
Dengan bantuan Xin Chie, kini gabungan Petir tersebut semakin kuat membuat udara di sekitar seakan terhisap.
" Cleeepp... Cleeepp... Cleeep" Ketiga Anak Panah menancap ke Leher, Punggung dan Kaki dar Siluman Harimau dengan ukuran 10 kali Manusia Dewasa.
" GOOOAAAARR" Harimau terkejut langsung melompat saat merasakan seluruh tubuhnya seakan terbakar.
" Ggooooaaarr" Harimau langsung menyerang mereka dengan cepat membuat Ryu dan kedua Istrinya langsung terpental Puluhan meter.
" Bboooom... Bboooom... Booomm" serangan sangat kuat dan cepat membuat Ryu dan kedua Istrinya keawalahan.
Berada di posisi tidak bagus Ryu langsung menggunakan Wujud Kera petir dengan langkah kilat.
Xin Chie dan Huli Yue yang juga ikut membantu dengan menggunakan Elemen mereka masing-masing dengan Teknik Langkah kilat.
Harimau itu juga mengeluarkan keahliannya menghalau semua serangan mereka bertiga yang kini kecepatan mereka sangat imbang seperti sebuah cahaya saling berkejaran.
Ledakan demi ledakan akibat pertemuan serangan mereka membuat areal sekitar terbentuk kawah lumayan besar.
" Tidak kusangka Harimau ini sangat cepat bahkan mampu menyaingi Langkah Kilat" Gumam Ryu yang tidak henti melakukan serangan.
Dentuman demi dentuman yang Kuat membuat Pepohonan di sekitar Tumbang seakan Bumi bergetar.
" Suamiku." Xin Chie dan Huli Yue yang masih menyerang dengan langkah Kilat juga seakan bisa diimbangi oleh Harimau tersebut.
" Lakukan saja sampai Harimau ini tidak memiliki tenaga lagi." Ryu berharap Gabungan Petir dan Racun agar cepat bekerja.
Di sisi Harimau itu sendiri sudah merasakan efek tersebut yang seakan tubuhnya terbakar ditambah dengan Racun yang sangat kuat seakan tidak berhenti menyerangnya dari dalam.
" Bboooom... Bboooom... Bboooom " Tabrakan pukulan membuat mereka semua terpental mengenai Pepohonan seketika langsung Tumbang.
" Uhuuk " Ryu, Xin Chie dan Huli memuntahkan Darah segar dengan cepat bangkit kembali.
Sedangkan Harimau itu sendiri sudah mengalami luka berat namun mencoba untuk bangkit lagi tanpa memperdulikan kondisi tubuhnya lagi.
" GOOOAAAARR" Auman kuat disertai serangan mematikan menuju ke arah Ryu dan kedua istrinya.
" Booomm... Booomm... Bboooom... " Pertemuan Pukulan membuat mereka bertiga terpental puluhan meter.
Sedangkan Harimau tersebut masih berdiri mematung dengan kondisi tidak bernyawa tidak mampu lagi menahan Racun.
" Bruukk" Siluman Harimau tersungkur ke tanah.
Secara perlahan mereka mendekati Harimau tersebut dengan penuh waspada dengan segala kemungkinan.
"Haaahh... Harimau ini Keras kepala, bahkan detik kematiannya saja mampu mengeluarkan serangan terkuatnya." Ryu seakan mengagumi Harimau tersebut akan kegigihannya.
" Ternyata Fisik Harimau ini sangat mengerikan" ucap Xin Chie.
Jika saja Siluman Harimau tidak terkena Racun, mereka sangat yakin Harimau itu dengan mudah mengalahkan mereka mengingat kecepatan bertarungnya menyamai Teknik Langkah Kilat.
Ryu langsung mengambil Inti Roh Siluman tersebut lalu mengeluarkan Chaizu untuk memakannya yang kini juga diikuti Jinying dan Shizi.
Setelah tiga Hewan Kontrak sudah menyelesaikan makanannya, mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju Puncak.
Hal yang tidak mereka ketahui adalah Tiga Ekor Burung Phoenix yang berada di Puncak Gunung merasakan getaran itu, Phoenix Petir mengira ada salah satu dari Phoenix Api atau Phoenix Angin yang ingin mengambil Harta Langit tempat kekuasaannya.
Sedangkan Phoenix Api dan Phoenix Angin yang penasaran, langsung menuju ke areal kekuasaan Phoenix Petir karena mereka mengira Getaran itu berasal dari wilayah tersebut.
