
Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:
Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.
Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'
Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏
...****************...
Setelah menempuh perjalanan selama dua hari, Ryu kini berada di sebuah Lembah yang seakan mengeluarkan hawa panas di sekelilingnya.
' Kenapa aku merasa tertarik dengan Lembah ini?' Ryu membatin seraya melangkahkan kakinya.
" Ggooooaaarr" Terlihat Sosok Harimau yang diselimuti Api si sekujur tubuhnya.
" Hewan Ilahi?" Ryu bergindik ngeri menatap ke arah Harimau tersebut langsung meningkatkan kewaspadaan.
" Ggooooaaarr" Harimau tersebut langsung menerkam ke arah Ryu.
Ryu yang sudah waspada langsung menghindar dan memukul Harimau dari sisi kiri. Merasa ada serang dari kiri, Harimau Api Langsung berbalik mencakar Arah tubuh Ryu.
" Crraaash.." Cakaran yang sang tajam membuat Ryu mengalami luka goresan.
'Sial... Hewan Ilahi ini benar-benar kuat ' Ryu merasa kecepatannya mampu diimbangi oleh Harimau Api.
" Kau Pikir hanya kamu yang memiliki kecepatan?" harimau Api kembali mencakar tubuh Ryu.
" Crraaash" Cakaran harimau tersebut mengenai Tubuh Ryu.
Merasa dalam bahaya Ryu langsung mengeluarkan Pedangnya di sela Pertarungan berniat untuk memotong tangan Harimau Api.
" Traaang... Traaang... Traaang." Tebasan Pedang Ryu bertemu dengan cakar Harimau Api seperti pertemuan antara Besi.
Ryu dan Harimau Api terus bertukar serangan membuat getaran gempa kecil diikuti tekanan udara hingga menyebar ke berbagai arah.
Semakin lama Pertarungan tersebut semakin sengit hingga membuat Pepohonan disekitar banyak yang tumbang akibat Pertemuan Kecepatan terbasan Pedang dan Cakar.
" Bboooom... Bboooom... Bboooom.."
Tekanan yang sangat kuat membuat Kawah kecil di sekeliling Ryu dan Harimau Api.
" Anak Muda, aku akui kehebatanmu, tapi kamu masih belum bisa mengalahkanku." Harimau Api membuat Bola Api di mulutnya
" Bboooom." Bola Api menabrak bagian dada Ryu yang membuatnya Terpental.
" Uhuuk." Ryu memuntahkan darah segar kemudian bangkit kembali.
" Baiklah, Kita lihat Api milik siapa yang lebih kuat?" Ryu dengan Wujud Transformasi Harimau yang diselimuti Petir Hitam dan Api Hitam.
__ADS_1
'Apa? mengapa Api dan Petir itu sangat mengerikan' Harimau Api merasa dirinya terintimidasi.
" Ggooooaaarr" Auman yang sangat kuat dari Ryu yang berwujud Harimau membuat Pusaran Petir dan Api Hitam seakan Menenggelamkan Harimau Api.
" Aaarrrggghhhh" Harimau Api merasakan tubuhnya kepanasan dan Petir Hitam mampu melukai tubuhnya.
Tanpa menunggu lama lama, Ryu langsung melompat dan mencakar tubuh Harimau Api. Harimau Api yang merasakan serangan tiba-tiba mencoba untuk menghindar namun sebelum hal itu terjadi Cakaran Harimau dari Ryu mampu merobek tubuh Harimau Api.
Dengan Bekas Luka tersebut secara perlahan Harimau Api merasakan Qi miliknya seakan terhisap oleh Racun yang ada pada Petir Hitam milik Ryu.
' Gawat, jika seperti ini aku bisa mati.' Harimau Api terlihat khawatir karena dia tidak mampu menggunakan kekuatan penuh akibat Racun yang bersarang di tubuhnya disela pertarungan.
Ryu yang kini mendominasi terus menerkam dan mengoyak tubuh Harimau Api yang secara perlahan Api yang ada pada tubuhnya mulai memudar hingga padam.
" Ternyata perbedaan tingkat Api sangat membantu." Ryu berjalan mendekati Harimau Api.
" Ampun Tuan, Jangan Bunuh Hamba." Harimau Api merasa ketakutan.
" Apa peduliku? Lagi pula Inti Roh milikmu sangat berharga." Ryu mengeluarkan Pedangnya.
" Tuan jangan Bunuh Hamba. Hamba adalah Hewan Ilahi Pelindung Sekte Lembah Api." Harimau Api memikirkan cara agar Ryu tidak membunuhnya.
" Hentikan! " Terlihat Wanita Cantik berpakaian minim serba Ungu menatap ke arah Ryu dan Harimau Api bergantian.
' Pendekar Langit Tahap Awal? Istriku? tidak.... Mungkin hanya mirip saja. ' Ryu menoleh ke arah sumber suara yang terlihat sosok Wanita Cantik sedang melayang di udara.
