SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
LING XIANZI 2


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:




Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.




Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'




Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏


...****************...


Pada Malam Pengantin, mereka mengarungi lautan Surgawi yang membuat Ling Queqi merasa sangat senang senyum penuh kebahagiaan meski kondisi tubuhnya lemah karena banyak mengeluarkan tenaga.


Begitupun dengan Ling Xianzi juga terlihat senang penuh kebahagiaan meski dia juga terbaring lemas namun sangat puas hingga lupa akan tujuannya.


" Gege... Terimakasih." Ling Queqi membaringkan kepalanya di bagian dada kiri Ryu senyum kebahagiaan.


" Gege... Kamu sangat kuat." Ling Xianzi juga membaringkan kepalanya di dada kanan Ryu penuh kebahagiaan.


Pada Keesokan pagi, Ryu keluar dari kamar menuju Ruang kerja Kaisar untuk menanyakan beberapa hal tentang keamanan Wilayah Kekaisaran Awan.


" Salam Yang Mulia Kaisar." Sambut mereka sambil menundukkan kepala.


" Mmmm." Ryu mengangkat tangan menyapa ramah.


Tiba-tiba muncul Delapan sosok Wanita langsung berlutut di depan Ryu.


" Salam Yang Mulia Kaisar." ucap mereka serempak.


" Mmmm." Ryu kembali mengangkat tangan kanannya.


" Maaf Yang Mulia Kaisar." Jenderal Chuang dan Jenderal Yuchen buru-buru mendekati delapan Wanita tersebut.


" Jenderal Chuang, Jenderal Yuchen, siapa mereka?" Tanya Ryu sedikit curiga.


" Ah... Itu..." Jenderal Yuchen terlihat ragu.


" Yang Mulia Kaisar, kasus mereka sama sepertiku sebelumnya saat menghancurkan Markas Raja Kelinci." Jenderal Chun bersuara.


" Jadi begitu... Itu masalah Pribadi kalian, tidak perlu aku ikut campur." ucap Ryu.


" Maaf Yang Mulia Kaisar, kami tidak membahas hal itu saja. Tapi kami ingin mengabdi kepada Kaisar." ucap salah satu dari Kedelapan wanita tersebut.


" Lalu apa yang kalian inginkan?" Tanya Ryu kepada mereka.


" Hamba ingin menjadi Prajurit yang dipimpin oleh Chuang Gege." ucap keempat Wanita serempak.


" Hamba Juga Ingin menjadi Prajurit yang dipimpin oleh Yuchen Gege." ucap Keempat Wanita lain.


" Sebenarnya aku tidak ingin ada seorang Prajurit Wanita, tapi sepertinya kalian ingin selalu bersama Calon Suami kalian. Jadi aku tidak bisa memaksa." Ryu faham akan keinginan Delapan Wanita tersebut.


" Terimakasih Yang Mulia Kaisar." ucap mereka serempak.


" Yang Mulia Kaisar, kami sudah menyusuri berbagai tempat Wilayah Kekaisaran Awan. Untuk sekarang sepertinya masih Aman. Ucap Jenderal Chun.


" Baiklah... Kalau begitu kalian boleh pergi." ucap Ryu.

__ADS_1


" Baik Yang Mulia Kaisar." Ucap meraka langsung meninggalkan ruangan.


Setelah mereka pergi Ryu menuju Kamar Utama dimana terlihat Xie Hua, Ting Ye dan Jiang Caiping sedang berbincang.


" Gege... " sambut mereka.


" Ah... maaf Gege." Wang Mingjun, Shu Meilu, Qin Shuomei, dan Li Jilan juga baru muncul.


" Kebetulan... Ada hal yang ingin aku bicarakan kepada kalian." Ryu menatap mereka bergantian.


" Ada apa Gege.?" Tanya meraka.


" Hua'er, Ye'er, Jun'er, Lu'er, Mei'er, An'er... Sepertinya kalian semua sudah mencapai Pendekar Langit Tahap Awal. Itu artinya dengan bantuan Anggrek Nirwana kalian bisa mencapai Pendekar Surgawi Tahap Awal jika masingmasing mendapatkan satu Kelopak." ucap Ryu.


" Sedangkan jika aku yang memakainya, aku hanya bisa naik satu tingkat bahkan bisa gagal. Untuk itu aku akan membagikan kepada kalian masing-masing satu kelompok." Ryu membagikan kepada mereka Anggrek Nirwana.


" Terimakasih Gege." mereka sangat senang.


" Kalian bisa memakai Dunia Quzhu dan ditambah dengan Dunia Bawah Sadar kalian, maka kalian akan lebih mudah untuk mencapai Pendekar Surgawi." ucap Ryu.


" Tapi ingat, Kalian tetap Samarkan Kultivasi kalian hanya Pendekar Bumi Tahap Menengah karena itu sudah terlanjur ada orang lain yang mengetahui" Ryu mengingatkan mereka.


