SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
Perang Saudara 2


__ADS_3

Tanpa banyak berpikir Ryu langsung memasukkan Jasad Naga tersebut pada cincin miliknya namun tidak berhasil bahkan bergerak sedikit pun tidak mampu.


"Ada apa ini? " Gumam Ryu merasakan keanehan dari makhluk tersebut.


Tidak ada pilihan lain, Ryu akhirnya memasukkan ke Dunia Quzhu.


Ryu langsung menempatkan Jasad Naga berkepala tujuh tersebut dalam sebuah ruangan kosong di Istana Kristal.


Setelah memasukkan Naga tersebut, Ryu kemudian memasuki Istana Emas lalu menuju Ruangan tersebut lalu membuat berbagai Jenis Formasi Yin-Yang Kura-kura di dalam ruangan tersebut kemudian menghilang dan muncul kembali di atas Bukit.


Setelah tidak ada lagi yang bisa diambil, Ryu langsung menuruni Bukit tersebut yang kini melihat Sheng Zhishu dan yang lain bersama kelompoknya sedang menunggu di lapangan Sekte.


" Suamiku... Ada apa disana? " tanya Sheng Zhishu.


" Tidak ada apa-apa... Aku hanya memastikan tempat ini saja." Ryu terpaksa menyembunyikan tentang tentang jasad Naga tersebut.


" Apa kalian sudah selesai? " Ryu menatap ke arah mereka secara bergantian.


" Kami sudah selesai Tuan Pendekar." jawab Guang Cheng.


" Baiklah... Sekarang kita menuju Istana Kekaisaran Petir sekarang! Aku rasa rombongan para Pemberontak itu sudah mencapai lokasi pertempuran. " Ucap Ryu


" Baik Tuan." Sahut mereka bersamaan.


Ryu pun membawa kelompoknya mengimbangi kecepatan penuh dari para Kultivator Muda tersebut agar mereka tidak ketinggalan jauh.


Selama dua malam mereka terus bergerak tanpa beristirahat kerena telah dikejar waktu dimana tepat hari ini para pasukan pemberontak dan dua Sekte Aliran Hitam.


******


Dua ratus Kilometer dari Gerbang Istana Kekaisaran Petir terdapat ribuan Pasukan Para pemberontak bersama dua Kelompok Sekte Aliran Hitam


Di depan pasukan kini telah berdiri Pangeran Shandian Hei sebagai pemimpin para pemberontak bersama para pengikut setianya.


" Paktriak Guo, Paktriak Heng dan kamu Guai Wu. Dimana Tiga Bidadari Iblis yang Kalian janjikan? " Tanya Pangeran Shandian Hei.


" Pangeran... Sepertinya mereka mengalami sedikit hambatan dalam Perjalanan dari Benua Tengah." Jawab Patriak Guo

__ADS_1


" Pangeran tidak perlu Khawatir. Dengan tanganku sendiri akan aku pastikan para musuhmu tidak akan ada yang selamat. " ucap Guai Wu yang diberi julukan 'Monster Harimau Suci' dengan nada sombong.


" Itu benar Pangeran... Dengan keberadaan Guai wu yang sudah mencapai Pendekar Surgawi tahap menengah itu sangat mudah menghancurkan musuh kita. " Patriak Heng ikut menimpal.


" Lagi pula di Kekaisaran Petir ini tidak ada satupun yang mencapai Pendekar Surgawi. Bahkan Pendekar Langit tahap akhir saja aku kira sangat sulit mencarinya. " Lanjut Patriak Heng.


" Guai Wu... Anda benar-benar luar biasa. Ini adalah prestasi yang mengagumkan dan sungguh di luar nalar. Sangat wajar bila Kau dijuluki Monster Harimau Suci." Pangeran Shandian Hei memuji terlihat kesenangan merasa sudah berada di atas angin.


" Terimakasih atas pujiannya Yang Mulia Pangeran. Akan aku pastikan kepada Yang Mulia Pangeran akan membawa kemenangan di pihak kita." ucap Guai Wu tersenyum lebar sambil menatap ke lautan Pasukan Kekaisaran Petir.


Di pihak Kekaisaran terlihat gemetar Saat melihat sosok Pria yang gagah di pihak musuh.


" Jendral Besar, Apakah itu sosok Pemuda yang dijuluki Monster Harimau Suci?" Tanya salah satu Jenderal sambil menatap ke arah sosok Pria yang terlihat gagah di depan mereka.


" Dari ciri-cirinya memang benar. Tapi demi kedamaian kita harus berjuang sampai titik darah penghabisan! " Jendral Zheng Lie menyemangati Pasukannya.


