SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
CH 45. GUNUNG MISTERIUS KEDUA


__ADS_3

Di sisi lain, Ryu sendiri memasang wajah masam saat melihat cara licik dari kedua Hewan Kontrak tersebut seakan sedang menunjukkan siapa yang paling kuat dari Auman mereka.


Karena secara terus menerus mengaum, akhirnya kedua hewan kontrak tersebut keawalahan. Ryu yang melihat itu langsung mengeluarkan beberapa Pil untuk memulihkan tenaga mereka.


Sesaat terlihat beberapa Kelompok Kelelawar mulai bermunculan meski ada yang mengalami Luka, kini Jinying yang dari tadi merasa kesal akibat ulah Chaizu dan Shizi seakan tanpa henti mengaum.


Seakan tidak mau kalah, Jinying langsung menyambar Rombongan Siluman Kelelawar berusia Ribuan Tahun Tingkat Raja dengan cakar yang sangat tajam.


Karena Rombongan Siluman Kelelawar sangat banyak, Ryu juga ambil bagian agar tidak menjadi masalah jika mereka berkumpul secara bersamaan.


Merasakan diri mereka sudah pulih, Chaizu dan Shizi juga langsung memasuki area pertarungan menerkam Siluman Kelelawar tersebut yang seukuran Manusia Dewasa.


Baik Jinying, Chaizu dan Shizi yang sudah tumbuh besar seukuran 10 kali Manusia Dewasa tentu lebih mudah bagi mereka untuk menerkam Siluman Kelelawar tersebut.


Tentu saja itu semua terjadi berkat Ryu, Xin Chie dan Huli Yue yang selalu memberikan inti Roh Siluman hingga mayat Siluman yang sudah tidak terhitung jumlahnya membuat tubuh mereka semakin besar dan kuat.


Ditempat lain juga tidak kalah hebat, dimana seluruh tubuhnya diselimuti oleh Api berwarna Putih Kebiruan membentuk Seekor Serigala terus meluncurkan Elemen Api membuat beberapa Sayap dari Siluman Kelelawar mengalami luka bakar.


Merasakan Api yang mengenainya sangat kuat, Siluman Kelelawar itupun lebih berhati-hati agar tidak terbakar.


'Mengapa Api milik Manusia ini Kuat? Bahkan Hawa panasnya menyamai Api milik Naga Biru' Siluman Kelelawar terus menghindar sambil mencari celah untuk menyerang balik.


Xin Chie yang sudah tau rencana tersebut, tentu saja setiap serangan Api yang dilancarkan dengan penuh pertimbangan.


" GOOOAAAARR" Sebuah amuan yang sangat kuat dari Siluman Kelelawar membuat Xin Chie terpental kebelakang.


" Uhuk" Xin Chie memuntahkan Darah akibat serangan tiba-tiba tersebut.


'mengapa Siluman Kelelawar ini bisa menggunakan Auman Naga? Apa mungkin karena dia sudah banyak memakan inti Roh Siluman Naga" Xin Chie mulai bangkit meningkatkan kewaspadaan.


'TEKNIK DASAR MENGGUNCANG SEMESTA'


" Booomm... Booomm... Booomm" Serangan Api yang sangat kuat membuat Siluman Kelelawar beberapa kali terpental.


'LANGKAH KILAT WUJUD HANTU'


Xin Chie tidak ingin menyiakan kesempatan tersebut menyerang dengan sangat cepat seperti bayangan Api yang terus menghantam Tubuh Siluman Kelelawar tersebut yang berukuran tiga kali ukuran manusia seakan tidak memberikan kesempatan untuk bangkit.


Disisi Lain, Huli Yue yang diselimuti Elemen Petir berbentuk Rubah juga tidak ingin kalah terus menyerang beberapa bagian tubuh Siluman Kelelawar.


Akibat Serangan Petir milik Huli Yue membuat tubuhnya seakan melemah dan mati rasa, bahkan beberapa bagian sayapnya seakan Kering dan Kaku membuatnya tidak bisa terbang.


Hal itulah yang dimanfaatkan Huli Yue langsung menggunakan langkah kilat wujud Hantu dengan pukulan yang bertubi-tubi membuat Siluman Kelelawar tersebut seakan pasrah menanti ajalnya.


Setelah menyelesaikan pertarungan, Xin Chie dan Huli Yue membantu Ryu dan ketiga Hewan Kontrak dimana Siluman Kelelawar tersebut seakan tidak ada habisnya meskipun sudah banyak yang mati.


