SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
CINCIN PEMULIHAN


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:




Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.




Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'




Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏


...****************...


" Aku akan berjanji." Ryu menjawab dengan tegas.


" Baiklah... Sepertinya ada Tiga Wanita yang menunggu kami di Dunia Quzhu." ucap Xin Chie.


" Gege... Kami Pergi dulu." Sheng Zhishu bersama yang lain pergi ke Dunia Quzhu.


Setelah mereka pergi, Ryu mengumpulkan Semua Sumberdaya yang ada di tempat tersebut hingga tanpa sisa.


Selesai mengumpulkan Sumberdaya, Ryu langsung menuju kediaman Xin Chie yang juga melakukan hal yang sama yaitu mengambil semua Sumberdaya yang dilanjutkan ke tempat Huli Yue, Tianhe, Yunjiang, Yinshi dan Yuwang.


" Sepertinya kondisiku lebih baik dari sebelumnya." Ryu sama sekali tidak merasakan efek serangan dari tempat Istrinya berada seperti saat pertama kali dia datang.


Setelah semua selesai. Ryu langsung menuju Istana Kekaisaran Awan berniat untuk menjemput Xie Hua, Wang Mingjun, Shu Meilu, Qin Shuomei, Li Jilan dan Ling Queqi.


" Gege..." Xie Hua sontak kaget karena kedatangan Ryu tiba-tiba.


" Maaf... Aku tidak sempat memberitahukan kepada kalian." Ryu mengirimkan pesan jiwa kepada yang lain bahkan kepada Ting Ye.


Tidak beberapa lama Wang Mingjun dan yang lain juga muncul di kamar utama.


" Gege... " Wang Mingjun dan yang lain langsung memeluk Ryu secara bergantian.


" Sepertinya kalian sudah berkumpul." Ryu tersenyum menatap ke arah mereka.


Setelah beberapa saat, kini Ting Ye juga muncul, dengan segera Ryu membawa mereka semua ke Dunia Quzhu.


" Sepertinya ada Satu yang tertinggal." Ryu teringat akan Jiang Caiping.


Di Penginapan Giok Bulan, Ryu langsung turun dari kamar menuju ke meja Kasir dimana Jiang Caiping berada.


" Gege... Akhirnya kamu datang." Jiang Caiping merasa senang langsung memeluk Suaminya.


" Mungkin beberapa hari kamu harus cuti. Karena aku akan membawamu Ke Istana." Ryu membalas pelukan tersebut lalu membawa Jiang Caiping ke kamar.


Setelah berada di dalam Kamar, Ryu langsung menuju ke Dunia Quzhu tempat dimana yang lain sedang berkumpul.


" Gege... " Jiang Caiping sontak kaget melihat apa yang ada di Lantai dasar Istana Emas ada beberapa yang yang baru.


" Ini terlihat sebuah Reuni antara semua Istri Kaisar Ryu." Sheng Zhishu tersenyum memandang Ryu.


" Langsung saja." Ryu mengeluarkan Kitab yang diberikan Nan Sian sebelumnya kepada Sheng Zhishu.


" Gege... Apa ini?" Sheng Zhishu mengambil Kitab tersebut sedikit penasaran.


" Kalian harus membacanya secara bergantian." Ryu meminta mereka untuk membaca Kitab tersebut.


Dengan penasaran, Sheng Zhishu mulai membaca Kitab tersebut hingga menimbulkan beberapa ekspresi dari wajahnya.


Setelah selesai membaca Kitab tersebut, Sheng Zhishu memberikan lagi kepada Xin Chie.


Setelah membaca Kitab tersebut, Xin Chie juga memasang ekspresi yang sama seperti Sheng Zhishu.


Hingga saat malam hari semua sudah membaca Kitab tersebut hingga suasana menjadi hening.


Saat suasana hening, Ryu merasakan ada Aura yang datang ke Kamar Utama Istana Kekaisaran Shin.

__ADS_1


" Kalian tunggu disini dulu.!" Ryu langsung menuju Kamar Utama Istana.


" Gege..." Hong Kian, Lan Liwei dan Bing Ruyue sontak kaget.


" Yue'er... Apa kamu ikut dengan kami?" Ryu menatap ke arah Bing Ruyue.


" Kemana?" Bing Ruyue terlihat kebingungan.


" Nanti kamu akan tau." Ryu menarik ketiga Wanita tersebut menuju Dunia Quzhu.


Sesampai di Dunia Quzhu, Bing Ruyue, Hong Kian dan Lan Liwei terkejut dengan pemandangan yang ada di depan mereka.


" Gege... Siapa mereka?" Hong Kian berbisik kepada Ryu.


" Mereka semua adalah Istriku." Ryu menjelaskan kepada mereka.


" Sebanyak ini." Bing Ruyue, Hong Kian dan Lan Liwei membulatkan mata.


