
She Zhilin yang melihat Saudari kembarnya sudah menyerah kini langsung mengambil alih mengarahkan Tongkat Ryu ke Goa Suci miliknya dan dimasukkan secara perlahan.
Tiga puluh menit kemudian dia juga telah mencapai puncaknya hingga lima dengan mengeluarkan Air suci hingga membasahi dinding Goa dan Tongkat Ryu yang juga mengeluarkan Air suci yang kedua kalinya hingga She Zhilin juga terbaring lemas disampingnya.
She Bing yang sudah mengumpulkan kembali tenaganya langsung berinisiatif untuk menggantikan peran dari She Zhilin dengan pertarungan yang lebih sengit lagi hingga memakan waktu lebih dari satu jam yang membuatnya terkapar karena sudah mengeluarkan Yin sebanyak tujuh kali yang diikuti Ryu juga mengeluarkan 'Yang' miliknya.
Melihat She Bing yang terkapar, She Zhilin yang pun kembali bangkit menggantikan peran karena dia sudah mengumpulkan kembali tenaganya seakan berlomba untuk mengalahkan Ryu meski harus bergantian.
Malam berganti Siang dan Siang berganti malam mereka berdua terus berlomba untuk mengalahkan Ryu, namun tidak ada yang berhasil membuat mereka jatuh bangun berkal-kali.
Sedangkan Ryu sendiri yang masih berada di Posisi semula seakan membiarkan kedua Wanita itu bermain dengan Tongkat kebanggaannya sambil menyerap Yin Es Racun mereka yang berlimpah.
Hingga hari keempat Kedua Wanita itu sudah menyerah karena seluruh Energi mereka habis terkuras membuat persendian mereka seakan mengering.
" Jadi hanya itu kemampuan kalian?" Ryu mengangkat bagian bokong She Zhilin membentuk posisi tiarap.
' Sekuat itukah Monster Tampan ini' She Zhilin membatin seakan ingin menerima serangan berikutnya dari Ryu.
Seketika Ryu Langsung memasukkan kembali Tongkatnya dengan hentakan yang sangat keras kepada Goa Suci She Zhilin yang membuat She Bing membulatkan mata juga ingin seperti posisi She Zhilin sekarang meski dia sudah kehilangan tenaga.
Setelah memakan waktu cukup lama, Ryu pun berhasil menyerap semua Yin Es Racun milik She Zhilin hingga tidak ada yang tersisa dan kembali menoleh ke arah She Bing yang juga tidak sabaran.
" Sekarang Giliranmu." Ryu langsung mengangkat Bokong She Bing dan memperlakukan hal yang sama membuat She Bing terlihat bersemangat bercampur gelisah.
Setelah memakan waktu cukup lama, Ryu juga berhasil Yin Es Racun milik She Bing hingga tanpa sisa yang membuatnya kembali terkapar.
" Terimakasih karena telah memberikan Yin Es Racun milik kalian. Aku harap kalian jangan menggangguku lagi jika tidak ingin mengalami nasib serupa bahkan lebih buruk lagi." Ryu senyum kemenangan sambil memasang kembali Pakaiannya lalu meninggalkan Goa.
" Bboooom" Suara terdengar jelas Ryu menghancurkan Pelindung yang diciptakan oleh She Zhilin dan She Bing.
" Saudari Bing... Bagaimana menurutmu sekarang?" She Zhilin yang masih dalam posisi tidak berdaya tanpa sehelai benangpun.
" Aku juga tidak tau apa yang harus kita lakukan. Monster Tampan itu tenaganya diluar dugaan." She Bing yang juga mengalami nasib yang sama.
" Apa kita harus meminta pertanggung jawaban dari Monster Tampan itu?" She Zhilin satu Pemikiran dengan julukan yang diberikan kepada Ryu.
" Awalnya kita sepakat hanya menghilangkan Yin Es Racun saja. Tapi kita tidak bisa menemukan lagi Pria Perkasa yang lain yang bisa melakukan hal serupa. Tapi Pemuda itu sudah memiliki Istri." She Bing dalam keadaan dilema.
" Istrinya sangat beruntung. Tapi kita harus membuang jauh fikiran kita. Karena tujuan kita adalah menjadi Menantu Klan Besar." ucap She Zhilin.
" Kamu benar... Jika kita Kuat, Klan Besar tidak segan menerima kita meski dalam keadaan seperti ini. Dengan begitu Klan She akan menjadi Klan terkuat di masa depan." ucap She Bing.
