
Untung saja saat keluar kamar tidak ada yang memperhatikan mereka, sehingga tidak mengundang kecurigaan dari para pengunjung yang lain.
Mereka pun menuruni tangga hingga sampai di lantai dasar Penginapan, dimana terlihat Pelayan Wanita bergaun merah berdiri di meja kasir.
" Tuan..." Ucap pelayan yang sebelumnya menunggu di meja Kasir.
"Mereka adalah temanku. Kami ingin mencari angin segar di kota ini." Ryu cepat menepis kecurigaan Pelayan tersebut.
" Pekerjaanku juga hampir Selesai... Apa bisa aku temani Tuan menikmati Kota malam ini? " Pelayan tersebut menawarkan diri.
" Terimakasih Pelayan. Kedua Temanku ini menginginkan hanya kami bertiga. Oh ya, Jangan sampai ada yang masuk ke Kamarku. aku takut ketiga wanita di dalam Akan mengamuk pada siapapun" Ryu sedikit mengancam.
" Ba_Baik Tuan" Pelayan itu merasa ketakutan, peringatan tersebut bukan hanya bualan semata.
'Kekuatan tiga wanita itu benar-benar mengerikan' Pelayan membatin.
Ryu dan kedua bawahannya itu keluar dari Penginapan menuju ke arah keramaian kota pada malam hari yang dihiasi Lampu lampion.
" Tuan... ini sangat mengagumkan." Ucap Jiu Tou She.
" Benar.. Suasana Kota ini sangat luar biasa. " Tou Shuijing menimpal.
Mereka terus berjalan hingga sampai sudut kota. Tiba-tiba ada dua sosok berlari ke arah Ryu.
" Senior... Ada apa? " Ryu bertanya kepada dua Pria paruh baya sedikit heran.
Kedua Pria paruh baya itu menoleh ke arah Ryu penuh selidik.
" Pemuda... Di Padang pasir di arah Utara sana ada Cacing Raksasa yang menyerang siapapun." Ucap salah satu paruh baya tersebut.
"Junior... lebih baik kita tinggalkan tempat ini! aku khawatir Cacing Raksasa itu akan memasuki kota ini. " Yang satunya lagi menimpal.
" Terimakasih Senior.. Aku akan memikirkannya. " Ucap Ryu terlintas dalam pikirannya ingin melihat Makhluk Kuno itu.
" Kami pergi dulu. Junior jangan bertindak gegabah! Sayangi nyawamu." Kedua Pria paruh baya tersebut meninggalkan Ryu dan kedua bawahannya
" Haaahh... Sepertinya Makhluk Kuno itu tidak bisa kita lewatkan begitu saja." Ryu ingin mengambil Inti Jiwa dari Cacing Raksasa bagaimanapun caranya.
__ADS_1
" Tuan.. Apa kita akan memeriksanya? " Tanya Tou Shuijing.
" Sepertinya begitu. Aku sangat penasaran dengan Cacing Raksasa itu." Ucap Ryu.
Ketiga Pemuda tersebut pada malam itu juga langsung menuju ke arah Utara untuk mencari keberadaan Cacing Raksasa.
Namun saat mereka berada di gurun pasir, tidak ada satupun kejanggalan bahkan sampai pagi mereka terus memeriksa wilayah tersebut.
Ryu, Tou Shuijing dan Jiu Tou She terus melakukan pemeriksaan di Gurun tersebut hingga tanpa terasa matahari sudah condong ke barat.
" Hari sudah malam, sebaiknya kita beristirahat melanjutkan pemeriksaan besok pagi. " Ucap Ryu
Ryu kemudian membuat api unggun lalu membuat 3 Kemah untuk mereka bertiga untuk beristirahat di gurun tersebut.
Pada keesokan pagi Ryu, Tou Shuijing dan Jiu Tou She memasuki bagian tengah gurun pasir, namun tidak ada hal yang mencurigakan hanya terdapat Hewan Roh biasa yang menurutnya tidak penting.
Setelah memasuki kedalaman puluhan kilometer, Ryu merasakan Aura dari kejauhan begitu sangat kuat.
" Tuan... Sepertinya didepan kita Hewan Roh yang sudah bermutasi menjadi Makhluk Legenda." Ucap Tou Shuijing.
" Makhluk Legenda? Apa itu sama dengan Makhluk Kuno " Ryu mengerutkan keningnya.
" Lalu Makhluk Kuno?" Ryu kembali bertanya kepada Tou Shuijing.
" Kami memiliki perbedaan, dan jumlah kami sangat terbatas dan bisa dihitung dengan jari." Tou Shuijing menggelengkan kepala karena dia merasa seakan hidup sendiri di Dunia tersebut.
