SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
KESALAHAN FATAL


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:




Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.




Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'




Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏


...****************...


Hal itu memang sengaja Ryu lakukan agar tidak menjadi ancaman untuk Manusia di kemudian hari.


Jika dibandingkan dengan jumlah populasi Manusia, populasi Siluman jauh lebih banyak karena wilayah Manusia hanya mendiami bagian kecil di berbagai tempat.


Sedangkan 80% sisanya adalah Hutan lebat dimana tidak terjamah oleh Manusia itu artinya masih banyak menyimpan hal yang tidak terduga.


Banyak para Kultivator terbaik hanya mampu masuk ke dalam Hutan berkisar 200 - 500 meter saja, sedangkan untuk bagian terdalam Hutan tidak ada seorangpun yang berani menanggung resiko.


Untuk itu Ryu berniat untuk menghancurkan bagian vital dalam Hutan yang memiliki Dewa dari Siluman, meskipun masih banyak Hutan yang lain namun tidak terlalu membahayakan keselamatan Manusia.


Berhari-hari Ryu menyusuri Hutan bersama anggota Sekte semakin banyak juga Siluman yang mereka bunuh hingga kini mereka disambut 60 ekor Siluman Kera berusia ratusan ribu tahun tingkat Raja.


" Tetua Agung." Nuan sangat khawatir karena dari kejauhan mereka merasakan Aura yang sangat kuat lagi sedang menuju ke arah mereka.


" Mereka akan menjadi bagianku." Ryu menggunakan langkah Hantu Harimau Petir melewati 60 Siluman Kera tersebut.


" Gluug." Semua menelan ludah berkeringat dingin.


Dengan menghadapi 50 Siluman Serigala Tingkat Raja saja mereka sudah kewalahan, apalagi dengan 60 Siluman Kera yang ada di depan mereka.


" Yakinlah pada diri kita pasti akan mampu melawan mereka. Bukankah Tetua Agung mampu membunuh yang lebih kuat dari ini hanya seorang diri?" Dong Shen menyemangati mereka sekaligus menyemangati diri sendiri.


" Apa yang dikatakan Tetua Shen itu benar. Jika kita tidak melampaui batas kemampuan kita, maka kita tidak pernah sekuat Tetua Agung." Tianba ikut memberi semangat.


" Tunjukkan kepada Tetua Agung bahwa kita tidak hanya berlindung dibawah ketiak Tetua Agung saja." Nuan ikut bersuara.


" Yang wanita saja terlihat bersemangat, Tunjukkan bahwa kita sebagai seorang Pria sejati." Jianheng bersuara lantang.


" Baik" yang lain bersuara lantang.


Kini semangat anggota Sekte semakin berapi-api ingin menunjukkan kepada Tetua Agung mereka bahwa mereka juga bisa.


Dengan dorongan semangat tersebut mereka menyambut serangan dari pihak lawan kekuatan penuh.


Seketika udara di sekitar mereka memberi tekanan yang sangat kuat membuat area sekitar menjadi rusak dengan pepohonan bertumbangan.


" Selama ini kita tidak pernah memakai Hewan Kontrak, sebaiknya kita gunakan sekarang." ucap Jianying.


" Mmm." yang lain mengangguk lalu mengeluarkan Hewan Kontrak mereka.

__ADS_1


Saat mereka memakai Hewan Kontrak, terlihat pertempuran mulai berat sebelah karena menang dalam jumlah.


Di tempat lain terlihat Ryu sedang dihadang oleh 30 Siluman Kera yang setinggi 10 meter berusia ratusan ribu tahun tingkat Suci.


" Ggooooaaarr." Salah satu dari mereka mengaum keras membuat wilayah sekitar langsung rusak.


Merasakan hal yang tidak baik, Ryu lebih memilih untuk menghindar mencari waktu yang tepat karena dia tidak mungkin mengalahkan mereka secara bersamaan.


" Duaarr... Duaarr... Duaarr." Ryu menciptakan Hujan Petir untuk memperlambat gerakan mereka.


" Bboooom." Serangan tiba-tiba dari salah satu Siluman Kera membuat Ryu terpental puluhan meter.


Melihat lawan mereka terkena serangan, 30 Siluman Kera terlihat senang lalu berjalan mendekati Ryu.


Ryu yang menyadari bahwa mereka sedang berkumpul kini langsung bangkit dengan sebuah senyuman puas.