Berkat bantuan Xin Chie dan Huli Yue, akhirnya kelompok Siluman Kelelawar perlahan berkurang hingga tidak ada yang tersisa.


" Haaah. tidak kusangka Bawahan Sepasang kelelawar itu sangat banyak." Ryu dengan napas terputus-putus.


" Gggrrrrrr" Chaizu dan Shizi seakan minta sesuatu sambil menatap ke arah Sepasang kelelawar.


Mereka pun mengiyakan hal tersebut mengingat Semua Siluman Kelelawar tidak cocok untuk mereka. Chaizu dan Shizi pun langsung mengambil dan menyerap inti Roh Sepasang Siluman Kelelawar tersebut masing-masing satu bagian.


Setelah menyerap Sepasang kelelawar itu, mereka kembali ambil bagian dari inti Roh Kelelawar lain yang terlihat Jinying juga ikut mengambil inti Roh mereka.


" Biarkan mereka mengambil semua, lebih baik kita lanjutkan masuk ke Goa ini. Sepertinya tidak ada lagi Siluman Kelelawar yang tersisa." Ryu membawa mereka menyusuri Goa tersebut.


Saat mendekati Ujung Goa, kini terlihat sebuah Danau kecil yang memiliki Energi Alam yang sangat Pekat.


" Sepertinya Dana ini adalah Harta Langit" Ryu terlihat senang.


" Suamiku, apa ini seperti Sumur Teratai Pelangi yang pernah kamu bicarakan? tanya Xin Chie.


" Benar. Apa kalian mau mencobanya?" Ryu sambil menatap kedua istrinya.

__ADS_1


" Lebih baik kita bertiga secara langsung. Kalau satu-satu mungkin sangat berat, karena Energi Alamnya sangat Pekat. Lagi pula, akan memakan waktu lama jika menunggu satu sama lain." usul Huli Yue.


" Baiklah kalau begitu." Ryu membuat Pelindung Tempurung Kura-kura mengelilingi Danau Kemudian mereka langsung masuk kedalam Danau.


Setelah beberapa menit, mereka mulai merasakan seluruh tubuh seakan ditusuk ribuan jarum, namun berkat instruksi dari Ryu mereka tidak terlalu merasa kesakitan.


Satu bulan kemudian Energi Alam yang ada di tempat itu telah habis, hingga mereka keluar dari danau tersebut.


" Pppfffftt" Ryu sedikit kecewa karena Danau tersebut mampu membuat mereka masing-masing naik satu level.


" Tidak masalah Suamiku, Naik satu level saja kekuatan kita bertambah berkal-kali lipat dari sebelumnya." ucap Xin Chie.


" Ka Chie benar Suamiku. Sekarang kamu sudah mencapai Level 48, sedangkan aku sama Ka Chie sudah 47. Jika 2 Puncak Gunung Misterius ini masing-masing menyimpan satu Danau, berarti kita bisa naik 2 Level lagi. Huli Yue menimpal.


" Suamiku, jika boleh tau Teknik apa yang kamu ajarkan kepada kami supaya tidak merasakan sakit saat menyerap Energi Alam yang begitu kuat?" Xin Chie penasaran.


" Aku menciptakan Teknik itu dari gabungan dari Teknik Tarian Pedang Musim Semi yang seakan membiarkan tubuh kita seakan bergerak sendirinya dengan teknik Penyerapan dari beberapa Kitab yang pernah kubaca. Jadi aku belum tau nama yang cocok untuk teknik itu." ucap Ryu.


" Bagaimana jika dinamakan Teknik Pelahap Musim Semi, mengingat Teknik itu Seakan melahap apa saja yang ada di sekitar " Huli Yue memberi usul.


Mendengar ucapan tersebut, Ryu dan Xin Chie mengangguk setuju mengingat Teknik gabungan tersebut seakan menerima Energi Alam tanpa henti.


" Sebaiknya kita Keluar dari Goa ini, Chaizu dan yang lain pasti menunggu." Ryu membawa mereka keluar Goa.


Saat berada di depan Goa mereka melihat ketiga Hewan Kontrak tersebut sedang tertidur, Namun kini tubuh mereka sudah berubah dimana Chaizu dan Shizi sudah memiliki Sayap seperti Sayap Kelelawar. Sedangkan Jinying masih belum ada perubahan.


Tidak ingin mengganggu mereka lebih memilih untuk istirahat, karena mereka yakin ketiga Hewan Kontrak tersebut masih dalam proses penyerapan.