" Ratu, tolong selamatkan aku." Harimau Api memelas meminta pertolongan.
" Mmmmmm." Sheng Zhishu mengangkat tangannya lalu menoleh ke arah Ryu. ' Sayang... Kamu boleh berubah wujud seperti, tapi tidak untuk Istrimu.' berjalan mendekati Ryu.
' Siapa Wanita ini? Wajahnya mirip dengan Sheng Zhishu, tapi Auranya sangat kuat meskipun masih Pendekar Langit Tahap Awal.' Ryu penasaran seakan ragu untuk memilih lari atau tidak.
Sheng Zhishu yang sudah berjarak satu meter dengan Ryu tidak tahan lagi menahan kerinduan terhadap Suaminya langsung memeluk Suaminya terlihat tetesan air mata kebahagiaan membasahi pipinya yang halus.
" Sayang... Kamu bisa mengelabui Orang lain, tapi tidak denganku." Sheng Zhishu berbisik mendekati telinga Ryu.
" Zhishu?" Ryu tidak ragu lagi langsung membalas pelukan tersebut lalu kembali ke wujud aslinya.
Harimau Api yang menyaksikan hal itu juga sangat kebingungan sekaligus kaget dengan perubahan Wujud Ryu.
Setelah cukup lama melepaskan kerinduan mereka, Sheng Zhishu menarik tangan Ryu membawanya turun ke lembah terbang melintasi kawah Api hingga sampai ke mulut Goa.
" Sayang... Kenapa kamu membawaku kesini?" Ryu mengendalikan Hawa Panas tersebut menyebarkan Qi miliknya menutupi seluruh tubuhnya.
" Sayang... Ini tepat tinggalku." Sheng Zhishu membawa Ryu masuk hingga mencapai ke dalam Goa Hawa Panas tersebut langsung menghilang dan digantikan dengan hawa sejuk.
" Sayang... Aku akan membawamu Ke Istana Kaisar, karena aku disana sudah menjadi Kaisar." Ryu berniat untuk membawa Sheng Zhishu ke Istana.
" Sayang... Bukan aku menolak tawaranmu tapi aku tidak bisa meninggalkan tempat ini sebelum mencapai Pendekar Surgawi dan masih menyempurnakan tubuh baru ini." Sheng Zhishu menggelengkan kepala seraya membawa Ryu untuk duduk di batu besar.
" Sayang... Bukankah disana kamu juga bisa berlatih dan Berkultivasi." Ryu merasa heran seraya duduk di samping Sheng Zhishu.
" Sayang... Ada hal yang tidak bisa aku jelaskan padamu, tapi suatu saat kamu akan tau sendiri." Sheng Zhishu menyandarkan kepalanya di bahu Ryu.
" Sayang... Apa yang lain juga masih hidup?" Ryu teringat dengan Xin Chie, Huli Yue, Tianhe, Yunjiang, Yinshi dan Yuwang.
" Mmmm... Mereka juga sama sepertiku, Itu semua berkat Dewi Nuwa. Tapi aku tidak tahu dimana mereka tinggal." Ucap Sheng Zhishu.
" Kalau begitu aku akan mengabarkan hal ini kepada Hua'er dan Istriku yang lain." Ryu berniat untuk membawa Xie Hua dan yang lain.
" Sayang... Jangan beritahukan hal ini kepada siapapun Kecuali Hua'er dan Istrimu Walikota itu." Sheng Zhishu menghentikan langkah Ryu.
__ADS_1
" Sayang... Memangnya ada apa? " Ryu merasa heran bagaimana Sheng Zhishu bisa mengetahui keberadaan Istrinya yang lain termasuk Ting Ye.
" Sayang... Percayalah padaku, ini semua demi kebaikan kita. Putih tidak selamanya bersih dan Hitam tidak selamanya kotor." ucap Sheng Zhishu.
" Sayang... Apa maksudnya? Aku sama sekali tidak mengerti." Ryu nampak kebingungan mendengar ucapan dari Sheng Zhishu.
" Sayang... Jalani saja hidupmu seperti sekarang. Suatu saat kita akan berkumpul bersama seperti dulu lagi, tapi tidak untuk sekarang." ucap Sheng Zhishu.
" Baiklah... Aku percaya padamu. Kalau begitu aku akan mengambil Pakaian untukmu! " Ryu bangkit dari tempat duduknya.
" Sayang... Tidak perlu. Sepertinya Pakaian ini dibuat dari bahan khusus yang mampu menahan Api dan juga bisa mempercepat Kultivasi. Lagi pula hanya kita berdua disini." Sheng Zhishu mengangkat kedua tangannya seakan memperlihatkan lekuk tubuhnya yang berpakaian minim.