" Baik Gege... Kami akan berusaha agar mampu mencapai Pendekar Surgawi." Xie Hua, Ting Ye, Wang Mingjun, Shu Meilu, Qin Shuomei, dan Li Jilan mengangguk langsung menuju ke Dunia Quzhu.


" Ping'er... Nasib kita sama, bahkan aku lebih buruk darimu masalah Kultivasi." Ryu merasakan Jiang Caiping sudah mencapai Pendekar Bumi Tahap Menengah.


" Gege... Tapi kamu sepertinya sudah menerobos Pendekar Bumi Tahap Akhir. Itu artinya Kamu sangat Jenius." Jiang Caiping terlihat senang.


"...." Ryu terdiam jika saja tanpa bantuan Istrinya yang lain, mungkin dia masih mencapai Pendekar Bumi Tahap Menengah.


" Ping'er... Ambillah! Aku tidak ingin ada perbedaan antara kalian semua." Ryu memberikan satu Kelopak Anggrek Nirwana.


" Tapi Gege... Ini sangat berharga untukmu." Jiang Caiping menolak secara halus.


" Tidak masalah. Aku hanya tinggal menunggu Melati Emas. Itu artinya tidak menjadi masalah." Ryu Ryu tidak ingin memberitahukan jika semua Istrinya yang memiliki Tubuh Abadi sudah mencapai Pendekar Surgawi, maka akan lebih mudah untuknya menerobos. Yang diperlukan sekarang hanya Air Embun Surgawi.


" Mmmm." Ryu mengibaskan tangannya, seketika Jiang Caiping menghilang.


Setelah mereka pergi Ryu mendatangi Tujuh Istrinya yang lain untuk membagikan kelopak Bunga Salju masing-masing satu kelopak.


Selesai mendatangi Tujuh Istrinya, Ryu kembali ke Istana Kekaisaran Awan.


Di dalam Kamar lain, terlihat Ling Xianzi sedang duduk memikirkan sesuatu dimana Hatinya sekarang begitu bimbang.


Dalam hati Ling Xianzi sekarang selalu terbayang Wajah Ryu, namun karena sebuah ambisi demi mendapatkan Kekuatan dan Pengakuan Ling Xianzi berusaha mengesampingkan perasaannya terhadap Ryu.


Seminggu telah berlalu baik Ling Queqi maupun Ling Xianzi meminta Izin kepada Ryu untuk kembali ke Klan Ling.


" Gege... Maaf, Aku tidak bisa terlalu lama disini. Tapi Gege harus berjanji untuk menemuiku saat ada waktu luang." Ling Queqi merasa tidak rela meninggalkan Ryu, namun karena tidak ingin tinggal di Istana, maka dia lebih memilih tinggal di Klan Ling.


" qi'er... Aku akan berjanji untuk menemuimu jika ada waktu." Ucap Ryu.


" Gege... Aku juga pergi ke Klan. Tapi Gege tenang saja, Aku akan kembali kesini." Ling Xianzi memanfaatkan kepulangan Ling Queqi.


" Mmmm." Ryu mengangguk.


" Gege... Aku Pamit dulu." Ling Queqi mencium Pipi Ryu lalu masuk ke Kereta.


" Gege... Aku juga pamit." Ling Xianzi mencium Pipi Ryu juga masuk ke Kereta.


" Yang Mulia Kaisar, kami Pamit dulu." Jenderal Heilong dan Jenderal Yuchen membawa Rombongan keluar Istana.


" Mmmm." Ryu melambaikan tangan.


Selepas kepergian mereka, Ryu hanya berada di dalam Istana Kaisar untuk mengurus berbagai hal mengenai Istana dan Wilayah Kekaisaran Awan.


Saat Malam Hari dia menemui Istrinya yang berbeda di Dunia Quzhu sambil berlatih untuk meningkatkan semua Teknik yang dia pakai.

__ADS_1


Selain itu Ryu juga menggabungkan Formasi Pelindung Tempurung Kura-kura dan Pelindung Yin-Yang.


Meskipun memakan waktu yang lama, namun Ryu terus mencoba hingga akhirnya dia telah berhasil menggabungkan kedua Formasi tersebut yang dia Namakan Pelindung Yin-Yang Kura-kura meskipun masih belum tahap sempurna.


Sesekali Ryu melihat Bola Kristal dan Kristal Mutiara yang dia taruh di Ruang Penempa sebelumnya yang masih belum menyatu dengan sempurna.


Setelah berada di Kamar Utama Istana, Ryu menyandarkan tubuhnya di atas Ranjang seraya menutup mata.


" Haaahh... Sepertinya Jadi Seorang Kaisar sangat tidak cocok untukku. Lebih baik Aku Pergi Bertarung dengan Hewan Ilahi itu." Ryu bergumam membuka mata kembali.


" Tapi siapa yang Cocok untuk menjadi Kaisar?" Ryu bertanya pada dirinya sendiri.


