba..Baik Tuan, Aku akan mencoba " Pelayan berjalan dengan perasaan senang bercampur takut.


Terlihat Pelayan tadi sedang berbicara kepada mereka sambil menunjuk ke arah Ryu berada sesaat mereka saling berpandangan seakan sedang berdiskusi.


Dengan percakapan yang cukup lama, namun salah satu dari mereka akhirnya berjalan ke arah dimana Ryu berada.


" Permisi Tuan, jika boleh tau ada apa tuan memanggilku?" Pemimpin sedikit heran.


" Senior, Jujur saja aku baru kali ini menuju Benua Bintang. Aku hanya meminta Petunjuk ataupun informasi kepada Senior, " Ryu terlihat Serius.


Pemimpin Pengawal itupun langsung curiga bagaimana mungkin Seorang dari Benua Lotus bisa berada di Kapal Besar sekarang ditambah Kamar yang dia pesan adalah kelas Atas diam-diam mengukur tingkat Kultivasi Ryu dan kedua Istrinya yang sudah berada di Level 51 disertai hal aneh dibalik Qi yang ada pada mereka terlihat kaget dengan tubuh gemetar.


" Maafkan Pria Tua ini tidak mengetahui tingginya langit" Pemimpin Pengawal berlutut seperti orang ketakutan.


Dengan kejadian tersebut semua orang memandang ke arah mereka saling bertanya mengapa bisa terjadi demikian mengingat Pemimpin Pengawal tidak pernah takut pada siapapun bahkan Orang-orang terpandang di Benua Bintang.


Pemimpin Pengawal yang lain juga sangat heran bagaimana bisa Teman kerjanya bisa setakut itu kepada orang yang didepannya. Dia pun berjalan mendekati sambil menyelidik kearah Ryu dan kedua Istrinya.


" Tuan... Maafkan kami tidak mengenali kalian" Pemimpin yang tadi berjalan langsung ikut berlutut.


Hal itu tentu saja menambah rasa penasaran mereka bahkan Pemuda yang tadi bersama Pengawal pribadinya berfikir dua kali jika berurusan dengan Ryu dan kedua Istrinya.


" Senior semua, apa yang terjadi pada kalian?" Ryu heran merasa tidak enak.


" Tuan Muda, Hamba Shandian Erlong memberi Hormat." Erlong terus berlutut.


" Tuan Muda, Hamba Shandian Wugui memberi Hormat." Wugui juga terus berlutut.


" Senior, Tolong berdiri semua. Tidak enak dilihat semua orang " Ryu mencoba mencerna mengapa mereka begitu hormat padanya.


" Jika boleh tau, Apa Senior semua berasal dari Klan Shandian Negara Petir?" Ryu bertanya.


Mendengar pertanyaan dari Ryu, Erlong dan Wugui saling berpandangan mengingat Negara Petir tidak ada lagi selama Ratusan Tahun yang lalu.


Namun mereka menceritakan kisah berdirinya Negara Petir, Negara Es, dan Lima Negara lain itu memang Nama pemberian dari Sosok Kultivator Misterius yang berasal dari Dunia yang lain.


Saat Kultivator itu sudah menghilang entah kemana, muncul Kultivator dari sosok Kultivator Misterius lain yang membuat kekacauan di seluruh Benua Bintang dan membunuh Para Kultivator Senior dari berbagai Negara pada Zamannya.


Saat itulah Perperangan terjadi mengingat semua Kitab warisan dari berbagai Negara telah Hilang diikuti Leluhur mereka juga menghilang.


Semua Negara saling menuding satu sama lain mengenai kejadian itu membuat Perang besar-besaran hingga Benua Bintang benar-benar diambang kehancuran. Akibat Kerugian yang sangat besar akhirnya Perperangan itu berhenti sendiri karena sudah tidak ada kekuatan untuk melawan.