Dua Hari kemudian, ketiga Hewan Kontrak sudah menyelesaikan Proses Penyerapan. Ryu langsung meminta Chaizu untuk memeriksa wilayah tersebut.


Saat semua sudah diperiksa ke berbagai arah, Chaizu tidak menemukan apapun lagi yang ad di tempat tersebut sehingga mereka memutuskan untuk terbang ke Puncak Gunung selanjutnya.


Kali ini Jinying membawa mereka ke Puncak Gunung bagian Kanan, karena Jinying masih enggan menaiki Puncak Gunung waktu awal mereka sampai meski tidak setakut sebelumnya.


Sayangnya sudah berkali-kali Jinying ingin membawa mereka menuju Puncak, gaya Grafitasi seakan terus menyeret mereka ke bawah.


Akhirnya mereka memutuskan untuk mendarat ke bagian pertengahan Puncak Gunung saja, mengingat kondisi tidak menguntungkan.


" Haaahh Grafitasi itu hampir menguras Spiritual kita. Lebih baik kita pulihkan diri dulu." Ryu langsung mencari tempat untuk memulihkan diri.


Setelah semua pulih, mereka melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sambil memeriksa keadaan sekitar.


Dalam menempuh perjalanan 200 meter, mereka langsung disambut Seekor Naga Berusia10Rb tahun tingkat Suci.


" Gawat " Ryu berkeringat dingin.


" Suamiku, apa yang harus kita lakukan? " Xin Chie dan Huli Yue juga merasakan hal yang sama.


" Sudah terlanjur, jika kita lari malah akan memperburuk keadaan." Ryu sambil memikirkan cara.


" ggooooaaarr" Auman Naga membuat mereka bertiga terpental.


" Keluarkan Hewan Kontrak untuk membantu." Ryu bangkit langsung mengeluarkan Chaizu diikuti oleh Kedua Istrinya.


" Aaarrrggghhhh" Ryu langsung menggunakan wujud Kera Petir menyerang Naga tersebut diikuti Chaizu.


Xin Chie dan Huli Yue pun langsung membantu menyerang Naga tersebut dari arah lain agar bisa mengecoh lawan dengan bantuan Hewan Kontrak mereka.


Serangan demi serangan yang dilancarkan mereka, seakan tidak mampu menembus Kulit Naga tersebut yang sangat keras.


" Bagaimana ini?' Xin Chie merasakan serangan Api miliknya seakan tidak berguna.


" Jika Petir Racun milikku bisa menembus Kulitnya, mungkin ada harapan. masalahnya kulit Naga ini sangat Keras." Ryu mencari cara di sela pertarungan.


" Suamiku, bagaimana jika kita gabungkan Elemen Petir milik kita dengan Panah Dewa Phoenix?" Huli Yue memberi usul.

__ADS_1


" Aku tau itu tapi sangat berbahaya" Ryu sambil menatap Xin Chie.


" Suamiku, jangan khawatir. Aku masih mampu bertahan. Cepat lakukan sebelum kita kehabisan tenaga." Xin Chie paham jika menggabungkan kekuatan butuh konsentrasi dan memakan waktu lama.


Meskipun khawatir, mau tidak mau Ryu mengambil langkah tersebut meminta Chaizu dan Shizi untuk melindungi Xin Chie sementara mereka berdua mundur ke belakang membantu Huli Yue mengumpulkan Elemen Petir sebanyak mungkin pada ujung Anak Panah.


Membutuhkan Waktu beberapa menit kini gabungan dari kedua Petir begitu kuat pada ujung anak panah terlihat Huli Yue seakan hampir tidak mampu memegang Busur Panah akibat gabungan Petir yang sangat kuat.


Melihat situasi tidak Baik, Ryu langsung ikut memegang Busur tersebut seakan keduanya menyatu.


Di tempat lain, kini Xin Chie dan ketiga Hewan Kontrak sudah beberapa kali tubuh mereka terpental dan memuntahkan Darah.


" Cleeepp" Serangan Anak Panah tiba-tiba menancap ke Leher Siluman Naga merasakan seluruh tubuhnya ingin meledak.


Serangan Panah tersebut membuat Siluman Naga merasakan sakit yang begitu kuat membuat dia mulai kehilangan kendali seakan tubuhnya terbakar.


" Cleeepp" Serangan Anak Panah yang kedu menancap ke bagian pergelangan kaki Siluman Naga.


Merasa dalam posisi tidak menguntungkan, Naga tersebut langsung mengepakkan sayapnya Seketika Hujan Petir menyerang apapun yang yang ada di sekitarnya.