" Sayang... Kalau menggodaku? " Ryu tersenyum duduk kembali lalu menarik tangan Sheng Zhishu hingga duduk di pangkuannya.
" Tidak juga, tapi aku akan melayani Yang Mulia Kaisar dengan sepenuh hati." Sheng Zhishu membalikkan badan berhadapan dengan Ryu seakan menantang dengan posisi Gunung Kembar tepat di depan wajah Ryu.
Saat itu juga Ryu dan Sheng Zhishu melepaskan kerinduan mereka hingga malam mulai tiba Ryu memutuskan untuk bersamanya melewati malam tersebut penuh dengan kebahagiaan.
Pada keesokan pagi Ryu dan Sheng Zhishu bangkit dari tempat tidur yang terbuat dari Batu tersebut lalu memakai kembali pakaian mereka.
" Sayang... Apa kamu tidak pegal dengan tempat tidur seperti ini." Ryu yang sudah duduk di sebuah kursi.
" Aku harus membiasakan diri, jadi tidak masalah. " ucap Sheng Zhishu.
" Aku akan Ke Istana Kaisar sebentar." Ryu meletakkan Batu Bintang di balik dinding Goa sesaat langsung menghilang.
Setelah mencapai Kamar Utama Istana Kaisar, Ryu langsung disambut oleh Xie Hua yang terlihat baru saja membersihkan diri.
Ryu langsung menceritakan tentang Ketujuh Istrinya yang lain yang masih hidup lalu membawa Xie Hua bersamanya ke tempat Sheng Zhishu berada.
" Ka Zhishu..." Xie Hua berlari kecil langsung memeluk Sosok Wanita tersebut penuh rasa haru.
" Hua'er... " Sheng Zhishu membalas pelukan tersebut dengan penuh kebahagiaan.
" Sepertinya ada yang kurang." Ryu kembali menghilang hingga sekitar 30 menit dia kembali muncul membawa Ting Ye.
" Gege... Itu?" Ting Ye menoleh ke arah Ryu lalu berbalik ke arah Wanita Cantik yang sedang berbincang bersama Xie Hua.
" Mmnmmm." Ryu mengangguk sambil berjalan mendekati mereka.
" Ka Zhishu..." Ting Ye berlutut di hadapan Sheng Zhishu.
" Ye'ye... Kamu tidak perlu sungkan seperti itu." Sheng Zhishu mengangkat tangan Ting Ye dengan ramah mempersilahkan untuk duduk bersama.
" Sepertinya aku harus membiasakan diri dengan bahasa yang ada di Dunia Abadi ini." Sheng Zhishu yang Awalnya sempat berada di Dunia Abadi sebagai Putri salah satu Kaisar meskipun terus berada di Menara.
" Sebaiknya kita bicara di Dunia Quzhu saja untuk mempersingkat waktu. Kebetulan Dunia Quzhu berada pada Hua'er." Ryu langsung membawa mereka.
" Sayang... Sepertinya Dunia Quzhu ada sedikit Perubahan." Sheng Zhishu merasakan kecepatan Waktu yang ada di Dunia Quzhu.
" Mmmmm. Dunia Abadi sangat merespon Teknik Ruang Waktu." ucap Ryu.
Ryu, Sheng Zhishu, Xie Hua dan Ting Ye menikmati kebersamaan mereka berbincang berbagai hal dan tidak lupa juga Sheng Zhishu meminta kepada Xie Hua dan Ting Ye agar menyembunyikan Keberadaannya juga yang lain kepada siapapun termasuk Istri Ryu yang lain.
Meski awalnya mereka sangat heran, namun karena itu adalah Permintaan dari Sheng Zhishu, Xie Hua dan Ting Ye mengangguk setuju tanpa mempertanyakan lagi.
Di saat itu juga Xie Hua menceritakan tentang situasi di Istana Kekaisaran yang kini mulai membaik dan sudah memiliki banyak Prajurit dan berencana akan ditugaskan ke berbagai Wilayah Kekaisaran Awan hingga berpusat pada dua Perbatasan Yaitu Kota Simmon yang berbatasan dengan Kekaisaran Shin dan Kota Chang'an yang berbatasan dengan Kekaisaran Han.
Tidak lupa Xin Chie juga meletakkan Para Prajurit untuk ditempatkan di Wilayah Empat Kerajaan kecil yang terbilang masih masuk ke Wilayah Kekaisaran Awan.
Dengan bantuan Li Chun, Jenderal Chuang dan Jenderal Yuchen, Pergerakan Manusia Rawa dan Sekte Iblis Neraka kini berhasil ditekan, meskipun masih belum tau letak Markas Utama mereka.
__ADS_1
Di sisi lain. Ryu sendiri menceritakan dengan keberadaan Ling Queqi dan Ling Xianzi yang akan menjadi Istrinya untuk mencukupi Lima Klan sebagai pendukung Kekaisaran Awan.