
Sementara Ryu yang sudah ada di luar Menara Obat, kini langsung menuju ke arah Penginapan untuk menemui Dao Luo, Yan Ran dan tujuh Hewan Kontrak.
Ryu memang tidak ingin repot harus mengikuti acara pelelangan, karena menurutnya terlalu banyak menyita waktu bahkan mengundang banyak perhatian orang.
Saat berada di depan sebuah Penginapan, Ryu langsung disambut oleh pelayan.
" Selamat datang Tuan... Apa yang perlu saya bantu?" Pelayan menyapa ramah terhadap Ryu.
" Pelayan... Aku memesan makanan terbaik disini, tolong antarkan ke meja disana!" Ryu menunjuk ke tempat dimana Dao Luo dan Yan Ran berada.
" Masih banyak meja yang kosong Tuan." Pelayan mengerutkan kening karena meja yang ditunjuk sudah ditempati orang lain.
" Mereka adalah Temanku." Ryu menjawab dengan singkat seraya berjalan mendekati Dao Luo dan Yan Ran.
Sedangkan meja yang disampingnya sudah ditempati oleh Tou Shuijing, Chaizu, Jiejia, Qilin, Jiu Wei Hu, Kongque dan Jiaqin.
Melihat hal itu Pelayan hanya menghela nafas lalu melanjutkan pekerjaannya menuju ke dapur Penginapan.
" Tuan." Dao Luo dan Yan Ran memberi hormat yang diikuti ketujuh Hewan Kontrak.
Semua mata tertuju pada Ryu karena kesembilan sosok itu begitu menghormatinya.
Mereka berpikir bahwa Ryu memiliki latar belakang yang kuat, ataupun keluarga dari Bangsawan besar dan menganggap 9 sosok itu adalah pengawal Pribadinya.
" Mmm..." Ryu mengangguk lalu duduk di kursi sambil memperhatikan keadaan sekitar.
Tidak beberapa lama kini makanan yang dipesan Ryu sudah datang yang dibawa oleh dua orang Pelayan.
" Silahkan dinikmati Tuan." Pelayan tersebut mempersilahkan.
Dengan sebuah anggukan kecil Ryu langsung menikmati hidangan tersebut sambil mendengar percakapan dari beberapa pengunjung yang ada di kedai tersebut.
Hingga Ryu tertuju pada percakapan dari beberapa orang yang berpakaian Sekte yang berjumlah 20 orang di sebuah meja yang tidak jauh dari tempat Ryu berada.
" Saudara... Empat hari lagi Makam Kuno akan terbuka, Aku harap Sekte Kuil Angin bisa menemukan Sumberdaya yang berharga." Ucap salah satu sosok kepada rekannya.
" Benar Saudara.... Tapi sayangnya Makam Kuno hanya bisa dimasuki oleh Kultivator yang masih mencapai Pendekar Bumi tahap akhir kebawah." Jawab yang lain.
" Aku juga mendengar begitu. Jika ada orang yang sudah mencapai Pendekar Langit keatas, maka tubuh mereka langsung hancur berkeping-keping." Yang lain ikut menimpal.
" Itu sudah menjadi tradisi sejak ribuan tahun yang lalu. Makam Kuno hanya untuk seorang Murid seperti kita."
__ADS_1
" Itulah yang aku khawatirkan, aku dengar dari Guru bahwa di Makam Kuno banyak sekali Hewan Roh tingkat langit."
" Itu memang wajar, karena Makam Kuno banyak menyimpan Sumberdaya."
Mendengar percakapan mereka, Ryu sedikit mengerutkan kening. Namun bagi Ryu, hal itu tentu tidak menjadi masalah karena dia memiliki Armor Pelangi yang bisa menekan Tingkat Kultivasinya.
" Tuan..." Dao Luo dan Yan Ran terlihat murung karena untuk masuk ke Makam Kuno hanya bisa dimasuki oleh Kultivator yang masih mencapai Pendekar Bumi tahap akhir kebawah.
" Kalian tidak perlu khawatir... Kita pasti bisa masuk ke Makam Kuno." Ryu mengetahui kekhawatiran mereka tentang aturan saat masuk ke Makam Kuno.
Ryu berpikir bahwa Makam Kuno hanyalah ciptaan dari Kultivator tingkat tinggi, tentu saja masih ada celah untuk masuk.
Mendengar ucapan dari Ryu, Dao Luo dan Yan Ran sedikit ragu. Namun karena terlihat dari wajah Ryu sedikit tidak ada keraguan, mereka pun hanya bisa mengiyakan.
Setelah selesai makan, Ryu dan yang lain langsung menuju meja kasir untuk membayar biaya makanan mereka sekaligus menyewa kamar untuk mereka tempati selama beberapa hari.
Sambil menunggu Makam Kuno terbuka, Ryu menghabiskan waktu di Dunia Quzhu untuk Berkultivasi dan meningkatkan Pedang Naga Petir miliknya.
Tidak lupa, Ryu memberikan Jamur Iblis kepada Sheng Zhishu agar bisa dibudidayakan di Dunia Quzhu.
Di Dunia Quzhu, Ryu juga membuat ratusan Armor Pelangi bahkan lebih kuat lagi dari sebelumnya agar tidak mengalami kendala saat memasuki Makam Kuno.
*****
Tidak beberapa lama kemudian, Dao Luo dan yang lain kini telah muncul di kamar Ryu.
" Salam Tuan." Dao Luo dan yang lain memberi hormat.