" Awas!" Ryu merasakan Hujan Petir itu sangat kuat menggunakan langkah kilat dan Wujud Hantu menyelamatkan Xin Chie menjauhi area serangan.


" Suamiku, kita berhasil" Xin Chie dengan nada lemah dengan senyuman puas saat berada di pangkuan Ryu.


" Istriku, maaf." Ryu terlihat khawatir memasukkan beberapa Pil Penyembuhan ke mulut Xin Chie.


" Ka Chie " Huli Yue merasa khawatir berlari ke arah mereka diikuti ketiga Hewan Kontrak berusaha mendekati mereka.


" Sekarang serahkan semua padaku. Sepertinya Naga itu sudah lemah. aku tidak akan membiarkan dia memulihkan diri." Ryu menggunakan Wujud Kera Petir dengan Pedang Naga Pembelah Gunung di bahunya.


" Mmmmm" Huli Yue mengangguk lalu memberikan beberapa Pil Penyembuhan kepada Tiga Hewan Kontrak tersebut yang juga banyak terluka.


" Wuush " bayangan yang sangat cepat Ryu menggunakan Langkah Kilat menyerang Siluman Naga tersebut dengan tebasan pedang yang kuat.


Mendapatkan serangan tiba-tiba, Siluman Naga tidak sempat menghindar hingga seluruh tubuhnya terkoyak akibat serangan Pedang milik Ryu.


Dengan kondisi yang sudah lemah, tentu saja membuat pertahanan tubuhnya semakin berkurang yang seakan sudah pasrah dengan kondisinya sekarang.


'Serangan Racun ini membuatku seakan tidak berdaya ' Siluman Naga mengutuk dalam hati tidak waspada dengan seorang gabungan yang semakin dia bergerak, semakin Ganas juga Racun tersebut mengisap energinya.


Tidak berselang lama, kini Siluman Naga tersebut telah kehilangan nyawa dengan Kepala terputus oleh Ryu.


Ryu pun dengan segera mengambil Inti Roh Siluman Naga diikuti tiga Hewan Kontrak seakan ingin mendapat bagian mereka untuk memakan Mayat Siluman Naga hingga tanpa sisa.


" Berapa besar Perut mereka" Ryu sedikit heran melihat aksi dari ketiga Hewan Kontrak tersebut yang mampu membersihkan Mayat Naga yang ukurannya 20 kali ukuran manusia.


" Mereka menyimpannya ke dalam Ruang Hampa milik mereka, lalu mereka akan menyerapnya kembali saat tidur untuk dijadikan Perubahan bentuk." Jawab Huli Yue.


" Pantas saja" ucap Ryu.


Perbedaan Hewan Kontrak dan Siluman adalah dari segi kecepatan penyerapan dimana Hewan Kontrak berkal-kali lipat lebih cepat untuk menyerap Inti Roh guna menambah kecepatan dan Pertahanan juga menambahkan Lautan Qi. Sedangkan dengan memakan mayat Siluman Selain menambah kecepatan dan Pertahanan, mereka bisa mengalami perubahan bentuk.


Kelebihan dari Hewan Kontrak juga meski usia mereka masih muda, Namun dalam waktu singkat mereka bisa membentuk Usia dan tingkatan dari semua Siluman yang mereka serap.


" sebaiknya kita istirahat dulu! mengingat hari mulai gelap." Ryu membuat Pelindung Tempurung Kura-kura.


" Mmmmm" Kedua Istrinya mengangguk setuju.


Pada Keesokan hari, mereka kembali melanjutkan Pendakian agar lebih cepat mencapai puncak Gunung tersebut.


Saat menempuh perjalanan selama Lima Jam, tepat di depan mereka terlihat Sosok Siluman Harimau Bersisik Naga Berusia10Rb tahun tingkat Suci sedang tidur.


" Mengapa semua Siluman yang ada disini bentuknya sangat mengerikan" Ryu dengan nada pelan


" Suamiku. Dari pada kita kewalahan lagi, kenapa kita tidak menggabungkan kekuatan kita lagi." Huli Yue dengan senyuman licik.

__ADS_1


" Boleh juga " Ryu menggelengkan kepala tentang ide Licik tersebut


Mereka berdua langsung berkonsentrasi menggabungkan Petir milik mereka ke Tiga ujung Panah sekaligus yang kini juga dibantu Xin Chie dengan memindahkan Qi miliknya kepada Ryu dan Huli Yue.


__ADS_2