SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
PERTARUNGAN LIMA SIFAT


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:




Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.




Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'




Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏


...****************...


Saat mendengar bahwa Jinying palsu terkena racun perusak saraf, seisi Istana Kekaisaran Awan langsung gempar karena mereka menganggap bahwa ada orang yang berniat jahat kepada anggota keluarga Istana Kekaisaran Awan.


Para Menteri kini meminta kepada mata-mata untuk mencari keberadaan orang yang berani meracuni Ratu Jinying.


Menteri Shang juga meminta kepada para Pelayan untuk merawat Ratu Jinying selama masa pemulihan karena Ryu dan Istrinya yang lain sedang menjadi latihan tertutup.


Jenderal Heilong dan Jenderal Li Chun juga meminta kepada seluruh prajurit untuk memperketat penjagaan agar tidak ada penyusup berani mengusik ketenangan Istana Kekaisaran Awan.


Hal itu tidak lepas dari telinga Jinying palsu, karena Pelayan menceritakan tentang respon dari pengurus Istana Kekaisaran Awan tanpa sedikit menaruh curiga.


" Yang Mulia Ratu... Apa kamu masih ingat dengan jelas?" Tanya salah satu Pelayan.


Tanpa menjawab apapun Jinying palsu hanya menggelengkan kepala berpura-pura mengingatkan sesuatu sambil berfikir bagaimana cara mengetahui keadaan Istana Kekaisaran Awan.


" Pelayan... Apa kamu bisa mengantarku menunjukkan apa saja yang ada di Istana ini? Mungkin aku bisa mengingat kembali siapa aku? Yang Mulia Kaisar, Yang Mulia Permaisuri dan Ratu yang lainnya." Jinying palsu memasang wajah seperti orang yang benar-benar kehilangan ingatan.


" Dengan senang hati Yang Mulia Ratu. Semoga saja Yang Mulia Ratu mengingat semuanya." Pelayan membawa Jinying palsu untuk mengenalkan beberapa kamar yang ditempati Permaisuri Hua, Kaisar Ryu dan Ratu yang lainnya.


Setelah menunjuk berbagai ruangan, Pelayan tersebut memperlihatkan sebuah lukisan Kaisar Ryu, Permaisuri Hua, Permaisuri Sian, hingga semua Istri Ryu yang lainnya yang terpampang di ruang keluarga Istana.


Satu-persatu Jinying palsu mengingat semua wajah dari Ryu, dan Istrinya yang lain membuat Jinying sedikit mengerutkan kening karena Ryu ternyata memiliki 22 Istri selain dirinya.


' Ternyata Pemuda ini sangat tampan. Pantas saja dia memiliki banyak Istri. Istrinya juga terlihat sangat cantik. Sepertinya mereka keluarga yang unik.' Jinying palsu tersenyum sambil mengingat wajah dari setiap lukisan tersebut.


" Pelayan, kalau boleh tau siapa yang melukis ini?" Jinying palsu menunjuk lukisan yang berjejer rapi.


" Lukisan ini dibuat oleh Yang Mulia Permaisuri Hua itu sendiri. Karena setiap bertambahnya anggota Keluarga Kaisar, maka Yang Mulia Permaisuri akan memajang lukisan disini. Kebetulan yang bisa masuk kesini hanya dua pelayan, diantaranya saya sendiri." pelayan berkata jujur.


" Kenapa lukisanku tidak ada disini?" Jinying palsu kembali menyelidik.


" Yang Mulia Ratu baru saja diperkenalkan lebih dari sebulan yang lalu. Mungkin Permaisuri Hua belum sempat membuatnya karena mereka sedang menjalani latihan tertutup." Pelayan berharap agar Jinying palsu cepat memulihkan ingatannya.

__ADS_1


Setelah memperkenalkan anggota keluarga Kaisar Ryu, Pelayan juga dengan senang hati membawa Jinying palsu kepada Kelima Menteri.


Dengan senang hati Kelima Menteri memperkenalkan diri mereka sekaligus memperkenalkan kepada para Jenderal dan pengurus Istana Kekaisaran Awan lainnya.


Dengan wajah seperti orang yang kehilangan ingatan, Semua pengurus Istana tidak ada sedikitpun yang menaruh curiga karena ekspresi wajah Jinying palsu begitu meyakinkan.


