
Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:
Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.
Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'
Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏
...****************...
Di sisi lain Ryu melakukan hal itu karena memiliki rencana lain ingin menyalurkan energi yang ada di Dunia kecil tersebut kepada seluruh anggota keluarga Klan Liu dan Zhang Qixuan agar lebih cepat mencapai Pendekar Langit tahap akhir mengingat Dunia kecil tersebut sangatlah luas.
Rencana awal Ryu yang ingin mengerjai Istrinya kembali dia urungkan karena akan terlalu berbahaya bagi kelompok yang masih berada di bawah Pendekar Bumi jika terus melanjutkan perjalanan mereka.
Setelah dua hari kemudian Ryu yang menunggu kedatangan beberapa kelompok tersebut kini kembali merubah penampilan seperti saat pertama kali memasuki Dunia kecil tersebut.
" Tuan Pendekar... Apa kamu sudah menemukan Sumberdaya yang kamu tinggalkan sebelumnya?" Tanya salah satu sosok dari kelompok yang pernah menolongnya.
" Sudah Senior... Karena itu aku langsung menuju kesini." Ryu terpaksa harus berbohong untuk menyembunyikan yang sebenarnya.
" Syukurlah kalau begitu." ucap Pria tersebut.
" Tuan Pendekar... Ternyata benar apa yang kamu katakan sebelumnya. Dalam Goa itu banyak menyimpan Harta langit yang berlimpah." Pria sepuh berbisik merasa segan terhadap Ryu dan menganggap Ryu sebagai Dewa penolong mereka.
" Tuan Pendekar... Terimalah pemberian dari kami. Jika tanpa bantuan Tuan Pendekar, maka kami tidak bisa menemukan lokasi Harta langit itu." Pria sepuh memberikan Cincin Ruang kepada Ryu yang berisi hasil Harta langit yang mereka kumpulkan dengan pembagian yang sama.
" Tidak perlu Senior... Aku juga sudah mendapatkan bagianku. Anggap saja itu sebagai ucapan terimakasih karena kalian sudah menolongku." Ryu menolak secara halus karena dia sudah tau isi dari Cincin Ruang tersebut.
" Tapi Tuan Pendekar... Harta Langit ini sangat berharga. Tidak baik jika kami mengabaikan Tuan Pendekar." Pria sepuh menganggap itu sudah sepantasnya mereka berikan kepada Ryu, meskipun dalam hati mereka begitu menginginkan Harta langit tersebut karena tidak ada kesempatan untuk kedua kali untuk mendapatkan Harta langit tersebut.
" Senior... Aku juga menemukannya." Ryu mengeluarkan satu Buah Tangan Budha sebagai bukti bahwa dia juga menemukan Harta langit.
Melihat apa yang dikeluarkan Ryu, mereka terlihat senang, karena masih bisa memiliki Harta langit tersebut dan berniat untuk membagikan kepada anggota yang lain dalam jumlah yang sama.
Mereka sangat kagum dengan kejujuran Ryu, jika itu orang lain maka sudah pasti orang itu akan mengambil semuanya dan tidak memberitahukan hasil yang diperoleh.
Jika saja mereka tau bahwa Ryu lah yang menaruh Harta langit tersebut, maka rahang mereka akan terbuka lebar.
Tidak beberapa lama semua telah berkumpul termasuk kelompok Sheng Zhishu.
Secara diam-diam Ryu menjentikkan jari yang membuat semua anggota kelompok yang berada di tempat itu menghilang menuju pintu dimensi dan keluar dari Dunia kecil.
Kini semua sudah berada di depan batu besar dimana tempat mereka sebelumnya yang terlihat beberapa Petugas seakan bersiap menyambut kedatangan mereka.
__ADS_1
" Sepertinya kalian banyak mengalami masalah saat berada di Dunia kecil itu." Pemimpin Prajurit memperhatikan jumlah mereka semakin berkurang.
Pemimpin prajurit kini tatapannya tertuju pada Ryu yang dimana masih dalam keadaan baik-baik saja meskipun dia hanya sendiri.
' Pemuda ini sungguh menakjubkan. Bagaimana dia bisa lolos saat berada di Dunia kecil.' Pemimpin Penjaga secara diam-diam memeriksa tingkat Kultivasi Ryu yang hanya menemukan masih mencapai Pendekar Bumi tahap awal.