" Wuush." Ryu menciptakan Formasi Petir Hitam mengurung 30 Siluman Kera tersebut.


" Ggooooaaarr." 30 Siluman Kera sangat marah karena mereka telah kecolongan mencoba untuk menghancurkan Pelindung Petir Hitam tersebut.


Namun setiap mereka mencoba mendekati dinding pelindung tersebut ratusan Petir Hitam yang berbentuk pisau menyayat tubuh mereka.


Siluman Kera tidak kehilangan akal, mereka mencoba menggabungkan kekuatan untuk menghancurkan Formasi tersebut secara bersamaan.


" Bboooom." serangan yang sangat kuat menabrak Formasi tersebut.


" Kraaack." Formasi Petir Hitam pecah.


Melihat hal itu Ryu langsung menggunakan spiritualnya untuk memperbaiki dan memperkuat Formasi Petir Hitam seraya melepaskan Aura Dewa Agung.


Merasa tubuh mereka seperti ditimpa beban puluhan ton 30 Siluman Kera menggunakan kekuatan penuh hingga beban berat tersebut seakan menghilang lalu menyerang kembali Formasi Petir Hitam.


Karena jumlah dan kekuatan mereka sangat kuat, dengan gabungan kekuatan, tentu saja akan menyerang balik mental Ryu hingga terlihat darah segar mengalir dari mulut Ryu.


Jinying yang melihat hal itu kini merasa khawatir, namun kali ini dia tidak bisa membantu apapun karena Kultivasinya masih rendah.


Meskipun tidak bertarung secara fisik, namun pertarungan dengan menggunakan spiritual jauh lebih berbahaya dari pada bertarung dengan fisik.


Merasakan hal yang tidak baik, Ryu kemudian duduk bersila untuk berkonsentrasi menjaga Formasi Petir Hitam agar tidak hancur.


Dengan bantuan puluhan Pil yang dia serap Ryu terus berkonsentrasi sambil memulihkan diri.


' Beruntung saja aku punya Cincin pemulihan.' Ryu membatin merasakan terbantu dengan adanya Cincin tersebut yang terus meregenerasi Luka dalam yang dialami Ryu


Di dalam Formasi Petir Hitam kini 30 Siluman Kera terus berjuang untuk menghancurkan Formasi tersebut meskipun mereka juga banyak mengalami luka sayatan.


Tiga jam telah berlalu, kini 30 Siluman Kera mulai kewalahan karena energi mereka sudah banyak yang terkuras.


Melihat hal itu Ryu kembali menelan Pil untuk memulihkan Qi dan memulihkan organ tubuhnya agar pulih dengan cepat.


Setelah beberapa saat Ryu kembali membuka mata lalu berjalan mendekati Formasi Petir Hitam.


Saat melihat 30 Siluman Kera sudah kehilangan tenaga Ryu membuka kembali Formasi Petir Hitam lalu membunuh mereka semua.


Tiba-tiba tanah mulai bergetar hebat seperti mengalami gempa dari kejauhan terlihat seekor Siluman Kura-kura berlari ke arah Ryu.


" Hhhmm... Rupanya ada Manusia yang ingin mengantar nyawa." Siluman Kura-kura menatap tajam ke arah Ryu.


" Ini sangat mustahil..." Ryu bergindik ngeri melihat Kura-kura tersebut memiliki ukuran yang sangat besar lebih tinggi dari Pepohonan yang ada di sekitar.


Melihat hal itu Ryu sendiri merasa tidak yakin bisa mengalahkan Siluman Kura-kura tersebut yang sudah berusia jutaan tahun tingkat Abadi.

__ADS_1


Namun Ryu kembali menepis keraguannya karena di matanya sekarang bahwa Inti Roh dari Siluman Kura-kuranya sangatlah berharga karena sudah mencapai puncaknya.


" Kita lihat saja." Ryu menatap tajam ke arah Siluman Kura-kura.


Terlihat Siluman Kura-kura mengeluarkan puluhan gelembung Air mengarah ke Ryu.


Melihat hal itu Ryu langsung menghindari serangan tersebut dengan langkah Hantu Harimau Petir.


" Bboooom... Bboooom... Bboooom." setiap gelembung yang menyentuh tanah membuat ledakan yang sangat kuat hingga pepohonan di sekitar langsung hancur berkeping-keping.


" Duaarr... Duaarr... Duaarr." Ryu menciptakan Hujan Petir.