" Aku juga tidak menyangka bisa sebanyak ini. Tapi kalian boleh mengambil keputusan. Terlebih untukmu." Ryu menatap ke arah Bing Ruyue.


" Gege... Apa kamu yakin bisa memberikan waktu kepada kami?" Bing Ruyue mengerutkan keningnya.


" Yue'yue... Kamu mengatakan hal itu karena kamu belum mengenal Gege saja." Hong Kian bersuara.


" Kian'kian... Apa maksudnya?" Bing Ruyue menyelidik.


" Nanti kamu tau sendiri saat melewati Malam Pertama." Ucap Nan Sian.


" Deeeg." Jantung Bing Ruyue seakan terhenti.


" Aku mempertemukan kalian disini karena ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan." Ryu memberikan Kitab sebelumnya kepada Bing Ruyue.


" Hanya kalian bertiga yang belum membacanya." Ucap Ryu.


Dengan wajah penasaran, Bing Ruyue membuka Kitab tersebut dari halaman ke halaman hingga kini mulai berkeringat dingin sambil menatap ke arah Ryu dan yang lain.


Setelah selesai membaca Kitab, Bing Ruyue memberikan kepada Hong Kian hingga beberapa saat diserahkan kepada Lan Liwei.


Setelah semua membaca Kitab tersebut kini suasana kembali hening.


" Gege... Jika begitu, Biar aku yang mengurus Kekaisaran Awan. Meskipun aku tidak terlalu yakin bisa mengurus Istana sendirian." Ling Queqi membuka pembicaraan.


" qi'er... Aku minta bantuanmu untuk memimpin Istana Kekaisaran Awan. Saat malam tiba kamu bisa kembali ke sini." Ryu memberikan sebuah Kalung Teleportasi.


" Baik Gege... Aku akan berusaha sebisanya." Ling Queqi mengambil Kalung tersebut lalu memakainya.


" Sian'er, Yi'er, Ying'er... Kalian tetap berada di Istana Kekaisaran Shin. Kalian boleh kembali ke sini jika malam tiba." Ryu memberikan Kalung Teleportasi kepada mereka.


" Baik Gege." Nan Sian, Zhao Luyi dan Zhao Liying mengambil kalung tersebut.


" Kian'er, Wei'er... Kalian juga bisa kembali kesini jika kalian mau. Tapi yang terpenting kalian memiliki Tanggung jawab Sebagai Maktriak Sekte." Ryu memberikan Kalung Teleportasi kepada mereka.


" Baik Gege... Jika Kekaisaran Awan membutuhkan bantuan, Sekte Gunung Phoenix akan siap membantu." Hong Kian mengambil Kalung tersebut.


" Sebagai seorang Istri, Aku akan kembali kesini ketika malam tiba. Dan Sekte Kabut Ilusi akan siap membantu Kekaisaran Awan." Lan Liwei mengambil Kalung Teleportasi.


" Ping'er... Jika kamu ada waktu, Kamu bisa kesini." Ryu memberikan Kalung Teleportasi kepada Jiang Caiping.


" Baik Gege... Aku akan menjaga Wilayah Kekaisaran Awan dengan Pengawal yang ada di seluruh cabang Penginapan Giok Bulan." Jiang Caiping mengambil Kalung Teleportasi.


" Yue'er... Kamu boleh memilih kemana tempat yang cocok untukmu." Ryu memberikan Kalung Teleportasi kepada Bing Ruyue.


" Gege... Sebenarnya aku ingin selalu bersamamu, tapi qi'qi hanya seorang diri di Istana Kekaisaran Awan. Untuk itu Aku akan bersamanya." Ucap Bing Ruyue.


' Aku tidak menyangka bisa memiliki Istri sebanyak ini. Tapi dengan keberadaan mereka cukup membantuku agar aku bisa berpetualang lagi.' Ryu membatin.


" Gege... Bagaimana dengan Kota Linka?" Tanya Ting Ye.


" Kamu boleh mengangkat Walikota baru disana." Ryu memberi saran.


" Bagaimana kalau aku meminta kepada Jenderal Chuang untuk menjadi Walikota disana." Tanya Ting Ye.


" Boleh juga... Nanti aku akan mengurus semuanya setelah berada di Kekaisaran Awan. Untuk sekarang aku tidak bisa, agar tidak menimbulkan perhatian." ucap Ryu.


" Mmmm." Ting Ye mengangguk.


" Kian'er... Bagaimana keadaan Istana Kekaisaran Shin sebelum kalian kesini?" Tanya Ryu.

__ADS_1


" Pernikahan akan diadakan Satu Bulan lagi. semua telah diatur oleh Perdana Menteri dan Jenderal Jintao." Ucap Nan Sian.