Baru saja kedua Burung Phoenix memasuki wilayah Phoenix Petir, kini mereka langsung diserang dengan Hujan Petir dari Phoenix Petir.
Merasa tidak terima dengan Hal tersebut, kedua Phoenix itu sepakat untuk bekerjasama menyerang Phoenix Petir mengingat mereka juga sudah lama menyimpan Dendam kepada Phoenix Petir karena tidak pernah mengizinkan mereka untuk mendapatkan Harta langit.
Pertarungan sengit pun tidak terelakkan lagi Seakan seisi Gunung tersebut bergetar hebat karena efek dari pertarungan mereka.
Ryu dan kedua Istrinya baru saja berjalan puluhan Meter dari tempat asal bertarung, kini merasakan Getaran hebat tersebut.
" Suamiku apa yang terjadi?" Tanya Xin Chie.
__ADS_1
"Sepertinya ada pertarungan di Puncak Gunung ini. Kurasa ini bukan pertarungan biasa, jadi kita harus hati-hati" Ryu mengingatkan sambil meningkatkan kewaspadaan.
Para Siluman yang ada di Gunung tersebut mulai bermunculan menuruni Gunung agar tidak terkena imbas pertarungan yang begitu kuat seakan Sambaran petir dan Angin Tornado disertai kobaran Api yang menyebar ke semua tempat.
Fenomena di Puncak Gunung seakan sedang mendapatkan cuaca buruk Hujan Badai disertai sambaran Petir dan Hujan Api membuat suasana mencekam.
" Suamiku, apa sebaiknya kita menunggu saja? " Xin Chie yang terlihat khawatir.
" Puncak Gunung ini masih jauh. Mungkin butuh waktu dua hari perjalanan. Mungkin kita bisa melanjutkan perjalanan satu hari baru kita menunggu " ucap Ryu.
" Mmmmm " keduanya mengangguk setuju lalu melanjutkan perjalanan mereka.
Dua Hari telah berlalu getaran pertarungan tersebut telah berakhir, kini Ryu dan kedua Istrinya langsung mendekati puncak Gunung.
Terlihat tiga Burung Phoenix masih bertarung, hampir seluruh tempat itu terlihat seperti Hujan Gundul dan membuat kawah besar. Dari ketiga Phoenix semua sudah Berusia10Rb Tahun dimana Phoenix Petir berada pada tingkat Abadi, sedangkan Phoenix Api dan Phoenix Angin berada pada tingkat Suci.
'Apakah ini yang dikatakan oleh Paktriak mengenai darah Spesial' Ryu sejenak berfikir melihat Area pertempuran mengalami rusak berat.
" Suamiku apa kita harus menunggu lagi? Huli Yue bertanya.
" Bboooom " Serangan tiba-tiba mengarah ke mereka.
Beruntung serangan tersebut mampu dihindari mengingat jarak mereka sangat jauh ditambah tenaga mereka sudah terkuras.
" Sepertinya keberadaan kita telah diketahui, terpaksa kita harus melawan." Ryu langsung mengeluarkan Pedang dan menggunakan Wujud Kera Petir.
Tanpa banyak basa-basi Ryu langsung menghadang Phoenix Petir, sedangkan Xin Chie dan Huli Yue masing-masing berhadapan dengan Phoenix Api dan Phoenix Angin.
" Bboooom... Bboooom... Bboooom" Hujan Petir dari Phoenix Petir menyerang Ryu.
Dengan langkah Kilat, Ryu menyerang balik membuat Phoenix Petir terpental beberapa kali karena tenaganya telah habis terkuras.
Sebuah penyesalan dari wajah Phoenix Petir saat melihat kedua saudaranya juga mendapatkan pukulan dari Xin Chie dan Huli Yue, mengingat mereka semua sudah kelelahan.
Dia mengutuk dirinya sendiri akibat keserakahannya membutakan hati dan akal sehat membuat diri mereka berada di ambang kematian.
Tidak terlalu menunggu lama Ketiga Phoenix tersebut telah mati di tangan Ryu dan kedua Istrinya tanpa harus banyak mengeluarkan tenaga.
" Kamu benar Suamiku. Phoenix adalah Ras Siluman yang memiliki darah Spesial pemberian Dewa, tapi banyak juga yang tidak bisa yang tidak mampu membangkitkan darah tersebut." ucap Huli Yue.