Ratusan Tahun kemudian, Muncul 4 Kekaisaran dan Kerajaan lain seperti Kerajaan Petir yang dibangun Klan Utama Shandian dan beberapa Kerajaan yang diambil dari Negara sebelumnya dimana Kerajaan Es, Kerajaan Api, Kerajaan Angin, Kerajaan Air dan beberapa Kerajaan kecil lain hingga sampai sekarang.


Saat mereka berbincang, Pelayanan Wanita muncul membawakan Pesanan untuk Ryu lalu meninggalkan tempat tersebut sambil menatap ke arah Dua Pemimpin Pengawal sekali memberi hormat.


" Maaf Senior, mengapa kalian memanggil kami seperti sebutan itu tadi?" Ryu beralih ke masalah terlebih dulu dari pada tentang Kerajaan atau pun Nagara.


" Tuan Muda, Hamba merasakan Ranah Tuan Muda sudah mencapai Ranah Dewa, meskipun masih di Level 51." ucap Erlong.


" Senior tolong jelaskan! Junior ini tidak mengerti sama sekali dengan Ranah." Ryu sengat penasaran.


Melihat ekspresi dari wajah Ryu dan kedua Istrinya memang belum mengerti, Wugui dan Erlong sedikit tersenyum dan saling berpandangan.


" Tuan Muda, banyak para Kultivator yang tidak memahami Potensi yang mereka miliki. Termasuk Tuan Muda dan Tuan Putri sendiri. Ranah itu tercipta ketika banyak mengalami pertarungan Hidup dan Mati, bertaruh nyawa bahkan sampai jatuh ke titik terendah hidup mereka. Banyak sekali Para Kultivator Senior tengah mempelajari hal itu, namun banyak yang gagal bahkan ada yang berujung kematian. Dalam Ranah itu sendiri dibagi menjadi Lima bagian, Yaitu Ranah Pejuang, Ranah Raja, Ranah Kaisar, Ranah Dewa dan yang masih jadi Legenda adalah Ranah Langit." Wugui menjelaskan


" Ranah yang ada pada diri Kalian sudah berada di Ranah Dewa, itu sangat sulit didapatkan. Bahkan Para Kultivator Jenius sekalipun hanya mencapai Ranah Raja dan Kaisar. Itupun bisa dihitung jari, termasuk aku sendiri masih berada di Ranah Raja. Keberuntungan Langit aku bisa bertemu dengan Kultivator yang sudah berada di Ranah Dewa bahkan dengan Usia masih muda." ucap Wugui.

__ADS_1


" Senior, Terimakasih atas ilmu yang kalian berikan. Junior ini masih berpengetahuan masih dangkal." ucap Ryu


' Bagaimana Pemuda ini mengatakan masih dangkal. Jelas-jelas sudah berada di Ranah Dewa. Apa Pemuda ini ingin menyembunyikan cara kepada kami.' Pikir Erlong.


" Tuan Muda, banyak para Kultivator dari Klan Utama Shandian mempelajari Teknik Elemen yang ada pada Elemen kalian namun tidak ada yang berhasil. Meskipun ada, tapi tidak sesempurna yang ada pada diri Kalian." Ucap Wugui.


" Tuan muda izinkan kami menjadi Murid mu!" Keduanya Berlutut.


" Aku tidak tau apa yang harus kuajarkan pada kalian. Semua itu terjadi secara kebetulan saja " Ryu sedikit kesal dengan kedua sosok yang sudah Tua ingin menjadi muridnya.


" Kebetulan?" Erlong dan Wugui saling berpandangan.


" Mmmmm. Bukankah kalian untuk mendapatkan Ranah itu harus menjalani proses bertaruh nyawa, aku juga merasakan hal itu. itu saja yang bisa aku katakan." ucap Ryu.


" Tuan Muda, lalu bagaimana dengan Teknik Elemen itu?" Erlong masih antusias.