Meskipun begitu Pemimpin Prajurit tidak ingin mengambil resiko, bahkan dia berfikir bahwa Ryu memiliki Artefak Kuno yang mampu menyamarkan tingkat Kultivasi.
" Mohon waktunya sebentar. Seperti yang aku katakan sebelumnya, bagi siapa yang menemukan Sumberdaya diharapkan agar memberikan kontribusi." Pemimpin prajurit memperhatikan mereka secara bergantian.
" Untuk itu aku persilahkan untuk menuju ke arah meja yang telah disediakan." Pemimpin prajurit menunjuk ke arah meja di sampingnya.
Satu-persatu mereka menuju meja tersebut dimana memberikan beberapa Sumberdaya yang mereka dapatkan bahkan Ryu dan kelompok Sheng Zhishu juga memberikan beberapa Sumberdaya yang mereka miliki.
Setelah memakan waktu yang cukup lama, mereka semua meninggalkan tempat tersebut dimana hanya tersisa Ryu sendiri.
" Pengawal... Kalian boleh pergi!" Jiang Caiping meminta kepada Pengawal Penginapan Giok Bulan agar kembali ke Kota Linka saat mereka sudah jauh dari Ryu.
" Baik Manajer Caiping." Delapan wanita tersebut menundukkan kepala.
" Shu'shu... Apa kita akan menemui Gege?" Tanya Huli Yue.
" Sebaiknya kita istirahat dulu di Dunia Quzhu. Kita sudah melakukan perjalanan jauh, lagi pula sepertinya keberadaan kita tidak diketahui Suami kita." Ucap Sheng Zhishu.
" Mmm." mereka mengangguk lalu kembali ke Dunia Quzhu.
Di tempat lain Ryu yang merasa tidak ada lagi yang berbeda di tempat itu, langsung memusatkan fikiran untuk menghancurkan batu besar tersebut.
" Bboooom." Ledakan yang sangat kuat membuat batu besar tersebut menjadi debu.
" Haaahh.. Dengan begini tidak ada lagi yang bisa masuk ke Dunia kecil itu." Ryu menghela nafas seraya melangkahkan kakinya meninggalkan tempat tersebut.
Di dalam Istana Emas Ryu langsung disambut oleh Istrinya yang seakan tidak mengetahui apapun.
" Gege... " Sambut mereka serempak seolah tidak terjadi apapun pada kejadian sebelumnya.
" Mmm... Sepertinya kalian lebih senang berpetualang." Ryu berjalan mendekati mereka seraya mengambil tempat duduk.
" Deg." Jantung mereka seakan terhenti mereka berfikir kalau Ryu sudah mengetahui penyamaran mereka.
" Gege... Kami ingin menemanimu berpetualang seperti dulu lagi." Yuwang cepat tanggap agar Ryu tidak memarahi tindakan mereka.
" Lalu bagaimana dengan Anak-anak, Kekaisaran Awan dan Kekaisaran Shin?" Ryu bertanya kepada mereka karena tidak mungkin mereka bisa meninggalkan Kekaisaran begitu saja.
" Aku tau ini sangat sulit. Tapi kami juga ingin mendapatkan pengalaman baru." ucap Xin Chie.
" Baiklah besok pagi kita akan menemui Ayah dan anggota Klan Liu." Ryu beranjak dari tempat duduk menuju ke kamar utama Istana Emas.
Begitu juga Istrinya langsung mengikuti Ryu dari belakang karena sudah merasa bersalah tidak memberitahukan bahwa mereka sudah keluar dari Dunia Quzhu.
Sesampai di Kamar Utama, Ryu langsung membersihkan diri hingga beberapa saat Ryu sudah keluar.
" Gege... Maafkan kami telah berbohong kepadamu." Sheng Zhishu sangat menyesal sambil memasang pakaian untuk Ryu.
" Shu'er dan kalian semua... Aku tidak mempermasalahkan hal itu. Hanya saja aku bingung karena terkekang dengan tugas sebagai Kaisar. Begitu juga dengan kalian. Tugas kalian sebagai Permaisuri dan Ratu." Ryu menatap mereka bergantian.
__ADS_1
" Aku tidak memarahi kalian, lebih baik kita Istirahat saja dulu! Besok lagi kita bicarakan dengan anggota Klan." ucap Ryu.
" Mmm." Mereka mengangguk lalu meninggalkan tempat itu dengan sebuah senyuman karena Ryu tidak marah dengan mereka.
' Aneh.' Ryu mengerutkan kening karena sikap Istrinya tidak seperti biasa yang selalu menempel.