" mungkin ini cocok untuk membuat baju Zirah." Ryu yang mendengar ucapan tersebut langsung mengambil Inti Roh Ketiga Phoenix lalu Memasukkan Ketiga Phoenix ke dalam Cincin Ruang.
Merekapun langsung melanjutkan perjalanan mencari sesuatu apa saja yang akan mereka butuhkan, terlihat sebuah Danau kecil yang sangat ganas seperti akan melukai siapa saja menyentuhnya.
Melihat Harta langit tersebut membuat Xin Chie dan Huli Yue langsung menuju Danau berniat untuk menceburkan diri mereka.
" Tunggu! " Ryu menghentikan langkah mereka untuk mengingatkan.
" Suamiku, Ada apa?" Xin Chie dan Huli Yue penasaran.
" Coba lihat ini!" Ryu mendekati Danau perlahan mendekatkan telapak tangannya, seketika tangannya tergores sebelum menyentuh Air.
" Gluug " Kedua Istrinya menelan ludah berkeringat dingin membayangkan jika tubuh mereka langsung masuk ke Danau.
" Suamiku, Apa yang harus kita lakukan?" Xin Chie menyayangkan jika hal itu terlewatkan.
" Aku akan membuat Armor Pelindung yang bisa menyatu dengan Kulit kita." Ryu berjalan menjauhi Danau lalu membuat Pelindung Tempurung Kura-kura.
Ryu mengeluarkan Tungku Penempa lalu memasukkan tumpukan Batu Meteor dan Batu Pelangi.
" Sepertinya ini sangat sulit, aku butuh bantuan Kalian untuk melebur kedua batu ini. Sisanya menjadi tugasku" Ryu menatap kedua istrinya.
" Mmmmm" Xin Chie dan Huli Yue berkonsentrasi mengeluarkan Qi milik mereka lalu disatukan ke dalam Tungku.
" Wuush " Kobaran Api yang sangat kuat membuat hawa sekitar sangat panas.
Ryu kembali memasukkan 3 Burung Phoenix, Tumbuhan Akar Putih, Racun Hati, Racun Tulang, Ginseng Darah dan terakhir Jamur Iblis.
__ADS_1
Semua yang dimasukkan itu memiliki jeda masing-masing agar tidak terjadi kegagalan walaupun terlihat tumpukan semua bahan itu hampir memenuhi tungku yang sangat besar, namun secara perlahan mulai menyusut hingga mulai seperti sudah Kosong.
Aura yang sangat kuat mulai keluar dari dalam Tungku Penempa, Ryu langsung semua bahan lain hingga semakin kuat aura yang keluar.
" Mau tidak mau aku harus menggunakannya" Ryu kembali memasukkan Batu Bintang yang dia miliki. Lalu kembali berkonsentrasi untuk membentuk sebuah Armor dengan Spiritual.
Terlihat Xin Chie dan Huli Yue sudah tidak tahan lagi merasakan panas yang begitu kuat ditambah Qi dan Spiritual milik mereka seakan terhisap, bahkan Ryu Sendiri seakan kehabisan tenaga dan Spiritual.
" Bboooom" sebuah ledakan membuat pelindung Pecah.
Terlihat Tiga buah Armor Transparan melayang di udara atas tungku perlahan mendekati Ryu.
" Hhaaahh" Ryu dan Kedua Istrinya bernapas lega terputus-putus.
Ryu langsung memasukkan ketiga Armor lalu meminta mereka memakan beberapa Pil untuk memulihkankan tenaga terlebih dulu.
Setelah merasa sudah pulih, Ryu kembali memasukkan Tungku Penempa lalu berjalan mendekati kedua Istrinya.
" Pakailah Armor Pelangi ini! Dia akan menyatu dengan Kulit, jadi tidak perlu khawatir. Cari dulu tempat kalian berganti!" Ryu memberikan kepada mereka masing-masing lalu mencari tempat lain untuk memakai Armor miliknya.
Beberapa menit kemudian mereka kembali menuju Danau, Ryu pun langsung masuk ke Danau yang diikuti Kedua Istrinya.
Seketika Pakaian mereka perlahan mengalami beberapa Sobekan tanpa mereka sadari, karena mereka sendiri sedang berkonsentrasi menyerap Energi Alam yang padat.
Satu bulan, dua bulan, tiga Bulan kemudian mereka terus menyerap Energi Alam di tempat itu. Hingga tepat 8 Bulan Semua Energi Alam di tempat itu sudah tidak ada yang tersisa.
