SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
Kehancuran Tiga Sekte Besar


__ADS_3

" Ggooooaaarr." Yinshi juga tidak mau kalah, kini langsung berubah wujud menjadi Naga Emas.


Begitupun dengan Sheng Zhishu dan yang lain, mereka juga seakan tidak mau kalah dari Yinshi dan Shu Meilu.


Mendapat Serangan dadakan Para Murid Sekte Lembah Iblis merasa kelabakan tidak tau apa yang harus mereka lakukan.


Apalagi setelah melihat Hewan Kontrak yang seakan kaki meraka tidak mampu lagi untuk bergerak.


Ditambah lagi dengan wujud Tou Shuijing dan Jiu Tou She, bahkan Patriak dan para Tetua merasa gemetar melihat makhluk mengerikan yang tubuhnya mampu mencengkram puluhan bangunan sekaligus.


Bahkan pertarungan tersebut seakan tengah berada di Bawah Tou Shuijing dan Jiu Tou She saja.


Hal itu tentu saja akan membawa keuntungan besar bagi Pasukan Semesta yang dengan leluasa membunuh semua anggota Sekte Lembah Iblis. Bahkan tanpa bantuan Ryu, Patriak dan para Tetua berhasil dibunuh Oleh Dao Luo, Yan Ran, Wu Tian, Guan Cheng, dan Wong Sun.


" Ketua pertama, ketua kedua... Bawa kelompok Kalian kuras Habis Sumber Daya mereka. " Ucap Ryu memberi perintah kepada anggota Pasukan Semesta.


" Baik Dewa Agung." Guang Chen dan Luan Hua membawa kelompok mereka mengambil Semua Harta dan Sumberdaya Sekte Lembah Iblis.


Saat semua telah selesai menjalankan tugasnya, meraka memberikan semua pada Dewi Agung Ke-2 ( Xin Chie ) untuk menyimpannya.


Setelah membunuh semua anggota Sekte tersebut, Ryu langsung meminta pada Tou Shuijing untuk membakar habis bangunan yang ada disitu kemudian terbang menuju Sekte Lainnya.


*****


Sesampai di Sekte Gagak Malam, Ryu dan bawahannya melakukan hal yang sama.


Yang sedikit berbeda adalah Patriak dan Para Tetua memiliki Hewan Kontrak seekor Burung Gagak Hitam.


Namun hal itu sama saja tidak bisa membalik Keadaan. Saat melihat tubuh raksasa Tou Shuijing dan Jiu Tou She nyali mereka langsung ciut seakan tidak ada yang berani untuk melawan.


Paktriak dan Para tetua sangat kesal melihat Hewan Kontrak mereka tidak melakukan Apa-apa.


Hal itu tentu saja terjadi, karena dari segi tingkatan, Burung Gagak Hitam hanya Hewan Roh rendahan.


Dengan bersusah payah, mereka harus melawan sendiri tanpa bantuan Hewan Kontrak Mereka.

__ADS_1


Sayangya, Saat Tuan mereka mati oleh Pasukan Semesta yang sudah mencapai Pendekar Surgawi tahap awal. Para Hewan Kontrak juga ikut mati sia-sia.


Sebenarnya Patriak dan para Tetua Sekte Gagak Malam sudah ada yang mencapai Pendekar Surgawi tahap awal, namun berkat bantuan Aura Dewa Agung membuat gerakan mereka seakan melambat.


Ditambah lagi dengan kekuatan fisik anggota Pasukan Semesta yang mendapatkan Harta langit, sehingga Patriak dan para Tetua seakan tidak berdaya.


Pasukan Semesta yang melihat hal itu tentu saja sangat Senang dengan keadaan tersebut. Mereka dengan percaya diri menyerang Para Tetua bahkan Paktriak.


Walaupun mengalami Luka, mereka terlihat puas saat para tetua dan Paktriak mati di tangan Mereka.


Setelah semua Anggota Sekte Gagak malam terbunuh, mereka juga menguras Harta dan Sumberdaya lalu membakar semua Bangunan tersebut kemudian terbang ke Sekte berikutnya.


Di samping mendapat Harta dan Sumberdaya, mereka juga mengambil semua Inti Roh Gagak Hitam.


*****


Di depan Gerbang Sekte Kalajengking Hitam, kejadian pun Sama. Dimana Patriak dan Para Tetua juga melepaskan Hewan Kontrak Kalajengking Hitam.


Ryu yang melihat anak buahnya sedikit kesusahan akibat Kalajengking Hitam. Ryu dan 23 Istrinya turut membatu mengalahkan Hewan Kontrak tersebut.