" Aku mengajari Kalian Jika kalian memberiku Darah Dewa dan Darah Iblis" Ryu asal-asalan menyebut, mengingat dia sendiri sangat depresi saat mencari hal yang tidak masuk akal tersebut.


" Darah Dewa dan Iblis" Keduanya saling berpandangan.


" Guru, Aku punya salah satu yang Guru minta" Erlong dan Wugui memegang satu botol Giok masing-masing.


" Darah Dewa? Darah Iblis?" Ryu dan kedua Istrinya membulatkan mata dengan apa yang mereka lihat.


Dengan mudahnya mereka berdua bisa menemukan hal tersebut mengingat mereka sendiri sudah berjuang untuk mencari keberadaan Dewa dan Iblis di seluruh sudut Benua Lotus.


" Tunggu sebentar " Ryu mengambil kedua botol tersebut mengambil sebuah Kertas lalu menulis sebuah Teknik Dasar Mengguncang Semesta.


Ryu seakan terjebak atas ucapannya sendiri, mau tidak mau harus memberikan Teknik tersebut meski beberapa bagian tidak ditulis yang sekira hanya memiliki kerusakan 80 hingga 90 Persen saja dari Daya rusak sebenarnya.


" Ini " Ryu memberikan lembaran tersebut.


" Terimakasih Guru" Erlong dan Wugui sangat senang.


Erlong dan Wugui langsung membaca bagian dari lembaran tersebut dengan teliti terlihat sebuah senyuman puas meskipun mereka tidak mendapatkan cara untuk mencapai Tahap Ranah seperti yang mereka inginkan.


" Ternyata bagian ini yang membuat kita selalu gagal. Sungguh tidak terfikir kan " Bisik mereka.


" Guru, kami mohon Pamit untuk belajar. Jika mereka mengganggumu mereka akan berurusan dengan Kami." Keduanya bersuara keras sambil menatap Beberapa Sosok yang ada di tempat itu yang menurut mereka bisa mencelakakan Ryu dan kedua Istrinya yang masih di Level 51.


Ancaman dari Kedua Pemimpin Pengawal itu tentu saja mereka anggap serius, mengingat mereka berdua tidak Pandang bulu jika ada orang berbuat onar.


Tidak lama terlihat Wujud Naga yang sangat besar dari Elemen Petir yang dimiliki Erlong dan Wugui begitu liar seakan menari di atas laut cukup jauh dari badan kapal.


Kejadian tersebut tentu saja membuat Orang semakin takut bercampur takjub karena Elemen Petir yang sangat kuat seakan menyambar siapapun yang mendekati mereka.


Dari sisi lain bagian atas Kapal terlihat Sosok Wanita Berpakaian serba putih dan Bercadar yang sedari tadi menyelidiki Ryu sejak awal Dua Pemimpin Pengawal mendekatinya


" Senior Zhang, sepertinya Pemuda itu menyimpan Teknik yang sangat kuat. Kita harus mengambil Teknik itu padanya, agar Klan Bing berjaya seperti semula." ucap Bing yin.


" Nona Yin, kita harus menunggu sampai di Benua Bintang. Jika disini, kita akan kerepotan" Ucap Di Zhang.


" Mmmmm. aku tau itu." ucap Bing Yin.


Merasa banyak yang menatap ke arah mereka, Ryu langsung meminta Xin Chie dan Huli Yue untuk kembali ke kamar mereka sekedar menunggu waktu sampai ke Benua Bintang.


" Suamiku, Semua Darah telah terkumpul, bagaimana menurutmu selanjutnya?" tanya Xin Chie


" Aku berfikir lebih baik kita lakukan sekarang, mengingat saat kita sudah berada di Benua Bintang, pasti akan banyak masalah " ucap Ryu.


" Suami kita benar, saat kita di atas kapal tadi, Banyak yang seakan mengincar kita." Huli Yue menimpal.

__ADS_1


" Mmmm. " Ryu mengangguk Setuju


__ADS_2