__ADS_1
" Mmmmm... lebih baik kita tinggal di Goa ini beberapa saat untuk memulihkan diri." She Zhilin meraih Pakaiannya meski masih tertatih.
" Mmmmm." She Bing berusaha bangkit meraih Pakaiannya.
Cara fikir mereka memang cukup logis untuk semua kalangan Kultivator yang mencari Ketenaran dan kekuasaan agar hidup mereka tidak berkesusahan dan tidak terkena tekanan dari Klan Besar.
Dengan begitu mereka menganggap diri mereka sebagai pengusaha maka apapun yang mereka inginkan tidak ada yang berani melawan walaupun ada segelintir yang memiliki pemikiran yang beda.
...****************...
Di dalam Hutan Darah bagian lain:
" Dengan begini aku tidak perlu khawatir lagi berhadapan dengan Hewan Roh Tingkat Langit Tahap Awal." Ryu terlihat senang karena sudah menerobos Pendekar Bumi Tahap Awal sambil menatap Seekor Serigala Es Tingkat Langit Tahap Awal.
" Ggooooaaarr" Serigala Es membuat Hawa di sekitar menjadi dingin hingga membentuk partikel kecil di udara.
Ryu yang tidak ingin terlalu lama, langsung mengeluarkan Pedang Naga Petir menciptakan Petir Hitam langsung menyerang Serigala Es yang berniat untuk membunuhnya secepat mungkin.
Ryu Membulatkan tekad agar bisa mencari Sumberdaya sebanyak mungkin agar dia bisa meningkatkan Kultivasi tanpa harus melakukan hal yang sebenarnya tidak dia inginkan.
Meskipun dalam Pertarungan terlihat seimbang, namun Ryu memiliki keunggulan karena langsung menggunakan Teknik Transformasi.
Setelah merasa sudah aman dari gangguan Hewan Roh, Ryu Langsung melanjutkan Perjalanan menuju bagian terdalam Hutan Darah.
Sesampai di bagian Dalam Hutan Ryu dihadapkan dengan sebuah Goa yang terlihat bagian luarnya telah ditutup oleh akar kayu besar.
Ryu pun langsung membersihkan mulut Goa tersebut lalu berjalan menuju bagian dalam Goa.
Setelah berjalan cukup lama, Ryu telah disambut banyak Tumbuh Sumberdaya yang sudah berusia Ratusan hingga Ribuan Tahun.
Tanpa menunggu lama, Ryu langsung mengambil semua Sumberdaya hingga Semakin masuk ke dalam Goa semakin banyak Sumberdaya yang berkualitas yang dia dapatkan.
Setelah selesai menghabiskan semua Sumberdaya, Ryu menemukan sebuah Danau kecil yang berisi Teratai Emas Surgawi.
" Akhirnya yang aku cari sudah ketemu." Ryu mengambil Teratai Emas Surgawi lalu memindahkan ke Dunia Quzhu dan meletakkan di Danau Tujuh Hati.
" Aku tidak menyangka, ternyata ada yang mampu menembus bagian terdalam Hutan Darah ini yang sudah Ribuan Tahun tidak pernah dijamah siapapun." ucap Sosok Pria Tua yang Tiba-tiba muncul di depan Ryu.
" Senior Siapa? " Ryu merasa kaget dengan kedatangan sosok tersebut yang muncul Tiba-tiba.
" Aku di beri julukan Dewa Alkemis, di masa aku Hidup, Aku telah berhasil menciptakan Sebuah Pil Roh untuk meningkatkan Kultivasi puluhan kali lipat dari Pil Kultivasi biasanya." ucap Dewa Alkemis.
__ADS_1
' Ciihhhh.... Dewa lagi.' Ryu menggerutu dalam hati. " Jika kamu Dewa, mengapa bisa Mati? bukankah kalian sudah Abadi?" Ryu merasa di depannya itu hanya Pecahan Jiwa saja.
" Pertanyaan yang bagus. Tubuh ini hanya Pecahan dari Jiwaku saja dan artinya aku sudah mati sebelum mencapai Pendekar Semesta karena ada sebuah Perperangan Antar Manusia melawan Dewa Kegelapan dan Pasukannya. Itulah kenapa aku menciptakan Pecahan Jiwaku untuk mencari Penerus. Maukah kau menjadi Muridku?" Tanya Dewa Alkemis.
" Apa Hubunganmu dengan Dewi Nuwa?" Ryu yang masih benci dengan namanya Dewa.