Meskipun mereka menceritakan semuanya, namun Jinying palsu masih belum menemukan petunjuk tentang Sumberdaya yang berlimpah yang diberikan oleh Kekaisaran Awan kepada Pengurus Istana dan Anggota Sekte Gunung Phoenix.


Jinying palsu sebenarnya ingin menggali informasi tentang Sumberdaya yang berlimpah tersebut, setelah berfikir kembali dia mengurung niatnya karena hal itu tentu akan membuat orang menaruh curiga.


Namun Jinying palsu hanya mendapatkan sedikit gambaran bahwa Kekaisaran Awan telah membeli Sumberdaya di Assosiasi Matahari Timur.


' Bagaimana mungkin mereka bisa membeli Sumberdaya sebanyak itu? Sepertinya ada yang tidak beres.' Jinying palsu membatin.


Di ruang Sumberdaya Istana Kekaisaran Awan memang bisa dikatakan sangat banyak menyimpan Harta dan Sumberdaya, namun semua itu hanya sebagian kecil. Karena Sumberdaya yang sesungguhnya ada di Dunia kecil pada Jenderal Heilong dan Dunia Quzhu.


Setelah berjalan cukup lama menyusuri seisi Istana, Jinying palsu melepaskan Cincin Ruang miliknya agar tidak menimbulkan kecurigaan kembali ke kamarnya sambil berfikir untuk menjalankan rencana selanjutnya.


...----------------...


Di Dunia Quzhu :


Dua bulan telah berlalu sejak bersama Istrinya mencoba menerobos Pendekar Surgawi, kini masih terlihat tengah duduk bersila.


Di Alam Jiwa, Ryu masih belum menemukan petunjuk tentang 12 Danau di Alam Jiwa meskipun dia tidak mengetahui entah berapa lama dia duduk bersila.


Di Alam Jiwa Ryu terus berjalan di ruang hampa yang seakan tidak berujung.


" Ini tidak boleh terjadi. Aku tidak boleh menyerah. Jika kali ini aku gagal, maka selamanya tidak bisa lagi menerobos Pendekar Surgawi." Ryu terus berfikir sambil memeriksa wilayah sekitar yang seakan tidak berujung dimana dia berdiri seperti lautan kaca hingga diatas kepalanya juga terlihat seperti lautan kaca.


' Jadi begini caranya.' Ryu merasakan hawa di sekitar mulai berubah.


Setelah beberapa Ryu merasakan ada Aura dari lima sosok yang sedang berdiri mendekatinya.


" Sekarang buka matamu Anak Muda." terdengar suara beberapa sosok di depannya.


Mendengar ucapan tersebut Ryu langsung membuka mata hingga terlihat lima sosok Pria yang mirip dengannya namun memiliki penampilan yang berbeda.


Diantaranya adalah sosok pertama berambut putih dan berpakaian putih, sosok kedua berambut ungu berpakaian ungu, sosok ketiga berambut keemasan berpakaian keemasan, sosok keempat berambut hitam berpakaian hitam, dan sosok kelima berambut merah berpakaian merah.


" Siapa kalian? mengapa kalian semua mirip denganku?" Ryu terlihat kaget sambil meningkatkan kewaspadaan.


" Hahaha.... Siapa kami? Kami adalah dirimu sendiri." Ucap sosok berpakaian hitam.


" Liu Ryu... Kami terbentuk dari sifatmu. Tapi sekarang kamu harus menyerahkan diri kepadaku agar kamu tidak dikuasai oleh mereka itu." Ucap sosok berpakaian Putih.


" Liu Ryu... Kamu jangan mendengarkan ucapan Ryu putih. Jika bukan tanpa aku, kamu tidak bisa seperti sekarang." ucap sosok berpakaian hitam.


" Liu Ryu... Lebih baik kamu ikut denganku, dengan begitu kamu bisa menikmati keindahan tubuh para wanita." ucap sosok berpakaian ungu.


" Jangan ikuti mereka, lebih baik kamu ikut denganku. dengan begitu semua Harta di Dunia ini akan menjadi milikmu." ucap sosok berpakaian keemasan.


" Menikmati keindahan tubuh wanita dan mendapatkan Harta yang berlimpah adalah hal sia-sia. Karena tipu muslihat akan membuatmu terhindar dari permasalahan, aku sarankan agar kamu mengikutiku saja." ucap sosok berpakaian merah.

__ADS_1


" Liu Ryu... kamu jangan mendengar ucapan mereka. Kamu harus menjalankan kebaikan, dengan begitu hidup kamu akan aman dan tentram." ucap sosok berpakaian putih.