Ryu langsung keluar dari Danau tersebut seakan tidak menyadari apa yang terjadi membuat keduanya Istrinya saling berpandangan lalu melirik bagian tubuh mereka yang juga mengalami nasib yang sama.
" Suamiku, jika kamu berjalan seperti itu sangat tampan sekali!" Xin Chie dan Huli Yue mengejek Ryu.
Ryu yang masih belum sadar langsung membalikkan badan ke Arah Xin Chie dan Huli Yue yang masih berada di Air terlihat pinggang ke atas tanpa busana sambil tersenyum menatap Ryu.
Seketika Ryu langsung lari mencari tempat bersembunyi untuk menggunakan pakaiannya, sementara Xin Chie dan Huli Yue buru keluar dari Danau langsung memakai Pakaian mereka.
" Haaahh kalian ini." Ryu berjalan kembali ke arah mereka yang terlihat sudah memakai pakaian mereka.
" Suamiku, jangan marah kami hanya sedikit bercanda." ucap Huli Yue.
" Kita sudah naik Tiga Level disini. Artinya kita harus mencari Inti Roh untuk Level 50" Xin Chie merasakan kalau Ryu sudah mencapai Level 51 sedangkan mereka berdua dengan Huli Yue juga sudah mencapai 50.
" Istriku, Ini adalah hal tersulit untukmu karena saat mencapai level 50 adalah Penyerapan inti Roh yang pertama kali. Kuharap kamu harus berhati-hati dalam memilih Inti Roh " Ryu menatap Huli Yue penuh perhatian.
" Suamiku, menurutmu Apa yang cocok untukku?" Huli Yue meminta tanggapan.
" Istriku... Mengingat ini akan menentukan perkembanganmu selanjutnya, ada baiknya kamu menyerap Inti Roh Phoenix Petir yang sudah mencapai Tingkat Abadi ini." Ryu memberikan Inti Roh Phoenix Petir kepada Huli Yue.
" Baik" Huli Yue mengambil inti Roh tersebut.
" Suamiku, Apa Inti Roh Phoenix Api itu cocok denganku? " Xin Chie bertanya meskipun sedikit Ragu.
" Sebenarnya sangat cocok, tapi aku punya rencana lain. Kamu memiliki Pedang Dewa Phoenix dan Istrku Yue juga memiliki panah Dewa Phoenix. Jadi aku ingin menyempurnakan kedua senjata itu, mengingat aku sudah mencapai 51 jadi aku bisa membuatnya. Apa kalian setuju?" Tanya Ryu.
" Tidak masalah Suamiku. lagi pula kita masih ada satu Gunung lagi yang akan dijelajahi. kurasa pasti dapat." ucap Xin Chie.
" Baiklah. Sedangkan aku sendiri Sudah ada dua inti Roh dari Naga dan Harimau hanya tinggal satu lagi. Sekarang kita cari tempat untuk menyerap Inti Roh yang ada terlebih dahulu." Ryu menguarkan Chaizu untuk memeriksa keadaan sekitar.
Saat Chaizu yang sudah keluar dia mengisyaratkan ada hal lain lagi di tempat itu, lalu Chaizu membawa mereka ke suatu tempat yang cukup jauh.
" Apel Petir?" tepat didepan mereka terdapat Pohon Apel Petir yang memiliki buah berjumlah 7.
Ryu langsung mengambil semua Apel Petir tersebut lalu mmbagkan Kepada Xin Chie dan Huli Yue beserta 3 Hewan Kontrak mereka.
" Istriku, dengan apel Petir ini kalian bisa lebih tinggi lagi levelnya dariku" Ryu terlihat senang.
" Suamiku, terimakasih banyak. mengingat kita membutuhkan Energi Alam yang sangat banyak, aku tidak yakin dengan Apel Petir ini bisa menembus 5 level sekaligus. Tapi akan aku coba" Ucap Xin Chie.
" Sekarang seraplah Apel Petir lebih dulu, biar kita tau hasilnya " Ryu membawa mereka mencari tempat aman agar konsentrasi mereka tidak terganggu.
__ADS_1
Setelah merasa sudah aman, Ryu membuat Pelindung Tempurung Kura-kura lalu mulai melakukan proses penyerapan.
Untuk Xin Chie dan Huli Yue mereka mencoba menyerap Apel Petir terlebih dulu agar tidak terlalu sulit ketika Proses penyerapan inti Roh nantinya, Sedangan Ryu sendiri langsung menyerap Inti Roh Siluman Naga dan Siluman Harimau yang berusia 10Rb Tahun Tingkat Suci.