
Setelah berada sekitar 5 meter dibawah kaki Bukit, Ryu menghentikan langkahnya karena merasakan sebuah getaran tanah di sekeliling Bukit tersebut hingga terlihat Bukit di depannya seakan bergerak dan memiliki 4 kaki dan muncul kepala raksasa seperti kura-Kura dari dalam tanah.
" Jadi ini bukan Bukit?" Gumam Ryu sambil menatap Bukit tersebut adalah wujud dari Penjaga Elemen Tanah.
" Sudah lama aku menunggumu Anak Muda. Terimalah Anugerah dariku." Penguasa Elemen Tanah mengeluarkan sebuah cahaya langsung masuk ke Alam Jiwa Ryu dan mengisi ruang kosong di Akar Jiwa miliknya.
" Terimakasih Penguasa." Ryu menundukkan kepala.
" Mmmm... Sepertinya aku menjadi yang terakhir untuk kamu temui di Dunia ini. Jadi kamu memiliki banyak pertanyaan." Ucap Penguasa Elemen Tanah.
" Karena aku adalah yang terakhir kamu temui maka aku akan sedikit memberi waktu untukmu bertanya." Lanjut Penguasa Elemen Tanah.
" Maaf Penguasa... Bukankah masih ada lagi Penguasa Elemen yang lain?" Tanya Ryu sedikit penasaran.
" Itu memang benar... Tapi mereka tidak ada di Dunia ini. Jika kamu ingin bertemu dengan mereka, maka banyak rintangan yang harus kamu lewati."
" Benua Bawah Tanah yang kalian sebutkan itu, hanyalah sebuah tipuan. Begitupun dengan Benua Tiantang dan yang lain. Sebenarnya itu adalah Dunia yang lain."
" Benua Bawah Tanah atau Dunia Yuzhou adalah tempat tinggal Ras Iblis. Dunia Nuse adalah tempat tinggal Ras Peri. Dunia Dongwu adalah tempat tinggal Ras Hewan Roh atau Siluman. Dan Dunia Tiantang adalah tempat tinggal Ras Dewa."
" Anak Muda... Ras Manusia memiliki pengetahuan sebatas Manusia, Ras Dewa memiliki pengetahuan sebatas Dewa, begitupun dengan yang lain." Penguasa Elemen Tanah menjelaskan.
" Maaf Penguasa.... Apakah ada cara untuk pergi ke Dunia yang lain?" Ryu kembali bertanya.
" Kamu tercipta dari Dewa masa depan, bukan dari reinkarnasi Dewa yang lain. Jadi wajar saja kamu belum mengetahui tentang alam semesta. Karena kamu belum pernah pergi ke Dunia Yuzhou, Dunia Nuse, Dunia, Dongwu dan Dunia Tiantang. Maka kamu harus melewati perjalanan yang sulit."
" Kecuali ada salah satu dari keempat Dunia tersebut membawamu kesana, kamu tidak memiliki hambatan apapun. Hanya saja jika kamu melalui cara itu, maka kamu harus tunduk kepada aturan mereka." Ucap Penguasa Elemen Tanah.
" Kalau begitu aku memiliki jalan sendiri meskipun harus melewati rintangan. Karena aku tidak pernah tunduk kepada aturan dari Ras apapun." Ryu membulatkan tekadnya.
" Sangat menarik... Lakukanlah! Masih banyak potensi yang ada pada dirimu. Seiring berjalannya waktu, potensi itu akan terbuka dengan sendirinya." Ucap Penguasa Elemen Tanah.
" Satu lagi... Meskipun kamu masih mencapai Pendekar Surgawi tahap akhir, bisa dibilang tidak ada lagi yang mampu melawanmu. Tapi di Dunia yang lain, kamu harus berhati-hati." Penguasa Elemen Tanah mengingatkan.
__ADS_1
" Aku mengerti Penguasa." Ryu menundukkan kepala.
Ryu sudah mengetahui bahwa yang melukainya sekarang hanya dengan kekuatan fisik, elemen Cahaya, elemen Racun, elemen kegelapan dan serangan Spiritual.
Sedangkan untuk elemen Petir, Api, Angin, Air, Es dan tanah tidak akan berfungsi lagi. Meskipun Ryu kebal terhadap racun mematikan, namun masih tidak mampu menangkal racun pembangkit gairah.
" Sekarang Pergilah! Meskipun sekarang kamu sulit mendapatkan Tandingan di lima Benua ini, Tapi di tempat lain masih ada yang memiliki kekuatan sepertimu meskipun tidak banyak." Ucap Penguasa Elemen.
" Terimakasih Penguasa.... Aku mohon pamit." Ryu memberi hormat kemudian meninggalkan Bukit tersebut menuju ke arah Tetua Zhang Mo dan kelompoknya sedang menunggu.
Penjaga Elemen Tanah juga kini terlihat kembali seperti semula, yaitu kembali menjadi sebuah bukit.