" Kalau begitu kita harus bertarung! Siapa yang lebih kuat, dia berhak membawa Ryu Muda." Sosok berpakaian hitam menunjuk ke arah Ryu.


" Baik... Aku akan layani kalian semua." Sosok berpakaian putih dalam posisi siap bertarung.


" Aku juga tidak takut. Aku akan tunjukkan Sifat Licik jauh lebih kuat." Sosok berpakaian Merah melemparkan jarum racun kepada keempat Sosok lain.


" Dasar licik." Sosok berpakaian keemasan menangkap jarum racun tersebut seraya menciptakan tumpukan berbagai Sumberdaya yang langka hingga menimbun Sumberdaya pada keempat sosok lain.


" Bboooom." Sosok berpakaian ungu menghancurkan tumpukan Sumberdaya seraya menciptakan puluhan wanita cantik dimana semua tanpa busana.


Puluhan wanita itupun berjalan mendekati keempat sosok lain sambil menggoda.


" Craaash... Craaash... Craaash." Sosok berpakaian hitam menebas leher puluhan wanita yang mendekatinya dengan Pedang Naga Petir.


" Bboooom... Bboooom... Bboooom." Sosok berpakaian putih menciptakan Hujan Petir menyerang keempat sosok tersebut.


" Sambaran Harimau Petir." Teriak sosok berpakaian ungu menyerang balik sosok berpakaian putih.


Satu-persatu mereka saling menyerang satu sama lain hingga menciptakan gempa kecil di tempat itu.


Teknik demi teknik terus mereka lancarkan saling menyerang lawan yang ada di dekat mereka.


Namun yang membuat Ryu merasa heran, dimana kelima sosok tersebut seakan memiliki Qi yang tidak terbatas.


Tidak hanya itu, kelima sosok itu juga terlihat tidak pernah terluka meskipun berkali-kali terkena serangan.


" Malapetaka." Kelima sosok tersebut menciptakan Bola Petir Hitam saling menyerang satu sama lain.


" Bboooom... Bboooom... Bboooom." Ledakan yang sangat kuat akibat benturan kelima serangan tersebut membuat Ryu yang berada di kejauhan terkena imbas serangan tersebut membuatnya terpental puluhan meter.


" Uhuuk." Ryu memuntahkan segumpal darah merasakan organ dalam tubuhnya seperti terbakar.


Namun dalam hitungan detik Ryu merasakan kondisinya kembali pulih seperti semula bahkan pakaian yang dia pakai yang awalnya sudah robek, kini kembali utuh.


" Liu Ryu... Cepat bantu aku mengalahkan mereka." Teriak sosok berpakaian keemasan.


Begitu juga dengan yang lain juga meminta bantuan kepada Ryu sambil melancarkan serangan mereka.


Mendengar teriakkan tersebut Ryu lebih memilih untuk diam karena merasakan ada sesuatu yang ganjil dimana kelima sosok tersebut memiliki kekuatan yang tidak terbatas.


" Tranformasi." Teriak kelima sosok berubah wujud menjadi sosok Harimau dimana masing-masing berwarna putih, Ungu, Keemasan, Hitam dan Merah.


Dengan kecepatan tinggi mereka kembali saling menyerang hingga terlihat lautan kaca pecah seketika.


Namun dalam hitungan detik lautan kaca tersebut kembali seperti semula, tentu saja membuat Ryu semakin penasaran sambil memikirkan sesuatu.


" Jika mereka terus bertarung, sepertinya tidak akan membuahkan hasil sama sekali karena berasal dari orang yang sama." Ryu menyimpulkan kejadian itu.


" Berhenti.! " Ryu berteriak keras dari kejauhan hingga mereka menghentikan pertarungan tersebut.


" Liu Ryu... Ada apa?" Tanya kelima sosok merasa heran.

__ADS_1


" Jika kalian terus bertarung, itu hanya sia-sia. Coba kalian perhatikan diri kalian masing-masing dan lihat sekeliling kalian." Ryu sudah mengerti dengan situasi tersebut.


Mendengar ucapan dari Ryu, kelima sosok tersebut memperhatikan diri mereka masing-masing seraya melihat sekeliling mereka yang seakan tidak berpengaruh juga merasakan ada sesuatu yang ganjil hingga mereka kembali berjalan mendekati Ryu dengan wajah penasaran.


__ADS_2