
Semakin mendekati kaki Gunung, para Murid yang merasa kedinginan dan terpaksa membuat Api unggun seakan tidak rela Batu Pelangi yang berharga tersebut diabaikan.
Tepat di bawah Kaki Gunung, Batu pelangi pun benar-benar dikuras habis.
Ryu dan rombongan juga menaiki Gunung tersebut berharap menemukan Sumberdaya lainnya.
Para Hewan Roh juga sudah sangat banyak yang berhasil mereka bunuh dan mengambil Inti Roh mereka.
Sesampai di Puncak Gunung, Mereka disambut sebuah Goa besar yang ditutup Batu yang sangat besar.
Setelah membuka Goa Tersebut, mereka disambut dengan tumpukan Harta, Kitab bahkan Senjata Roh Tingkat Bumi.
Namun Ryu terlihat sangat waspada karena merasakan Aura yang sangat kuat dari bagian terdalam Goa yang sedang menuju ke arah mereka.
Ryu langsung melarang mereka untuk masuk pergi kedalam Goa karena bahaya sedang mengincar.
Seketika dari dalam Goa keluar hawa dingin hingga terlihat butiran salju menyebar ke mulut
" Mundur.. " Teriak Ryu dengan lantang meminta kepada rombongan agar keluar dan menjauh dari mulut Goa tersebut.
Semua rombongan langsung berlari keluar dari Goa karena merasakan hawa dingin dari butiran salju sampai Ke tulang mereka.
Begitupun dengan Ryu dan Istrinya, langsung keluar dari Goa meskipun mereka masih mampu menahan hawa dingin tersebut.
"Gggrrrrr" Makhluk bertaring panjang berambut seperti singa dan memiliki sayap lebar seperti Kelelawar.
" Kirrin Es." Ryu bergumam sambil menatap ke arah Sosok tersebut dari kejauhan.
Karena yang di hadapan mereka adalah Makhluk Kuno, Ryu langsung memberi isyarat kepada 23 Istrinya untuk membawa anggota Sekte Tirai Air ke kaki Gunung.
Meskipun terlihat ragu, Sheng Zhishu dan yang lain langsung membawa anggota Sekte Tirai Air menuruni Gunung tersebut.
" Wuush." Ryu mengeluarkan Tou Shuijing dan Jiu Tou She.
Tidak hanya itu, tujuh Hewan Kontrak yang lain juga ikut keluar dari Dunia Quzhu untuk membantu.
Melihat kejadian tersebut Kirrin Es sedikit kaget karena diantara sembilan Hewan Kontrak tersebut adalah dua Makhluk Kuno dan satu Makhluk Legenda.
" Haaahh... Sepertinya terlalu berlebihan." Ryu menatap kesembilan Hewan Kontrak tersebut seraya melepaskan Aura Dewa Agung.
' Aura Ini... Mengapa begitu mengerikan.' Kirrin Es membatin.
" Sepertinya Manusia ini bukan orang sembarangan. Aku Harus berhati-hati" Gumam Kirrin Es.
" Wuush."
"Bboooom."
"Bboooom."
Tou Shuijing dan Jiu Tou She melakukan serangan dadakan membuatnya mundur beberapa langkah ke belakang.
' Sial... Aku tidak mungkin bisa mengalahkan mereka seorang diri.' Kirrin Es kembali bangkit sambil menatap ke arah sepuluh lawannya dan berpikir jika melarikan diri bukanlah hal yang tepat.
__ADS_1
Dengan demikian Kirrin Es mau tidak mau harus melawan mereka dengan sekuat tenaga.
" Wuush." Semburan dari mulut Kirrin Es membuat tanah sekelilingnya ditutupi dengan salju.
Hawa dingin semakin melebar dan kuat, membuat rombongan yang sudah berada di kaki gunung harus lebih menjauh lagi.
" Traaang. " Puluhan balok Es yang membekukan tubuh Ryu dan sembilan Hewan Kontrak sekitar langsung terlepas.
" Wuush." Kobaran Api Hitam menyelimuti tubuh Ryu hingga wilayah sekitar menjadi panas.
" Api macam apa itu?" Kirrin Es berkeringat dingin karena Api yang dimiliki Ryu sangat kuat seakan Elemen Es yang dia miliki tidak berfungsi sama sekali.
Suatu kelemahan dari pengguna Elemen Es adalah Api itu sendiri, dimana awalnya Kirrin Es sangat yakin bisa mengalahkan Ryu, kini terbantahkan karena Elemen Api Hitam tersebut sangat kuat.
Tidak punya pilihan lain, Kirrin Es harus melawan mereka dengan serangan jarak dekat.
" Ggooooaaarr." Kirrin Es mengaum keras menciptakan tekanan udara hingga beberapa pepohonan langsung tumbang.
Sebuah bayangan putih melesat cepat ke arah Ryu, berniat untuk membunuh Pemuda tersebut.
" Craaash... Craaash." Sebuah cakaran mengarah kepada Ryu.
Dengan sigap Ryu menciptakan Pelindung Api hitam untuk menangkal serangan tersebut.
" Bboooom... Bboooom." Benturan kedua serangan membuat wilayah sekitar bergetar hebat.