" Seandainya aku sudah Punya Putra, Aku Mungkin Aku bisa bergerak leluasa untuk bepergian." ucap Ryu.


" Sepertinya tanganku sudah Gatal untuk bertarung seperti dulu lagi? Tapi Siapa yang akan Kuhancurkan? " Ryu merasakan seluruh tubuhnya pegal-pegal.


...****************...


Di Kekaisaran Shin :


" Gege... kenapa kamu terlihat murung?" Ling Xianzi menatap ke arah Shin Hye Gang.


" Ah... Tidak ada zi'er." Shin Hye Gang menyembunyikan kekecewaannya.


' Sial... Kaisar Ryu ternyata sangat Perkasa dari pada aku.' Shin Hye Gang membatin saat selesai menikmati tubuh Ling Xianzi.


" Aku tau... Gege kecewa karena aku memberikan Kesucianku pada Kaisar Ryu. Tapi Gege tenang saja, Aku akan menjadikan Keenam Istri Kaisar Ryu sebagai Selirmu dan bila perlu Ling Queqi dan Selir Kaisar Ryu juga akan menjadi selir Gege. Anggap saja itu sebagai Ganti Rugi." Ling Xianzi menawarkan.


" Benarkah? " Shin Hye Gang terlihat bersemangat.


" Benar Gege... Untuk apa aku berbohong. Lagi pula mereka tidak kalah Cantik dariku. Tapi sayangnya mereka sudah mencapai Pendekar Langit Tahap Awal. Itu tidak mudah menaklukkan meraka. Mereka bisa menyembunyikan Kultivasi meraka, Tapi tidak denganku. Tapi Untuk Permaisuri akan lebih mudah, karena dia hanya mencapai Pendekar Bumi Tahap Awal." Ucap Ling Xianzi.


" Kalau masalah itu aku bisa atur. Besok Pagi aku akan meminta pada Pengawal Pribadiku untuk membeli Pil Penurun Kultivasi. Kebetulan Pengawal Pribadiku sangat akrab dengan Pedagang Gelap di Kekaisaran Taiyang." Shin Hye Gang terlihat senang.


" Gege... Apa itu berhasil?" Tanya Ling Xianzi.


" Pasti berhasil. Pil Penurun Kultivasi terbuat dari Kabut Racun Penurun Kultivasi yang hanya bisa didapatkan di Dunia Setengah Abadi tepatnya di Benua Pembantaian." Ucap Shin Hye Gang.


" Salah satu Kultivator dari Kekaisaran Taiyang rela kehilangan Kultivasi demi mendapatkan Kabut Racun tersebut."


" Pil Penurun Kultivasi tidak bisa terdeteksi. Bahkan Pendekar Surgawi sekalipun. Dengan begitu mereka semua akan Turun drastis Tiga tingkat. Pil itu juga bisa larut dalam air tanpa ada Aroma, warna maupun rasa. Jadi sangat Aman." Shin Hye Gang menjelaskan.


" Aku rasa itu lebih mudah. Serahkan saja padaku." Ling Xianzi mencium leher Shin Hye Gang.


" zi'er... Kamu memang pengertian." Shin Hye Gang membangkitkan kembali gairahnya memegang Bokong Ling Xianzi dimana mereka berdua tanpa sehelai kain pun.


' Ah... Sepertinya masih menggairahkan bersama Gege Ryu.' Ling Xianzi mengarahkan Goa Suci miliknya ke Tongkat milik Shin Hye Gang.


Pada Keesokan hari, Shin Hye Gang mengumumkan kepada seluruh Isi Istana Kaisar Shin bahwa yang akan menjadi Permaisuri adalah Ling Xianzi.


Shin Hye Gang juga mengingatkan agar hal itu tidak bocor ke Luar Istana.


" Ingat... Apabila Rahasia ini sampai bocor, maka aku akan mencarinya dan memberikan Hukuman yang berat." Shin Hye Gang dengan tegas.


" Baik Yang Mulia Kaisar." ucap meraka serempak.


' Ini tidak boleh dibiarkan! Aku harus mengatakan hal ini kepada Yang Mulia Permaisuri ' Ucap salah satu sosok Jenderal.


Jenderal tersebut langsung berjalan ke Luar Istana berjalan menjauhi Ibu Kota hingga mencapai sebuah Bangunan Tua yang diberikan Pelindung transparan.


Di dalam bangunan tersebut terlihat ada Dua sosok Wanita Cantik berpakaian Seorang Ratu.


" Salam Yang Mulia Ratu." Sosok Jenderal memberi Hormat.


" Jenderal, ada apa? " tanya salah satu Ratu.


" Sekarang posisi Yang Mulia Permaisuri telah digeser oleh Wanita Ular itu." ucap Jenderal.

__ADS_1


" Haaahh... Sudah kuduga, untung saja kami berdua cepat pergi dari Istana." ucap Ratu.


__ADS_2