" Tidak masalah... mungkin aku bisa tidur lebih nyenyak malam ini." Ryu membaringkan tubuhnya di atas ranjang.
Pada keesokan pagi semua sudah berkumpul di Istana Yexuan dimana terlihat Liu Meng dan pengurus anggota Klan Liu serta semua Pelayan juga ikut hadir.
" Salam Yang Mulia Kaisar." ucap mereka serempak.
" Mmm." Ryu mengangguk seraya mengangkat tangannya.
" Ryu'er... Sepertinya kamu ingin menyampaikan sesuatu." Liu Meng menatap ke arah Ryu.
" Pertama-tama aku ingin menyampaikan bahwa Aku dan Istriku ingin melanjutkan perjalanan." Ryu terlihat serius.
" Tapi sebelum itu aku ingin menyampaikan hal lain." ucap Ryu.
" Pelayan... Kalian semua kemarilah." Ryu menatap ke arah 20 Pelayan yang diberikan oleh Raja Laut Timur di Raja Awan Timur.
" Baik Yang Mulia Kaisar." Dua puluh Pelayan tersebut menundukkan kepala seraya berjalan mendekati Ryu.
" Pelayan... Selama ini kalian telah bekerja dengan baik. Kalian masih muda dan cantik, masa depan kalian semua masih panjang." Ryu tidak ingin membuat mereka seperti seorang budak.
" Itu sudah kewajiban kami Yang Mulia Kaisar. Kami siap melayani Yang Mulia Kaisar apapun permintaan Yang Mulia Kaisar." ucap salah satu dari Pelayan.
" Begini saja.. Apa kalian ingin menikah? Jika kalian ingin menikah, maka akan aku kabulkan keinginan kalian." Ryu menatap mereka bergantian.
Mendengar ucapan dari Ryu, semua Istri Ryu sedikit menyelidik apa maksud dari ucapan Suami mereka. Mereka berfikir bahwa Ryu ingin menikahi mereka semua apalagi dua puluh Pelayan tersebut berasal dari Ras Dewa.
Begitupun dengan dua puluh Pelayan tersebut mereka terlihat senang mengira Ryu akan menjadikan mereka sebagai Istri ataupun Selir.
Bahkan Liu Meng dan pengurus anggota Klan Liu juga memiliki pemikiran yang sama bahwa Ryu akan menikahi dua puluh Pelayan itu apalagi mereka terlihat masih muda dan sangat cantik.
Liu Meng tidak habis pikir dengan apa yang direncanakan oleh Ryu tersebut.
" Jika Yang Mulia Kaisar menginginkan hal itu, dengan senang hati kami akan menerima." Ucap dua puluh Pelayan bicara serempak.
" Kalau begitu kalian boleh pilih dari anggota Klan Liu yang masih muda sebagai Suami kalian. Dengan begitu kalian bisa menjalani kehidupan baru bersama keluarga baru kalian." Ryu menganggap itu hal yang cocok untuk mereka.
" Deeeg." Jantung dua puluh Pelayan seakan mau copot karena keinginan Ryu berbanding terbalik dengan pemikiran mereka.
" Ba...Baik Yang Mulia Kaisar." salah satu dari Pelayan menerima apa yang dikatakan oleh Ryu.
" Satu masalah telah terselesaikan. Sekarang kalian boleh bergabung dengan anggota Klan Liu. dan jalani kehidupan baru kalian." Ryu bernafas lega karena satu masalah telah terselesaikan.
" Baik Yang Mulia Kaisar. Jika berkenan, kami akan tetap menjaga dan merawat Putra dan Putri Yang Mulia Kaisar." Ucap salah satu dari Pelayan.
" Ryu'er... Apa yang mereka katakan itu ada benarnya. Jangan sampai anak kalian ikut berpergian." Liu Meng tidak ingin Cucunya tersebut ikut merasakan kejamnya dunia luar.
" Yang Mulia Kaisar... Aku juga sependapat. Biarkan aku yang bertugas untuk menjaga mereka." Ucap Tianba.
" Aku Juga." Xiuying, Jingmi dan Nuan ikut bersuara.
__ADS_1
" Ayah, Ibu... Kami ingin tinggal bersama Kakek." Ucap Liu Guangxi.
" Ayah... Aku juga. Aku ingin berlatih agar lebih kuat dari Ayah." Liu Yexuan ikut bersuara.