
Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:
Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.
Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'
Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏
...****************...
Meskipun dari wajah terlihat asing, namun Sheng Zhishu dan yang lain sangat yakin kalau Pemuda yang sedang sekarat tersebut adalah Suami mereka.
Namun saat Sheng Zhishu dan Huli Yue mencoba mendekati sosok tersebut, kini ada beberapa bayangan yang menghadang mereka.
" Bboooom... Bboooom... Bboooom." Sebuah serangan tiba-tiba membuat Sheng Zhishu dan Huli Yue mundur beberapa langkah kebelakang.
" Ling Xianzi." Sheng Zhishu serta yang lain sontak kaget.
" Pemuda ini menjadi milikku. Sekarang kita imbang. Atau bisa dibilang, kemenangan ada di pihak kami." Ling Xianzi senyum kemenangan karena sekarang dia sudah memiliki kelompok.
" Cciiihhhh... Sombong sekali." Huli Yue sangat geram.
" Kalian semua, serang mereka!" Ling Xianzi memerintahkan kepada seluruh rekannya untuk menyerang Sheng Zhishu dan kelompoknya.
" Mmm." 39 Wanita yang bersamanya mengangguk lalu melancarkan serangan kepada Sheng Zhishu dan Huli Yue.
Tidak ingin Suami mereka terkena imbas serangan, Sheng Zhishu dan Huli Yue melompat mundur untuk mencari tempat yang aman.
Melihat Sheng Zhishu dan Huli Yue sedang dihadang oleh kelompok Ling Xianzi, Xin Chie dan yang lain juga tidak tinggal diam. Mereka langsung melesat ke arah tersebut sambil membuat terbasan energi.
" Bboooom... Bboooom... Bboooom." Serangan tiba-tiba membuat Ling Xianzi dan yang lain mundur beberapa langkah kebelakang.
" Nyonya." Delapan Wanita yang bersama 22 Istri Ryu terlihat khawatir karena sosok yang mereka lawan sekarang sudah mencapai Pendekar Surgawi tahap awal.
" Kalian mundur saja! " Sheng Zhishu mengeluarkan Hewan Kontrak miliknya.
Meskipun tidak tau apa yang harus mereka lakukan, delapan Wanita tersebut memilih untuk menjauhi wilayah pertarungan karena hal itu sudah diluar kemampuan mereka.
Melihat Sheng Zhishu yang sudah mengeluarkan Hewan Kontrak miliknya, Huli Yue, Tianhe dan Qin Shuomei juga mengeluarkan Hewan Kontrak milik mereka.
Melihat ketiga Hewan Kontrak tersebut sudah mencapai tingkat Surgawi tahap awal dan seekor Rubah merah sudah mencapai tingkat Surgawi tahap menengah, Ling Xianzi dan kelompoknya sedikit ketakutan.
" Kalian semuanya, bantu kami!" Ling Xianzi menoleh ke belakang dimana terdapat dua kelompok yang terus melayani mereka selama dua hari.
" Baik." Dua kelompok tersebut yang berjumlah seratus orang mendekati wilayah pertarungan.
" Nona... Kami ada di pihakmu." Salah satu Tetua dari Sekte Lembah Api berdiri di dekat Huli Yue yang diikuti kelompoknya.
" Aku tidak akan membiarkan orang keji seperti kalian berada di wilayah Kekaisaran Awan." Salah satu Tetua dari Sekte Gunung Phoenix datang bersama kelompoknya.
__ADS_1
" Jika Sekte Gunung Phoenix ikut membantu, maka sudah seharusnya kami juga ikut membantu." Beberapa sosok dari Sekte Kabut Ilusi muncul di samping Sheng Zhishu.
" Yang Mulia Ratu Ling Queqi adalah bagian dari Kekaisaran Shin, Sekte Kabut Ilusi dan Sekte Gunung Phoenix. Maka sudah sepantasnya Sekte Kuil Bambu akan mengambil bagian." beberapa Tetua memasuki wilayah pertarungan.
" Haaaiiisss.... Kalian sudah lupa kalau Sekte Menara Awan adalah bagian dari Kekaisaran Awan dan Shin. Biarkan yang Tua ini diberi muka." Gou Liang ikut maju yang diikuti kelompoknya.
" Terimakasih sudah membantu." Xie Hua menyapa ramah terhadap mereka.
" Tenanglah Nona. Meskipun kami tidak yakin bisa mengurus 40 Wanita itu, tapi kami bisa melawan seratus pria yang bersama mereka." Salah satu Tetua dari Sekte Lembah Api memperhatikan tingkat kemampuan dari pihak lawan.