Begitupun dengan kesembilan Hewan Kontrak tersebut, mereka langsung menyerang sosok Kirrin Es dari berbagai arah dengan kekuatan penuh.
" Baik Tuan." Sembilan Hewan Kontrak menjauhi Kirrin Es.
" Bboooom." Jiu Tou She menyempatkan diri untuk menciptakan Bola Air mengarah kepada Kirrin Es yang membuatnya terpental puluhan meter.
Melihat tingkah dari Jiu Tou She, Ryu hanya menggelengkan kepala seraya berlari ke arah Kirrin Es.
Di sisi lain Kirrin Es yang baru saja mendapatkan serangan tersebut, langsung bangkit kembali menatap tajam ke arah Ryu yang sudah diselimuti Api Hitam.
' Langkah Kirrin.'
Kirrin Es melesat cepat ke arah Ryu dengan kecepatan penuh
' Langkah Hantu Harimau Petir.'
Ryu juga tidak tinggal diam, langsung menghadang Kirrin Es yang terlihat sebuah bayangan hitam.
" Bboooom... Bboooom... Bboooom." Pukulan demi pukulan dari kedua bayangan hitam dan putih membuat Goa tempat kediaman Kirrin kini rata dengan tanah.
' Bayangan Kirrin.'
Puluhan bayangan dari Kirrin Es menyerang Ryu secara bersamaan.
" Bboooom.... Bboooom... Bboooom." Tubuh Ryu terpental membentur pepohonan yang tersisa.
Ryu pun langsung bangkit lalu mengeluarkan Pedang Naga Petir.
__ADS_1
' Jalan Bayangan.'
Bayangan hitam yang lebih cepat dari sebelumnya melesat ke arah puluhan bayangan Kirrin Es, membuat luka sayatan pada tubuhnya yang asli.
' Badai Es.'
Kirrin tersebut menciptakan Badai Es membawa Ryu terangkat ke atas sesaat seakan kulitnya tergores ribuan pisau yang sangat dingin.
' Api Hitam Penghakiman.'
Ryu melepaskan Bola Api mengelilingi tubuhnya terbang dengan kecepatan tinggi ke arah Kirrin Es.
" Bboooom." Tubuh Kirrin Es membentur batu besar membuat batu itu hancur.
Kirrin memuntahkan gumpalan darah dari mulut dan mengalami beberapa luka sayatan dimana seluruh tubuhnya diselimuti Api Hitam.
" Aaarrrggghhhh." Kirrin Es merasakan bagian dalam tubuhnya mulai terbakar.
Menyaksikan hal tersebut Ryu langsung berjalan mendekati Kirrin Es dengan wajah santai menatap dengan tajam.
" Manusia... Apa yang kamu inginkan?" Kirrin Es berteriak keras sambil berguling-guling di tanah merasakan panas sekujur tubuhnya.
" Aku menginginkan Inti Jiwa milikmu! Cara pertama, kamu harus memberikannya kepadaku secara langsung! Cara kedua, Aku akan membunuhmu dan mengambilnya secara langsung." Ucap Ryu sambil mengingat bagaimana Bai Ma bisa memberikan Inti Jiwa tanpa harus terbunuh.
" Manusia... Jika aku memberikan Inti Jiwa milikku, itu sama saja dengan bunuh diri." Ucap Kirrin Es.
Mendengar ucapan tersebut Ryu langsung menoleh ke arah Bai Ma, karena dia faham dengan hal tersebut.
Mendapatkan isyarat tersebut Bai Ma langsung melesat ke arah Ryu sambil menundukkan kepala.
" Aku bisa membantumu untuk mengeluarkan Inti Jiwa tanpa harus mati. Hanya saja kamu harus merasakan sakit dan tentu memulihkan diri dalam waktu yang cukup lama." Ucap Bai Ma.
" Baiklah... Aku bersedia, asalkan aku tidak mati." Ucap Kirrin Es.
" Begitu lebih baik." Ryu mengembalikan Api Hitam lalu memberi beberapa Pil kepada Kirrin Es.
" Terimakasih Tuan." Kirrin Es mengambil Pil tersebut lalu menelannya.
Secara perlahan kondisi tubuh Kirrin Es mulai membaik dan pulih seperti semula.
" Terimakasih Tuan." Kirrin Es memberi hormat sangat senang karena Ryu tidak membunuhnya.
" Mmmm." Ryu mengangguk kecil kemudian menatap Sheng Zhishu dan yang lain yang kini berjalan menuju ke arahnya.
" Yue'er... Kemarilah! Buatlah kontrak jiwa dengannya. " Ryu menatap ke arah Bing Ruyue.
" Terimakasih Gege." Bing Ruyue meneteskan darahnya kemudian membuat kontrak dengan Kirrin Es.
" Salam Tuan Putri." Kirrin Es memberi Hormat pada Bing Ruyue.
"Mmm... Sepertinya aku akan memberimu sebuah nama yang cocok karena kamu memiliki elemen Es. Bagaimana kalau namamu Bing Jilin? Aku rasa kamu akan menjadi teman baikku." Ucap Bing Ruyue.
" Dengan senang hati Tuan Putri." Bing Jilin merasa senang nama baru tersebut.
__ADS_1