SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
Perbincangan Antara Dewa Tertinggi


__ADS_3

" Kalian boleh pilih... Jika aku tidak bisa mendapatkan Tuan Ryu, maka kita akan berbagi Suami." Meskipun sangat takut kepada Tou Shuijing, tapi Jiu Wei Hu menggunakan cara licik untuk mendekati Chaizu dengan beralasan Tuan mereka.


" Dasar wanita Rubah... Hanya ingin mencari kesempatan." Jiejia tidak ingin diduakan.


" Kamu pilih saja Qilin sebagai Suamimu!" Jiejia menoleh ke arah Qilin yang berjalan paling depan.


" Aku tidak mau. Aku lebih tertarik kepada sesama Ras ku. Kirrin adalah Ras yang langka, jadi aku harus mencari wanita Kirrin sebagai kekasihku." Qilin menepis usulan dari Jiejia.


" Cciiihhhh.... Siapa juga yang mau denganmu." Ketus Jiu Wei Hu.


" Kau pilih saja Tou Shuijing." Jiejia melemparkan masalah tersebut kepada Tou Shuijing.


" Aku tidak mau dengan Rubah... Aku setuju dengan apa yang dikatakan Qilin, hanya saja di Dunia ini tidak ada Ras Hydra." Ucap Tou Shuijing.


" Gege... Apa kamu ingin menerima seekor burung Merak Langit? Meskipun kita berbeda Ras, tapi aku yakin keturunan kita pasti sangat unik." Kongque langsung menggandeng tangan kanan Tou Shuijing.


" Aku juga berpikir begitu. Gege... Apa kamu ingin menerima seekor burung Angsa Langit? Kongque, apa kamu tidak keberatan jika kita berbagi Suami?" Jiaqin langsung menggandeng tangan kiri Tou Shuijing sambil menoleh ke arah Kongque.


" Masalahnya apa Tou Shuijing mau menerima kita?" Kongque mengerutkan kening sambil menunggu jawaban dari Tou Shuijing.


Mendengar percakapan dari ketujuh Hewan Kontrak tersebut, Dao Luo dan Yan Ran saling berpandangan sambil menggelengkan kepala.


Bagaimanapun namanya makhluk hidup, siapapun pasti ingin mendapatkan keturunan meskipun dari ketujuh Hewan Kontrak itu berbeda Ras.


" Aku hanya berpikir selalu bersama Tuanku, hingga dia bisa mencapai puncak Kultivator dan membalas dendam kepada musuh Klan Liu dan sosok Dewa yang telah mengusik Istrinya." Ucap Tou Shuijing.


" Kalau masalah itu, Gege tenang saja... Bukankah Nonaku juga Istri dari Tuan Ryu. Jadi kita akan selalu bersama." ucap Jiaqin.


" Usiaku masih muda. Aku masih belum memikirkan hal itu. Sebaiknya kita membantu Tuan dan Nona kita sampai mendapatkan apa yang mereka inginkan." ucap Tou Shuijing.


" Baiklah... Aku akan menunggu hari itu tiba." Ucap Kongque.


" Aku juga." Jiaqin ikut menimpal.


" Kalau begitu aku juga menunggu jawaban dari Chaizu." Jiu Wei Hu tidak memperdulikan ancaman dari Jiejia, meskipun Chaizu terus berusaha menghindar.

__ADS_1


*****


( Di Benua Tiantang )


Di sebuah Istana yang sangat megah, terlihat tujuh sosok yang sedang membicarakan tentang ancaman dari Dewa Ashura beberapa hari yang lalu melalui pesan jiwa.


" Yang Mulai Kaisar Langit... Apa yang harus kita lakukan? Sepertinya Dewa Ashura telah mendapat bantuan dari Ras Manusia dari Dunia Fana itu." ucap salah satu sosok Pria berpakaian kebesarannya.


Dari ketujuh sosok tersebut adalah Kaisar Langit, Raja Langit Timur, Raja Langit Barat, Raja Langit Utara, Raja Langit Selatan, Raja Naga Langit dan sosok Jenderal yang diberi julukan Dewa Perang.


" Aku tidak menyangka jika Dewa Ashura sudah bangkit kembali. Lalu mengapa Ras Manusia itu ingin membantunya?" ucap Kaisar Langit.


" Manusia itu bukan orang biasa. Lebih baik kita membunuhnya sekarang, agar tidak menggangu ketenangan Benua Tiantang." Ucap Raja Langit Timur.


" Hahaha.... Kalian mau tau kenapa alasan Pemuda itu ingin menuju Benua Tiantang? Itu semua karena ulah dari Jenderal terbaikmu Dewa Perang. Dia telah berani menyentuh tubuh keempat Istri Pemuda itu." Tiba-tiba terdengar suara menggema di ruangan tersebut dari Dewa Ashura.


Mendengar ucapan dari Dewa Ashura, keenam sosok tersebut menatap tajam ke arah Dewa Perang seakan meminta penjelasan.


" Maafkan hamba Yang Mulia Kaisar. Ini semua karena kebodohanku sendiri." Dewa Perang menundukkan kepala.


" Saat itu hamba menjalankan tugas untuk mencari informasi tentang pemilik Tubuh Abadi. Tapi kecantikan keempat Istri Pemuda itu berhasil membius mataku." Lanjut Dewa Perang.