" Dewi Nuwa? Aku bukan bagian dari mereka, karena aku lebih memilih hidup bebas jauh dari aturan kerajaan Langit." Dewa Alkemis merasakan ada sebuah kebencian dari Ryu terhadap Dewa, namun dia tidak ingin menanyakan lebih jauh lagi.
" Baiklah aku bersedia menjadi Murid." Ryu merasa itu ada baiknya, karena dengan Pil Kultivasi biasa dia tidak bisa Naik Tingkat.
" Itu jawaban yang ingin aku dengar. Sayang Dunia ini tidak Cocok untukmu dan Kamu masih Menyisakan Tubuh Fana. Aku bisa membantumu menuju Dunia Abadi tanpa bantuan Permata Pohon Bodhi, disana kamu akan menemukan Air Embun Surgawi." Dewa Alkemis sambil memperhatikan Tubuh Ryu dari atas sampai bawah.
" Guru, Apa akan menurunkan Tingkat Kultivasi? " Ryu merasa Ragu.
" Hukum Alam tetaplah Hukum Alam, dan itu akan bekerja kepada siapapun. Kecuali kalau kamu. memiliki tubuh Dewa Agung." ucap Dewa Alkemis.
" Tubuh Agung? " Ryu mengerutkan keningnya.
" Mmmmm... Sepertinya kamu memiliki tubuh Spesial Gabungan dari Dewa Ashura, Dewa Agni, Dewa Petir, Dewa Kegelapan dan Dewa Surgawi, Namun kamu bukan bagian dari mereka yang mungkin tercipta tanpa sengaja saat kamu berada di Dunia Fana." Dewa Alkemis sangat kagum dengan potensi yang dimiliki Ryu. " Itu artinya kamu bisa memiliki Tubuh Agung dengan mengumpulkan 12 Inti Jiwa dari 12 Wanita yang memiliki Tubuh Abadi. " Dewa Alkemis semakin bersemangat.
" Maksud Guru? Aku tidak mengerti." Ryu semakin bingung.
" Dengan mengambil Inti Jiwa dari 12 Wanita yang memiliki Tubuh Abadi artinya dari 12 Wanita tersebut harus menyerahkan Jiwa mereka kepadamu dan selertinya kamu sudah menemukan salah satu dari mereka, yaitu Dewi Teratai Tujuh Hati yaitu Istrimu sendiri meskipun masih lemah"
" Tapi sebelumnya kamu harus menjalani Sumpah Langit tidak akan melakukan hubungan Intim dengan Wanita lain. Jika terlanggar, maka dengan sekejap Tubuhmu akan hancur jadi Debu." Dewa Alkemis menjelaskan.
" Guru... Apakah yang dimaksud Dewi Teratai Tujuh Hati adalah Xie Hua Istriku?" tanya Ryu.
" Benar... Istrimu adalah Reinkarnasi dari Dewi Teratai Tujuh Hati adalah Adik dari Dewi Nuwa. Mungkin dia memberikan Jiwa Adiknya sebagai ungkapan rasa terimakasih karena telah mengembalikan Jantungya. Sayangnya kamu masih belum bisa mengambil Inti Jiwanya Sebelum mencapai Pendekar Surgawi, karena Saat itulah Tubuh Abadinya akan Aktif." Dewa Alkemis menjelaskan.
' Bagaimana Guru tau tentang latar belakangku, padahal baru pertama kali ketemu.' Ryu membatin.
" Itu adalah kelebihanku bahkan aku tau kalau kau sudah banyak meniduri wanita hanya untuk Kultivasi Ganda itu. Bahkan kamu juga berniat untuk menikahi Kakak dari Istrimu. Aku harap kamu melupakan dia. karena dia bukan dari salah satu yang memiliki Tubuh Abadi." Dewa Alkemis memperingati.
" maafkan aku Guru. Aku tidak bisa menarik kata-kataku. Biarkan kami hidup tenang disini saja." Ryu tidak ingin berpisah dengan Xie Xian.
" Jika aku menjadi kamu, maka akan kulakukan. Karena Tidak banyak orang yang memiliki Potensi sepertimu." Dewa Alkemis Ingin melanjutkan Pembicaraannya terpaksa harus dihentikan, berharap Ryu bisa berubah pikiran sebelum terlambat lalu masuk ke Tubuh Ryu.
...****************...
Mohon maaf baru Update, karena Author sedang ada kesibukan 🙏🙏🙏
__ADS_1