" Komandan Hye Mo, dimana Pria misterius itu? Apa dia tidak menepati janjinya?" tanya Jendral Zheng Lie karena satu-satunya kemenangan mereka adalah Ryu.


" Maaf Jendral Besar... Hamba tidak tau.. Namun aku yakin dia pasti akan datang. " Jawab Komandan Hye Mo.


" Aku tidak habis fikir, mengapa para Sekte Besar Aliran Putih tidak ada yang mengulurkan tangannya sedikitpun. " ucap salah satu Jendral.


" Mereka hanya memikirkan Sekte mereka sendiri tanpa peduli gejolak di Kekaisaran. " ucap Jenderal Besar.


"Jenderal Sheng Huo... Bagaimana dengan Sekte Gunung Suci? Apakah ada kabar? " tanya Jendral Zheng Lie.


" Menurut utusan, mereka akan membantu bahkan setengah dari sekte mereka akan kesini. berhubung letaknya sangat jauh dari Kekaisaran, mungkin mereka diperkirakan akan datang pada hari Ini." Jawab Sheng Huo.


" Baiklah persiapkan Pasukan. Untuk sekarang gunakan strategi bertahan sambil menunggu bala bantuan." Perintah Jenderal Zheng Lie.


" Baik Jendral Besar." Jawab para Jendral serempak.


Atas perintah Para Jenderal, semua Prajurit memasang posisi bertahan.


" Hahahaha... Sepertinya mereka memilih posisi bertahan. Semua Pasukan, serang!" Seru Pangeran Shandian Hei kepada kelompok pengikut setianya.


Di Sisi Kiri Patriak Heng menyerukan kepada meluruh murid, Guru dan para Tetua Sekte Naga Hitam untuk menyerang Pasukan yang ada di depan mereka.

__ADS_1


Dari Sisi Kanan Patriak Guo juga memerintah seluruh Murid, Guru dan Para Tetua Sekte Giok Hitam untuk menyerang Pasukan yang ada di depan mereka.


Teriakan demi teriakan lautan Pasukan dari kubu Pangeran Shandian Hei kini menggema berusaha menerobos pertahanan dari kubu Kaisar Shandian Bai.


Dengan sekejap areal pertempuran kini menjadi lautan mayat dari kedua kubu tersebut.


Beberapa tempat, kubu Pasukan Pangeran Shandian Hei telah menerobos masuk dan membunuh siapa saja di depan mereka dengan ganas.


Pasukan Pangeran Shandian Hei yang sudah berada di atas Angin kini semakin beringas menyerang para Prajurit yang membuat seluruh Komandan dan para Jenderal harus turun tangan.


Saat Pertempuran berlangsung terdengar suara menderu dari berpakaian Pemuda dari sisi kiri menghalau gelombang lautan Manusia.


" Jendral Besar... Sepertinya bala bantuan dari Sekte Gunung Suci telah tiba seru Jendral Sheng Huo.


" Wuush... Duaarr.. Duaarr... " Sosok bayangan hitam menyerang lautan Pasukan musuh dengan sekejap menjadi kabut darah.


Sosok tersebut tidak lain adalah Ryu sendiri yang langsung melompat ke lautan pihak lawan sambil melepaskan Aura Dewa Agung membuat gerakan pihak lawan menjadi melambat bahkan ada yang jatuh pingsan.


' Kobaran Api Penghakiman.'


Sheng Zhishu, Xin Chie, Tianhe, Ting Ye, Qin Shuomei dan Jiang Caiping sama-sama menggunakan elemen Api langsung melompat ke arah lautan Manusia untuk membakar siapapun yang ada di sekitar mereka.


' Sambaran Petir Mengguncang Semesta.'


Huli Yue, Yuwang, dan Hong Kian menggunakan elemen Petir langsung melompat ke arah lautan pihak lawan membuat para Prajurit langsung menjadi kabut darah.


' Ledakan Kelopak teratai hitam.'


Xie Hua menciptakan puluhan kelopak bunga berwarna hitam lalu melemparkan ke arah kumpulan pihak lawan.


" Bboooom... Bboooom... Bboooom."


Ledakan demi ledakan menyebar ke berbagai arah hingga membuat Pasukan dari pihak lawan terpental langsung menjadi kabut darah.


Sedangkan beberapa Prajurit yang cukup jauh dari arah serangan kini harus terpental dan menabrak rekan mereka sehingga pertahanan mereka menjadi melemah.


' Tebasan Pisau Angin.'

__ADS_1


Wang Mingjun, Shu Meilu, Nan Sian, Lan Liwei dan Zhang Qixuan menciptakan puluhan Pisau Angin yang sangat tajam membuat pihak lawan yang terkena Pisau Angin tersebut langsung mati.


__ADS_2