Semua sependapat dengan apa yang dikatakan oleh Kaisar Langit, dimana mereka harus mengutus para Jenderal untuk turun ke Dunia Abadi.


" Hahaha.... Aku tidak yakin kalian bisa membunuhnya. Apa kalian tidak tau tentang hukum alam? Kaisar Langit... Kamu sudah mencapai Pendekar Semesta Tahap Akhir, tetapi jika kamu turun ke Dunia Abadi maka hukum alam berlaku untukmu, dimana Kultivasimu akan turun menjadi Pendekar Surgawi tahap akhir.


Tapi sayangnya setelah kamu membunuh Pemuda itu, maka kamu akan menerima hukuman langit dan artinya kamu juga akan mati.


Jika kamu mengutus para Jendral yang masih mencapai Pendekar Semesta Tahap Awal, tentu saja saat berada di Dunia Abadi Kultivasi mereka akan turun menjadi Pendekar Surgawi tahap awal.


Tentu saja akan lebih mudah mereka akan dikalahkan oleh Pemuda itu." Suara Dewa Ashura kembali menggema.


Mendengar ucapan dari Dewa Ashura, Kaisar Langit dan kelima Raja yang lain langsung memasang wajah masam karena tidak mungkin Kaisar Langit harus mengorbankan diri untuk membunuh Ryu.


Bahkan jika mereka mengutus Dewa Perang dan semua para Jenderal, tidak akan mampu membunuh Ryu malah merekalah yang bisa terbunuh karena tingkat Kultivasi mereka akan turun jika saat berada di Dunia Abadi.

__ADS_1


Salah satu harapan mereka hanya bisa menunggu hari itu akan tiba, dan tentu Ryu juga akan bertambah kuat.


Tapi yang menjadi masalah untuk mereka adalah Dewa Ashura dan para pengikutnya pasti akan membantu.


" Bagaimana Yang Mulia Kaisar?" Raja Langit Utara seakan meminta penjelasan dari Kaisar Langit.


" Aku tidak mungkin mengorbankan diri hanya untuk satu orang. Sedangkan Dewa Ashura masih berkeliaran." Kaisar Langit merasa frustasi.


" Semoga saja Dewa Surgawi sudah bangun dari latihan tertutupnya." Lanjut Kaisar Langit.


" Hhmmm.... Aku akan menunggu hari itu tiba." Suara Dewa Ashura kembali muncul, setelah itu hawa di ruangan tersebut kembali normal yang menandakan bahwa Dewa Ashura sudah pergi.


Salah satu kelebihan Dewa Ashura adalah bisa berkomunikasi dengan siapapun yang dia inginkan, meskipun dia berada di Dunia yang lain.


Mereka berpikir bahwa Dewa Ashura pasti berada di Banua Alam Bawah tanah juga sedang mengumpulkan kekuatan.


*****


Di suatu tempat masih di Benua Tiantang, terlihat satu sosok berambut putih dengan pakaian serba putih yang menandakan bahwa usianya sudah mencapai jutaan tahun, namun masih terlihat masih muda.


Pria berambut putih itu sedang duduk bersila yang baru saja membuka mata karena merasakan ada Aura yang lain mendatangi kediamannya tersebut.


Seketika muncul sosok Pria berambut hitam panjang dengan pakaian serba merah yang memiliki usia setara dengan Pria berambut putih.


" Hahaha... Apa kabar teman lamaku?" Pria berambut putih menyapa ramah kepada Pria yang baru datang tersebut.


" Seperti yang kamu lihat sekarang." Pria tersebut yang tidak lain adalah Dewa Agni sambil berjalan mendekati sosok pria berambut putih yaitu Dewa Surgawi.


" Apa yang membuat Saudara Agni datang kesini? Sepertinya ada sesuatu yang penting." Dewa Surgawi sudah memahami sifat dari Dewa Agni yang tidak pernah keluar dari persembunyiannya jika tidak dalam keadaan genting.


" Sepertinya apa kamu tidak merasakan ada kelahiran Dewa baru? Sepertinya di memiliki kemampuan seperti kita, hanya saja belum aktif dengan sempurna." Dewa Agni terlihat serius seraya menghela nafas panjang.


" Aku juga merasakan kehadiran Aura itu. Tidak hanya memiliki kekuatan kita, tetapi juga memiliki kekuatan Dewa Ashura, Dewa Kegelapan dan memiliki kelebihan lain. Apakah dia sangat berbahaya?" Tanya Dewa Surgawi.


" Sang Pencipta telah memberikan kelebihan kepada siapapun yang dia inginkan. Aku harap kamu memilih jalan yang tepat agar tidak menimbulkan Perperangan yang besar di Benua Tiantang." Ucap Dewa Agni.

__ADS_1


" Aku juga merasakan akan ada Perperangan yang besar. Tapi aku tidak menyangka bahwa, sosok Dewa yang baru saja terlahir ikut ambil bagian dalam Perperangan ini." Dewa Surgawi menggelengkan kepala karena menurutnya perperangan tersebut hanya berasal dari Dewa Ashura beserta para pengikutnya saja.


Namun kali ini ada kandidat yang baru yang ikut ambil bagian dari Perperangan tersebut yang tentu akan tau sendiri hasilnya.


__ADS_2