Meskipun dari setiap yang tergabung hanya Gou Liang saja yang sudah mencapai Pendekar Surgawi tahap awal, namun mereka berfikir paling tidak bisa melawan seratus Pria yang mereka fikir bukan dari wilayah Kekaisaran Awan ataupun Kekaisaran Shin.
" Sial... Serang mereka semua! " Ling Xianzi sangat geram langsung melompat untuk menyerang Xie Hua.
Pertarungan pun tidak terelakkan lagi, kini mereka saling memilih lawan masing-masing untuk melakukan pertarungan.
Xie Hua yang mendapat lawan Ling Xianzi, dengan sigap menyambut serangan tersebut dengan sebilah pedang di tangannya.
Pertarungan itu pun terbagi menjadi dua tempat, dimana pihak Sheng Zhishu dan Istri Ryu yang lain bersama Gou Liang langsung berhadapan dengan Perguruan Hantu Malam yang dimana mereka semua sudah mencapai Pendekar Surgawi tahap awal.
Sedangkan untuk anggota Sekte yang lain, lebih memilih untuk melawan anggota dari luar Kekaisaran Awan yang berjumlah seratus orang.
Pertarungan sengit itupun menggema di udara menciptakan gempa kecil di berbagai tempat membuat beberapa kelompok yang menonton berkeringat dingin.
" Saudara... Bukankah Pemuda itu yang mendaftar sendirian pada waktu itu?" Salah satu Pria sepuh menunjuk ke arah Ryu yang sedang tergeletak di tanah.
" Benar Saudara... Pemuda itu kemungkinan adalah Kultivator pengembara yang mungkin nasibnya sama seperti kita." ucap yang lain.
" Ternyata benar orang-orang wilayah Kekaisaran Awan dan Kekaisaran Shin memiliki kekuatan mengerikan. Kamu lihat 22 wanita disana, kita keliru menganggap mereka masih berada di Pendekar Langit tahap menengah, tapi kekuatan mereka sangat mengerikan seperti yang sudah mencapai Pendekar Surgawi." salah satu sosok menunjuk ke arah pertarungan.
" Sebaiknya kita selamatkan Pemuda itu, jika terlalu lama aku yakin nyawa tidak tertolong." yang lain memberi usul.
" Pemuda ini sangat nekat. Bagaimana dia bisa berani kesini sendirian, sedangkan dia masih berada di Pendekar Bumi tahap awal." ucap yang lain.
" Pendekar Langit?" Beberapa kelompok yang ingin merebut Ryu langsung mengurungkan niat mereka.
" Sial... Mengapa di wilayah Kekaisaran Awan ini memiliki kekuatan yang mengerikan." Gumam beberapa kelompok kepada rekan mereka.
" Wuush." Pria sepuh menggunakan kekuatan penuh langsung membawa Ryu ke tempat yang aman.
" Sepertinya mereka tidak berani. Mari kita pergi dari sini." ucap sosok lain sambil mengikuti rekan mereka yang membawa Ryu.
Karena dari segi Kultivasi mereka hanya mencapai Pendekar Bumi, beberapa kelompok tersebut lebih memilih meninggalkan tempat tersebut melanjutkan penelusuran mereka dalam mencari Sumberdaya yang ada di Dunia kecil tersebut.
Disamping itu juga mereka tidak ingin terkena imbas dari Pertarungan antara Pendekar Langit dan Pendekar Surgawi.
Di sisi lain Xie Hua yang melawan Ling Xianzi, mereka saling beradu serangan dimana dari setiap kelopak bunga berwarna hitam dari Xie Hua mampu menyudutkan Ling Xianzi.
" Sial... Serangan Xie Hua ini sangat menakutkan." Ling Xianzi menggerutu karena mendapatkan lawan yang salah.
Tidak ingin mengambil resiko, Ling Xianzi langsung mengisyaratkan kepada dua rekannya untuk membantu dalam pertarungan.
Xie Hua yang mendapat tiga lawan sekaligus kini mulai terpojok hingga beberapa kali mundur ke belakang untuk menghindar dan mencari tempat yang aman.
" Xie Hua... Hari ini adalah hari kematianmu, dengan begitu akulah yang akan menjadi Permaisuri di Kekaisaran Awan." Ling Xianzi sangat senang melihat Xie Hua mulai kewalahan sambil melancarkan serangannya.
" Kamu terlalu bermimpi... Majulah kalian semua." Xie Hua menciptakan energi cahaya untuk melindungi tubuhnya sambil melepaskan puluhan kelopak bunga hitam mengarah kepada Ling Xianzi dan dua rekannya.
" Bboooom... Bboooom... Bboooom." Kelopak bunga hitam menciptakan ledakan yang sangat kuat membuat Ling Xianzi dan rekannya terpental puluhan meter.