Sedangkan Ryu yang sudah jauh kini memanggil 9 bawahannya saat berada tidak jauh dari Tetua Zhang Mo dan para Calon Murid yang lain.
Ryu dan 9 bawahannya yang sudah bergabung dengan calon Murid yang lain, kini langsung memberikan Ginseng Air kepada Tetua Yang Gang.
Melihat Ginseng Air yang diberikan oleh Ryu dan 9 bawahannya, kini terlihat wajah para Tetua sangat senang karena Ginseng Air yang berhasil mereka kumpulkan jauh lebih berkualitas dari yang diharapkan Sekte Kabut Beracun.
" Sepertinya yang telah Berhasil mengumpulkan Ginseng Air adalah 210 Murid, Yaitu 191 Murid Inti, 17 Murid dalam Dan 2 Murid Luar. " Ucap Tetua Yang Gang.
" Sekarang kita akan menuju ke Sekte Kabut beracun." Ucap Tetua Zhang Mo.
Para Tetua kini memberikan kepada mereka sebuah lencana, dimana untuk Lencana Giok berwarna putih untuk Murid Inti, Lencana Giok hijau untuk Murid dalam dan Lencana Giok hitam untuk Murid Luar.
Setelah semua Murid sudah menerima lencana Sekte Kabut Beracun, Tetua Zhang Mo dan Para Tetua membawa mereka menuju Sekte.
Setelah melakukan perjalanan selama lima hari, kini Ryu dan anggota Sekte Kabut Beracun tengah dihadapkan dengan sebuah lembah yang dikelilingi asap tebal berwarna ungu.
" Salurkan Qi kalian pada Lencana yang kami berikan sebelumnya." Tetua Zhang Mo memberi isyarat kepada mereka.
" Baik Tetua Mo." Calon Murid menjawab dengan serempak.
Mereka pun melewati kabut asap tersebut tanpa mengalami gangguan apapun hingga berjalan sekitar 50 meter, kabut tersebut tidak ada lagi.
__ADS_1
Ryu yang melihat hal itu sedikit mengerutkan kening mencoba mencerna situasi tersebut.
Di sisi lain Ryu mendengar percakapan antara kedua sosok Tetua yang berada di barisan paling belakang dengan menggunakan Formasi kedap suara.
" Tetua... Sepertinya buruan kita Tahun ini cukup lumayan. Dengan begitu enam Tetua Agung kita pasti akan merasa senang." Bisik salah satu Tetua. namun masih didengar oleh telinga Ryu.
Mereka beranggapan bahwa tidak ada satupun yang bisa mendengar percakapan mereka, karena calon Murid hanya mencapai Pendekar Bumi.
" Benar Tetua... Bila perlu kita harus merekrut calon Murid enam Bulan sekali. Aku rasa tidak ada yang curiga dengan Sekte kita." Ucap Tetua yang di sampingnya.
Mendengar ucapan tersebut Ryu dapat menyimpulkan bahwa pencarian calon Murid baru hanyalah sebuah kedok untuk mendapatkan banyak korban.
Saat dalam perjalanan Ryu tersebut mendengar percakapan mereka secara diam-diam hingga akhirnya mereka telah sampai di Pintu Gerbang Sekte Kabut Beracun.
Saat berada di dalam Sekte Kabut Beracun, dimana terlihat tidak seperti Sekte biasanya yang terdapat para Murid.
Tiba-tiba muncul keenam sosok wanita yang memakai Gaun berwarna ungu dengan paras cantik mereka.
' Pemilik Tubuh Abadi?' Ryu membatin sambil menatap ke arah enam wanita tersebut.
Dari raut wajah keenam wanita itu seperti masih berusia 20 tahun, namun sebenarnya mereka sudah berusia ribuan tahun.
" Dewi pertama, Dewi kedua, Dewi ketiga, Dewi keempat, Dewi kelima, Dewi keenam." Tetua Zhang Mo dan yang lain memberi hormat.
" Mmmm... Sepertinya kalian melakukan tugas kalian dengan baik. Sekarang Pisahkan Murid Pria dan Murid wanita! Bawa Murid Pria ke tempat kami dan Bawa Murid wanita ke kediaman empat leluhur." Dewi pertama memberi perintah kepada 50 Tetua tersebut.
" Baik Dewi pertama." 50 Tetua menundukkan kepala lalu membagikan calon Murid tersebut menjadi dua kelompok.
" Tetua... Mengapa seperti ini?" Salah satu calon Murid merasa tidak terima karena diperlukan dengan kasar.
" Bboooom." Dewi pertama mengibaskan tangannya membuat calon Murid tersebut menjadi kabut darah.
" Gluug." Calon Murid yang lain menelan ludah berkeringat dingin.
__ADS_1
Mereka yang awalnya ingin memberontak, kini harus mengurungkan niat mereka karena takut akan dibunuh.