" Mmm..." Ryu mengangguk lalu mempersilahkan mereka untuk duduk.
Ryu pun mengeluarkan Armor Pelangi lalu membagikan kepada mereka lalu menerangkan cara menggunakannya.
" Chaizu, Jiejia.... Berikan Armor Pelangi ini kepada semua yang ada di kapal udara dan beritahu mereka cara menggunakannya." Ryu kembali mengeluarkan ratusan Armor Pelangi.
" Baik Tuan." Chaizu dan Jiejia menundukkan mengambil tumpukan Armor Pelangi lalu Ryu mengibaskan tangannya menarik Chaizu dan Jiejia ke kapal udara.
" Dao Luo, Yan Ran... Berikan Cincin pemulihan ini dan bagikan kepada prajurit." Ryu mengeluarkan ratusan Cincin pemulihan.
" Baik Tuan." Dao Luo dan Yan Ran mengambil Cincin pemulihan tersebut lalu masuk ke kapal udara dengan bantuan Ryu.
Setelah beberapa saat kini Dao Luo, Yan Ran, Tou Shuijing, Chaizu dan Jiejia sudah keluar dari kapal udara.
__ADS_1
" Sekarang kita pergi dari sini." Ryu beranjak dari tempat duduknya keluar dari kamar menuju arah Makam Kuno.
Begitupun Dao Luo, Yan Ran dan yang lain. Mereka juga beranjak dari tempat duduknya keluar dari kamar dan mengikuti Ryu.
Saat berada di luar Penginapan, Ryu dan bawahannya langsung melesat ke arah Makam Kuno
Saat berada di tempat yang sepi, Ryu meminta mereka untuk memakai Armor Pelangi tersebut lalu sudah menyamarkan tingkat Kultivasi mereka menjadi Pendekar Bumi tahap awal.
" Tuan... Ini sungguh luar biasa." Dao Luo dan Yan Ran tidak menyangka bahwa Armor Pelangi itu bisa menyamarkan tingkat Kultivasi dengan sempurna.
Sedangkan Tou Shuijing, Chaizu dan Jiejia yang pernah memakai Armor Pelangi tersebut tentu tidak terlalu mengagetkan mereka meskipun Armor Pelangi yang sekarang jauh lebih kuat.
Untuk Qilin, Jiu Wei Hu, Kongque, dan Jiaqin meskipun mereka tidak pernah memakainya tapi mereka sudah mengetahui hal itu karena sudah lama bersama majikan mereka yang sedikit banyak mengetahui hal itu.
Sebenarnya mereka semua sudah memiliki teknik untuk menyamarkan tingkat Kultivasi, namun saat memasuki tempat yang khusus akan berbeda ceritanya seperti sekarang yaitu Makam Kuno.
" Mmmm... " Ryu mengangguk kecil lalu melanjutkan langkahnya.
Melihat Ryu yang sudah berjalan, Dao Luo dan yang lain juga melanjutkan langkah mereka mengikuti arah Ryu.
Di dalam perjalanan, Ryu dan bawahannya banyak bertemu dengan Kultivator yang lain yang juga menuju ke arah yang sama.
Dari beberapa orang yang mereka temui, banyak tatapan mata yang mengarah ke Ryu. Ryu yang menyadari hal itu hanya tersenyum sambil berjalan dengan santai.
Setelah beberapa saat kini mereka telah sampai di sebuah galian yang sangat besar dimana memancarkan Aura yang sangat mengintimidasi.
Di tempat itu juga sudah banyak sekali orang yang sudah berkumpul dari berbagai Sekte atau Kultivator bebas.
Setelah beberapa saat, terlihat rombongan Prajurit Kekaisaran Beruang Putih yang sedang membawa sebuah kereta.
Dari dalam kereta kini muncul sosok Pemuda yang memakai pakaian mewah dengan mahkota kebesarannya lalu berjalan mendekati kerumunan orang yang dijaga ketat oleh Prajurit Kekaisaran Beruang Putih.
" Aku minta perhatiannya sebentar. Perkenalkan namaku Qing Sun. Aku mendengar Makam Kuno ini banyak menyimpan tanaman Obat. Jika ada yang menemukan Melati Emas dan Bunga Spiritual Krisan, kiranya Tuan Pendekar dan Nona Pendekar bisa memberikan kepadaku. Sebagai imbalannya Kekaisaran Beruang Putih akan memberikan hadiah yang pantas.
Jika dia adalah seorang Wanita, maka aku sendiri akan menjadikannya sebagai Istriku. Jika dia adalah seorang Pria, maka Putri Mahkota Qing Yun akan mengangkatnya sebagai Suami." Qing Sun bersuara lantang lalu berjalan mendekati Kereta lalu masuk kembali kedalam kereta tersebut.
Mendengar ucapan dari Qing Sun, semua orang yang ada di tempat itu terlihat senang karena menjadi keluarga Istana Kekaisaran Beruang Putih adalah impian setiap Pria maupun Wanita.
Putra Kaisar yang bernama Qing Sun dikenal sebagai Pria yang tampan dan berwibawa, juga Putri Mahkota Qing Yun dikenal sebagai wanita yang sangat cantik dan anggun.
Namun mereka sedikit heran, mengapa Pangeran Qing Sun berani menyampaikan pesan tersebut di muka umum.
__ADS_1
Banyak yang berpikir bahwa Istana Kekaisaran Beruang Putih ada orang penting yang sedang sakit parah.