SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
Kematian Enam Leluhur


__ADS_3

Setelah Tou Shuijing mendarat di tanah yang lapang, Ryu dan Istrinya langsung melompat dari punggung Tou Shuijing lalu berjalan menuju ke arah keenam leluhur tersebut yang cukup jauh dari tempat mendarat.


" Shuijing... Kamu boleh kembali." Ryu menatap ke arah Tou Shuijing.


" Baik Tuan." Tou Shuijing menundukkan kepala lalu masuk ke alam jiwa.


" Gege... Kami kembali dulu. Aku rasa keenam leluhur itu masih mencapai Pendekar Langit tahap menengah." Sheng Zhishu dapat merasakan Aura dari keenam leluhur tersebut.


" Baiklah... Aku hanya bermain dengan mereka." Ryu menyamarkan tingkat Kultivasi menjadi Pendekar Langit tahap awal.


" Mmm." Sheng Zhishu dan yang lain langsung kembali ke Dunia Quzhu.


Ryu pun melangkahkan kakinya menuju ke arah keenam leluhur tersebut dari arah belakang hingga berjalan mendahului mereka seolah tidak mengenal.


Melihat tingkah Ryu yang mendahului mereka, keenam leluhur itu terlihat kesal langsung melepaskan Aura Intimidasi.


" Junior... Apa kamu tau tentang sopan santun?" Li Sobay menatap tajam ke arah Ryu.


" Maaf Senior... Aku sedang buru-buru." Ryu membalikkan badan sambil memperlihatkan wajahnya.


" Kamu? " Keenam leluhur sontak kaget sambil menunjuk ke arah Ryu.


" Eh... Ketemu lagi... Bagaimana kabarnya Senior?" Ryu tersenyum lebar seolah tidak pernah terjadi permusuhan.


" Saudara... Ini sungguh sebuah keberuntungan. Kita harus membalas perbuatannya kepada kita." Li Sobay merasa tingkat Kultivasi Ryu masih berada di Pendekar Langit tahap awal yang tentu saja mereka berpikir lebih mudah untuk membunuhnya.


" Apa kalian yakin?" Ryu melepaskan Aura Dewa Agung sambil berjalan mendekati keenam leluhur itu.


" Apa? Aura apa ini?." Keenam leluhur berkeringat dingin merasakan tubuh mereka seperti ditimpa beban berat.


" Senior... Ada apa dengan kalian?" Ryu menatap ke arah keenam leluhur itu yang dalam posisi berjongkok seolah tidak mengetahui apa yang mereka rasakan.


Keenam leluhur itu pun mencoba untuk menahan beban di pundak mereka dan berusaha untuk berdiri tegak.


Namun hal itu adalah usaha yang sia-sia membuat mereka seakan tidak berdaya sambil menatap ke arah Ryu seperti berhadapan dengan sosok monster.


" Kenapa kalian belum menyerangku? " Ryu terlihat kesal tapi dalam hatinya sangat puas melihat apa yang dialami keenam leluhur itu.


Mendengar ucapan dari Ryu, keenam leluhur itu saling berpandangan satu sama lain bahkan tidak berani untuk bersuara.


" Baiklah... Jika kalian tidak ingin menyerangku, maka aku yang menyerang kalian." Ryu tersenyum lebar mendekati mereka.


" Gluug." Keenam leluhur menelan ludah merasakan tubuh mereka tidak mampu bergerak.

__ADS_1


" Praaakkk... Praaakkk.... Praaakkk... Praaakkk... Praaakkk... Praaakkk." Satu-persatu Ryu memberi tamparan keras di wajah keenam leluhur itu hingga membuat mereka jatuh tersungkur.


" Aaarrrggghhhh."


" Aaarrrggghhhh."


" Aaarrrggghhhh."


" Aaarrrggghhhh."


" Aaarrrggghhhh."


" Aaarrrggghhhh."


Keenam leluhur berteriak keras merasa sakit di wajah mereka mendapatkan luka lebam yang diberikan oleh Ryu.


" Haaahh... Tidak seru." Ryu menghela nafas panjang.


" Junior... Tolong ampunilah kami." Keenam leluhur berlutut di hadapan Ryu, mereka dapat merasakan bahwa Ryu memiliki kekuatan yang mengerikan.


" Ampun?" Ryu mencekik leher Li Sobay hingga dalam hitungan detik langsung mati.


Melihat kejadian tersebut, kelima leluhur yang lain berusaha untuk memohon ampunan. Namun Ryu tidak memperdulikan apa yang mereka ucapkan hingga satu-persatu mereka dicekik hingga mengalami nasib yang sama.


" Haaahh... Kultivasi mereka sangat payah." Ryu menarik mayat mereka ke Dunia Quzhu.


Tanpa menunggu lama Tou Shuijing langsung melesat terbang ke udara dengan kecepatan tinggi ke arah kota Kurok.


*****


( Kota Kurok : Di sebuah Penginapan. )


" Saudara Dao Luo... Bagaimana dengan kabar Tuan Ryu?" Tanya Wu Tian yang baru saja mengetahui nama asli sosok Pemuda yang dia kenal sebelumnya dari Wu Shan Liang ayahnya.


" Dia sedikit terlambat, mungkin tidak lama lagi akan datang." Jawab Dao Luo yang baru datang setelah melakukan pertarungan melawan Sekte Ular bersama Ryu.