" Sial." Ling Xianzi memuntahkan darah segar terlalu menganggap remeh Xie Hua.
__ADS_1
Begitu juga dengan kedua rekannya yang merasa di atas angin, membuat celah untuk Xie Hua menyerang.
' Gelombang Petir.'
Xie Hua yang melihat ada celah, kembali melancarkan serangannya ke arah mereka.
" Wuush... Bboooom." Gelombang Petir menyerang tiga sosok wanita tersebut membuat mereka kembali terpental ke belakang.
Mendapatkan firasat buruk, Ling Xianzi diam-diam menyamarkan Auranya meninggalkan wilayah Pertarungan dengan menggunakan teknik meringankan tubuh.
Sedangkan kedua rekannya yang tidak tau apa yang dilakukan Ling Xianzi, langsung melompat ke depan untuk menghadang Xie Hua.
' Hantu malam pelahap jiwa.'
Dua sosok wanita melepaskan serangan terkuat mengarah ke Xie Hua.
' Langkah kilat wujud hantu.'
Xie Hua menghindar dari dua sosok bayangan yang menyerang ke arahnya hingga menjauhi wilayah pertarungan.
" Sial... Mengapa wanita itu lebih cepat dari kita?" kedua sosok wanita saling berpandangan.
" Mana Ling Xianzi?" Salah satu dari mereka tersadar bahwa Ling Xianzi tidak ada bersama mereka.
' Getaran Cinta Pertama.'
Xie Hua yang melihat mereka masih kebingungan karena rekan mereka tidak ada, langsung melepaskan tujuh kelopak bunga.
" Bboooom... Bboooom... Bboooom." Ledakan yang sangat kuat membuat tubuh kedua wanita tersebut terkapar tidak berdaya.
" Sial kau Ling Xianzi." Salah satu sosok wanita menggerutu karena ulah Ling Xianzi membuat mereka tidak fokus.
" Wuush." Xie Hua sudah berdiri di hadapan mereka dengan sebilah pedang di tangannya.
" Craaash... Craaash." Dengan tatapan dingin Xie Hua memotong leher kedua wanita tersebut.
" Ling Xianzi, kamu membuat kesalahan besar untuk Rekanmu sendiri." Xie Hua mengambil Cincin Ruang milik kedua wanita tersebut lalu menarik mayatnya ke Cincin miliknya.
Di pertarungan lain Sheng Zhishu yang sudah berubah wujud menjadi sosok Kirrin, menyerang dua sosok wanita lain sebagai lawannya.
Dari setiap serangan tersebut Sheng Zhishu menciptakan energi Api yang tidak ada habisnya.
Hal itu tentu saja membuat kedua wanita tersebut semakin terpojok karena tidak berani mendekati Sheng Zhishu takut terkena Imbas Api yang menyelimuti tubuhnya.
" Saudari." Salah satu dari mereka seakan memberi Isyarat.
Melihat hal tersebut rekannya pun mengangguk lalu menciptakan sebuah bayangan menyerang ke arah Sheng Zhishu.
" Wuush." Bayangan yang sangat cepat langsung masuk ke tubuh Sheng Zhishu yang berwujud Kirrin ingin melahap Jiwanya.
Saat kedua bayangan yang masuk ke dalam jiwanya, Sheng Zhishu merasakan seluruh tubuhnya seperti ditusuk ratusan jarum.
" Ggooooaaarr." Sheng Zhishu mengaum keras melepaskan Spiritualnya hingga kedua bayangan tersebut keluar dari tubuhnya.
" Uhuuk." Kedua wanita tersebut memuntahkan segumpal darah merasakan kepala mereka pusing dan mata mereka langsung kabur.
' Sial... Jiwanya sangat kuat.' Sosok wanita berkeringat dingin menatap ke arah sosok Kirrin Api wujud dari Sheng Zhishu.
" Kraaack." Sheng Zhishu meremukkan kepala sosok wanita tersebut lalu melompat ke arah wanita yang lain dengan melakukan hal yang sama.
Sesaat kemudian Sheng Zhishu kembali ke wujud semula mengambil Cincin Ruang milik kedua wanita tersebut lalu menarik mayatnya ke Cincin pemulihan.
__ADS_1
Di pertarungan lain, Xin Chie yang sudah berubah wujud menjadi Phoenix Api terus melancarkan serangannya kepada dua sosok wanita yang menjadi lawannya.
Kedua Wanita tersebut juga seakan tidak berdaya karena karena Xin Chie sudah diselimuti Elemen Api dimana setiap kepakan sayapnya menjatuhkan Kobaran Api.