SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
Benua Barat 2


__ADS_3

( Benua Barat )


Terlihat dimana Ryu, Dao Luo, Yan Ran dan tujuh Hewan Kontrak sedang melakukan perjalanan menuju ke jantung Benua Barat.


Ryu memang sengaja untuk tidak melewati permukiman warga, karena dia ingin mempercepat perjalanannya.


Namun siapa sangka, setelah melakukan perjalanan selama dua hari kini Ryu mendengar suara pertarungan yang tidak jauh dari tempat mereka.


" Tuan." Tou Shuijing menatap ke arah Ryu.


" Kita lihat saja dulu." Ryu melesat ke arah sumber suara tersebut.


Dao Luo, Yan Ran dan tujuh Hewan Kontrak itu pun melesat ke arah Ryu untuk menyaksikan pertarungan tersebut.


Di wilayah pertarungan terlihat puluhan sosok yang diantaranya seorang Pria paruh baya yang sudah mencapai Pendekar Langit tahap akhir bersama Kultivator Muda yang sedang bertarung melawan seekor Kucing Bulan yang merupakan Hewan Ilahi.


Dari pertarungan tersebut terlihat tidak seimbang dimana puluhan Kultivator Muda sudah banyak yang terluka parah bahkan ada yang mati.


Melihat hal itu Ryu merasa tergerak hatinya untuk menolong mereka sambil melirik ke arah Dao Luo dan Yan Ran. " Dao Luo, Yan Ran... Kalian boleh kembali ke kapal udara." ucap Ryu.


" Baik Tuan." Dao Luo dan Yan Ran mengangguk kemudian Ryu mengibaskan tangannya hingga kedua sosok tersebut sudah menghilang.


" Shuijing, Chaizu dan yang lain... Kalian boleh kembali ke Dunia Quzhu." Ryu tidak ingin mengundang perhatian orang lain karena kekuatan mereka yang begitu besar.


" Baik Tuan." Tou Shuijing, Chaizu, Jiejia dan yang lain langsung kembali ke Dunia Quzhu.


Saat mereka sudah pergi, Ryu langsung melesat ke arah pertarungan melayang di udara hingga menjatuhkan Hujan Petir Hitam saat dia melihat Pria paruh baya itu sedang dalam bahaya.


" Duaarr... Duaarr... Duaarr." Petir Hitam menyambar tubuh Kucing Bulan hingga membuatnya langsung sekarat.


" Gluug." Pria sepuh menelan ludah berkeringat dingin melihat kengerian dari serangan Petir Hitam tersebut sambil menatap ke arah sosok Pemuda yang baru saja muncul.


Para Kultivator Muda yang juga melihat kejadian itu kini seakan napas mereka terhenti menatap ke arah Ryu yang memiliki kekuatan seperti seorang monster.


'' Monster.'' Pria sepuh dan Kultivator Muda bergumam, namun masih bisa didengar oleh telinga Ryu.


" Pulihkan diri kalian." Ryu memberi Pil Pemulihan kepada mereka.

__ADS_1


" Terimakasih Tuan Pendekar." Pria sepuh penuh hormat mengambil Pil tersebut lalu membagikan kepada yang lain.


Setelah beberapa saat kondisi mereka berangsur membaik hingga terlihat senang sambil menatap ke arah Ryu penuh dengan kebanggaan.


" Terimakasih Tuan Pendekar sudah menolong kami." Pria paruh baya menundukkan kepala diikuti yang lain.


" Mmmm... Aku ingin membeli Kucing Bulan ini kepada kalian. Sebutkan saja berapa harganya." Ryu menoleh ke arah Kucing Bulan yang sudah sekarat dengan elemen Petir menyelimuti tubuhnya.


" Tuan Pendekar ambil saja. Nilai Pil yang Tuan Pendekar berikan kepada kami jauh lebih tinggi dari Kucing Bulan itu. Lagi pula Tuanlah yang membunuhnya." Ucap Pria sepuh tidak menyangka bahwa sosok Pemuda yang di depan mereka begitu bermurah hati meskipun memiliki kekuatan yang mengerikan.


Mereka bisa membayangkan jika tidak ada pertolongan dari Pemuda tersebut, dapat dipastikan bahwa mereka semua akan mati.


" Kalau begitu aku tidak perlu sungkan lagi." Ryu mengambil Kucing Bulan dan menariknya ke Dunia Quzhu lalu mengirim pesan jiwa kepada Jinying agar bisa mengganti Inti Jiwa milik Bai Ma.


" Tuan Pendekar... Aku mewakili Sekte Gunung Suci sangat berterimakasih kepada Tuan. Kiranya Tuan Pendekar bisa mengunjungi Sekte Gunung Suci, kami akan menyambut Tuan Pendekar sebagai tamu kehormatan." Pria paruh baya berniat untuk memberikan hadiah yang pantas kepada Ryu, karena telah menyelamatkan nyawa mereka.


" Sebelumnya aku minta maaf... Untuk sekarang aku tidak bisa, karena masih memiliki tugas yang lain. Tapi suatu saat aku akan mengunjungi Sekte Gunung Suci." Ucap Ryu.