Sedangkan para prajuritnya dia masukkan ke dalam kapal udara yang ada di Cincin Ruang miliknya.


" Dao Luo, Tian'er... Lebih baik kita tunggu saja Tuan Ryu. Aku yakin Tuan Ryu tidak lama lagi akan datang kesini membawa Putriku Wu Yangmi." Wu Shan Liang sudah tidak sabar menunggu kedatangan Ryu.


Mereka pun mengangguk setuju lalu masuk ke ruangan yang telah disediakan.


Tidak beberapa lama kemudian terlihat Ryu sudah masuk ke ruangan tersebut lalu membuat Pelindung Yin-Yang Kura-kura mengelilingi ruangan tersebut.

__ADS_1


" Tuan Ryu... Apa adikku sedang bersamamu?" Wu Tian menatap ke arah Ryu yang datang sendirian.


" Maafkan aku Wu Tian, Senior Wu Shan Liang. Aku membawa Wu Yangmi dengan cara kasar." Ryu mengeluarkan Wu Yangmi dari cincin miliknya.


Terlihat Wu Yangmi langsung jatuh tersungkur di lantai dengan kondisi tubuh memprihatinkan.


" Ayah, Kakak." Wu Yangmi bangkit berdiri sambil menatap kedua sosok yang dia kenal.


Sesaat kemudian Wu Yangmi menoleh ke arah Ryu penuh kebencian karena telah berani memukul bagian wajahnya.


" Mi'er... Syukurlah kamu kembali." Wu Shan Liang dan Wu Tian terlihat senang, meskipun dalam kondisi luka lebam. Karena mereka sudah tau sifat dari Wu Yangmi.


" Ayah... Kakak, Pemuda miskin itu yang berani memukulku." Wu Yangmi menunjuk ke arah Ryu.


" Mi'er... Sampai kapan kamu selalu memandang rendah orang." Wu Shan Liang dan Wu Tian sangat marah kepada Wu Yangmi karena sikapnya tidak pernah berubah.


" Mi'er... Asal kamu tau, Tuan Ryu lah yang menolongku hingga bisa seperti ini. Jika tidak, mungkin aku sudah mati kelaparan." Wu Shan Liang sangat geram terhadap anaknya tersebut.


" Mi'er... Jika tanpa bantuan Tuan Ryu, mungkin selamanya aku akan manjadi budak Sekte Burung Hantu." Wu Tian juga ikut memarahi Wu Yangmi.


" Tuan Ryu... Tolong maafkan Putriku! Mulai sekarang aku akan mendidiknya sendiri agar tau sopan santun." Wu Shan Liang berlutut di hadapan Ryu.


" Ayah... Untuk apa kamu berlutut di depan Pemuda itu?" Wu Yangmi sangat kesal atas tindakan Ayahnya itu.


" Plaaak." Sebuah tamparan keras dari Wu Tian di wajah Wu Yangmi.


" Wu Yangmi, mulai sekarang aku tidak akan menganggap kamu sebagai Adikku." Wu Tian sudah tidak tahan lagi menahan amarahnya karena selama ini dia selalu menjaga adiknya tersebut bahkan mengorbankan dirinya sendiri demi kebahagiaan Wu Yangmi.


Mendengar ucapan dari Wu Tian, Wu Yangmi seakan tidak percaya dengan kakaknya tersebut lebih memilih membela orang lain dibandingkan adiknya sendiri.


" Saudara Wu Tian... Aku tidak bisa terlalu lama disini, sebaiknya kita pergi ke Benua Utara sekarang juga." Ryu tidak ingin memperpanjang masalah tersebut yang menurutnya tidak berarti.


" Baik Tuan Ryu." Wu Tian memberi hormat kepada Ryu.


" Senior... Kalian boleh tinggal disini untuk sementara. Mohon terimalah hadiah dariku! Aku harap kalian bisa membuat Rumah yang layak." Ryu memberikan sebuah Cincin Ruang yang berisi 2 Juta Batu Roh kepada Wu Shan Liang.


" Tuan Ryu... satu Juta Batu Roh yang kamu berikan sebelumnya sudah cukup untuk membuat Rumah untuk kami. Tuan tidak perlu lagi memberikan hadiah ini kepadaku." Wu Shan Liang merasa tidak enak karena Ryu sudah banyak membantu mereka.


" Tuan Ryu... Hasil jarahan dari Sekte Burung Hantu itu sudah lebih dari cukup untuk kami. Tuan tidak perlu lagi melakukannya." Wu Tian merasa itu sudah berlebihan.


" Saudara Wu Tian... Berikan saja semuanya kepada Ayahmu! Karena kamu bersamaku, semua sudah menjadi tanggung jawabku." Ucap Ryu.


" Baik Tuan Ryu." Wu Tian melepaskan Cincin Ruang miliknya lalu memberikan kepada Ayahnya.

__ADS_1


Melihat hal tersebut Wu Yangmi langsung merebut kedua Cincin Ruang tersebut dari tangan Wu Shan Liang yang membuatnya membulatkan mata dengan rahang terbuka saat melihat isi dari kedua Cincin Ruang itu.


' Sial... Kenapa aku mengabaikannya? Ternyata Pemuda ini memiliki harta yang berlimpah. Bahkan melebihi Harta dari Sekte besar.' Wu Yangmi membatin sambil menatap ke arah Ryu seketika langsung tertarik kepada Pemuda itu.


__ADS_2