Hal itu tentu saja dengan insting mereka, Pasukan Semesta lebih memilih untuk membunuh Tuan mereka. Tentu saja hal itu membuat Kalajengking Hitam juga mati saat Tuan mereka mati terlebih dulu.


Setelah semua anggota Sekte Kalajengking Hitam berhasil dilenyapkan, mereka kembali menguras semua Harta dan mengambil Inti Roh Kalajengking Hitam tanpa disuruh oleh Ryu lagi.


Setelah semua berkumpul di depan gerbang, Tou Shuijing dengan segera membakar semua bangunan yang ada di sekte tersebut.


Setelah semua selesai, Ryu kembali membawa Pasukan Semesta menuju ke Arah Sekte Salju Abadi yang lumayan jauh letaknya.


Berhubung hari mulai gelap, Ryu meminta rombongan mendarat di sebuah Hutan kecil yang tidak jauh dari Sekte Salju Abadi yang kisaran tiga Kilometer.


" Hari sudah mulai gelap, lebih baik Kita semua memulihkan tenaga untuk melanjutkan penyerangan besok. Sepertinya Sekte Salju Abadi sangat kuat dari Sekte sebelumnya yang kita musnahkan." Ucap Ryu seraya mengingatkan kepada bawahannya.


" Baik Dewa Agung." Ucap Pasukan Semesta serempak.


Seluruh anggota kini tengah sibuk membuat kemah, dan membuat api unggun.

__ADS_1


Ketua ketiga dan kelompoknya juga tengah menyiapkan hidangan untuk semua anggota Pasukan Semesta termasuk Ryu dan Istrinya serta Hewan Kontrak.


Ryu yang sambil berjalan sekedar melihat kondisi bawahannya kemudian membuat Formasi Pelindung Yin-Yang Kura-kura untuk berjaga-jaga agar tidak di ketahui musuh.


Merasa para bawahannya masih dalam kondisi baik-baik, Ryu pun Kembali ke Kemah dimana 23 Istrinya sedang menunggu.


" Gege... Bagaimana dengan rampasan kita ini? Ini sudah terlalu banyak." Ucap Xin Chie.


" Kita tampung Saja! Lagi pula Dunia Quzhu masih luas. Aku yakin suatu hari nanti kita akan membutuhkannya." Ryu menatap ke arah Xin Chie


" Gege... Sepertinya besok kita akan menghadapi musuh yang sangat kuat." Ucap Qin Shuomei.


" Aku sudah memikirkannya. Tapi aku rasa tidak ada hal yang berat dari kedua Sekte yang tersisa. Apalagi dengan kekuatan kita sekarang. Aku yakin semua dapat diselesaikan, meskipun harus ada korban jiwa." Ucap Ryu yang merasa sedikit khawatir.


" Gege tidak perlu merasa cemas... Dalam pertarungan adalah hal yang wajar jika ada kematian. Sepertinya anggota Pasukan Semesta juga tidak mempermasalahkan hal itu. Ucap Nan Sian.


" Yang penting sekarang kita bisa menghancurkan ketiga Sekte, artinya hanya tinggal dua Sekte dan Kekaisaran Naga Hitam." Ucap Qin Shuomei.


" Mmmm... Kita tidak boleh mundur sebelum semuanya dihancurkan. Apapun yang terjadi nantinya." Ucap Ryu.


" Mmmm... Kami akan berusaha sekuat tenaga untuk membantu anggota Pasukan Semesta." Ucap Sheng Zhishu diikuti yang lain.


" Sebaiknya kita Istirahat sekarang. Agar besok kita bisa fokus dalam melakukan pertempuran." Ucap Ryu kemudian membaringkan tubuhnya.


" Gege... Apa kita tidak ke Istana Kristal saja? Liu Bai Jun hanya sendirian saja bersama bayanganku." Ucap Jinying.


" Haaahh... Aku hampir lupa." Ryu membawa Istrinya menuju ke Istana Kristal.


Saat berada di Istana Kristal, mereka langsung kembali ke kamar masing-masing yang kini hanya menyisakan Ryu, Sheng Zhishu, Xin Chie dan Huli Yue.


Tanpa berkata apapun Ryu langsung membaringkan tubuhnya di atas Ranjang, mengingat besok pagi mereka kembali bertarung.


Melihat Suami mereka yang sudah berbaring, Sheng Zhishu, Xin Chie dan Huli Yue juga langsung ikut berbaring untuk istirahat.


Pada keesokan pagi dimana Ryu yang sudah keluar dari Istana Kristal, mereka langsung keluar dari dalam tenda dan membereskan tempat tersebut untuk segera melanjutkan perjalanan mereka.

__ADS_1


Para anggota Pasukan Semesta juga sudah bersiap mengemas barang mereka untuk melakukan perjalanan kembali


__ADS_2