" Baiklah Tuan Pendekar. Pakailah lencana ini sebagai tamu kehormatan Sekte Gunung Suci." Pria paruh baya memberikan sebuah Lencana kepada Ryu.


" Kalau begitu kami pamit dulu." Pria paruh baya menundukkan kepala yang diikuti yang lain lalu meninggalkan tempat tersebut.


Setelah mereka pergi, Ryu kembali melanjutkan perjalanan menuju ke arah jantung Benua Barat dengan berjalan kaki.


Setelah menempuh perjalanan selama tiga hari, Ryu merasakan Pagoda Jiwa seakan bergetar hebat di Alam Jiwanya.


Pagoda Jiwa itupun seakan menunjukkan sesuatu kepada Ryu, hingga Ryu pun mengikuti keinginan Pagoda Jiwa tersebut menurut nalurinya.


Setelah melakukan perjalanan beberapa jam, Ryu melihat sebuah Goa tersembunyi yang diberi sebuah Pelindung transparan.


Berkat Pagoda Jiwa tersebut, Ryu bisa menerobos masuk ke dalam Goa tersebut hingga terlihat sosok bayangan berwarna keemasan tersenyum ramah menatap ke arah Ryu.


" Akhirnya kamu datang juga Penguasa Agung." Sosok bayangan tersebut menyapa ramah kepada Ryu.


" Penguasa Agung?" Ryu mengerutkan kening mendengar sebutan itu.


" Benar Penguasa Agung. ? Kamu telah terpilih menjadi Tuan dari Pagoda Jiwa itu." Ucap bayangan itu yang merupakan sosok Pria yang terlihat sangat tampan.

__ADS_1


" Pagoda Jiwa itu telah diciptakan oleh 17 Kultivator yang sudah mencapai Pendekar Semesta tahap akhir sebelum mereka meninggal sejak jutaan tahun yang lalu." Ucap sosok itu.


" 17 Kultivator? Senior, tolong jelaskan kepadaku!" Ryu sedikit penasaran dengan Pagoda Jiwa tersebut.


" Pagoda Jiwa adalah milik leluhur Kekaisaran Petir. Tapi sayangnya tidak ada yang bisa menggunakannya, karena kekuatan dari Pagoda Jiwa bisa menghancurkan tubuh mereka dengan sekejap. Karena itulah leluhur kami menciptakan Dunia kecil untuk menyimpan Pagoda Jiwa tersebut. bahkan aku sendiri tidak mampu untuk mengambilnya." ucap sosok tersebut.


" Senior... Apa yang kamu ketahui tentang Pagoda Jiwa?" Tanya Ryu.


" Pagoda Jiwa akan terbuka jika kamu melakukan kebaikan. Untuk itu, lakukanlah kebaikan kepada siapapun dan dimana pun." Ucap sosok tersebut.


" Kebetulan kamu sudah datang pada waktu yang tepat. Sekarang Kekaisaran Petir sedang mengalami kekacauan. Aku harap kamu bisa membantu keturunanku! Aku hanya pecahan jiwa, jadi aku tidak bisa melakukan apapun." lanjut sosok itu.


" Senior... Aku baru saja datang ke Benua ini, jadi aku tidak tau tentang Benua ini." Ucap Ryu.


" Untuk masalah itu kamu tidak perlu khawatir, aku akan memberikan pengetahuanku tentang Benua Barat." Sosok tersebut mengeluarkan cahaya berwarna keemasan hingga masuk ke kening Ryu.


Seketika tergambar jelas di pikiran Ryu, karena dia mengetahui beberapa tempat di Benua Barat.


" Terimakasih Senior... Aku akan berjanji akan membantu Kekaisaran Petir." Ryu merasa itu adalah sebuah kewajiban, karena Pagoda Jiwa adalah milik leluhur Kekaisaran Petir.


" Kalau begitu aku bisa istirahat dengan tenang." Sosok tersebut secara perlahan memudar hingga menyatu dengan udara dan menghilang.


" Kalau begini, aku akan lebih cepat untuk menemukan keberadaan Penguasa Elemen Api." Ryu langsung melesat ke udara dengan elemen Angin yang dia miliki.


Tanpa menunggu lama Ryu langsung terbang ke suatu tempat dimana dia dapat menemukan Gurun Api yang dia pikir bahwa wilayah itu adalah tempat tinggal Penguasa Elemen Api.


Di Gurun Api, memang memiliki cuaca yang sangat panas dimana tidak ada satupun makhluk hidup yang berani mendekati wilayah tersebut


Dibawah tempat Ryu terbang, kini terlihat pasir berwarna merah mengeluarkan asap tebal yang menandakan bahwa tempat itu sangat panas.


Berkat bantuan elemen Es, Ryu menciptakan sebuah pelindung Es menutupi seluruh tubuhnya agar bisa melewati hawa panas tersebut.


*****


***Special edisi untuk pembaca setia SDA, hari ini dan besok Penulis akan update 5 Bab.


Terimakasih atas dukungannya 🙏***

__ADS_1


__ADS_2