" Jika kalian ingin kembali, aku persilahkan. Untuk sementara waktu aku akan disini karena masih ada pekerjaan yang harus dilakukan." Ryu mendekati Xie Hua lalu menggendong anaknya.


" Gege... Aku akan tinggal disini saja sambil berbincang dengan yang lain." ucap Nan Sian.


" Aku juga." Zhao Luyi dan Zhao Liying ikut menimpal.


Satu-persatu mereka semua ingin tinggal di Dunia Quzhu yang kini hanya tersisa Bing Ruyue yang belum memberikan jawaban.


" Yue'er... Bagaimana denganmu?" Tanya Ryu.


" Aku akan tinggal disini." Jawab Bing Ruyue singkat.


" Baiklah... Kalau begitu kalian boleh berbincang dulu. Aku ada sedikit pekerjaan." Ryu keluar dari Istana Emas menuju Ruang Sumberdaya.


Di dalam Ruang Sumberdaya Ryu mengambil Cincin Ruang Surgawi yang selama ini dia Kumpulkan.


" Sepertinya Sangat banyak." Ryu menatap ke arah Puluhan Cincin Ruang.


Dengan segera Ryu mengambil 25 Cincin Ruang lalu membuat Formasi Ruang untuk meningkatkan fungsi dari Cincin tersebut.


Selesai meletakkan 25 Cincin tersebut, Ryu mengeluarkan Elemen Cahaya lalu membuat sebuah pola dengan Spiritualnya.


Sambil menunggu proses tersebut selesai, Ryu mengambil Sumberdaya langka lalu menggabungkan kepada masing-masing Cincin tersebut.


" Lingkaran Suci." Ryu menyalurkan Teknik tersebut pada masing-masing Cincin Ruang.


Setelah beberapa saat 25 Cincin tersebut mengeluarkan sebuah cahaya berwarna putih hingga secara perlahan mulai memudar.


" Aku akan menamakan ini Cincin Pemulihan." Ryu mengambil salah satu dari Cincin tersebut lalu meneteskan darahnya.


Dari 24 Cincin Pemulihan, Ryu memasukkan ke Cincin miliknya bergegas menuju Istana Emas.


" Gege.." Sambut mereka serempak.


" Mmmm... " Ryu mengangguk lalu mengeluarkan Cincin yang baru dia ciptakan.


" Ambillah Cincin ini untuk kalian. Cincin ini aku namakan Cincin Pemulihan." Ryu membagikan kepada seluruh Istrinya.


" Gege... Cincin ini seperti Cincin Ruang Surgawi, tapi memiliki Aura penyembuhan." Nan Sian sangat kagum dengan cincin tersebut.


" Aku membuat Cincin ini agar mengurangi resiko terluka saat bertarung. Tapi semuanya itu memiliki batas. Jika mengalami Luka berat, Cincin Pemulihan tidak mampu meregenerasi dengan cepat." Ryu mengingatkan.


" Tidak masalah Gege... Dengan Cincin ini akan sangat membantu." Ucap Hong Kian.


" Mmm... Kalau begitu aku pergi dulu, " Ryu bergegas menuju Kamar Utama Istana Emas untuk membersihkan diri karena banyak mengeluarkan keringat.


" Kita sebanyak ini harus bergantian bersama Gege." Ucap Huli Yue.


" Aku bersama Ka Zhishu." ucap Xin Chie.


" Aku Bersama Ka Yue. " ucap Tianhe.


" Yunjiang, Kamu bersamaku." ucap Yinshi.


" Hua'hua... Kita satu tim." ucap Yuwang.


" Mei'mei... Kamu bersamaku." Ucap Ting Ye.


" Lu'lu... Kita satu tim." Ucap Wang Mingjun.


" qi'qi... Kamu bersamaku." ucap Li Jilan.


" Ping'ping... Aku harap kita bisa bekerjasama." ucap Nan Sian.


" Aku bersama Yi'yi saja. " ucap Zhao Liying.


" Aku bersama Wei'wei." ucap Hong Kian.


"...." Bing Ruyue terdiam karena melihat yang lain seperti membentuk sebuah Pertandingan.


" Ruyue, Sepertinya kamu hanya sendirian. Aku harap kamu mendapatkan tugas malam ini untuk menemani Suami kita. Kami ingin berlatih dulu." Sheng Zhishu dan yang lain menuju Ruang Kultivasi.


" Apa yang harus aku lakukan?" Bing Ruyue terlihat kebingungan.


" Jika kamu belum mengerti, kamu bisa keluar dari sini. Biarkan kami yang menemani Gege." Huli Yue dengan nada mengancam diikuti yang lain.

__ADS_1


Merasakan Aura Intimidasi dari mereka, Bing Ruyue langsung berkeringat dingin " Ba..Baik." Bing Ruyue berlari kecil menuju ke Kamar Utama.


__ADS_2