" menurut cerita dari Ras Naga, Makhluk Kuno sama dengan Makhluk Abadi, dimana lebih tinggi dari Makhluk Legenda. Hanya saja Makhluk Kuno bisa mati termakan Usia. Sedangkan Makhluk Abadi tidak. Namun Makhluk Kuno memiliki kekuatan melebihi makhluk Abadi dan hanya Makhluk Kuno saja yang bisa membunuhnya." Ucap Jiu Tou She sambil melirik ke arah Tou Shuijing.
Jiu Tou She berpikir jika suatu saat mereka bertemu dengan Makhluk Abadi, harapan mereka hanya ada pada Tou Shuijing.
" Dari semua Hewan Buas atau apapun itu, semua bisa mencapai Makhluk Abadi. Hanya saja membutuhkan waktu yang sangat lama, dan itu tergantung dari garis keturunan. Semakin tinggi tingkat garis keturunan, maka besar kemungkinan bisa mengalami perubahan wujud menjadi Makhluk Abadi. Tapi untuk Makhluk Kuno, aku belum terlalu paham." Ucap Jiu Tou She.
" Hmmm... Jadi begitu... Kalian tenang saja, aku akan mencari cara untuk menjadikan kalian memiliki perubahan wujud menjadi Makhluk Abadi agar kalian tidak mati." Ryu berusaha mencerna apa yang dikatakan oleh kedua bawahannya.
Ryu berpikir seperti itu karena kedua bawahannya tersebut memiliki keunikan tersendiri dan sulit ditemukan.
Sangat disayangkan jika kedua Ras baru itu harus punah.
__ADS_1
Saat mereka sedang berbincang, kini Ryu dapat merasakan Aura dari Hewan Roh tingkat Surgawi sedang menuju ke arah mereka.
" Lebih baik kita hadapi semua Hewan Roh disana. Hal lain nanti kita fikirkan Lagi. " Ryu mulai merasakan kelompok Hewan Roh mulai mendekati mereka.
Sedangkan Aura yang sangat kuat sebelumnya tiba-tiba langsung menghilang.
Sesaat terlihat puluhan Serigala Gurun yaitu Hewan Roh tingkat Surgawi tahap awal.
" Sepertinya hanya untuk pemanasan saja." Ryu senyum lebar merasakan kehadiran Serigala Gurun yang lain mulai mendekatinya.
" Slash... Slash... Slash... " Bayangan hitam dari Ryu melesat berbagai arah menebas leher kelompok Serigala Gurun tersebut.
" Sepertinya Tuan kita sangat menikmati pertarungannya" Ucap Jiu Tou She sambil menatap ke arah Tou Shuijing.
" Jika seperti Ini kita tidak kebagian. " Ucap Tou Shuijing.
" Tenang saja... Mereka masih banyak " Jiu Tou She juga merasakan kehadiran siluman lain.
Tou Shuijing dan Jiu Tou She juga melesat ke arah Serigala gurun, karena tidak ingin melewatkan kesempatan tersebut.
" Brraaak... Brraaak... Brraaak." Setiap pukulan yang dilancarkan Jiu Tou she membuat kepala Serigala Gurun langsung pecah dan meregang nyawa.
Tou Shuijing juga melakukan hal yang sama dimana satu serangan langsung mati seketika dengan elemen Petir miliknya.
Semakin lama pertarungan tersebut semakin bertambah banyak juga Hewan Roh yang mendatangi mereka.
" Ggooooaaarr." Terdengar suara Auman beberapa jenis Hewan Roh yang lain dari kejauhan.
" Aku harap ada raja dari mereka disini." Ryu bergumam di sela pertarungan tersebut.
Setelah menunggu sekian lama, hal yang dia harapkan belum juga muncul.
Sudah Ratusan mayat Serigala gurun, Ular mata merah, Kalajengking Gurun dan Singa rambut merah yang telah mereka bunuh.
Namun semua Hewan Roh tersebut semakin ganas menyerang Ryu dan kedua bawahannya.
Laba-laba bermata tiga pun muncul bersama kelompoknya, namun itu tidak bisa melawan serangan ganas dari Pedang Naga Petir.
__ADS_1
Lautan mayat Hewan Roh tingkat Surgawi tahap awal kini tidak terelakkan lagi, hal itu membuat Ryu sulit untuk bergerak.
Hari yang sudah siang kini berganti manjadi malam, pertempuran pun terus berlanjut sampai pagi hingga beberapa kelompok Hewan Roh kini sudah mulai sedikit dan perlahan semua telah mati.