" Hhhmm... Serangan mu cukup kuat Manusia. Tapi itu tidak mampu membunuhku." Siluman Kura-kura mengakui kehebatan serangan Petir dari Ryu mampu membuatnya merasakan sakit.


Siluman Kura-kura memang memiliki kekuatan fisik yang sangat kuat meskipun gerakannya sangat lambat dari Siluman lainnya.


Selama hidupnya Siluman Kura-kura sudah banyak menjalani pertarungan, namun tidak ada satupun yang mampu melukai kulitnya bahkan mendapat goresan sedikitpun tidak pernah.


Namun kali ini baru pertama kali dia merasakan serangan dari Ryu mampu menggores kulitnya, meskipun itu hanya terjadi pada bagian kaki dan leher saja karena tempurungnya memang lebih keras lagi.


Ryu memang mengakui hal itu, serangan Petir Hitam miliknya memang kuat, tapi jika dikeluarkan dengan kekuatan penuh maka tubuhnya juga ikut hancur.


" Ciihhhh... Sombong sekali." Ryu terlihat kesal.


Jika saja Tubuh Dewa Agung sudah mencapai 100% maka akan mudah dia membunuh Siluman Kura-kura tersebut.


Melihat serangannya hanya bisa membuat goresan, Ryu sambil berfikir keras untuk mencari kelemahan Siluman Kura-kura seraya menghindar dari serangan gelembung Air dari mulut Siluman Kura-kura yang tidak ada habisnya.


Ledakan demi ledakan kini menyebar ke berbagai arah dimana tempat Ryu berdiri.


Ryu merasa beruntung karena Siluman Kura-kura sangat lambat, jika saja memiliki kecepatan seperti Siluman lain maka Ryu bisa mengalami kekalahan.


" Traaang... Traaang... Traaang." lemparan jarum racun melesat cepat mengenai tempurung Siluman Kura-kura.


Melihat serangannya tidak mempan, Ryu berfikir untuk mencari cara lain.


' Sepertinya aku harus menyerang ke arah mata Siluman Kura-kura ini dengan kekuatan penuh.' Ryu terus memperhatikan gerakan Siluman Kura-kura yang mengandalkan serangan gelembung Air.


Ryu yakin Siluman Kura-kura masih menyimpan kekuatannya dan menganggap Ryu sebagai mainan.


Secara diam-diam Ryu mengeluarkan dua jarum racun lalu mengalirkan elemen Petir menggunakan Teknik Malapetaka.


" Wuush." lemparan jarum yang pertama membuat Siluman Kura-kura memasukkan kepala ke cangkang.


" Bboooom." ledakan yang sangat kuat membuat tubuh raksasa Siluman Kura-kura mundur ke belakang hingga wilayah sekitar membentuk kawah.


" Wuush." Ryu kembali melemparkan jarum yang kedua saat kepada Siluman Kura-kura mulai keluar.


" Bboooom." Ledakan yang sangat kuat dengan gabungan teknik Malapetaka membuat kepala Siluman Kura-kura hancur.


Dengan hilangnya kepala Siluman Kura-kura, badannya kini bergerak liar menyerang ke berbagai arah.


Meskipun sudah kehilangan kepala, Siluman Kura-kura masih bisa bertahan hidup meski tidak tau kemana arah serangannya.


Dengan hancurnya kepala Siluman Kura-kura, Ryu hanya menunggu sampai Siluman tersebut mati.


Ryu pun menutup Auranya melesat menuju ke arah sesuatu yang berharga untuknya dimana Inti Roh Siluman Kura-kura tergeletak di tanah.


Dengan senyum kemenangan Ryu mengambil Inti Roh tersebut lalu menyimpannya di Cincin pemulihan.


Sedangkan tubuh Siluman Kura-kura kini semakin menjauh dari area pertarungan sebelumnya menumbangkan pepohonan yang dia lewati.

__ADS_1


Setelah menunggu selama satu jam, akhirnya tubuh Siluman Kura-kura tidak mampu lagi bergerak tanpa menunggu lama Ryu langsung mengambil mayat Siluman Kura-kura memasukkan ke Cincin miliknya.


" Kesalahan fatal meremehkan lawan." Ryu tersenyum lebar sambil memperhatikan wilayah sekitar kemudian duduk bersila untuk memulihkan tenaga karena pada serangan terakhir Ryu menggunakan kekuatan penuh.


__ADS_2